Ingin Terlihat Menjadi Sosok Karakter Popeye, Pria Ini Nyaris Tewas Karena Suntikkan Minyak Ke Otot

INIKECE - Seorang binaragawan muda berusia 23 tahun yang ingin menjadi seperti Popeye harus menjalani operasi untuk menghilangkan implan di lengannya karena kalau nggak, nyawanya lah yang bisa hilang.

Nordlingen Jerman, Kota Unik Yang Penuh Berlian

INIKECE - Jika dilihat sekilas, sebuah kota yang terletak di Jerman ini sama seperti kota-kota lain yang ada di berbagai belahan dunia. Tapi, tahukah kamu, kota bernama Nordlingen ini memiliki keunikan tersendiri di mana seluruh bangunan kota ini terbuat dari bebatuan berlapis berlian.

Diberi Gaji Dengan Nilai Fantastik, Pekerjaan Mencium Bau Ketek dan Kaki! Tak Semua Orang Bisa Melakukannya

INIKECE - Selama ini jenis pekerjaan yang kita ketahui umumnya tak jauh-jauh dari wirausaha gutu, insinyur, dokter, dan pegawai negeri. Namun, tahukah kamu, ternyata di luar sana ada lho pekerjaan yang nyelenh dan bahkan menggelikan.

Pernikahan Super Mewah! Tak Memandang Usia, Pria Berumur 70 Tahun, Akhirnya Menikahi Wanita Pujaannya Yang Berumur 20 Tahun

INIKECE - Tak memandang usia, kisah cinta seorang pria yang sudah membujang berumur 70 tahun ini berhasil menikahi wanita pujaannya. Diketahui wanita yang dinikahinya baru berumur 20 tahun. Terlihat perbedaan umur yang sangat jauh yaitu selesih 50thn.

Perkerjaan Zaman Dahulu Yang Cukup Unik, Yang Belum Diketahui Banyak Orang

INIKECE - Perkembangan teknologi yang begitu pesat, secara tidak langsung mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satunya ialah pekerjaan. Dahulu, banyak sekali pekerjaan yang dinilai penting. Seperti membacakan informasi untuk karyawan pabrik, atau pekerjaan sebagai alarm keliling.

Negeri Di Atas Awan Yang Indah Dan Sunrise Mempersona

Negeri Di Atas Awan Yang Indah Dan Sunrise Mempersona

INIKECE - Di kalangan pendaki gunung, Bukit Gancik bukanlah tempat asing. Bukit Gancik merupakan pos satu jalur pendakian menuju Gunung Merbabu bila pendakian ditempuh melalui jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Saat ini Puncak Gancik tak lagi hanya menjadi tempat persinggahan. Bukit Gancik telah menjadi objek wisata baru di Boyolali. Puncak itu dinamakan Gancik Hill Top. Destinasi wisata ini mirip Dieng yang dijuluki Negeri di Atas Awan.

Panorama dari Bukit Gancik tak kalah dari tuannya, Gunung Merbabu. Di sini pengunjung bisa menyaksikan indahnya matahari terbit dari balik Gunung Lawu dan matahari tenggelam di balik Gunung Merapi. Bukit Gancik yang tepatnya berada di Dusun Selo Nduwur ini menawarkan udara segar dari pegunungan dan hamparan hijau perkebunan sayur milik warga.

Salah seorang tim dari pemandu wisata Merapi Merbabu Jeep Tour, Reza mengatakan, untuk sampai ke Bukit Gancik, wisatawan bisa berangkat dari desa Selo. Kemudian menyewa mobil jeep dan melanjutkan perjanan dengan berjalan kaki hingga puncak. Tapi bagi yang tidak ingin mengeluarkan tenaga, bisa menumpang motor sewaan.


"Bisa berangkat dari desa Selo, artinya sela karena desa ini berada di sela-sela Gunung Merapi dan Gunung Lawu. Dari desa ini bisa telihat-lihat kabut-kabut dari gunung-gunung yang menggumpai seperti awan. Waktu paling bagus ke bukit biasanya dini hari. 


Targetnya ingin melihat sunrise. Berangkat sebelum subuh, jam 4 sudah harus naik jeep untuk melanjutkan pendakian," tutur Reza saat melakukan perjalanan menuju puncak.

Pendakian menuju Bukit Gancit memang tidak rumit. Sebab, insfrastruktur jalan setapak jalur ini sudah dicor kasar dengan beton. Sepanjang waktu 30 menit pendakian, wisatawan akan merasakan dinginnya udara 8-10 derajat celcius.


Namun, lelahnya perjalanan, dinginnya udara yang menusuk lewat pori-pori kulit, dan lamanya waktu tempuh akan terbayar saat anda sampai dipuncak dengan ketinggian sekitar 1.850 mdpl. Dari arah timur warna jingga matang muncul pertanda fajar segera tiba.

Peristia matahari terbit yang dinanti-nanti ini tak boleh dilewatkan. Segera ambil kamera untuk mengabadikan foto berlatar belakang sunrise.

Anda bisa mengambil foto dari beberapa angle. Sebab di Bukit Gancik telah dibuat bangunan dari bambu untuk dijadikan spot-spot foto. Kalau sedang tidak berkabut, dari bukit ini tampak keindahan Boyolali.

Ingin Mencari Pengalaman Baru Dengan Travelling, Tapi Masih Ragu Dan Takut? Tips!

Ingin Mencari Pengalaman Baru Dengan Travelling, Tapi Masih Ragu Dan Takut? Tips!

INIKECE -Merencanakan untuk melakukan perjalanan jauh dan travelling ini adalah hal yang baru atau pertama kali. Pastinya memiliki rasa takut akan berpergiaan karena tidak mengetahui lokasi disana, dan ini adalah hal pertama melakukan traveling.

