Mengetahui Sifat Istri Dari Kepribadian Zodiak

INIKECE - Setiap orang memiliki zodiak dan sifat masing-masing. Zodiak sendiri dapat mengungkapkan banyak hal tentang kepribadian seseorang. Termasuk bagimana sikap dan sifat kamu saat menjadi seorang istri.

Fernando Dan Musim Panas, Friend Zone

INIKECE - Udara di musim panas membakar kulit. Aku hanya termenung saat melihat orang-orang setengah telanjang bertebaran di trotoar. Matahari yang terbit tak pernah disia-siakan di musim panas seperti ini.

Ruang Pertemanan, Friend Zone

INIKECE - Aku tidak ingat bagaimana penampilan tempat itu dulu saat aku masih disana. Yang jelas saat ini tempat itu telah kusam, baik dari segi penampilan maupun kesan di dalamnya. Suatu hari sepulang sekolah aku dan Mita pergi ke sana.

Percaya Diri Dengan Sempurna, Meningkatkan Kesuksesan

INIKECE - Suatu kepercayaan diri sangatlah penting bagi setiap orang, dengan adanya hal ini dalam diri, kita akan lebih mudah untuk membentuk relasi dengan orang lain, menunjukkan bahwa diri kita eksis dan masih banyak manfaat lainnya.

Sadis Dan Horror, Film-Film Ini Dilarang Ditayangkan

INIKECE - Film horror adalah film yang paling populer di banyak kalangan, Tak luput untuk menonton film horror, banyak sekali orang akan mengajak pasangan masing-masing untuk menonton bareng genre film yang horror tersebut.

Mengetahui Sifat Istri Dari Kepribadian Zodiak

Mengetahui Sifat Istri Dari Kepribadian Zodiak

INIKECE - Setiap orang memiliki zodiak dan sifat masing-masing. Zodiak sendiri dapat mengungkapkan banyak hal tentang kepribadian seseorang. Termasuk bagimana sikap dan sifat kamu saat menjadi seorang istri.

Saat menjadi seorang istri, tentu satu perempuan dengan yang lainnya memiliki perbedaan, mulai dari mengurus rumah, merawat anak-anak dan suami hingga mengatur keuangan.

1. Aries

Kamu akan menjadi istri yang suka bersenang-senang, suka berpetualang, dan peduli. Aries juga suka menjelajahi berbagai hal dan ada kemungkinan besar bahwa kamu akan selalu membuat rencana untuk bepergian ke tempat baru bersama pasanganmu.

2. Taurus

Perempuan yang memiliki zodiak ini dikenal setia dan jujur. Kamu akan menjadi pasangan yang sangat mendukung dan berupaya agar pernikahanmu berhasil. Meski begitu, kamu bisa keras kepala tetapi berusaha memberikan preferensi untuk memiliki rumah dan keluarga yang stabil.

3. Gemini

Kamu akan menjadi istri yang penuh kasih sayang dan penuh gairah. Perempuan Gemini cenderung stres karena hal-hal kecil tetapi mereka tidak keberatan bekerja keras untuk membuat pasangan mereka merasa istimewa.

4. Cancer

Perempuan Cancer dikenal terlalu menganggap masalah-masalah cinta dan hati dengan serius dan karenanya, secara alami kamu sangat emosional. Sebagai seorang istri, kamu akan menghormati pasanganmu dan institusi pernikahan. Kamu tidak menentang gagasan memiliki anak dan mengambil tanggung jawab untuk megelola seluruh rumah.


Perempuan Leo termasuk dalam tanda matahari yang kuat, mandiri dan energik. Kamu cerdas dan suka dihujani pujian. Kamu akan menjadi seorang istri yang sangat mendukung pasangan tetapi pada saat yang sama, kamu tidak akan sungkan untuk berbicara mengenai pendapat pribadimu.

6. Virgo

Sebagai seorang perfeksionis, kamu biasanya mengharapkan pasangan untuk selalu menjaga berbagai hal tetap terorganisir dan terencana. Perempuan Virgo adalah istri yang dapat diandalkan dan peduli. Kamu juga optimis dan memiliki selera humor yang baik.

7. Libra

Orang-orang dari zodiak ini menyukai gagasan romansa masa lalu dan mencari tingkat komitmen yang tinggi dalam suatau hubungan. Kamu akan menjadi pasangan yang pengertian dan juga menghabiskan waktu bersama teman dan anggota keluarga. 
Kamu dapat sedikit ragu di waktu tertentu dan mungkin bergantung pada pasangan untuk membuat keputusanmu.

8. Scorpio

Dua kata yang menggambarkan perempuan Scorpio, yaitu sensual dan penuh gairah. Kamu suka bereksperimen dengan hal-hal baru di kamar dan percaya jika masalah pasti memiliki solusi daripada hanya merapikannya. Kamu jujur dan kesetiannmu tidak mengenal batas setelah kamu mulai mempercayai pasanganmu.

9. Sagitarius

Perempuan sagitarius berjiwa bebas dan berpikiran terbuka. Kamu adalah istri yang setia dan tidak bisa bahagia dengan seseorang yang mencoba mengubah dirimu. Kamu juga suka bepergian dan mungkin tidak keberatan melakukan perjalanan solo jika suamimu tidak dapat meluangkan waktunya. Kamu juga sangat ramah dengan suamimu dan memiliki selera humor yang baik.

10. Capricorn

Perempuan yang memiliki sikap mandiri, tergerak, dan pandai melakukan banyak tugas. Kamu akan menjadi pasangan yang tenang dan sabar. Kamu juga idealis sebagai istri dan mencoba cara tak biasa dalam hal-hal romansa, seperti menulis surat cinta alih-alih mengirim pesan teks.

11. Aquarius

Kamu adalah seseorang kreatif dan riang. Sebagai seorang istri, kamu percaya kamu harus memberikan ruang pribadi kepada pasangamu dan mencari cara untuk meningkatkan kehidupan cinta kalian berdua. Kamu benar-benar tertarik untuk memahami kekasihmu dengan lebih baik. Tetapi kamu juga impulsif.


12. Pisces

Kamu benar-benar perempuan yang romantis dan memiliki imajinasi yang hebat. Kamu akan sangat setia dan dapat dipercaya sebagai istri. Tapi kamu bisa menjadi introvert, dan begitu kamu merasa nyaman, kamu adalah orang yang menyenangkan di sekitar orang lain. Biasanya perempuan Pisces sering terlihat murung, dan cuma kamu yang tahu bagaimana cara membereskannya.

Fernando Dan Musim Panas, Friend Zone

Fernando Dan Musim Panas, Friend Zone

INIKECE - Udara di musim panas membakar kulit. Aku hanya termenung saat melihat orang-orang setengah telanjang bertebaran di trotoar. Matahari yang terbit tak pernah disia-siakan di musim panas seperti ini.

Orang-orang sibuk merencakanan piknik di taman kota, ke pantai, atau sekedar keluar rumah dan menikmati segelas limun di halaman rumah. Musim panas seharusnya membawa kebahagiaan bagi orang-orang.

