Keuangan Buruk Milenial Yang Harus Dihindari Sejak Dini

Keuangan Buruk Milenial Yang Harus Dihindari Sejak Dini

INIKECE - Keuangan sering memburuk karna kebiasaan yang tanpa sadar dapat menuntun seseorang pada kehidupan yang terbatas?

Yang kita tau, dalam kehidupan ini dibutuhnya uang, tapi walau uang bukan segalanya, kita tetap harus mengatur keuangan kita dengan baik. Tapi di zaman sekarang ini, segalanya butuh uang yang cukup besar, artinya jika seseorang lemah dalam hal mengatur keuangan pribadinya, maka bisa dipastkan ia akan cenderung menjalani hidup dalam keterbatasan finansial yang membelenggu. 

Terjadinya hutang dimana-mana, aset banyak yang digadaikan, bahkan hingga harus nyambi sejumlah pekerjaan lain hanya demi memenuhi gaya hidup yang mentereng dan kesehatan  pribadi pun menjadi korbannya.

Lantas, bagaimana cara supaya kita bisa mengatur keuangan kita? agar tidak lebih memburuk lagi?
Tapi sebelumnya haruslah memiliki komitmen, dimana kita ingin kehidupan yang lebih baik lagi, dan keuangan tetap aman dan stabil.

Contoh beberapa hal kebiasaan orang milineal yang kadang tidak disadarinya :

1. Tanpa Disadari, Megeluarkan Uang Lebih Banyak Daripada Penghasilan


Seseorang lebih cenderung lebih mementingkan belanja dari pada memikirkan hal lain, seperti ingin belanja sebanyak mungkin, tapi tidak memikirkan ke hari besoknya, apakah uang tersebut cukup atau tidak.

Kebiasaan anak milineal zaman sekarang, yang kerap kali ditemukan lebih sering nonkrong di cafe atau restoran, hingga jalan-jalan kesejumlah spot hanya untuk berfoto-foto. Walau sebenarnya gaji yang diperoleh itu mungkin tidak seberapa.

Kebiasaan keuangan yang buruk seperti ini sangatlah berbahaya jika terus ditumbuhkan. Pasalnya kita tidak tahu bagaimana kondisi masa depan yang nantinya kita hadapi.

2. Lebih Memilih Memuaskan Hati Dengan Cara Belanja Barang-barang Yang Tidak Terlalu Penting


Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ternyata aktivitas belanja juga dapat memicu otak untuk melepaskan endorphon. 

BACA JUGA :

 > Budget Minim Di Bawah 2 juta, Dapat Memperindah Rumah Dengan 4 Ide!!


Efek bahagia yang ditimbulkan oleh endorfin ketika seseorang sedang berbelanja akan memberikan sinyal pada otak untuk menghubungkan perasaan bahagia dengan aktivitas belanja. Semakin sering sinyal yang diterima otak, maka akan semakin kuat pula jaringan saraf yang terbentuk dan menciptakan kecanduan. 

Untuk itu, sebisa mungkin hindarilah aktivitas belanja. Tanamkan dalam pikiran bahwa kamu akan belanja ketika kamu benar-benar merasa butuh akan suatu barang.

3. Tanpa Disadari Menggunakan Kartu Kredit Dengan Leluasa


Ketika memiliki kartu kredit, seseorang akan cenderung menganggap isi dari kartu plastik tersebut sebagai bagian dari uang pribadinya yang bebas ia belanjakan. 
Sehingga dapat mendorong tingkat konsumsi yang berlebihan, bahkan untuk produk / jasa yang tidak dibutuhkan. 

Padahal, kita tahu bahwa menggunakan kartu kredit itu sama seperti kita tengah berhutang. Berhutangnya pada bank yang menerapkan bunga. Untuk anak milenial, kamu harus menyadari bahwa ini ladah kebiasaan keuangan yang buruk, dan mesti segera dihentikan.

4. Tidak Terlalu Memikirkan Tagihan Yang Harus Dibayar


Menerima gaji bulanan, sebagian orang akan cenderung untuk menggunakannya pada hal-hal yang bersifat konsumtif dan foya-foya seperti kegiatan nongkrong di cafe, liburan, dan sebagainya. Kemudian setelah itu bersikap menghindar dari beberapa email dan telpon yang masuk untuk mengingatkan tentang sejumlah tagihan yang harus dibayar.

Hingga terpaksa harus menunda pembayarannya akibat uang sisa yang tersedia tinggal sedikit. Perilaku ini tentu merupakan sakah satu kebiasaan keungan yang buruk.

5. Tdak Memiliki Rencana Anggaran


Satu kebiasaan keuangan yang buruk dan dimiliki oleh hampir setiap orang adalah tidak adanya rencana anggaran. 
Padahal peran dari rencana sendiri sangatlah penting untuk hal apa saja. Termasuk dalam hal pengelolaan keuangan pribadi. Dengan adanya rencana anggaran, seseorang akan jadi jauh lebih sadar dengan setiap aktivitas yang terjadi dalam kehidupan finansialnya.

Anggaran untuk keperluan konsumsi, pembayaran tagihan atau hutang, liburan, investasi, dan lain-lain semuanya sudah diketahui. Sehingga resiko terjadinya pengeluaran biaya-biaya tidak perlu jadi terminimalisir.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment