Aldi Novel Adilang, Pria Yang Terdampar Di Samudra Pasifik Selama 49 Hari.

Terdampar Di Samudra Pasifik Selama 49 Hari, Aldi Novel Adilang Di Temanin Alkitab

INIKECE - Saat terdamparnya perahu rakitnya, Aldi Novel Adilang (remaja asal Manado, Sulawesi), berpikiran ingin melakukan bunuh diri, karena perahunya tak kunjung mencapai daratan setelah terombang-ambing oleh laut sampai ke Pasifik semalam puluhan hari lamanya.

Perahu rakitnya yang biasa berlabuh di rompong atau penangkaran ikan di tengah laut sekitar 125 kilometer dari pesisir utara Manado. Dan hanyut pada 14 Juli lalu, lantaran angin kencang dan cuaca buruk.

Aldi bercerita bahwa ia hanya memiliki perbekalan seadanya yang tersimpan di perahu. Dan Aldi memiliki kegundahannya yang dimana ia rasa sampai kapan ia akan terus berada di lautan, bahkan dia sempat khawatir tidak akan bisa menginjakan kaki lagi di daratan dan bertemu dengan orang tuanya.

"Selama saya terdampar, saya teringat akan Tuhan dan orang tua. Saya terus berdoa meminta diselamatkan agar bisa ketemu lagi dengan bapak dan ibu di rumah," ujar Aldi saat ditemui CNNIndonesia.com di Gedung Trans TV, Jakarta, Jumat (28/9).

"Sempat berpikiran ingin putus asa, tapi saya mencoba dengan membaca terus buku Alkitab yang saya bawa dari rumah dan menyanyikan lagu rohani. Yang membuat saya pada akhirnya bisa mengurungkan pikiran buruk dari diri saya hingga tidak ada keinginan untuk putus asa." ujarnya

Untuk pertama kali Aldi di jumpai di studio, wajah Aldi tampak sumringah dan sedikit malu tak tampak di wajahnya seperti mengalami peristiwa buruk yang berperluang besar merenggut nyawanya. Aldi bahkan tampak lugas dan sesekali bercanda.

Dalam kesempatan itu, dia juga bercerita ini bukan pertama kali, tali perahunya putus dari rampongan dan membuatnya terdampar di lautan.

Remaja 18 tahun tersebut mengatakan dia dan perahu kayunya sudah pernah dua kali hanyut selama bekerja menjaga penangkaran ikan bosnya di tengah laut.
Namun ia tak menyangka, kali ini dia bisa terombang-ambig arus selama 49 hari hingga membawanya ke perairan Guam di Pasifik.

"Saya sudah pernah terdampar di lautan dengan rakit saya dua kali. Tapi yang pertama dan kedua itu tidak lama, seminggu saja dan langsung ditemukan oleh kapal-kapal ikan lainnya,"ujar Aldi.

Untuk bertahan hidup, Aldi mengandalkan perbekalan seadanya selama kurang lebih seminggu pertama dia terdampar. Namun, pasokan beras, lauk-pauk, bumbu dapur, hingga air bersih semakin menipis.

Aldi mengatakan bahkan ia terpaksa memancing ikan, membakar kayu dari perahu, hingga meminum air laut untuk tetap hidup.

Aldi mengatakan juga bahwa ada sedikitnya 10 kapal yang melewati perahunya dari kejauhan. Dan Aldi sempat mencoba mengirimkan pesan permintaan pertolongan kepada mereka melalui handie talkie (HT).
Namun, kapal-kapal itu tak menanggapinya. Aldi bahkan mengatakan ada kapal yang telah menerima pesannya dan memberi tanda untuk menolongnya, tapi tak kujung datang kapalnya.

Pada 31 Agustus, kapal Kargo MV Arpeggio yang hendak menuju Jepang tak sengaja mendapat pesan HT dari Aldi dan tak lama mendekati rakitnya.

Kapal tersebut kemudian membawa Aldi sampai ke Pelabuhan Tokuyama, Yamaguchi, pada 6 September.

"Saat dibawa ke atas kapal, tubuh saya sudah lemas. Kru-kru kapal sangat baik, mereka benar-benar menolong saya hingga mecucikan baju saya. Selama menuju pelabuhan, saya bahkan diminta istirahat saja, jadi kerjaan saya cuma makan dan tidur," tutur Aldi.

Akibat kejadian inilah, Aldi mengaku bila berat badanya turun hingga 20 kilogram. Ketika sampai di daratan, hal pertama yang ia pikirkan adalah bertemu keluarga di kampung dan memakan masakan ibu.

Tiba di Jepang, Aldi langsung didampingi oleh konsulat Jenderal RI di Osaka. Dua hari di Jepang, Aldi dipulangkan KJRI ke Indonesia pada 8 September menggunakan pesawat menuju Manado.

Setekah peristiwa ini, nama Aldi dan kampungnya menjadi perhatian dunia. Sejak tiba di rumah, anak bungsu dari empat bersaudara itu mengaku banyak yang mendatangi rumahnya dan mewawancarainya, mulai dari media lokal hingga media asing.

Aldi juga mengatakan untuk sementara waktu dia tidak akan lagi pergi melaut. Selain karena larangan dari orang tua, Aldi mengaku ingin bekerja di tempat lain.

"Jika saya sudah dapat mengumpulkan uang, saya ingin melanjutkan sekolah lagi," ujar remaja yang akan berulang tahun ke-19 pekan depan itu.

Sumber : CNNINDONESIA
Reactions:

0 comments:

Post a Comment