Kisah Cerita Cinta Lama, 6000 Anak Tangga Yang Menarik Perhatian Publik

INIKECE - Cinta memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Ketiak dua insan saling jatuh cinta, maka apapun akan dilakukan utuk menyatukan cinta mereka. Berbagai halangan dan rintangan akan ditempuh untuk selalu bersama.

Kota Hsinchu, Taiwan Memiliki Universitas Terkenal Serta Memiliki Wisata Menarik

INIKECE - Sebuah kota besar di Utara Taiwan. Kota Hsinchu adalah sebuah munisipalitas Taiwan. Hsinchu memiliki tiga distrik diantaranya yaitu Distrik Utara, Distrik Timur, dan Distrik Siangsha.

Taichung, Tempat Wisata Terbaik Yang Berada Di Taiwan

INIKECE - Sudah ada yang pernah melakukan perjalanan travel ke Daerah Taichung, Taiwan? Suatu daerah yang terletak di bagian Tengah Taiwan, kota Taichung merupakan kota terbesar ketiga di Taiwan setelah Kota Taipei dan Kota Kaohsiung.

Perempuan Penggemar Payung

INIKECE - Badannya sudah dirasa tak enak sejak tadi malam. Kerongkongan sulit menelan, tulang serba linu, badan agak hangat, meski belum demam. Udara belakangan ini memang tidak bersahabat. Kadang-kadang panas terik, kadang-kadang mendung menggantung, kadang-kadang hujan tak lepas-lepas. .

Melakukan Tes Virus Corona Di MS Westerdam Yang Sebelumnya Telah Diturunkan Di Kamboja Sihanoukville, Berikut Fakta-Fakta WNI Yang Menjalani Tes

INIKECE - Dalam pemberitaan sebelumnya, ada lebih dari 300 warga Indonesia di kapal pesiar MS Westerdam yang sandar di Sihanoukville, Kamboja. Kapal pesiar tersebut sebelumnya terpapar virus corona karena satu penumpang positif virus mematikan itu.

Episode 2! Sinopsis Film Itaweon Class, Pertemuan Sae Ro-Yi dan Soo Ah

Episode 2! Sinopsis Film Itaweon Class, Pertemuan Sae Ro-Yi dan Soo Ah

INIKECE - Soo Ah menaiki sebuah mobil, bersama dengan polisi. Ia menelpon mencari tahu keberadaan Sae Ro-Yi yang ternyata berada di RS Gwangjin. Ia meminta agar mobil berjalan lebih cepat agar tak terlambat.

Sementara itu Park Sae Ro-Yi sedang memukuli Geun Won berkali-kali. Geun Won meminta maaf dan minta diselamatkan, namun Sae Ro-Yi sudah tak mempedulikan ucapannya.


Saat akan melemparkan batu ke arah Geun Won, tiba-tiba muncul seorang polisi yang menodongkan pistol. Di samping polisi itu ada Soo Ah. Ia meminta Sae Ro-Yi untuk lebih tenang.

Sae Ro-Yi mengatakan agar menembak dirinya saja, ia saat itu sudah tak peduli apapun. Polisi ingin menembaknya namun Soo Ah menghalanginya. Soo Ah berusaha untuk membujuk Sae Ro-Yi, dia mengingatkan pada sosok ayahnya yang tak mungkin membiarkan dia berperilaku seperti itu. Sae Ro-Yi akhirnya sadar lalu menjatuhkan batu yang ia pegang, polisi juga menurunkan pistolnya.

Sae Ro-Yi lalu dibawa polisi menggunakan mobil. Sementara Geun Won terbaraing di kasur rumah sakit.


Ayah Geun Won, CEO Jang Dae Hee tiba di Lapas Gyeonggi Utara. Ia menemui Sae Ro-Yi yang sedang ditahan di sana. Ia mengatakan bahwa telah mengenal ayahnya selama 20 tahun, melihatnya seperti ini membuatnya sedih. Ia ingin memberikan kesempatan pada Sae Ro-Yi jika mau berlutut meminta maaf pada anaknya.

Sae Ro-Yi geram mendengar harus meminta maaf, ia marah dan mengatakan yang harus meminta maaf adalah anaknya. Ayah Geun Won tertawa mendengarnya, ia ingin agar Sae Ro-Yi introspeksi diri di dalam.


Jang Dae Hee kemudian meminta pertemuan dengan Soo Ah yang merupakan saksi sekaligus teman Sae Ro-Yi dan anaknya. Ia menawarkan membiayai uang kuliah hingga masa depannya.

Soo Ah mengatakan ia sudah punya uang masuk. Tapi ia bertanya, apa konsekuensinya, apakah ia harus bersaksi memberatkan Sae Ro-Yi. Jang Dae Hee tertawa mendengarnya.

Jang Dae Hee menjawab tidak, ia hanya ingin berbuat baik pada Soo Ah. Ia juga mengatakan Soo Ah bisa bersaksi sesuai dengan yang ia lihat. Setelah itu ia menyuruh skretarisnya untuk memasukkan Soo Ah ke dalam daftar program bantuan finansial perusahaan mereka.


Geun Won tiba-tiba datang. Ia bertanya mengapa memanggil Soo Ah. Ayahnya meminta agar Geun Won kembali ke rumah sakit saja. Geun Won kemudian meminta agar Sae Ro-Yi dilepaskan, karena semua itu adalah salahnya yang telah menabrak.

Jang Dae Hee mengatakan bahwa sudah ada Pak Kim yang menggantikannya. Geun Won adalah penerus ayahnya. Tak boleh penerusnya adalah seorang pelaku tabrak lari. Geun Won kemudian meminta maaf pada sang ayah.


Sang ayah kemudian mengajak Geun Won ke sebuah peternakan. Ia mengatakan bingung dengan orang yang memakan babi tapi membenci orang yang memakan anjing.
Anjing sendiri merupakan hewan yang setia dan menggemaskan, tergantung dari pandangan orang. Ia ingin agar Geun Won menganggap para bawahnnya seperti anjing tersebut.


Tiba di kandang ayam, Jang Dae Hee mengambil seekor ayam. Ia meminta anaknya Geun Won untuk mematahkan leher ayam tersebut. Geun Won awalnya menolak namun akhirnya dipaksa, memintanya agar tak merasa bersalah. Geun Won akhirnya mematahkan leher ayam tersebut.


Di pengadilan, Sae Ro-Yi berhadapan dengan hakim yang membacakan keputusan. Bersadarkan Pasal 254 Hukum Pidana, Sae Ro-Yi dijatuhi hukuman selama tiga tahun.

Sae Ro-Yi masuk ke dalam bilik tahanan, ada 4 orang tahanan lain yang berada di dalamnya. Seorang tahanan kemudian memukulnya dan memintanya berlutut pada orang tua. Sae Ro-Yi malah teringat dengan ayah Geun Won yang juga memintanya berlutut, ia lalu tertawa. Tak mau berlutut juga, dua orang tahanan lain menjatuhkannya dan menendanginya.


Soo Ah datang mengunjungi Sae Ro-Yi, ia melihat wajah temannya itu terluka. Soo Ah mengabarkan bahwa ia diterima di Universitas Gwangjin. Ia juga memberitahu bahwa Perusahaan Jangga menawarinya beasiswa. Ia meminta maaf mendapatkannya karena waktu itu menghentikannya dan melapor polisi. Sae Ro-Yi mengatakan tidak apa-apa, tindakannya benar dengan melaporkan ke polisi.

Soo Ah menanyakan tentang apa rencananya setelah bebas. Sae Ro-Yi menjawab bahwa di sana ada perpustakaan jadi ia bisa membaca buku dan belajar. Ia bahkan membaca biografi CEO Jang Dae Hee, bagaimana ia membangun perusaahan dari nol.

Saat akan kembali, Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia menyukainya. Soo Ah bertanya apakah ia masih menyukainya. Soo Ah mengatakan bahwa ia tak suka dengan pria miskin, bertanya apakah Sae Ro-Yi akan bisa menghasilkan uang banyak. Sae Ro-Yi menjawab, bahwa mulai sekarang impiannya adalah menjadi pria kaya.


Dua tahun kemudian.

Sae Ro-Yi keluar dari penjara setelah menjalani masa hukuman. Seorang rekannya di tahanan juga keluar, ia dijemput oleh mobil dan para bawahan yang menyebutnya sebagai boss. Sae Ro-Yi memilih menolak diantar dengan mobil oleh rekannya itu.

Di sebuah restoran, Sae Ro-Yi memesan soju dan makanan. Ia meminta dua gelas karena teringat dengan ayahnya. Di depannya ada sebuah buku biografi CEO Jang Dae Hee. Saat buku itu tertinggal, Sae Ro-Yi meminta pemilik restoran membuangnya saja karena ia sudah hafal dengan isinya. Selana di penjara, rupanya Sae Ro-Yi mengikuti perkembangan di luar, terutama tentang Geun Won yang menjadi penerus ayahnya.


Di terminal bus, sebuah televisi menampilan berita tentang Geun Won yang terlibat sebuah kasus di bar. Sae Ro-Yi menonton berita itu. Ia lalu membeli tiket untuk pergi naik bus ke Seoul. Di dalam bus, ia membaca surat dari Soo Ah. Soo Ah menulis bahwa ia tinggal di daerah Itaewon.

Sae Ro-Yi akhirnya sampai ke Itaewon, melewati kerumunan orang-orang berkostum yang sedang merayakan Halloween. Soo Ah menjelaskan tentang festival itu di suratnya. Ia juga menjelaskan tentang daerah Itaewon yang mirip dengan luar negeri.


Sae Ro-Yi berhenti di depan para musisi yang sedang menyanyi. Ia lalu berjalan lagi di tengah kerumunan orang-orang dengan kostum hantu. Tiba-tiba seseorang dengan kostum kelinci menakutkan memeluknya, Sae Ro-Yi kaget. Orang itu membuka topengnya, ia ternyata Soo Ah.


Soo Ah membawanya ke sebuah kafe. Ia mengenalkan dengan temannya, Hong Seok Cheon yang seorang selebriti. Di sana, mereka minum-minum dan mengobrol. Soo Ah mengatakan akan bekerja di Perusahaan Jangga tahun depan. Ia bertnaya tentang kedai yang ingin didirkan oleh Sae Ro-Yi. Saat ditanya dimana akan dibuat, Sae Ro-Yi menjawab akan membuatnya di Itaewon.


Soo Ah menyebut agak sulit membangun usaha di tempat itu karena biaya sewa yang tinggi. Ia bertanya kapan kedainya akan dibangun. Sae Ro-Yi menjawab ia akan membuka usahanya dalam 7 tahun, Soo Ah kaget mendengarnya karena itu waktu yang lama. Begitu juga saat Sae Ro-Yi mengatakan akan memancing di laut sambil menunggu membuka kedai. Soo Ah menyemburnya sampai dua kali karena kaget dengan rencana Sae Ro-Yi.

Sae Ro-Yi mengatakan bahwa mantan narapidana sulit mendapat izin memancing namun ia berhasil mendapatkannya, jadi ia ingin memanfaatkannya. Soo Ah lalu menyinggung bahwa ia pernah membantu mencairkan uang asuransi ayahnya. Sae Ro-Yi juga memiliki uang tabungan yang dikumpulkan ayahnya.

Sae Ro-Yi mengatakan akan pergi memancing di laut pekan depan. Soo Ah lalu mengajaknya untuk menghabiskan malam itu dengan bersenang-senang. Ia mendadani Sae Ro-Yi menjadi seorang badut, lengkap dengan wig berwarna-warni dan hidung palsu.


Saat pulang, Sae Ro-Yi menggendong Soo Ah menuju rumahnya. Soo Ah menyinggung bahwa ia boleh membencinya karena Perusahaan Jangga, tempatnya akan bekerja. Sae Ro-Yi mengatakan tak masuk akal jika ia membencinya karena hanya ingin hidup layak. Ia hanya ingin berterima kasih padanya. Mendengar itu, Soo Ah mempererat pelukannya.

Sampai di depan rumah Soo Ah, Sae Ro-Yi menurunkan temannya itu. Soo Ah menawarinya untuk menginap meski itu rumah satu kamar. Sae Ro-Yi tampak berpikir, ia lalu mengatakan bahwa ia belum kaya. Mendengarnya, Soo Ah kemudian pergi masuk ke dalam rumah dan tersenyum. Ia mengatakan agar Sae Ro-Yi berhati-hati dan menjaga kesehatannya.

Pagi hari, Sae Ro-Yi sampai di pelabuhan. Bersama dengan banyak orang ia pergi untuk menaiki kapal.


Tujuh tahun kemudian

Di perusahaan Jangga, Soo Ah terlihat berbicara di depan para pejabat perusahaan itu. Ia sedang mempresentasikan konsep baru baru, Bar Vicious. Geun Won mengkirtiknya karena menggunakan pesan yang mengandung maksud jahat pada bar tersebut.

Soo Ah menjawab bahwa manusia pada awalnya terlahir dengan karakter jahat sesuai Teori Kejahatan Alamiah. Ia menyebut Bar Vicious dibuat untuk meredakan stress manusia yang berusaha mengikuti norma masyarakat.


Selesai rapat, Geun Won menghampiri Soo Ah. Ia meminta Soo Ah agar santai saja. Ia juga ingin mengantar Soo Ah karena searah ke Itaewon. Namun tiba-tiba ada Direktur Kang Min Jung yang datang. Soo Ah lalu malah ikut pergi bersamanya. Direktur Kang meminta maaf pada Geun Won.


Mereka lalu minum bersama, Direktur Kang menuji Soo Ah sebagai sosok yang cantik dan kompeten. Soo Ah menjawab bahwa ia masih harus banyak belajar. Direktur Kang kemudian menawarinya untuk kencan buta karena ia terlihat tak pernah pacaran sejak masuk perusahaan. Soo Ah menolak tawaran tersebut karena ia akan sibuk dengan proyek baru.

Soo Ah berjalan ke daerah Itaewon. Mengingat bahwa usianya sudah 29 tahun. Tujuh tahun ia tak bertemu dengan sosok Sae Ro-Yi. Kenangannya akan sosok Sae Ro-Yi saat itu mulai memudar.


Saat ia melewati sebuah toko, seseorang memanggilnya. Soo Ah menoleh, ternyata Sae Ro-Yi adalah orang yang memanggilnya. Sae Ro-Yi berjalan ke arahnya. Soo Ah tampak terkejut melihatnya. Ia ingat itu tepat tujuh tahun sejak terakhir bertemu dengan Sae Ro-Yi. Rupanya temannya itu benar-benar mewujudkan impiannya untuk membuka kedai makanan.