Es loli, topi lebar, kacamata hitam, atau sunscreen, mungkin? Tidak, itu adalah cara orang-orang menikmati musim panas. Bukan begitu caraku menghabiskan musim panas ini. Yep, aku hanya bisa memandangi mereka dari atas sini.

"Anna!"

Aku terlompat kaget. Tapi aku tak bergeming. Sedikitpun tidak.

"Anna, mom tahu kau marah. Tapi setidaknya makanlah."

Aku termenung. Aku menoleh pelan untuk melihat wajah mom, kemudian berbalik lagi.
"Mom tahu aku sangat mencintainya, kan?"

"Sudah kubilang dia berbeda denganmu! Kau tak mungkin bisa bersatu dengannya, Anna!"

Suara mom meninggi. Persetan kalau ia marah. Sedetik kemudian, ia berkata lagi. Kali ini lebih pelan.

"Anna, kau tidak bisa bersatu dengannya."

Aku mencintainya. Fernando, ya itulah namanya. Fernando tinggal seorang diri di apartemennya yang hanya satu blok dari tempat tinggalku. Dia tinggal di apartemen dengan balkon yang tinggi. Hei, apa? Aku tahu rumahnya karena aku pernah ke sana. Aku pernah diajaknya duduk di balkon dan melihat riuhnya kemacetan yang dilatari matahari terbenam.

Aku bertemu Fernando musim semi lalu. Aku tahu, masih cukup baru untuk bisa mengatakan bahwa aku menyukainya. Aku tidak ingat banyak mengenai waktu itu, tapi yang jelas kakiku berdarah. Tidak ada yang mempedulikanku. Saat itulah ia datang, melepas earphonenya dan membawaku ke bangku taman.

'Aku berjanji akan menyembuhkanmu,' katanya. Fernando membawaku ke rumahnya untuk pertama kali, dan kuakui aku sangat takut. Lagi-lagi dia mengatakan tidak apa-apa. Aku setuju saat ia merawatku, dan kakiku yang payah ini. Fernando benar, lukaku sembuh dalam waktu beberapa hati. Mmm, kurasa, aku harus pulang kan?


Aku mengendap-endap berusaha pergi melalui jendela ketika ia datang bersama teman-temannya. Ia menarikku ke dalam dan mendekapku, memperlihatkanku di depan teman-temannya. Aku menjerit keras dan benar-benar ketakutan saat itu. Fernando tiba-tiba mengurungku seharian.

Teman-teman Fernando sudah pergi malam itu. Ia mendekapku dan berkata dengan lembut.

"Maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya tidak ingin teman-temanku menyentuhmu."

Fernando diam. Sesaat kemudian ia mulai berkata, "kini aku tidak memaksamu tinggal. Kau boleh pergi jika kau mau."

Kuakui aku sungguh tertarik padanya. Fernando adalah sosok yang sangat peduli yang semua orang. Tapi, saat itu juga sangat ketakutan. Seluruh badanku terasa bergetar hingga aku terhuyung pelan. Aku meninggalkan Fernando dan pulang. Aku tidak akin untuk menceritakan hal ini ke orang tuaku, bahkan sahabatku, Lucy.

Aku menyadari aku menyukainya, dan mungkin memiliki perasaan yang lebih. Sejak pertama kali saat pandangannya menumbuk pandanganku. Aku tahu ia baik. Kuputuskan untuk menemuinya lagi, dan ia sangat gembira melihatku. Kami berdua sering menghabiskan waktu bersama di taman. Aku akan mengendap-endap, pergi menjauh darinya yang sibuk dengan buku-buku mengenai burung, dan dia akan mengejarku dengan tertawa begitu menyadari aku tak ada di samping bangkunya. Entah mengapa, Fernando sangat tertarik dengan berbagai jenis burung.

Hingga kemarin, Tom, teman masa kecilku melamarku secara terang-terangan. Ia ingin aku menghabiskan sisa hidupku bersamanya. Tentu saja aku menolak. Aku cinta Fernando! Aku meninggalkannya sendiri di tengah teriknya mentari musim panas. Ayahku langsung memarahiku saat aku sampai di rumah. Momku tersayang juga melakukan hal demikian. Wll, kenapa mereka menentangku begitu keras? Apakah mencintai itu salah?

---

"Anna, mom tahu kau marah. Tapi setidaknya makanlah."

Aku termenung, aku menoleh pelan untuk melihat wajah mom, kemudian berbalik lagi.
"Mom tahu aku sangat mencintainya, kan"

Mom masih melihatku dengan sabar. Terkadang aku merasa, kesabaran mom tidak akan pernah habis. Tapi, ya kali ini dia cukup keras memarahiku.

"Sudah kubilang dia berbeda denganmu! Kau tak mungkin bisa bersatu dengannya, Anna!"

"Anna, kau tidak bisa bersatu dengannya." Mom mengulangi perkataannya lagi dengan pelan.

"Tapi kenapa mom? Kenapa? Aku menyukainya! Dan, ya dia-pun sepertinya mencintaiku juga."

"Sebab kau berbeda dengannya! Dia manusia!"

Aku termenung dua detik penuh. Aku mencicit pekan. Aku masih merasakan dekapan tangan Fernando pada tubuhku. Melalui buku-buku yang indah. Ia begitu sering mengagumi buluku dan bergumam sesuatu seperti Conuropsis, atau Melopsittacus, atau apapun itu bersama teman-temannya. 

Perlahan tawa Fernando yang pecah diiringi teriakan kepada Professor Reinhard atau proposal penelitian ornitologi (ilmu yang memelajari unggas) terngiang, samar-samar aku juga teringat Professornya itu menyebut sesuatu seperti 'langka' dengan menunjukku. Aku mencicit lagi. Menoleh pada ibu. Pandanganku tertuju pada biji-bijian di dekatnya. Wah, jagung!

---

Tentang Penulis,

Vadam menyukai flash fiction story. Pernah terjebak di diksi uhjan dan senja, namun mulai mencoba mengurangi frekuensinya dalam tulisan. Sekarang aktif sebagai mahasiswa di Universitas Brawijiwa, Malang.

Ruang Pertemanan, Friend Zone

Ruang Pertemanan, Friend Zone

INIKECE - Aku tidak ingat bagaimana penampilan tempat itu dulu saat aku masih disana. Yang jelas saat ini tempat itu telah kusam, baik dari segi penampilan maupun kesan di dalamnya. Suatu hari sepulang sekolah aku dan Mita pergi ke sana.

Itu adalah tempat yang mengingatkan kami pada masa kecil. Tempat kami berdua bertemu pertama kali. Tempat awal pertemanan kami. Melihat keadaan sekarang, tidak tampak seperti tempat yang bagus untuk memulai pertemanan. Tidak lagi terlihat seperti Taman Kanak-kanak.

Kini berupa bangunan kosong yang kotor. Meski masih berdiri kokoh dan tidak satu pun genting atap yang lepas. Cukup lama bangunan tersebut tidak berpenghuni. Butuh sedikit waktu lagi untuk melihat lubang atao muncul satu per satu, menakibatkan air hujan masuk, dan menciptakan aroma lembap dan lumut yang kurang menyenangkan.