Rasa takut yang dihadapi harus disingkirkan. Justru di sinilah keseruan traveling yang sesungguhnya. Lebih dari 55 persen traveler di dunia percaya bahwa hal terbaik dari traveling adalah keluar dari zona nyaman, sedangkan 45 persen lainnya menganggap bahwa belajar untuk beradaptasi dengan hal-hal baru mungkin masih sulit untuk dilakukan.


Nah, bagi kamu yang termasuk ke dalam traveler yang takut atau sulit beradaptasi di tempat baru, berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu serta memudahkanmu menikmati liburan di tempat baru.

Pertama, pahami sistem transportasi di destinasi tujuanmu. Saat berkunjung ke suata destinasi baru untuk pertama kalinya, akan lebih baik jika kamu mengenali sistem transportasi di wilayah tersebut. Pengetahuan yang mumpuni soal sistem transportasi akan mendorong kamu untuk menjelajahi sebuah destinasi lebih mendalam.

Sekitar 31 persen traveler global mengatakan dengan bisa bernavigasi dan mengetahui sistem transportasi di suatu destinasi, liburan mereka pun makin mudah. Lebih dari itu, mereka juga lebih menikmati perjalanannya.


Sebaliknya, ketidaktahuan tentang sistem transportasi justru bisa berakibat buruk. Sekitar 23 persen traveler global mengaku bahwa mereka kurang menikmati perjalanan karena tidak paham sistem transportasi dan akhirnya tersesat.


Untuk memudahkan memahami sistem transportasi di destinasi tujuan, kamu bisa memanfaatkan layanan taksi online salah satunya yang telah diluncurkan Booking.com, Traveler yang liburan ke Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam kini bisa memesan taksi online melalui Aplikasi Booking.com yang telah terintegrasi dengan tiga juta driver Grab.

Kamu pun bisa dengan mudah pergi ke pasar tradisional, liburan ke pantai, ataupun menjelajahi desa terdekat. Selain taksi online kamu juga bisa menjajal moda transportasi setempat. Jika memungkinkan, belilah tiket moda transportasi tersebut secara online. Selain menghemat waktu, ini juga mempermudah kamu saat di perjalanan karena tidak perlu berkutat dengan jadwal asing dan bahasa baru.


Kamu juga bisa membawa peta kertas untuk jaga-jaga jika baterai smartphone habis atau tidak ada sinyal. Unduh aplikasi terjemahan bahasa supaya kamu bisa mempelajari kosa kata sederhana dalam bahasa stempat seperti cara mengucapkan nama halte bus atau stasiun.

Kamu juga bisa mencoba mempelajari kata sederhana misalnya cara mengucapkan 'halo'. 'terima kasih' dan 'sampai jumpa'. Ini adalah cara yang bagus untuk meninggalkan kesan baik ke warga lokal.

Nah, untuk menguransi kendala bahasa, kamu juga bisa mengunduh aplikasi terjemahan yang menawarkan terjemahan real-time dan bekerja dua arah. Aplikasi ini akan membantu kamu untuk bertanya pada warga lokal dan memahami jawaban mereka.

Jangan lupa untuk terus membawa alamat tempat kamu menginap untuk berjaga-jaga seandainya kamu tersesat dan tidak tahu cara menanyakan arah. Terakhir, kalau kamu masih merasa kesulitan atau kurang nyaman, kamu bisa menggunakan jasa pemandu tur lokal yang bisa mengantarkanmu ke destinasi wisata setempat dan tentu saja bisa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.

Ingin Terlihat Menjadi Sosok Karakter Popeye, Pria Ini Nyaris Tewas Karena Suntikkan Minyak Ke Otot

Ingin Terlihat Menjadi Sosok Karakter Popeye, Pria Ini Nyaris Tewas Karena Suntikkan Minyak Ke Otot

INIKECE - Seorang binaragawan muda berusia 23 tahun yang ingin menjadi seperti Popeye harus menjalani operasi untuk menghilangkan implan di lengannya karena kalau nggak, nyawanya lah yang bisa hilang.

Cowok bernama Kirill Tereshin dari Rusia tersebut telah menyuntikkan 3 liter petroleum jelly atau petrolatum atau minyak vaseline ke kedua lengannya supaya terlihat lebih kekar seperti Popeye.

Namun selang beberapa lama, kondisinya memburuk. Ia pun kemudian diberi tahu untuk melakukan amputasi ganda demi menyingkirkan implannya tersebut yang membuat otonya menjadi busuk.

Menurut The Sun, ia telah menyuntikkan petrolatum tersebut dengan seksama sehingga menyebar dan membunuh jaringan ototnya.

Dia bahkan mulai mengalami demam tinggi, rasa sakit yang hebat dan kondisi yang makin lemah akibat ulahnya tersebut.

Selama operasi, ahli bedah harus menghilangkan gumpalan jelly tersebut dan beberapa pon daging dari lengan Kirill.

Dalam prosesnya, para ahli yang menangani berhasil menghilangkan gumpalan besar jaringan parut dan fragmen otot yang beratnya sekitar 1,3 kg.


"Kiril menyuntikan sekitar tiga liter ke masing-masing lengen. Ini memenuhi jaringan oto, menghambat aliran darah," kata dokter.


"Akibatnya, jaringan otot mati dan diganti dengan jaringan parut seperti pohon, kau bahkan bisa mengetuknya dan mendengar suaranya."

Setelah operasi awal, Tereshin harus menjalani setidaknya tiga operasi lagi dan mudah-mudahan bisa mengembalikan gerakan lengannya setelah itu, tetapi otot-otot palsu itu akan hilang.