Episode 1! Sinopsis Film Itaewon Class, Flashback Ke Masa Lalu

Episode 1! Sinopsis Film Itaewon Class, Flashback Ke Masa Lalu

INIKECE - Di sebuah ruangan, seorang terapis menanyakan pada seorang wanita muda tentang apa yang ia pikirkan sebelum tidur. Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum bahwa ia ingin dunia berakhir. Wanita muda itu kemudian bercerita bahwa boss-nya (Park Sae Ro-Yi) mengatakan bahwa jika ia merasa semuanya membosankan, maka sebaiknya mati saja.

Wanita muda itu adalah Jo Yi Seo (Kim Da Mi). Ia lalu menarasikan tentang Itaewon area yang berada di Yongsan, Seoul.

15 tahun yang lalu ...


Tiga orang murid laki-laki terlihat dihukum duduk di lantai sambil membawa ember berisi air di atas kepalanya. Guru yang menghukum kemudian berceramah di depan para murid.

Salah seorang murid yang dihukum adalah Park Sae Ro-Yi. Ia tiba-tiba menyiramkan air di dalam ember tersebut ke dirinya sendiri. Sang guru semakin marah melihatnya.

Seorang murid wanita rupanya memperhatikan Park Sae Ro-Yi. Ia menyebutkan jika Sae Ro-Yi tidak memiliki teman, namun tidak terlihat kesepian. Ia kemudian sadar bahwa ia menyukainya, tapi Sae Ro-Yi akan segera pindah sekolah.


Tak mau kehilangan kesempatan, murid wanita itu kemudian memberanikan diri dengan memberikan surat dan sekotak cekolat langsung pada Park Sae Ro-Yi. Sayangnya, Sae Ro-Yi tak merespon dan meninggalkannya.


Sae Ro-Yi pergi naik bus ke kota Pajin, ia lalu berlari mengejar kereta api. Di depannya, seorang pengemis terjatuh karena terdorong seorang gadis berseragam sekolah yang tak mau memberinya uang.

Sae Ro-Yi menolong pengemis tersebut dan menegur gadis tadi. Namun gadis itu, Oh Soo Ah (Kwon Na Ra), tak mau meminta maaf.

Sae Ro-Yi kemudian mengikuti tes fisik untuk ujian masuk ke sekolah kepolisian. Meskipun kakinya cedera, namun ia tetap berlari dengan penuh semangat walau tertinggal di belakang. Para juri terlihat kagum dengan semangatnya.


Di markas Jang Ga, manajer Park Sung Yeol (Son Hyun Joo) berbincang dengan Kang Min Jung (Kim Hye Eun). Mereka mengobrol tentang anak sang manajer, yaitu Sae Ro-Yi, yang pindah ke sekolah baru di kota itu.

SMA tersebut rupanya juga tempat sekolah dari anak presiden perusahaan. Kang Min Jung juga menjelaskan bahwa perusahaan menghentikan bantuan untuk panti asuhan. Manajer Park terkejut dan kecewa mendengarnya.

Sae Ro-Yi dan ayahnya, manajer Park Sung Yeol, pergi ke panti asuhan untuk membagikan makanan ke anak-anak. Manajer Park menyapa kenalannya, seorang gadis muda bernama Soo Ah. Gadis itu yang sebelumnya bertemu dengan Sae Ro-Yi di stasiun kereta.


Soo Ah mencoba membantu Sae Ro-Yi menjemur pakaian dan mengatakan bahwa mereka akan satu sekolah. Ia bercerita bahwa sudah mengenal ayah Sae Ro-Yi selama 5 tahun. Namun Sae Ro-Yi menanggapinya dengan dingin dan menghentakkan jemuran basah ke arah Soo Ah. Soo Ah kemudian marah dan meninggalkannya.


Pagi hari, Sae Ro-Yi masuk ke sekolah barunya. Ia ternyata satu kelas dengan Soo Ah dan harus duduk di sampingnya. Tiba-tiba ada seorang murid berkacamata yang didorong sampai jatuh, murid berambut pirang kemudian mengucurkan susu ke murid berkacamata itu. Ia membully temannya dan bahkan menjambak rambutnya.

Sae Ro-Yi tak tahan melihatnya, ia ingin menolong anak tersebut. Soo Ah memperingatkannya agar tak ikut campur karena murid yang membully tersebut adalah Jang Geun Won (Ahn Bo Hyun), anak presiden perusahaan tempat ayah Sae Ro-Yi bekerja.


Sae Ro-Yi mencoba memperingatkan Jang Geun Won. Saat guru datang, rupanya ia malah tak peduli ada pembullyan tersebut dikelasnya. Merasa tak tahan Sae Ro-Yi kemudian memukul keras wajah Jang Geun Won.

Di kantor, Sae Ro-Yi mendapat hukuman, bokongnya dipukul keras dengan kayu berkali-kali. Ayah jang Geun Won, Presiden jang Dae Hee (Yoo Jae Myung) yang merupakan CEO Jang Ga masuk ke dalam ruangan bersama dengan bawahannya termasuk Manajer Park. Ia mengatakan tak ingin melibatkan polisi. Ia bisa memaafkannya dan membuatnya tidak dikeluarkan namun syaratnya Sae Ro-Yi harus meminta maaf pada anaknya.


Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia memang pantas dihukum karena memukul, namun ia merasa tidak bersalah karena saat itu Geun Won membully murid lain. Jadi ia tak mau meminta maaf dan tak masalah jika harus keluar sekolah.

Mendengar itu, Manajer Park kemudian mengatakan bahwa anaknya masih kekanakan dan belum mengerti tentang bagaimana dunia bekerja. Ia kemudian memutuskan akan berhenti bekerja di perusahaan.


Malam harinya, Sae Ro-Yi dan ayahnya pergi bersama ke sebuah rumah makan. Sae Ro-Yi menangis dan meminta maaf. Sang ayah menyakinkan Sae Ro-Yi bahwa mereka akan baik-baik saja. Ayahnya punya cukup uang untuk membangun restoran. Ayahnya juga mengungkapkan kebanggaannya bahwa Sae Ro-Yi bisa mempertahankan kebenaran yang ia percayai.


Di sekolah, Jang Geun Won memaerkan mobil barunya pada Soo Ah. Ia menawarkan untuk mengantarkannya, namun Soo Ah terlihat tak suka. Geun Won mengatakan bahwa ia akan meminta ayahnya berubah pikiran soal bantuan yang dihentikan namun Soo Ah mengatakan bahwa anak-anak pasti asuhan tidak akan kelaparan hanya karena itu.

Malam harinya, Soo Ah bekerja di sebuah toko. Ayah Sae Ro-Yi datang dan mereka berbincang. Ia mendorong Soo Ah agar bisa melanjutkan sekolah dengan kuliah di universitas.

Pagi hari, Soo Ah lupa membawa kartu tes dan ID card. Ia turun dari bus dan berlari kencang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Sae Ro-Yi yang lari untuk berolahraga. Soo Ah terus berlari agar ia tak terlambat untuk ikut interview. Sae Ro-Yi lalu terus menemaninya berlari dan mendorongnya sampai ke tempat tujuan.


Selesai interview, rupanya Sae Ro-Yi masih menunggunya di luar. Soo Ah bertanya mengapa ia menunggunya. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia ingin berteman dengan Soo Ah. Mereka berdua kemudian duduk bersama di dekat sungai dan mengobrol. Saat itu matahari sudah mulai turun.


Soo Ah memuji Sae Ro-Yi yang berani memukul Geun Won. Sebelumnya tak ada yang berani melawannya, bahkan guru sekalipun. Sae Ro-Yi terseipu mendengarnya. Ia kemudian meminta nomor telepn Soo Ah.

Sae Ro-Yi bertanya mengapa ia tak boleh menyukai Soo Ah. Soo Ah menjawab bahwa pria keras kepala sepertinya akan menyusahkan. Ia meminta Sae Ro-Yi unyuk menghapus nomor teleponnya namun malah ditinggal berlari pergi.


Sae Ro-Yi bersama ayahnya menyiapkan tempat untuk diajdikan restoran. Mereka berdua terlihat bahagia menyiapkan itu semua.

Suatu malam, sang ayah naik sepeda motor setelah membeli barang-barang yang dibutuhkan. Tiba-tiba dari belakang ada yang menabrakanya. Sepeda motornya jatuh terguling dan sang ayah terluka parak. Sayangnya nyawanya tak terselamatkan, ia tewas di tempat kejadian.


Di tempat pemakaman, Sae Ro-Yi duduk meratapi kepergian sang ayah. Ia ingat saat dikeluarkan dari sekolah, ia meminta maaf sambil menangis pada ayahnya. Namun saat itu ayah sama sekali tak menyalahkannya.

Soo Ah datang membawakan makanan untuk Sae Ro-Yi, membujuknya untuk mau makan. Dua orang polisi kemudian datang menemui Sae Ro-Yi. Polisi tersebut mengatakan seorang pria yang merupakan tersangka penabrak ayahnya menyerahkan diri dan ingin berdamai.


Sae Ro-Yi tak percaya ada yang ingin mengganti nyawa ayahnya dengan uang. Ia kemudian jatuh terduduk di lantai. Soo Ah mengatakan pada polisi jika Sae Ro-Yi belum makan dua hari dan meminta mereka datang lain kali.

Soo Ah lalu mengumpulkan bukti-bukti kecelakaan yang berserakan di lantai. Ia melihat sebuah mobil yang ia kenal di foto tempat kejadian. Mobil itu merupakan mobil milik Jang Geun Won yang bernomor polisi 7777. Soo Ah memberitahukan hal tersebut pada Sae Ro-Yi.


Mengetahui mobil Geun Won berada di tempat kejadian, Sae Ro-Yi kemudian langsung berjalan pergi, Soo Ah mencoba menahannya namun tak dihiraukan. Malam itu ia pergi ke sekolah, mencari Jang Geun tapi tak ada.

Hujna turun, Sae Ro-Yi berjalan terus di tengah malam. Ia menemukan sosok Jang Geun Won di sebuah area rumah sakit. Tangannya tampak diperban, ia ketahukan melihat Sae Ro-Yi.


Sae Ro-Yi kemudian memukulnya, Geun Won memintanya untuk tenang. Ia mencoba meminta maaf, namun Sae Ro-Yi tetap memukulnya. Sae Ro-Yi terus memukul Geun Won dan ingin Geun Won pergi meminta maaf pada ayahnya yang sudah mati.

Geun Won sudah terlihat tak berdaya dan tak bergerak setelah dipukul berkali-kali namun Sae Ro-Yi terlihat belum puas. Ia malah mengambil batu yang tergeletak di pinggir. Berteriak sambil akan melemparkan batu ke arah Geun Won. Ia berteriak ingin Geun Won mati saja.

Kisah Cerita Cinta Lama, 6000 Anak Tangga Yang Menarik Perhatian Publik

Kisah Cerita Cinta Lama, 6000 Anak Tangga Yang Menarik Perhatian Publik

INIKECE - Cinta memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Ketiak dua insan saling jatuh cinta, maka apapun akan dilakukan utuk menyatukan cinta mereka. Berbagai halangan dan rintangan akan ditempuh untuk selalu bersama.

Inilah arti kekuatan cinta sesungguhnya. Kisah cinta 6.000 anak tangga ini mungkin sudah banyak di share orang sejak merebut perhatian dunia pada tahun 2006 lalu.

Awal kisah ini terjadi sekitar awal tahun 1950-an, dimana ada seorang remaja bernama Liu Guojiang (19tahun), mendengar jeritan seorang perempuan yang tercebur ke sungai. Ia yang tinggal di pinggir sungai itu, segera melihat apa yang terjadi dan serta merta ia menolongnya.

Ternyata perempuan itu adalah Xu Chaoqin, seorang janda beranak empat yang usianya terpaut 10 tahun lebih tua darinya.

Setelah menolong, ia mengantarkan Chaoqin ke rumahnya. Sejak itulah Guojiang sering membantu Chaoqin, mencari kayu bakar, mencari air, dan pekerjaan rumah tangga lain. Karena seringnya membantu Chaoqin, rumor pun merebak. Seorang pemuda yang sering ke rumah seorang janda muda mendatangkan sangkaan-sangkaan negatif.

Orangtua Guojing khawatir anaknya jatuh cinta pada janda itu. Lalu mereka menyarankan agar pemuda itu mencari gadis lain yang sebaya dan cantik. Akan tetapi, pemuda itu tidak mau dan malah menikahi Xu Chaoqin empat tahun kemudian.

Pada waktu itu, bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua tidak akan bisa diterima oleh lingkungan masyarakat dan dianggap tidak bermoral. Untuk menghindari gosip yang beredar dan cemoohan dari masyarakat setempat yang belum bisa menerima keadaan mereka, keduanya memutuskan untuk meninggalkan desa mereka dan tinggal di sebuah gua yang berada di dalam hutan sebuah pegunungan.

Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa. Disana, mereka harus hidup sendiri, tanpa listrik dan makanan. Untuk mengisi perut, mereka terpaksa memakan rumput dan akar di gunung. Agar ada penerangan, Guojiang mengadalkan lampu minyak tanah.

Chaoqin sungguh merasa kasihan pada suaminya yang harus bekerja keras dan hidup terasing dari masyarakat. Semua itu, menurut pikirannya, merupakan pengorbanan yang amat besar.

Untuk meyakinkan kekhawatirannya, Guojiang ia tanyai. "Apakah kamu menyesal?" tanya Chaoqin.
Guojiang menyahut dengan bijak, "Selama kita tekun, hidup akan lebih baik." ujarnya.


Pada tahun kedua, mereka mulai mencoba membangun "hidup baru yang lebih baik". Untuk naik turun gunung, demi orang dikasihinya, Guojiang membuat anak tangga satu per satu, tahun demi tahun. Semua itu dikerjakan seorang diri dan hanya menggunakan kekuatan tangan dan berlangsung terus selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, tepatnya pada pertengahan tahun 2001, sebuah kelompok petualang datang ke hutan tersebut untuk menjelajahi hutan tersebut. Betapa terkejutnya mereka karena menemukan sepasang suami istri yang menetap di hutan dan ada 6.000 tanjakan yang dibuat dari tangan. Mereka juga menemukan tujuh anak, buah cinta Guojiang dan Chaoqin.