Jungkat-jungkit kayu telah rapuh, perosotan retak, besi panjat berkarat, dan ayunan yang keamanannya diragukan. Disudut halaman ada sebuah sumur dengan dinding bibir setinggi pinggang orang dewasa, ditutup dengan papan-papan kayu tebal, di atasnya tergantung katrol berkarat. Aku yakin hampir semua murid pernah menjulurkan leher untuk melihat lubang menganga itu dan mendengar cerita seram.

"Sembilan tahun tidak dipakai," kata Mita seraya melewati pagar.

Bagiku, sembilan tahun adalah waktu yang sangat lama. Dlama sembilan tahun itu aku belajar, bermain, berteman, pergi ke berbagai tempat, memakan berbagai hidangan, membeli berbagai barang, sementara tempat itu membisu sendirian.

Tidak cukup jumlah murid untuk dapat membuat TK itu hidup, ditambah katanya tidak cukup layak untuk disebut sekolah. Sebutan yang kejam, namun aku mengerti. Saat aku bersekolah di sini, jumlah murid tidak sebanyak TK lain pada umumnya. Tentu pada waktu itu aku tidak tahu jumlah murid tergolong sedikit. Juga aku tidak sadar bahwa TK itu kurang luas. Bagiku yang masih kecil, semuanya tampak besar dan luas. Pendaftaran terakhir adalah angkatan di bawahku sehingga asik kelasku tidak punya adik kelas.

Setelah masuk SD, aku dan Mita berulang kali lewat tempat itu. Mulanya aku heran mengapa sepi, sebelum aku tahu bahwa TK itu berhenti beroperasi. Kadang kami iseng mampir untuk mencoba permainan. Waktu berlalu, kami jarang mampir bahkan jarang lewat, tubuh kami semakin besar, alat-alat permainan itu terlalu kecil dan rapuh untuk kami, dan mungkin terlihat konyol bila disaksikan orang.

Dua minggu lalu Bu Yani meninggal dunia. Mendadak disusupi pemikiran sama, aku dan Mita ingin berkunjung ke tempat itu. Saat melihat halaman, aku membayangkan sosok Bu Yani menyuruh kami segera masuk ke kelas. Jika saat ini aku masih terlihat beliau, itu pasti setan.

Mita membuka papan penutup sumur. Ia melemparkan batu kecil ke dalamnya. "Tidak ada air. Sudah kering. Ah, bukan, kelihatannya ditimbun," ujar Mita. Ia menutup kembali sumur itu. "Kamu ingat kisah hantu kepala putuh?"

"Iya, iya, aku ingat. Jangan cerita lagi," Aku menggeleng-geleng.

"Kamu taktu sekali waktu itu." Mita tertawa. "Yah, aku juga sama. Tetapi sekarang, kalau tahu sumurnya dangkal begini, seramnya jadi hilang."

Mita belum tahu bahwa belakangan ini rumor itu muncul lagi. Ada orang yang mengaku melihat. Aku enggan membicarakannya.

Ada dua ruang kelas, Nol kecil dan Nol besar. Sekarang kedua kelas itu tidak terlihat bedanya. Kelas Nol kecil adalah tempat kami bertemu pertama kali. Dulu aku dan Mita duduk sebangku di deretan kedua dari depan. Kami berteman akrab. Ketika naik ke Nol Besar pun kami tetap sebangku. Waktu itu baik aku maupun Mita sama sekali tidak menyangka bahwa kami akan berseoklah di tempat yang sama sampai SMA dan selalu sekelas.

"Kalau tidak salah ini Nol kecil," kataku sambil melihat atas pintu. Tentu saja tidak ada penandanya lagi. Ruangan ini masih berpintu, tidak seperti ruangan di sebelahnya. Aku membuka pintu.

Di ruangan itu ada dua meja dan tiga kursi yang diletakkan di sudut. Cuma itu, tidak ada lagi ada papan tulis. Tidak ada lagi tempelan-tempelan di dinding. Kalau ada tempelan di dinding paling cuma...

Tulisan tertempel di dinding belakang, hampir tepat di tengah. Dibuat dengan menempelkan potongan-potongan lakban hitam. Aku berhenti sejenak untuk mebaca tulisan itu : FRIENDZONE.

Kata itu terlampau akrab di telingaku, juga di telinga para anak muda. Spontan pikiranku berputar untuk mencari hubungan kata itu dengan tempat ini.

"Terdengar menyedihkan," kata Mita seraya terkikik. "Siapa yang membuatnya?"

"Orang yang  kena freindzone sampai frustrasi," kataku sambil tertawa pula. "Saking galaunya dia membuat kenang-kenangan disini."

Mendadak tawa Mita lenyap dan menatapku sambil meringis seolah heran dengan caraku tertawa.

Sebenarnya bukan hanya tulisan itu yang ada. Banyak tulisan di dinding yang dibuat dengan pena atau diukir dengan benda tajam. Sebagian adalah kata-kata jorok. Hanya tulisan "friendzone" itu yang terlihat sangat jelas. Aku meraba. Lakban masih bagus. Jelas belum lama di buat. Setidaknya paling baru dibandingkan coretan-coretan lain.

"Kamu pernah kena friendzone, Mita?" tanyaku.

Mita terbantuk. "Tidak pernah," jawabnya langsung dan tegas.

"Ah, kalau tidak salah pernah, kan? Itu, cowok yang bernama..."

"Kamu sengaja, ya? Mau aku cubit?" Mita mengulurkan tangan hendek meraih pinggangku tetapi aku mengelak.

Friendzone, sering dijadikan sindiran. Dapat menciptakan keceriaan tetapi juga menyakitkan bila yang bersangkutan memang tersakiti. Perasaan tidak terbalas dan harus menerima hari-hari berikutnya sebagai teman, hanya sebagai teman.

Kami mengambil kursi dan membawanya luar kelas setelah memastikan kursi-kursi kecil itu tidak membuat badan kami mencium lantai dengan kasar. Lantas kami melakukan suten untuk menentukan siapa yang membeli jajan. Mita kalah, ia mengeluh, "Kenapa tidak dari awal saja kita bawa?"

Aku menjawab, "Karena sejak awal kita tidak berencana makan di sini." Jawabnku sangat masuk akal sehingga membuat Mita pergi sambil bersungut-sungut. Itu keluhan yang jauh dari keseriusan, karena aku dan Mita tahu betul toko jajan hanya berjarak sepuluh meter dari pagar.

Selagi Mita pergi, aku duduk memandang rerumputan tinggi. Angin lumayan kencang menerbangkan debu ke arahku.

Beberapa saat kemudian, seorang anak lelaki datang. Sepertinya ia hendak masuk ke ruangan, namun berhenti. Kami bertatapan.

"Kamu siapa? ia bertanya.

"Kamu sendiri siapa?"

"Aku alumni TK ini."

"Aku juga."

Diam, cukup lama.

Jawaban barusan adalah jawaban paling mudah untuk menjelaskan mengapa gadis SMA duduk di depan ruangan sebuah bangunan yang tidak dipakai bertahun-tahun. Dari sudut pandang negatif, bisa jadi aku dituduh hendak atau telah berbuat macam-macam. Aku hanya datang untuk main. Sementara itu aku ingin tahu alasan anak lelaki itu datang.