"Petroleum jelly menjenuhkan otot-otot, dibawah jaringan kulit dan kulit itu sendiri," kata ahli bedah.

"Semua itu harus dilepas, tetapi kita perlu menjaga vena, saraf, dan fungsi anggota tubuh lainnya."

Dokter bedah kemudian mengatakan bahwa Kirill "beruntung" bahwa kerusakan itu hanya tersisa di bagian tubuhnya itu dan nggak menyebar ke seluruh tubuhnya.

Nordlingen Jerman, Kota Unik Yang Penuh Berlian

Nordlingen Jerman, Kota Unik Yang Penuh Berlian

INIKECE - Jika dilihat sekilas, sebuah kota yang terletak di Jerman ini sama seperti kota-kota lain yang ada di berbagai belahan dunia. Tapi, tahukah kamu, kota bernama Nordlingen ini memiliki keunikan tersendiri di mana seluruh bangunan kota ini terbuat dari bebatuan berlapis berlian.

Dilansir berbagai sumber, berlian yang melapisi seluruh kota yang terletak di distrik Donau-Rise Bavaria, Jerman ini memiliki sejarah yang cukup menarik. Seluruh bangunan kota ini ternyata terbuat dari bebatuan asteroid yang menghantam kota Nordlingen jutaan tahun yang lalu.

Diperkirakan sekitar 15juta tahun yang lalu, sebuah asteroid sepanjang satu kilometer jatuh dengan kecepatan 25 kilometer per detik. Lalu, benda luar angkasa itu menabrak tanah, menciptakan kawah seluas 26 kilometer.


Hantaman kuat dari asteroid tersebut menciptakan panas dan tekanan yang langsung mengubah gelembung karbon menjadi berlian-berlian kecil yang tidak terlihat atau yang disebut dengan bebatuan suevite.

Ketika orang yang pertama kali menetep di Nordlingen, Jerman, mengira mereka hidup di kawah gunung berapi.

Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan fakta lain dari kota yang dihuni sekitar 19ribu jiwa itu. Nordlingen nyatanya berdiri di atas kawah asteroid yang pernah menghantam daerah tersebut.


Belasan juta tahun berselang, Nordlingen dibangun disana. Salah satu warga Nordlingen yang bersama Roswitha Feil, mengungkapkan hampir seluruh kota dibangun dengan menggunakan suevite yang merupakan pecahan kecil asteroid.

"Segala sesuatu di dalam tembok kota tersebut dari bebatuan asteroid itu," kata Roswitha seperti dikutip dari BBC.

Sementara itu, menurut Ahli Geologi dan Direktur Museum RiesKrater, Dr Srefan Holzl, seluruh dinding dan gedung yang ada dikota Nordlingen mengandung 72 ribu ton berlian.


"Tentunya ada beberapa tempat di dunia di mana bebatuan asteroid semacam ini telah digunakan sebagai bangunan, tetapi tidak ada yang jauh lebih besar di sini," kata Holzl.


Holz pun menjelaskan, dibandingkan dengan tempat manapun di dunia, Nordlingen adalah kota yang paling banyak menggunakan batu mulia untuk membangun sebuah kota.

Kilauan berlian di kota ini dapat dilihat dari jalanan, tangga, atau bangunan yang memantulkan kilatan-kilatan saat terkena cahaya matahari.

Meski tinggal di atas bebatuan berlian, masyarakat Nordlingen tidak menganggapnya spesial ataupun yang memperebutkannya.

Tembok-tembok di Nordlingen tak pernah berhenti berkilauan, tetapi warga di sana tak menganggapnya hal luar biasa. "Kami melihatnya setiap hari, itu bukan hal yang istimewa." tutup Holzl.

Diberi Gaji Dengan Nilai Fantastik, Pekerjaan Mencium Bau Ketek dan Kaki! Tak Semua Orang Bisa Melakukannya

Diberi Gaji Dengan Nilai Fantastik, Pekerjaan Mencium Bau Ketek dan Kaki! Tak Semua Orang Bisa Melakukannya

INIKECE - Selama ini jenis pekerjaan yang kita ketahui umumnya tak jauh-jauh dari wirausaha gutu, insinyur, dokter, dan pegawai negeri. Namun, tahukah kamu, ternyata di luar sana ada lho pekerjaan yang nyelenh dan bahkan menggelikan.

Pencium ketiak dan kaki adalah salah satunya. Ya, meski terdengar aneh, nyatanya pekerjaan jenis ini memang benar-benar ada. Menariknya, meski terdengar sepele, rupanya tak setiap orang dapat melakoni pekerjaan ini.


Profesi ini tak sekadar menuntut pekerjanya asal mencium ketiak dan kaki. Lebih dari itu, mereka sebetulnya tengah menguji deodoran.


Untuk itu, gaji yang ditawarkan pun terbilang fantastis. Per tahunnya, para penguji deodoran ini setidaknya bisa mendapatkan USD 2 juta atau sekitar Rp 28 miliar, itu berarti dalam sebulannya, masing-masing dari mereka akan menerima sekitar Rp 2,3 miliar.


Pertanyaannya kemudian, lalu bagaimana cara atau prosedut pengujian deodoran ini? Nah, biasanya produsen akan mengirimkan 10 produk deodoran dengan kekuatan dan konsentrasi yang berbeda.


Selanjutnya, tim peneliti pun akan menggunakan kertas berbentuk kerucut dan menempelkannya pada kulit subjek yang telah dioleskan deodoran. Setelah itu, para peneliti pun akan mengendus bau tersebut dan mencatat temuannya dengan skala antara 0 sampai 10.

Lucunya, jika sedang apes para peneliti tersebut bisa mendapatkan orang dengan bau badan yang sungguh tidak mengenakan.

Tertarik untuk join dalam perusahaan tersebut? dan bekerja setiap hari untuk mencium aroma ketiak dan kaki seseorang?

Pernikahan Super Mewah! Tak Memandang Usia, Pria Berumur 70 Tahun, Akhirnya Menikahi Wanita Pujaannya Yang Berumur 20 Tahun

Pernikahan Super Mewah! Tak Memandang Usia, Pria Berumur 70 Tahun, Akhirnya Menikahi Wanita Pujaannya Yang Berumur 20 Tahun

INIKECE - Tak memandang usia, kisah cinta seorang pria yang sudah membujang berumur 70 tahun ini berhasil menikahi wanita pujaannya. Diketahui wanita yang dinikahinya baru berumur 20 tahun. Terlihat perbedaan umur yang sangat jauh yaitu selesih 50thn.

Perbedaan usia tersebut tak menghalangi pasangan asal Thailand ini untuk menikah. Perbedaan usia 50 tahun tak menggoyahkan niatan sang mempelai laki-laki untuk melamar gadis pujaannya.

Sang mempelai pria ternyata belum pernah menikah. Pada pesta pernikahan, pengantin pria yang berusia 70 tahun itu mengungkapkan perasaan bahagianya.

"Kami telah menyetujui tanggal pernikahan, jadi di mana pun aku berada di dunia ini, aku akan kembali pada istriku di hari itu," kata mempelai pria.


Upacara pernikahan keduanya cukup mewah, Bunda, Seorang teman yang menghadiri pernikahan itu mengatakan, pengantin pria adalah orang sukses yang berasal dari keluarga kaya.

Namun, pernikahan mereka meninggalkan banyak rumor buruk di antara teman dan kerabat. Meski demikian, pasangan itu tetap bersatu dengan bahagia.

Bicara soal perbedaan usia, menurut psikolog sosial, Theresea E. DiDonato, Ph.D., pasangan pasti merundingkan segala macam perbedaan saat memutuskan untuk menikah. Bahkan sebelum membentuk hubungan yang serius dan bahagia.


"Perbedaan usia mungkin menjadi satu dimensi dari hubungan, tetapi tidak mungkin bisa didefinisikan," kata DiDonato, dikutip dari Psychology Today.

Memiliki kesamaan dengan pasangan bisa memprediksi kepuasan dalam hubungan. Pada pasangan yang usianya terpaut jauh, ini bisa lebih rumit lagi.

Usia mungkin hanya berupa angka, tapi bisa juga menjadi faktor yang mendorong perbedaan. Misalnya saat mencari kegiatan yang disukai atau membuat keputusan.


Pria sendiri memang cenderung lebih suka menikah dengan wanita yang lebih muda. Studi melaporkan jika pria mau menikah kembali, hanya 57 persen pria menikahi wanita dengan usia yang sama, 20 persen memilih perempuan yang 10 tahun lebih muda, dan 18 persen memilih pasangan enam hingga sembilan tahun lebih muda.

"Dalam studi yang sama, hanya 11 persen wanita yang berusia lebih tua dipilih menjadi pasangan oleh pria," pungkas DiDonato.

Perkerjaan Zaman Dahulu Yang Cukup Unik, Yang Belum Diketahui Banyak Orang

Perkerjaan Zaman Dahulu Yang Cukup Unik, Yang Belum Diketahui Banyak Orang

INIKECE - Perkembangan teknologi yang begitu pesat, secara tidak langsung mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satunya ialah pekerjaan. Dahulu, banyak sekali pekerjaan yang dinilai penting. Seperti membacakan informasi untuk karyawan pabrik, atau pekerjaan sebagai alarm keliling.

Ya, dahulu pekerjaan unik tersebut memang dilakoni oleh beberapa orang dan dianggap penting di masanya. Namun, sejak teknologi dan zaman yang berubah semakin pesat, pekerjaan itu lambat laun hilang. Hanya tertinggal sebuah kenangan bagi orang-orang yang hidup di era itu.

Tak hanya pekerjaan pembaca informasi dan alarm keliling yang unik di zaman dulu. Ada pekerjaan unik lainnya yang akan membuat kamu nggak nyangka bahwa ada pekerjaan seperti itu.

Mau tau apa saja pekerjaan unik yang ada di zaman dulu, dan kini hanya tinggal kenangan? Berikut ini ulasannya.

1. Pekerjaan - Pembaca Koran


Siapa sangka jika dahulu, sebelum adanya koran, radio dan televisi ada sebuah pekerjaan yang tugasnya membacakan koran atau informasi. Pekerjaan yang disebut lector ini biasanya ada di pabrik. Sang Lector akan membacakan berita atau informasi untuk menghibur karyawan yang ada di pabrik.

2. Pekerjaan - Penangkap Tikus


Mungkin kamu akan terkejut saat tahu dahulu ada sebuah pekerjaan khusus menangkap tikus. Dulu, orang belum mengetahui cara menjebak tikus dengan menggunakan lem atau perangkap. Alhasil, masyarakat meminta penangkap tikus untuk menangkap tikus-tikus yang berkeliaran di sekitar rumah mereka.

Tak sembarangan, para penangkap tikus ini adalah orang terlatih dan tidak merasa jijik untuk menangkap hewan kotor satu ini. Para pekerja dituntut untuk bisa menangkap tikus dengan tangan kosong atau menggunakan alat hingga tikus tersebut mati.

3. Pekerjaan - Penghitung


Sebelum kehadiran kalkulator atau komputer, sebuah perusahaan atau tempat usaha akan menggunakan wanita muda untuk melakukan proses berhitung. Mereka akan diminta untuk menghitung angka-angka dengan cara manual.

4. Pekerjaan - Alarm Keliling


Kini, orang-orang akan mudah terbangun dengan mengatur jam alarm di ponsel atau alarm khusus. Tapi taukah kamu, dahulu sebelum jam alarm ada, orang-orang akan dibangunkan oleh tukang alarm keliling. Para pekerja alarm keliling ini akan rutin membangunkan kliennya sesuai dengan jam yang diminta. Mereka akan keliling kamput sambil membawa sebuah galah untuk membangunkan orang-orang dengan mengetuk pintu atau jendela rumahnya.


5. Pekerjaan - Pendengar Pesawat Musuh


Pada zaman dulu, ada orang yang bekerja sebagai pendengar kedatangan pesawat musuh. Biasanya para pekerja menggunakan alat khusus yang dapat membantu melacak seluruh benda dari besi di atas awan. Para pekerja ini dituntut memiliki pendengaran yang bagus.

6. Pekerjaan - Pemotong Es


Sebelum kehadiran kulkas, orang-orang di zaman dahulu akan memanfaatkan es untuk berbagai keperluan. Sayangnya, era tersebut juga belum ada mesin pemotong es seperti sekarang ini. Oleh sebab itulah, ada orang yang bekerja sebagai pemotong balok es. Mereka akan memotong balok es beku di jalan atau di danau.

7. Pekerjaan - Tukang Ambil Mayat


Meski terkesan seram, nyatanya pekerjaan ini memang benar adanya. Di abad ke-19, para mahasiswa kedokteran merasa sulit untuk mendapatkan mayat yang akan digunakan sebagai sarana belajar. Alhasil mereka meminta orang lain untuk bekerja mengambil mayat di kuburan.

Sebuah Surat Misterius

Sebuah Surat Misterius

INIKECE - Bel istirahat telah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas untuk menikmati waktu istirahat. Ada yang ke kantin untuk membeli makanan, ada yang ke lapangan untuk bermain sepak bola ataupun basket, dan ada juga yang ke taman untuk menikmati bekal ataupun sekedar berjalan-jalan.

Aku merapikan buku dan memasukkannya ke dalam tas. "Na, mau ke kantin?" tawarku kepada Hana, teman sebangkuku.

Hana yang baru saja selesai mencatat materi pelajaran di papan tulis menoleh. Ia mengangguk, lalu merapikan buku-bukunya. "Ayo, Kay!" katanya dengan wajah ceria.

Sepanjang perjalanan ke kantin, kami asyik bercanda dan bercerita tentang apapun. Hana memang hanya teman sebangkuku, dan kami baru berkenalan di awal kelas 9. Tapi dalam satu semester kami sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kami sampai di kantin. Kantin pun terlihat ramai sekali oleh murid yang ingin membeli makanan. Semuanya berdesak-desakan, saling berebut makanan sebelum kehabisan. Mau tidak mau aku dan Hana juga harus ikut berdesakan dengan para murid yang kelaparan. Untunglah kami bisa keluar dari lautan manusia itu dengan selamat.

Setelah membeli makanan, kami memutuskan pergi dari kantin. Kami berjalan melewati lapangan, melihat anak-anak bermain basket, juga melewati taman unuk melihat pemandangan hamparan bunga. Baru kemudian, kami kembali ke kelas dan memakan makanan, sembari bercanda dan bercerita. Setelah makan, kami membereskan sampah dan membuangnya ke tempat sampah.

"Eh, aduh, Na. Aku kebelet. Aku ke toilet, ya." pamitku segera berdiri dari tempat dudukku.

"Bentar lagi Bu Ratna masuk, loh, Kay." Hana memberitahu. Bu Ratna adalah gutu Bahasa Indonesia yang mengajar di kelasku dan Hana setelah waktu istirahat hari ini.

"Nanti aku bilang kalo habis dari kamas mandi," ucapku lalu langsung melesat ke kamar mandi.

Untung saja kamar mandi dalam kondisi sepi, jadi aku tidak perlu mengantre lama. Aku memasuki sebuah bilik kamar mandi yang paling kanan dan segera menyelesaikan urusanku.

Ketika hendak keluar, aku mendengar seseorang memasuki bilik di sebelah kananku. Kemudian, aku mendengar suara isakan pelan dari sana.

Aku terdiam. Siapa? Mengapa ia menangis? Ada apa dengannya?

Aku ingin keluar, tapi pengguna bilik sebelahku pasti mengetahui bahwa ada orang lain di dalam kamar mandi. Jika terus di dalam, aku bisa ketinggalan pelajaran Bu Ratna. Apa yang harus kulakukan?

Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari bilik kamar mandi. Setelah aku membuka pintunya, aku akan lari secepatnya.

"Aku... capek... hiks... aku capek kayak gini terus..." kata seseorang di sebelah bilik kamar mandiku di sela isak tangisnya.

Tunggu, suara ini kan.. Aya! Iya, ini suaranya Aya!

Aku cepat-cepat membuka pintu dan lari sekencangnya sebelum ketahuan. Jadi tadi itu Aya.. kenapa dia?

Persis seperti namanya, Cahaya Lintang, yang berarti Cahaya Bintang seperti cahaya yang selalu bersinar dengan indah. Ia menerangi sekitarnya dengan sinarnya yang terang.

Aya adalah ketua OSIS di sekolah ini. Dia murid seangkatanku yang memasuki kelas unggulan. Wajahnya cantik, hatinya baik, tak heran jika ia selalu dikelilingi banyak teman. Prestasinya pun gemilang, selalu mendapat gelas juara umum, serta menyabet medali dan piala dalam banyak perlombaan dan olimpiade. Keluarganya pun kaya raya. Hidupnya sangat sempurna.