"Orangtua saya saling mencintai satu sama lain, mereka dapat hidup bersama selama 50 tahun dan tidak pernah berpisah dalam keseharian mereka. Ayah membuat 6.000 injakan untuk membuat ibu merasa nyaman, sehingga ia lebih mudah turun dan naik gunung," cerita Liu MingSheng, anak ketujuh dari Guojiang dan Chaoqin.

Sayangnya, kisah cinta mereka itu berakhir tiga tahun lalu, ketika Guojiang terjatuh sehabis pulang meladang dan pingsan. Chaoqin duduk dan terus berdoa di samping suaminya yang tak berdaya. Enam hari kemudian Guojiang meninggal dalam pelukannya dengan memegang erat tangan Chaoqin.

Anak-anak dan orang lain yang datang menjenguknya sampai kesulitan memisahkan genggaman tangan Guojiang yang memegang erat tangan Chaoqin. Ada yang menyebutkan, eratnya tangan Guojiang menandakan betapa besarnya cintanya pada Chaoqin.

Perempuan yang saat itu berusia 80 tahun menangis tersedu-sedu. "Kamu telah berjanji padaku akan memeliharaku dan akan selalu bersamaku hingga aku meninggal. Sekarang kamu mendahuluiku, bagaimana aku bisa hidup tanpamu?" tangis Chaoqin.

Kisah cinta itu begitu mengharukan dan pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu kisah cinta yang terkenal di China. 6.000 anak tangga di Gunung Tan, di kabupaten Jiangjing, China menjadi saksi cinta sejati mereka. Untuk mengingat kisah cinta Guojiang-Chaoqin ini, pemerintah setempat melestarikannya sebagai "Anak Tangga Cinta" dan menjadikan tempat ibu sebagai "museum cinta".

Kota Hsinchu, Taiwan Memiliki Universitas Terkenal Serta Memiliki Wisata Menarik

Kota Hsinchu, Taiwan Memiliki Universitas Terkenal Serta Memiliki Wisata Menarik

INIKECE - Sebuah kota besar di Utara Taiwan. Kota Hsinchu adalah sebuah munisipalitas Taiwan. Hsinchu memiliki tiga distrik diantaranya yaitu Distrik Utara, Distrik Timur, dan Distrik Siangsha.

Hsinchu merupakan rumah dari dua universitas paling terkenal Taiwan yaitu National Tsing Hua University dan National Chiao Tung University. Kota Hsinchu memiliki taman ekologi yang hijau dan rindang dengan luas 70 hektar. Taman ekologi ini mencakup kebun binatang dna kebun raya di kota Hsinchu.

1. HSINCHU ZOO

Terletak di Kota Hsinchu di utara-barat Taiwan. Hsinchu Zoo adalah kebun binatang publik tertua dan terkecil di Taiwan.
Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1936 selama era pendudukan Jepang. Hsinchu Zoo ini memiliki banyak sumber daya alam seperti hewan, tumbuhan, dan lanskap. Hsinchu Zoo juga merupakan tempat konservasi hewan dan pendidikan lingkungan.

2. CITY GOD TEMPLE

Dikenal sebagai High Temple karena dikatakan bahwa dewa-dewa di kuil ini melindungi seluruh kota. Di sekitar kuil ini terdapat banyak kios-kios yang menjual berbagai jenis barang dan makanan.

3. NANLIAO FISHING PORT

Pelabuhan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat penangkapan ikan, namun juga sebagai tempat wisata di Hsinchu, Taiwan.
Kawasan pelabuhan ini dibangun menjadi ruang publik bagi masyarakat sekitar. Setiap sore hari biasanya banyak wisatawan yang berkunjung ke pelabuhan ini untuk bersanti-santai, dan menikmati pemandangan laut, serta mengunjungi pasar ikan yang ada di pelabuhan tersebut.


4. BIG CITY MALL

Sebuah mall terbesar di Hsinchu. Untuk menuju ke sana pihak manajemen mall menyediakan bus khusus (gratis) untuk pelanggan dari downtown ke Big City yang beroperasi satu jam sekali.

5. GLASS MUSEUM OF HSINCHU CITY

Terletak di arah Barat Laut dari Hsinchu Park yang resmi dibuka pada tanggal 18 Desember 1999.
Di Museum ini terdapat banyak koleksi kerajinan kaca dari berbagai macam fitur yang dibuat. Fungsi didirikannya Glass Museum of Hsinchu City ini adalah sebagai objek wisata pameran, koleksi kerajianan jenis kaca, dan sebagai sarana belajar.