Ia kelihatan sebaya denganku. Tubuh tinggi dan kurus. Rambutnya agak ikal, rapi seperti baru dipotong. Di raut wajahnya tidak ada semangat kendati matanya terbuka lebar.

Kemudian Mita datang memecah keheningan. Ia membawa tas plastik berisi makanan ringan dan minuman, "Baru ditinggal sebentar kau sudah punya cowok, Tika," canda Mita. Aku lega Mita datang meski menyertakan gurauan yang membuatku malu.

Anak lelaki itu bernama Raka. Ia seangkatan dengan kami. Dari penuturannya, rupanya ia sekelas dengan kami dulu. Aku dan Mita tidak ingat.

"Aku pun tidak ingat dengan kalian," kata Raka.

Padahal wakti itu jumlah murid tidak banyak.

Mita membeli cukup makanan untuk bertiga. Kami menawarkannya pada Raka. Raka tidak mengambil satu pun. Ia hanya berdiri bersandar di kusen pintu.

Raka berkata bahwa ia sering datang kemari. Ia belum tahu Bu Yani meninggal. Saat mendengar itu, ia memasang wajah sulit ditebak. "Aku tidak ingat Bu Yani," ujarnya. Raka bukan berasal dari daerah sini. Rumahnya berjarak tiga kelurahan dari sini.

"Meski rumahmu jauh, kamu sering datang kemari. Sedangkan kami yang tinggal dekat sini saja ajrang," kataku. "Apa kamu punya alasan khusus?" Aku memasang wajah menyelidik.

Raka mengembuskan napas. "Kalian mau tahu?"

Aku mengangguk.

"Mau tahu saja atau mau tahu banget?"

Aku dan Mita tertawa. Tidak kusangka Raka bisa bercanda dengan wajah datar seperti itu.

Kami menghabiskan waktu cukup lama. Semua makanan dan minuman habis. Aku dan Mita beranjak pergi. Raka masih ingin di sini sebentar lagi.

"Aku akan datagn lagi minggu depan," kata Raka. "Bagimana dengan kalian?"

Aku dan Mita saling memandang. "Tidak tahu. Mungkin saja," jawab Mita ragu. Artinya, kemungkinan besar kami tidak datang.

Kenyataannya, minggu berikutnya kami datang. Saat kami tiba, Raka sudah berada di kelas, berdiri menatap dinding tempat papan tulis seharusnya ditempel sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana,

"Oh, kalian datang juga rupaya," ujar Raka.

"Aku juga tidak menyangka kau datang," balas Mita. Lalu kami bertiga menghabiskan waktu untuk berbincang seperti sebelumnya.

Minggu berikutnya juga. "Kalian mau menjadikan tempat ini sebagai markas?" ucap Raka.

"Lihat siapa yang bicara," balas Mita.

Minggu berikutnya Mita pergi untuk urusan keluarga. Ia mau berkunjung ke rumah neneknya di kota sebelah. Tanpa ragu aku mengurungkan niatku untuk pergi ke TK lagi.

Raka adalah orang baik. Ia sudah menjadi teman kami. Namun kami tidak punya kewajiban untuk dengannya terus-menurus di tempat itu.

"Dan akhirnya kamu datang juga?" kata Raka.

Aku mendapati diriku berdiri di antara rerumputan panjang, di antara mainan-mainan rapuh dan berkarat. Raka duduk di teras. Ia memegang lidi. Lidi itu ia gunakan untuk membuat garis-garis abstrak di tanah. Aku termangu, heran dengan diriku sendiri. Seolah terjadi begitu saja, dengan sangat cepat aku berpindah dari rumah ke TK.

"Kamu bisa juga datang sendiri," kata Raka.

"Hei, aku juga bisa hidup mandiri," ujarku.

Kali ini hanya ada kami berdua. Meski telah beberapa kali bertemu Raka, entah mengapa aku tetap canggung. Aku tidak tahu mau berbuat apa. Aku pikir Raka sudah menjadi temanku sehingga aku dapat bersikap biasa padanya. Pilihan paling masuk akal adalah pulang. Tetapi kakiku bukan melangkah ke belakang, melainkan maju ke depan menuju kelas. Aku melarikan diri ke kelas. Raka heran melihatku. Aku berdiri menghadap tulisan "friendzone, dan terpaku di posisi itu.

"Kamu kenapa?" Raka bertanya.

Pertanyaan bagus

Jawaban ini yang disebut salah tingkah.

Aku menghela napas, mengambil satu kursi, lalu duduk diatasnya. Raka berdiri bersandar diambang pintu. Aku tahu ia sedang bertanya-tanya dalam batin.

"Kamu tahu siapa yang membuat tulisan ini? tanyaku, menunjuk tulisan "friendzone" di belakangku. Topik itu anehnya tidak pernah dibahas saat kami berbincang bertiga, entah karena kami lupa atau tidak peduli. Baru sekarang aku menanyakan.

Raka diam sesaat. "Tidak tahu." Ia menggeleng.

"Konyol sekali, ya? Aku penasaran siapa yang menulisnya. Pasti dia galau... Hahaha..."

Garing, akulah yang konyol. Pembicaraan macet. Apa apa ini? Aku tersendat sementara Raka tidak menyambung obrolan. Ia hanya menatap langit-langit. Apa ia mencari sarang burung?

Awalnya kukira Raka sudah diajak bicara, ternyata tidak. Ia mampu bicara dengan biasa tanpa menaikkan nada atau memperlihatkan antusiasme. Berbeda dengan para anak lelaki dikelasku. Ia tahu banyak hal. Ia kebal terhadap semua sindiran yang kami lemparkan padanya. Obrolan kami dengannya mengalir. Kehadirannya bagai membawa warna baru.

Tanpa sadar aku merasa nyaman. Namun tidak kusangka aku sedemikian gugup bila hanya berdua. Seakan Raka yang sekarang berbeda dengan Raka yang biasa mengobrol dengan kami. Seakan ia orang lain. Belum lagi aku masih mempertanyakan alasan aku datang sendiri.

Setelah melihat tulisan di dinding itu, aku sadar. Aku tahu, dan harus berhati-hati.

"Terakhir kali berduaan degan cowok, aku jatuh cinta padanya," kataku tiba-tiba. Ucapan itu meluncur. Tetapi itu fakta.

"Jangan jatuh cinta padaku," kata Raka. Tanpa basa-basi, langsung, tegas, sampai aku ragu apakah dia serius atau bercanda.

Aku menunduk. "Benar juga. Kita hanya teman," kataku lirih.

Setelah hening beberapa saat, Raka berkata, "Dulu ruangan ini adalah ruang pertemanan. Tidak, bukan hanya dulu. Sebenarnya sampai sekarang pun begitu. Ruang tempat bertemu dan berteman, ruang untuk mencari teman, ruang untuk bermain bersama teman."

"Bukankah TK memang begitu?" kataku. "Jadi itukah sebabnya disebut freindzone? Ah, itu nama yang cocok. Aku dan Mita mulai berteman di sini. Dan kami juga mulai bertemen denganmu di sini."

"Benar. Friendzone. Kamu cepat mengerti rupanya." Ia tersenyum. "Tetapi ruang pertemanan ini lebih dari yang kamu pikirkan. Bukan sekadar membuatmu menambah teman. Menjadikan seseorang sebagai teman, atau memperkuat status teman." Lalu ia mengarahkan pandangan ke tulisan, lalu menyeringai. "Tetapi tulisan itu tidak ada hubungannya dengan tempat ini. Itu cuma ulah orang stres. Orang itu jelas tidak tahu esensi tempat ini. Dan kebetulan cocok."

Aku tertawa kecil. "Meski tidak tahu siapa yang menulisnya, sepertinya kau yakin sekali."

Ucapan Raka terdengar berbobot, juga terdengar dibuat-buat. Aku pikir ia ingin menjelaskan betapa berharga TK ini dengan tambahan bumbu-bumbu hikmah. Selama ini perkataannya ringan termasuk ketika bercanda. Baru kali ini ia bicara seperti membual. Ia memandang halaman. Cahaya dari luar menyinari seluruh badannya, membuat ia seperti lukisan, Wajah serius, mata terbuka setengah. Kemudian ia berpaling padaku.

Raka melihatku sambil tersenyum. Senyum hambar seakan sedih. Wajah itu, menyiratkan sesuatu. Seperti menyembunyikan sesuatu namun juga ingin mengatakannya.

Melihat ekspresi itu, seketika aku enggan tertawa. Menyampaikan pesan tanpa ucapan. Ia menghantarkan berbagai perasaan kepadaku. Ada yang aneh. Mulutku terkunci. Wajah itu datar seperti biasa, tetapi kali ini mengandung arti. Kurasa aku mengerti maksudnya. Aku tidak akan bertanya. Kalau itu membuat Raka diserbu perasaan tidak nyaman, maka aku sungguh tidak akan menyebutkan lagi. Bahkan aku bukan hanya tidak menyebut di depannya saja, melainkan di depan semua orang.

"Dulu wilayah pertemanan bukan sebatas ruangan ini saja. Dulu sekali, wilayah pertemanan sangat luas. Kemudian semakin menyempit setelah melewati beberapa masa. Yang namanya kekuatan, suata saat akan berkurang lalu lenyap."

Ucapannya diarahkan padaku, tetapi lebih seperti bergumam kepada dirinya sendiri. Tidak, suaranya jelas. Ia berujar dengan suara jelas. Hanya saja menjauh seperti gema.

"Jangan khawatir, semua ini tidak akan berdampak padamu dan pada temanmu. Ini sekadar pengetahuan. Supaya kamu sedikit terhibur." Raka menegakkan tubuh, bersiap untuk pergi, "Masalahmu adalah masalah yang sangat sepele. Setelah ini kamu tidak perlu memikirkannya lagi. Oh  ya, jangan lupa hapus tulisan itu. Perusakan akan membawa keburukan. Hakikat tempat ini pun berubah cepat akibat anak-anak nakal."

"Raka, aku tidak mengerti"

"Kau harus segera pulang, Tika."

Suaranya begitu lembut. Sekali lagi, terdengar seperti gema. Mendadak aku pusing.

"Benar, aku harus pulang," kataku, terengah-engah.

"Sekali lagi, kita hanya teman," kata Raka.

Aku berusaha menjaga tubuhku agar tidak jatuh. Kepala terasa berat. Sekali lagi aku berpaling ke "friendzone". Tulisan itu meliuk seperti ular, beserta dinding, dan semua di sekitar. Aku tidak tahu lagi apakah aku masih duduk, atau berdiri, atau berbaring. Kata-kata terakhir Raka bergerma di telinga, kita hanya teman.

"Tika, bangun!"

Aku membuka mata, "Mita?"

"Dasar, baru ditinggal sebentar sudah molor. Bisa-bisanya tidur di lantai kotor begini."

Aku duduk. Menoleh kanan dan kiri. Mencari seseorang yang semestinya di sini. Yang ada hanya Mita yang membawa tas plastik. "Mana Raka?" tanyaku dengan suara serak.

Raka? Siapa?"

Siapa?

"Raka. Raka teman kita. Cowok itu..."

"Kamu baru mimpi, ya?"

Tanpa alasan jelas, pandanganku langsung mengarah ke tulisan hitam di dinding belakang. "Tulisan itu..."

"Tulisan itu kenapa?" Mita ikut menoleh. "Itu kamu yang membuatnya, kan?"

"Eh?"

"Bukan 'eh'. Meski ini bangunan kosong, mencoret-coret sembarangan itu tidak baik, tahu. Sudah kubilang." Mita menghampiri tulisan itu. "Kalau begini tidak bisa dibersihkan kecuali kalau digaruk, atau dicat ulang. Tetapi bangunan ini mau dirobohkan, jadi bukan masalah lagi."

Aku bergegas mendekati tulisan itu. Tulisan hitam "friendzone", bukan dibuat dengan lakban hitam melainkan dengan tinta. "Tidak mungkin..." Aku meraba-raba tulisan itu.

"Apanya yang tidak mungkin?"

"Kapan? Kapan aku menulis ini?"

"Dua minggu yang lalu, kan? Kamu lupa?" ujar Mita heran. "Kamu ditolak cowok, lalu kesal, lalu mampir ke sini dan membuat tulisan itu. Meski biasanya baik, ternyata kamu bisa bandel juga. Kamu menulis itu sambil tertawa-tawa. Aku hampir mengira kamu gila."

Tempat pertemanan. Kita hanya teman. Jangan lupa hapus tulisan itu.

"Nah, mau makan sekarang? Hmm, siapa itu?" Mita berpaling ke pintu.

Sosok anak lelaki di pintu itu sama sekali tidak asing. Anak lelaki jangkung dengan rambut rapi dan sedikit ikal. "Kalian siapa?" tanya anak lelaki itu.

"Kamu sendiri siapa?" balas Mita.

"Aku alumni TK ini."

"Kamu juga."

Anak lelaki itu menajamkan mata melihat kami. "

Anak lelaki itu menajamkan mata melihat kami. "Aah, kalian Mita dan Tika, bukan? Lama tidak bertemu," ujarnya ramah. "Aku Arka. Kalian ingat? Wah, kalian sudah banyak berubah. Aku sendiri heran kenapa aku masih ingat."

Arka?

"Omong-omong, kenapa kalian di sini?" tanya Arka.

"Hmm, tidak ada apa-apa. Kebetulan ingin main. Lalu karena lapar, kami beli makanan," jawab Mita. Aku langsung menoleh ke Mita. Bukankah kami datang karena... Lalu aku melirik isi plastik yang dibawa Mita. Bukan makanan ringan, melainkan nasi bungkus dan dua botol air mineral. "Kalau kamu?" Mita balik bertanya.

"Dua hari yang lalu Bu Yani meninggal," kata Arka. "Karena itu tiba-tiba saja aku ingin kemari. Kalian tahu Bu Yani? Guru kita dulu."

"Bu Yani... siapa? Aku tidak ingat, ujar Mita. "Kamu ingat, Tika?"

Sungguh aku tidak mampu berucap, hanya bisa menggeleng.