Langkahku terhenti. Aku baru mengingat sesuatu. Tunggu, jika ia hidup di lingkungan seperti itu, bukankah seharusnya ia merasa bahagia? Lalu, apa yang membuatnya menangis?

***

Selama pelajaran aku tidak fokus, aku selalu memikirkan Aya. Apa yang terjadi padanya? Di balik senyum cerahnya, ternyata ia menyimpan kesedihan dibaliknya. Aku ingin bertanya, tapi aku tidak berani menatap wajahnya.

Aku membolak-balik buku Bahasa Indonesia dengan gusar. Kemudian, tanganku berhenti pada bab 'Surat'. Bagaimana jika aku memberinya surat? Dengan begitu aku tidak perlu bertatap muka dengannya, dan ia juga tidak akan tahu kalau aku yang mengirimnya surat ini. Aku hanya perlu menyelipkan surat ini dalam lokernya. Kebetulan loker Aya berada tepat di sebelah lokerku. Ide bagus!

Aku segera menyobek selember kertas dengan semangat dari buku tulisku dan menulis sesuatu.

To: Aya

Halo Aya, salken ya...

Mungkin kamu nggak tau aku siapa, tapi aku tahu kamu. Tenang, aku nggak bermaksud jahat, kok... Cuma aku pengin tau... Apa kamu sedih? Kenapa kamu nangis? Kamu bisa cerita ke aku, aku bakal jaga rahasiamu.

Note: Kalo kamu bales surat ini, selipin aja di loker sebelah kananmu, aku bakal bales lagi suratmu.

Aku melipat kertas tadi menjadi lumayan kecil, sehingga bisa kuselipkan dilubang loker. Aku menatap surat yang kubuat itu dengan bangga. Dengan begini mungkin bisa meringankan beban Aya! pikirku.

Kemudian gerakan tanganku terhenti. Senyumku memudar. Bukankah dengan begini aku malah terlalu mencampuri urusannya?

Aku mengurungkan niatku untuk memberinya surat. Aku memasukkan lipatan kertas berisi surat itu ke dalam tas tangan yang biasa kubawa. Aku menghela napas pelan, lalu kembali fokus kepada pelajaran.

***

Bel pulang sekolah baru saja berbunyi dengan nyaring. Semua murid berhamburan keluar kelas untuk pulang. Aku segera merapikan barang-barangku dan memasukkannya ke dalam tas.

"Ayo. Na." Aku mengalak Hana. Ia mengangguk sambil memasukkan barang-barangnya. Setelah beberapa lama, Hana sudah selesai merapikan barangnya, kami pun beranjak keluar kelas untuk pulang.

Aku berjalan ke depan gerbang, memutuskan untuk menunggu Papa yang menjemputku disana. Aku menelepon Papa sambil berjalan. aku memegang hp di tangan kanan dan memeluk tas tanganku di tangan kiri.

"Pa? Papa diamna? Aku udah nunggu, lho!" kataku agak keras karena suasana di sekolah sangat ramai. Papa eminta menunggu beberapa menit lagi karena sedang terjebak macet. Lalu, suara Papa menjadi tidak jelas.

"Pa? Halo? Papa masih disana?" Aku memanggil Papa. Setelah itu, aku mendengar sambungan telepon diputus. Aku menghela nafas sambil menatap layar hp. Dan tiba-tiba

Bruaakk!!
Aku tertabrak seseorang sampai terjatuh. Barang yang kumasukkan dalam tas tanganku berceceran di tanah.

"Maaf, aku nggak liat jalan..." Aku meringis menahan sakit. Siapa yang barusan kutabrak?

Seorang perempuan seumuranku! Aya! Aku kembali teringat kejadian di kamar mandi. Aku segera memasukkan barang-barangku dengan terburu-buru ke dalam atas tanganku, lalu langsung berlari meninggalkannya.

Maaf, ya, Ya... Maaafff...

***

"Maaf ya, aku nggak hati-hati.. Loh, tadi siapa ya?" Aya baru menyadari bahwa seseorang yang ditabraknya sudah menghilang dari hadapannya. Ia segera berdiri lalu membersihkan seragam dan roknya yang terkena pasir akibat terjatuh barusan.

Saat ia melihat sekitarnya, ia melihat sebuah lipatan kertas kecil yang sedikit kotor karena terkena pasir. Ia membersihkannya terlebih dulu.

"Ini apa ya?"

***

"Huwaaaa!!" Aku berteriak histeris. "SURATNYA NGGAK ADA!!"

Aku sudah berkali-kali mengecek semua tasku, tapi tak kunjung kutemukan lipatan kertas itu.

Aku menggigit bibir bawahku. Bagaimana jika hilang? Bagaimana jika ada yang menemukannya? Bagaimana jika ada yang tahu kalau aku yang menulis surat itu?

Tiba-tiba aku teringat kejadian saat pulang sekolah tadi. Aku menabrak Aya dan barangku berjatuhan. Pasti di saat itu suratnya menghilang. Tapi bagaimana kalau surat itu dibaca Aya?

Aku melempar diriku ke kasur dan menutupi wajahku dengan bantal dan selimut. "Nggak tau, ah!" seruku kesal. Aku frustasi memikirkannya. Lebih baik kulupakan saja.

***

Selama seminggu, aku berusaha menghindari Aya, sampai membawa bekal dari rumah agar tidak bertemu dengannya di kantin. Tentu saja Hana mengkhawatirkanku, tapi aku mengatakan padanya bahwa aku tidak apa-apa. Maaf ya, Hana...