Tak hanya memiliki wisata yang seru, Kota Hsinchu juga memiliki makanan populer yang bisa kamu coba,

1. BA WAN

Ba Wan adalah jajanan makanan khas Taiwan yang berupa pangsit berukuran besar. Ba Wan terbuat dari adonan tepung beras, adonan ini dicampurkan dengan tepung jagung atau maizena serta tepung ketan.
Isian dari Ba Wan biasanya berupa telur, daging, dan sayuran. Ba Wan biasanya disajikan dengan kuah daging di atasnya.

2. BEEF NOODLE

Beef Noodle merupakan makanan khas Taiwan berupa Mie kuah yang disajikan dengan potongan daging sapi serta sayuran sebagai pelengkapnya.

Taichung, Tempat Wisata Terbaik Yang Berada Di Taiwan

Taichung, Tempat Wisata Terbaik Yang Berada Di Taiwan

INIKECE - Sudah ada yang pernah melakukan perjalanan travel ke Daerah Taichung, Taiwan? Suatu daerah yang terletak di bagian Tengah Taiwan, kota Taichung merupakan kota terbesar ketiga di Taiwan setelah Kota Taipei dan Kota Kaohsiung.

Kota Taichung juga merupakan hasil penggabungan dari kota Taichung dan Kabupaten Taichung. Kota Taichung juga merupakan kota yang memiliki objek-objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Xinshe Sea of Flowers.

Berikut beberapa destinasi yang bisa kalian kunjungi bila berlibur ke kota Taichung,

1. KAOMEI WETLAND

Kaomei Wetland, salah satu tempat wisata di Taichung yang memiliki pemandangan yang indah dan tempatnya yang sejuk.
Di tempat ini wisatawan dapat berfoto dan bersanti-santai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam pada sore hari.

2, RAINBOW VILLAGE

Desa Pelangi sebagai salah satu tempat wisata yang berada di pusat kota Taichung. Dahulu Desa ini merupakan desa sederhana 'perumahan militer'. Berkat lukisan warna-warni yang dibuat oleh Huang Yung-fu, seorang veteran 86-tahun dari Kota Taichung.
Lukisan-lukisan warna-warni tersebut membuat desa ini penuh dengan warna seperti pelangi. Saat ini Desa Pelangi menjadi salah satu objek wisata di Sudut Kota Taichung.

3. THE NATIONAL MUSEUM OF NATURAL SCIENCE

The National Museum of Natural Science terletak di pusat kota Taichung. The National Museum of Natural Science merupakan museum yang paling banyak dihadiri dan diminati oleh para wisatawan.
Museum ini merupakan tempat yang menghadirkan teater pemutaran film, ilmu pengetahuan, Budaya masyarakat asli Cina, Taman pendidikan, dan berbagai sarana lainnya.

4. WULING FARM

Salah satu kawasan gunung yang memiliki pemandangan indah di Taichung, Taiwan. Disekitar Wuling Farm juga terdapat banyak tempat akomodasi, diantaranya adalah penginapan hotel, tempat penyewaan sepeda atau skuter bagi pengunjung yang ingin mengelilingi Wuling Farm dan menikmati pemandangan yang indah.

5. XINSHE SEA OF FLOWERS

Xinshe Sea of Flowers merupakan tempat wisata yang terlihat indah di Kota Taichung. Ada tema yang berbeda setiap tahunnya untuk acara bunga di Xinshe Sea of Flowers.
Penyelenggaraan di Xinshe Sea of Flowers ini menggunakan warna-warna bunga untuk merancang daerah sesuai dengan teman yang berbeda, seperti dongeng, tokoh masyarakat, bangunan yang terkenal ataupun film.
Terdapat pameran pendidikan yang dapat dipelajari dan mengenalkan kepada wisatawan pertanian dan bisnis bunga di Taiwan.

6. LAVENDER COTTAGE

Lavender Cottage merupakan sebuah kebun yang terdapat restoran, toko souvenir, serta cafe. Lavender Cottage memiliki suasana taman yang sejuk dan pemandangan gunung yang indah.

Bukannya hanya tempat wisatanya yang asik, tetapi Taichung juga memiliki makanan yang super enak dan populer di kota tersebut,

1. TAI YANG BING (SUN CAKES)

Tai Yang Bing/Sun Cakes adalah makanan populer khas Taiwan yang berasal dari kota Taichung.
Tai Yang Bing biasanya dijual dalam kotak sebagai souvenir bagi pengunjung. Tai Yang Bing berbentuk bulat dan dijual dalam berbagai variasi ukuran. Tai Yang Bing biasanya disajikan bersama dengan teh atau dilarutkan dalam air panas hingga menjadi bubur, lalu disantap sebagai hidangan penutup.

2. BUBBLE TEA

Dikenal sebagai boba milk tea merupakan minuman berbasis teh Taiwan yang banyak di jual di toko-toko teh Taichung, Taiwan.
Bubble Tea dicampur dengan pearl dan bubble, biasanya ditambahkan dengan buah atau susu. Bubble Tea juga terdapat berbagai banyak varian minumannya, salah satunya adalah Susu Bubble Tea dengan tapioka dan susu bubble teh hijau.