PENULIS :

Hita Yugram suka menulis fiksi sejak lama sekali. Lulus dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Punya bnayak waktu luang. Kalau tidak punya waktu luang, ia akan berusaha membuatnya. Untuk membaca karya-karyanya yang lain, seilakn lihat di Wattpad.

Percaya Diri Dengan Sempurna, Meningkatkan Kesuksesan

Percaya Diri Dengan Sempurna, Meningkatkan Kesuksesan

INIKECE - Suatu kepercayaan diri sangatlah penting bagi setiap orang, dengan adanya hal ini dalam diri, kita akan lebih mudah untuk membentuk relasi dengan orang lain, menunjukkan bahwa diri kita eksis dan masih banyak manfaat lainnya.

Meningkatkan sebuah kesuksesan, tentunya percaya diri memang perlu dilakukan oleh setiap individu. Ini akan melawan sifat takut dan malu yang sebenarnya, tidak ada dasarnya. Rasa kepercayaan diri yang dimiliki biasanya sangat erat kaitannya dengan skill seseorang. 

Cara meningkatkan kesuksesan dari kepercayaan diri dan apa saja manfaatnya dalam kehidupan ini,

1. Mulai Kenali Diri Dan Bakat


Hal pertama kali yang perlu dilakukan untuk meningkatkan percaya diri adalah mengidentifikasi siapa dirimu dan apa bakat yang kami miliki. Tidak mungkin ada satu orang yang tidak memiliki bakat.

Masing-masing individu pasti memiliki bakat, namun belum mengetahuinya. Kadang mereka baru tahu saat mendapatkan penilaian dari orang lain, yang mengenal dirimu adalah kamu sendiri, maka dari itu, ambilah waktu untuk me time dan cari tahu dua hal tadi. Mungkin ada bakat terpendam yang nggak kamu sadari. Bisa saja kamu sudah sering melakukannya namun belum sadar bahwa itu termasuk bakatmu.

2. Tingkatkan Bakat


Jika sudah menemukan bakat tapi bingung mengidentifikasikan, coba telusuri dari hobi kamu. Lakukan sesering mungkin dan rutin. Ambil waktu untuk bertemu dengan orang yang memiliki kesamaan hobi denganmu.

Perbanyaklah untuk diskusi, maka kamu akan mendapatkan banyak ilmu. Selama proses pengembangan bakat, kamu akan menemui beberapa kesulitan. Ingat, semua butuh proses dan tidak ada yang instan. Semakin banyak yang kamu dapatkan termasuk ilmu dan kendalanya, maka kamu akan semakin percaya diri dalam melakukan hobi kamu tersebut.


3. Selalu Perhatikan Penampilan


Walau masih ada beberapa orang yang belum concern dengan hal satu ini, kamu tidak perlu menjadi salah satunya. Untuk meningkatkan rasa percaya diri, kamu perlu memperhatikan dari segi penampilanmu juga.

Tidak perlu mewah, yang terpenting adalah berpakaian dengan sopan, tidak salah kostum dan nyaman saat memakainya. Kamu bisa digunakan setelan yang rapi dengan warna netral dan merias diri tanpa berlebihan. Dengan memberi perhatian bagaimana cara berpakaian, orang dapat melihat perbedaan kamu dan bisa jadi mengundang perhatian orang lain.

4. Melakukan Penilian Diri Sendiri


Terkadang banyak orang yang belum mampu memberikan penilainnya terhadap diri sendiri. Dengan memberikan penilaian diri, kamu dapat mengetahui apa sih kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirimu.

Kamu bisa mengetahui alasan melakukan hal ini dan itu dan cara menyikapi banyak hal. Coba untuk membuat pencapaian kecil dan tulis apa saja yang sudah berhasil kamu raih. Itu akan menjadi tolak ukur dirimu untuk berubah menjadi lebih positif lagi.

5. Tidak Perlu Bandingkan Dengan Orang Lain


Membandingkan diri dengan orang lain membuatmu memberikan penilaian bagus untuk mereka. Kamu jadi lupa untuk memberi penilaian positif untuk diri sendiri. Jika ingin membanding, tidak perlu membandingkan dengan orang lain.

Bandingkanlah dirimu yang saat ini dengan dirimu yang lalu. Apakah ada perubahan positif atau sebaliknya? Jika sudah melakukan perubahan yang positif, pertahankan dan tingkatkan lagi. Jika sebaliknya, jangan menyerah dan putus asa. Pikirkan masa depanmu, carilah motivasi untuk memperbaiki diri.

6. Dekati Tuhan Dan Perbanyak Bersyukur


Apapun yang kamu lakukan untuk hal kebaikan, jangan pernah melupakan Tuhan. Apapun yang kamu miliki sekarang, bersyukurlah. Jangan membandingkan dengan apa yang dimiliki orang lain.

Hal ini akan membuatmu menjadi merasa kurang dan tidak bersyukur. Kamu masih bisa bangun di pagi hari, bersyukur, kamu masih bisa melihat matahari terbit dari timur, bersyukur, kamu bisa melakukan banyak kebaikan hari ini, bersyukurlah.


7. Praktik!


Teori saja nggak cukup, kamu baca beribu-ribu buku, menonton video motivasi untuk pengembangan kepercayaan diri dan meminta nasihat dari orang-orang terdekat percuma saja kalau tidak dipraktikkan. Kamu tunggu apa lagi? Praktikkan ilmu baru yang kamu dapat mulai dari sekarang.

Dengan kepercayaan diri yang dimiliki, kamu bisa lebih yakin untuk bergaul dengan orang lain. Selain itu, kamu bakal jadi lebih yakin dengan kemampuan karena dirimu sudah memiliki bekal. Pertahankan dan terus belajar sebanyak-banyaknya.

Sadis Dan Horror, Film-Film Ini Dilarang Ditayangkan

Sadis Dan Horror, Film-Film Ini Dilarang Ditayangkan

INIKECE - Film horror adalah film yang paling populer di banyak kalangan, Tak luput untuk menonton film horror, banyak sekali orang akan mengajak pasangan masing-masing untuk menonton bareng genre film yang horror tersebut.

Film horror memang menantang untuk ditonton karena banyak adegan-adegan yang mengejutkan. Akan tetapi, ada juga film horror yang adegannya kelewat sadis dan menjijikan.

Oleh karena itu film-film tersebut dilarang tayang di banyak negara!

1. Film Horror - A Serbian Film


Film ini bercerita tentang seorang bintang porno yang sedang kesulitan keuangan. Lantas ia mendapat tawaran untuk bermain di sebuah film seni. Ternyata, film tersebut penuh dengan tema pedofilia dan nekrofilik.

Film ini mendapatkan kritikan keras karena menampilkan unsur pornografi, pemerkosaan, hingga pelecehan seksual anak. Bahkan pihak kepolisian Serbia sampai melakukan investigasi mendalam terkait kejahatan moral seksual. Film ini telah dilarang di banyak negara.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 5.1 (51,706) Durasi 1 jam 44 menit Tanggal Rilis 21 Januari 2012 Sutradara Srdjan Spasojevic Pemain Srdjan 'Zika' Todorovic Sergej Trifunovic, Jelena Gvrilovic.