Saat membuang sampah, aku sempat menoleh ke arah kanan di mana terdapat jejeran loker. Misalkan kalo Aya percaya, apa dia bakal ngasih balesan?

Yah, kita tidak akan tahu kalau belum mencoba. Aku berjalan ke arah jejeran loker dan berhenti pada jejeran ketiga di bagian pojok kanan dua dari bawah. Aku berjongkok, itu lokerku. Loker di sebelah kiriku adalah loker milik Aya.

Aku membuka lokerku, dan aku mendapati sesuatu di sana. Sebuah amplop putih. Aku mengambilnya, kemudian menutup lokerku dengan hati-hati. Di amplop itu tertulis
'To : Pengirim Surat Misterius'. sepertinya benar ini surat untukku.

Aku menyimpannya ke dalam saku seragamku dan segera kembali ke kelas sebelum bel masuk berbunyi.

***

Aku sedang mempersiapkan barang yang harus kubawa besok. Aku teringat surat dari Aya. Aku segera mengambil surat itu dari dalam tas dan membukanya.

To: Pengirim Surat Misterius

Halo, salken juga.. walaupun aku nggak tau namamu. Aku nemuin surat dari kamu yang jatuh pas aku nabrak kamu. Maaf, ya, aku nggak sengaja... Oh ia, kamu tau, ya? kalo aku nangis kemarin? Sekarang aku nggak apa-apa kok, gausah khawatir... Makasih ya, udah perhatian hehe...

Oiya, namamu siapa?

Kutunggu balasanmu di lokerku! :D

Aku bersyukur karena Aya percaya padaku. Aku segera mengambil pensil dan kertas untuk menuliskan balasan untuknya.

To : Aya

Halo Aya, maaf menganggu... Aku berterima kasih sama kamu soalnya udah percaya sama aku :D Yang waktu ketabrak waktu itu, aku nggak apa-apa kok, salahku juga gak perhatiin jalan. Dan yang soal nangis itu, aku tau.. kamu beneran nggak apa-apa, kan? Kalo ada masalah cerita aja, jangan dipendem ya, Aya...

Aku menghentikan aktivitas menulisku. Nama, ya? Aku tidak mungkin langsung memberitahu nama asliku. Aku malu dan tidak berani, aku memutar otak, lalu mendapat ide.

Namaku, Anika Levysa, panggil aja Levy :>

Aku memutuskan mengacak huruf di namaku. Kayla Sevina menjadi Anika Levysa. Setelah selesai menulis, aku memasukkan surat itu ke dalam amplop dan menutupnya rapat.

"Besok, tinggal naruh surat ini di lokernya Aya." gumamku lalu menarik selimut dan beranjak tidur.

***

Mulai hari itu, aku dan Aya saling mengirim surat. Kami bercanda dan bercerita banyak hal. Kami pun sudah menjadi sahabat. Tapi, bukan berarti aku melupakan Hana. Kami tetap bersahabat.

Hari ini pun sama, aku membawa pulang surat balasan dari Aya. Sesampainya di rumah, aku segera membuka surat darinya.

To : Levy

Ceritamu tentang keluargamu keren banget lho.. Aku iri, kamu punya dik, dan keluarga yang selalu perhatiin kamu. Aku cuma anak tunggal, selalu sendiri di rumah, itu nggak enak.. Pasti rumahmu rame terus, kan? Nggak kayak rumahku, sepi...

Aku segera menulis balasan.

To : Arya

Loh, Ya, aku nggak bermaksud bikin kamu sedih... Maaf lho.. :( (Tapi emang rumahku ram terus sih, gara-gara aku tengkar terus sama adik... :vv Mama sama papa sampe capek ngelerainya wkwkwk... Tapi kamu nggak sendiri kok, ya. Masih ada aku sama temen-teman kamu.. Don't be sad! Ayo semangat!! :DD

Aku menyandarkan punggungku pada sandaran di kursi belajarku. Entah kenapa aku merasa tidak enak pada Aya.

***

Dua hari kemudian, surat balasan dari Aya datang. Karena terlalu senang, aku langsung membuka surat dari Aya tepat aku mengambil surat itu dari lokerku. Untung saja di tempat tersebut sedang sepi, jadi tidak ada yang melihatku.

Keningku berkerut membaca surat dari Aya.

To : Levy

Levy, cuma kamu yang bisa aku percaya sekarang. Aku mau ngasih tau kamu sesuatu. Kamu bakal jaga rahasiaku, kan?

Ya, hanya itu yang ia tulis. Firasatku tidak enak. Sepertinya terjadi sesuatu dengan Aya.

"Kayla!" panggil seseorang sambil menepuk pundakku.

Aku berjengit karena terkejut. Aku langsung menoleh ke belakang, ternyata Diana dan Farah, sahabat Aya. Tapi akhir-akhir ini aku hanya melihat mereka berdua. Aku pernah sekelas dengan mereka, jadi tidak teran mereka mengenaliku.

"Ya ampun, kalian berdua... kaget tau..." kataku sambil mengelus dada, masih terkejut.

"Hehehe, maaf, lho, Kay..." kata Farah, merasa bersalah. Aku hanya mengangguk. "Gak, gak apa, kok.. yaudah, aku duluan ya..." pamitku kepada mereka berdua. Mereka berdua mengangguk..

Aku segera menyimpan surat dari Aya ke dalam saku seragamku dan kembali ke kelas. Aku teringat akan isi surat Aya. Aku khawatir padanya. Aku berniat membalas suratnya hari ini juga.