2. Film Horror - Saw 3D: The Final Chapter


Saw VII merupakan film horror yang menampilkan banyak adegan sadis tanpa sensor. Film ini berfokus pada seorang pria yang mengaku menjadi survivor Jigsaw, padahal bukan. Akibatnya, ia benar-benar masuk ke dalam permainan Jigsaw dan menyelamatkan istrinya.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 5.6 (83.820) Durasi 1 jam 30 menit, Tanggal Rilis 29 Oktober 2010, Sutradara Kevin Greutert, Pemain Tobin Bell, Costas Madylor, Betsy Russell.

3. Film Horror - Hostel


Hostel yang dirilis pada tahun 2006 dan merupakan film pertama dari seri trilogi Hostel. Film ini bercerita tentang dua orang mahasiswa yang keliling Eropa untuk menemukan bahwa mereka dimangsa oleh sekelompok misterius yang menyiksa dan membunuh para backpacker.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 5.9 (159.365) Durasi 1 jam 34 menit, Tanggal Rilis 24 Maret 2006, Sutradara Eli Roth, Pemain Jay Hernandez, Derek Richardson, Eythor Dugjonsson.


4. Film Horror - Possession


Dirilis tahun 1981. Film drama horror ini bercerita tentang hubungan antara seorang mata-mata dengan istrinya. Istrinya menggugat cerai suaminya dan sejak itu perilakukanya semakin aneh dan menakutkan.

Pemeran utama wanita di film ini, Isabbele Adjani, meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik di Cannes Film Festival.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 7.4 (20.489) Durasi 2 jam 4 menit, Tanggal Rilis 27 Mei 1981, Sutradara Andrzej Zulawski, Pemain Isabelle Adjani, Sam Neill, Margit Carstensen.

5. Film Horror - Land of The Dead


Film Horror yang bertemakan post-apocalyptic dan dirilis pada tahun 2005. Film ini bercerita tentang serangan zombie di Pennsylvania.

Para orang yang selamat telah melarikan diri ke sebuah daerah yang dilindungi oleh dua sungai dan barikade listrik yang disebut sebagai The Throat.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 6.2 (87.372) Durasi 1 jam 33 menit, Tanggal Rilis 23 September 2005, Sutradara George A. Romero, Pemain John Leguizamo, Asia Argento, Simon Baker.

6. Film Horror, Grotesque


Film yang satu ini buatan Jepang. Meskipun buata Asia, nyatanya film ini enggak kalah sadis. Saking sadisnya, INIKECE enggak mau menceritakan tentang plot ceritanya disini. Bahkan, film ini tidak lolos sertifikasi yang membuatnya menjadi unrated version.

Film ini memiliki naskah skenario yang sangat minim dan cenderung hanya menjual sisi kebrutalan dan sadismenya.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 4.7 (5.375) Durasi 1 jam 13 menit, Tanggal Rilis 17 Januari 2009, Sutradara K Ji Shiraishi, Pemain Kotoha Hiroyama, Hiroaki Kawatsure, Shigeo Sako.

7. Film Horror - Father's Day


Film komedi horror yang rilis pada tahun 2011. Meskipun ada unsur komedinya, film ini tetap menyajikan unsur sadisme yang lumayan.

Film ini sendiri bercerita tentang seorang pria yang bertekad untuk membalas dendam kepada seorang pembunuh berantai yang membunuh ayahnya bertahun-tahun lalu.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 6.0 (2.500) Durasi 1 jam 39 menit, Tanggal Rilis 11 Januari 2014, Sutradara Adam Brooks, Pemain Jeremy Gillespie, Pemain Adam Brooks, Matthew Kennedy, Conor Sweeney.

8. Film Horror - Slender Man


Dirilis pada tahun 2018 kemarin, film Slender Man menceritakan tentang sesosok makhluk fisik bernama sama yang memiliki muka rata.

Sayangnya, film horror ini mendapatkan respon yang buruk dari penggemarnya. Bahkan, pemeran utamanya mendapat nominasi sebagai Aktris Pembantu Terburuk.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 3.2 (20.329) Durasi 1 jam 33 menit, Tanggal Rilis 24 Agustus 2018, Sutradara Sylvain White, Pemain Joey King, Julia Goldani Telles, Jaz Sinclair.

9. Film Horror - The Bunny Game


Film horror low-budget yang berlatar belakang di sebuah gurun. Hanya beberapa bioskop yang menampilkan film ini. 

Film ini bercerita tentang seorang pekerja seks yang diculik oleh seorang sopir truk dan mengalami penyiksaan ekstrem yang dibalut sebagai sebuah permainan.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 3.5 (1.909) Durasi 1 jam 16 menit, Tanggal Rilis 19 Oktober 2011, Sutradara Adam Rehmeier, Pemain Rodleen Getsic, Jeff F.Renfro, Drettie Page.


10. Film Horror - The Human Centipede (First Sequence)


The Human Centipede, disutradari oleh Tom Six. Film ini merupakan seri pertama dari trilogi film ini. Bercerita tentang ahli bedah Jerman yang menculik tiga orang turis dan menggabungkan mereka hingga akhirnya menyerupai kelabang.

Jangan tanya bagaimana cara ahli bedah tersebut menggabungkan manusia, Kamu pasti akan muntah jika mengetahuinya.

Detail Keterangan Ulasan (Jumlah Pengulas) 4.4 (68.031) Durasi 1 jam 32 menit, Tanggal Rilis 27 Maret 2012 Sutradara Tom Six, Pemain Dieter Lase, Ashley C. Williams, Ashlynn Yennie.

Mengejutkan! Bertemu Di Lepas Pantai Inggris, Ubur-Ubur Sebesar Orang Dewasa

Mengejutkan! Bertemu Di Lepas Pantai Inggris, Ubur-Ubur Sebesar Orang Dewasa

INIKECE - Lizzie Daly sedang menyelam di lepas pantai Cornwall, Inggris, ketika dia melihat sesuatu yang besar dari kejauhan. Apa yang dilihatnya merupakan ubur-ubur, tapi ukurannya sangat menakjubkan.

Dalu, seorang ahli biologi dan penyiar, berenang ke arah ubur-ubur dan juru kamera Dan Abbott pun menangkap pertemuan tersebut.

"Kami tidak menduga hal ini. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan," kata Daly.

Abbott dan Daly sedang menyelam sebagai bagian dari Wild Ocean Week, sebuah kampanye penggalangan dana untuk Lembaga Konservasi Laut Inggris. Kampanye tersebut dimaksudkan untuk mendokumentasikan berbagai spesies laut di sana.

"Reaksi pertama saya tentu saja sangat terkejut karena tidak pernah melihat ubur-ubur sebesar itu," cerita Abbott.

Setelahnya, ia fokus untuk tidak menghalangi jalan dan mencoba merekam video "hewan yang indah, agung, bergerak lambat, anggun" tersebut.

Menurut Cheryl Ames, peneliti di Smithsonian National Museum of National History, ubur-ubur barel awalnya memiliki tubuh kecil, panjangnya hanya beberapa milimeter, sebelum mereka tumbuh menjadi makhluk besar yang terlihat seperti dalam video.

"Sangat menakjubkan melihat mereka bisa tumbuh sebesar itu," ujat Ames.

Sel-sel menyengat dari ubur-ubur ini tidak terlalu berbahaya dibanding jenis lain yang memiliki tentakel panjang. Meski begitu, Ames menyarankan, agar tetap berhati-hati dan tidak menyentuh mereka.

Daly sendiri mengaku tidak takut saat berenang di sebelah ubur-ubur raksasa tersebut. Ia berharap videonya dapat menginspirasi orang lain agar lebih semangat menyelami keindahan laut.

Apakah Kalian Tahu, Keberadaan Gunung Berapi Terbesar Di Dunia?

Apakah Kalian Tahu, Keberadaan Gunung Berapi Terbesar Di Dunia?

INIKECE - Ilmu pengetahuan selalu berubah-ubah, teman-teman. Ini karena ilmuwan selalu melakukan penelitian. Misalnya, pada tahun 2013, ilmuwan mengungkapkan kalau gunung berapi purba Tamu Massif yang terletak didasar laut Jepang adalah gunung berapi terbesar di dunia.

Ini karena gunung berapi perisai itu terbentang lebih dari 250.000 kilometer persegi. Sebelumnya, gunung berapi Mauna Loa yang membentang sebesar 5.179 kilometer persegi merupakan gunung yang disebut gunung berapi 1 terbesar di dunia.

Namun gelar gunung berapi terbesar itu kemudian dimiliki oleh Gunung Tamu Massif. 

Namun, baru-baru ini ada penelitian yang mengkaji ulang Gunung Tamu Massif. Peneliti mengungkapkan bahwa Gunung Tamu Massif bukanlah gunung berapi terbesar di dunia.

* Peneliti Mengungkap Gunung Tamu Massif Bukan Gunung Berapi

Ahli geofisika kelautan William Sager adalah peneliti yang memimpin penelitian Gunung Tamu Massif. Beliau menjadi salah satu terbesar, sekaligus baru saja mengungkapkan lewat penelitian terbaru bahwa gunung itu bukanlah gunung berapi perisai.

Menurut ahli geologi dasar laut dari NOAA Bill Chadwick, ini baik karena ilmu sains memang bisa berubah, bahkan meski bukti pengetahuan yang ditemukan berbeda dari sebelumnya.

Tim peneliti mengatakan kalau setelah diteliti kemungkinan Gunung Tamu Massif bukanlah sebuah gunung berapi purba namun tumpukan kerak samudra.

* Penelitian Gunung Tamu Massif.

William Sager sudah mempelajari Gunung Tamu Massif selama 25 tahun. Tamu Massif ini berada di dalam Samudra Pasifik di dataran tinggi samudra Shatsky Rise.

Menurut teori peneliti, lantai vulkanik yang tinggi ini adalah hasil dari curahan lava yang besar dan berkepanjangan.

Namun, untuk ukuran sebuah kumpulan kerak samudra, Tamu Massif ini empat kali lebih tebal dibandingkan rata-rata tebal kumpulan kerak samudra lainnya yang ada di dunia.

Untuk menjelaskan penemuan ini, peneliti harus kembali mempelajari Tamu Massif.

* Gunung Berapi Terbesar Di Dunia

Ada perdebatan antara ahli geologi kelautan tentang penemuan baru Tamu Massif ini, 

Menurut ahli dari Smithsonian Instituion's Global Volcanism Program mengatakan kalau lebih mudah bagi peneliti untuk mempelajari gunung berapi di planet lain dibandingkan di bawah laut di Bumi.

Status Gunung Tamu Massif sebagai gunung berapi terbesar pun menjadi hipotesis atau dugaan sementara. Setikdanya sampai ilmuwan kembali menemukan temuan baru tentang lantai vulkanik itu.

Nah, jika Tamu Massif bukanlah berupa gunung berapai perisai, maka gelar gunung berapi terbesar kembali dimiliki oleh Gunung Mauna Loa yang terletak di Hawaii.


Terlihat!!! Bikini Wanita Ini Tembus Pandang Saat Renang

Terlihat!!! Bikini Wanita Ini Tembus Pandang Saat Renang

INIKECE - Terjadi hal mengejutkan bagi seorang wanita ini, ia memakai bikini untuk olahraga renangnya akan, tetapi wanita asal London ini kaget setelah melakukan renang terlihat jelas bahwa bikini yang ia pakai selama renang ternyata tembus pandang.

Emily Charlton-Smith, ini bermula saat dirinya memutuskan untuk membeli bikini seharga 17 pound sterling dari sebuah toko online, PrettyLittle Thing.

Kemudian wanita 25 tahun tersebut memutuskan untuk memakainya saat dirinya berenang di sebuah kolam renang ketika dirinya sedang berlibur di Spanyol. 

Namun sayangnya, momen liburan tersebut menjadi salah satu momen yang memalukan bagi Emili. Sebab, setelah ia berenang beberapa saat di dalam kolam renang, tersadar bahwa bikininya berubah menjadi bikini tembus pandang.



Karena hal tersebut, Emily pun malu setengah mati. Tak diam begitu saja, ia memutuskan untuk melayangkan protes kepada toko online tersebut melalui Instagram.


Bukan mendapatkan tanggapan yang menyenangkan, Emily justru dibalas dengan pesan yang tidak menyenangkan bahkan cenderung membuat tidak nyaman.


Tangkapan layar yang diunggahnya menunjukkan seorang admin toko online tersebut bernama Nowman. Ia meminta Emily untuk mengirimkan video bukti kejadian tersebut. 

"Bisakah anda mengirimkan video itu kepada kami sehingga kami dapat melihat seberapa tipisnya itu?" tanggapan dari admin bernama Nowman.

"Seperti dalam video itu yang akan tembus pandang ketika saya memakainya?" jawab Emily.

Setelah satu jam kemudian, Nowman menghilang dari percakapan dan admin toko online lainnya muncul dan mengeluarkan permintaan maaf.

"Saya sangat menyesal yang disarankan salah. Dapatkan anda mengirimkan foto tangan anda dibawah bikini untuk menunjukkan betapa tembusnya itu," ungkap admin kedua.

Akhirnya Emily pun mengirimkan sebuah foto bikini yang menunjukkan bukti bahwa tembus pandang setelah terkena air.

"Dari materi itu dapat diperkirakan akan terjadi, sebagian besar bikini kami sarankan untuk dikenakan ketika berpose di tepi kolam saja," jawaban admin tersebut.

Tidak mendapatkan jawaban yang melegakan hati, akhirnya Emily mengunggah percakapan tersebut ke Instagramnya untuk mendapatkan tanggapan dari para followersnya.

"Saya tidak yakin apa yang lebih buruk dari @PrettyLittle Thing's Nowman yang meminta saya untuk video dengan bikini tembus pandang saya atau tim layanan pelanggan memberi tahu saya bahwa bikini tersebut hanya untuk berpose di tepi kolam renang," tulis Emily.

"Bagian terbaik dan paling memalukan adalah bahwa mereka mengatakan bikini adalah untuk berpose di tepi kolam renang," lanjutnya.

"Saya mempostingnya di story Instagram saya dan telah membuat begitu banyak orang mengeskpresikan rasa frustrasi mereka kepada saya dan beberapa memiliki pengalaman serupa," tutup Emily.