Aku segera mengambil kertas, dan menulis balasan 

To : Aya

Iya, aku bakal jaga rahasiamu, kok.. emang mau cerita apa?

Setelah selesai menulis, tanpa ba-bi-bu, aku segera berlari keluar kelas sembari melipat kertas tersebut, kemudian langsung kuselipkan ke dalam loker Aya.

***

Esoknya, aku mendapat balasan dari Aya. Anehnya, amplop yang kudapat lebih tebal dari biasanya. Aku berniat membacanya setelah pulang sekolah.

***

To : Levy

Levu.. aku memang selalu tersenyum di depan semua orang, selalu bersikap baik dan sopan... tapi itu hanya di depan saja....

Aku sudah lelah.. aku lelah akna apa yang terjadi pada keluargaku, pada sahabatku...

Kamu lihat berita yang sedang treding di TV maupun sosial media? Seorang koruptor? Yang dibertakan adalah ayahku... ia memiliki jabatan tinggi di pemerintah, dan ia dituduh berkorupsi, itu tidak benar... aku tidak tau siapa yang menyebarkan berita itu, tapi sungguh, berita itu tidak benar... ayahku tidak mungkin melakukan hal itu... sampai sekarang berita itu masih diperiksa kebenarannya... belum berarti ayahku tersangkanya...

Ibuku hampir mempercayai berita itu, dan ia pergi dari rumah sejak dua hari yang lalu.. dan ia tidak pulang lagi sampai hari ini...

Teman-temanku menjauhiku, karena tahu berita itu, para guru pun bersikap aneh kepadaku, mereka selalu menghukum dan memarahiku tanpa alasan yang jelas...

Sebenarnya, tidak ada yang tahu bahwa pria yang dituduh koruptor adalah ayahku, kecuali kedua sahabatku dan kamu, Levy... aku tidak tahu dari mana mereka mengetahui hal itu, dan mereka menempelkannya pada mading sekolah...

Maaf, Levy, iya aku merepotkanmu... tapi hanya kamu satu-satunya orang yang bisa kupercayai..

Terima kasih, setelah menulis ini hatiku lebih lega...

Tarima kasih sudah mau mendengarkan keluh kesahku...

Aku menunggu balasan darimu...

Apa yang kukhawatirkan benar terjadi. Ternyata karena ini Aya menangis hari itu. Dan, tunggu... mading sekolah? Aku tidak pernah melihat mading sekolah. Benarkah apa yang dikatakan Aya? Berita tentang ayahnya ditempel disana? Aku berencana mengeceknya besok.

***

Aku hanya terpaku melihat pemandangan yang ada di depanku. Benar apa yang dikatakan Aya. Berita tentang ayahnya tertempel di tengah-tengah mading, bahkan artikelnya paling besar.

"Pfftt... kasian banget, ya, Aya... dia pasti nggak nyangka, deh.." kata seorang murid yang melewatiku.

"Nggak nyangka apa?" Temannya menyahut.

"Kalo kita yang bocorin tentang ayahnya! Hahaha!!!" tawanya terdengar nyaring. Temannya tadi juga ikut tertawa.

Aku menoleh ke bekalang, dan aku tidak menyangka apa yang kulihat. Yang baru saja membicarakan Aya tadi tak lain tak bukan adalah Diana dan Farah, sahabat Aya!

Aku mengepalkan tanganku kuat, guna untuk meredam amarah. Mereka... bisa-bisanya tertawa ketika sahabat mereka sedang menangis. Dan lebih lagi, yang menyebabkan Aya menjadi seperti itu adalah mereka berdua!

PLAAKK!!!

Aku memukul kepala salah satu dari mereka berdua dengan tas tangan yang biasa kubawa. Emosiku sudah tak bisa lagi kutahan.

Mereka menoleh ke bekalang, mencari pelaku yang memukul mereka. Dan mereka sangat terkejut mengetahui bahwa akulah memukul kepala Diana.

"Kay?!" Seru Farah tidak percaya.

"Iya! Emang kenapa?! Kalian tega banget nyebarin berita hoax ke Aya! Emang apa salah Aya ke kalian? Tau, nggak Aya nangis sesenggukan di kamar mandi, itu semua gara-gara KALIAN!!" teriakku maraha. Diana dan Farah hanya terdiam mendengarkanku.

"K-Kayla?" panggil seseorang dari belakangku. Aku segera menoleh ke belakang, dan aku terkejut siapa yang memanggil namaku barusan, Aya!

"Kayla.. tau dari mana? AKu kan... nggak pernah cerita ke kamu.." katanya pelan. Aku hanya menunduk. Aku tidak menyangka akan ketahuan secepat ini. Sementara Diana dan Farah sudah kabur duluan.

Aku menghirup napas, mengumpulkan keberanian, kemudian menghembuskannya lagi.
"Aku... yang selama ini ngirim surat ke kamu, ya"

"H-Hah?"

"Iya... aku.. Levy, Anika Levysa."

Hening. Tak ada suara apapun dariku ataupun Aya.

"Maa---"

Grep!

Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, Aya sudah duluan memelukku.

"E-eh? Aya?

"Makasih, buat semuanya... Levy..."

Aku hanya tersenyum lalu membalas pelukannya.

***

Sudah beberapa minggu sejak kejadian itu. Semuanya sudah kembali normal Ayah Aya dinyatakan tidak bersalah. Ibu Aya kembali pulang ke rumah. Diana dan Farah meminta maaf pada Aya. Begitu pun artikel tentang Ayah Aya yang terpajang di mading sudah dibuang. Aku pun mengenalkan Aya pada Hana, dan mereka cepat akrab. Sekarang, kami bersahabat bertiga : Aya, Hana, dan aku!