Pengunjung Klub Malam Jerman, Tempat Bisa Berhubungan Intim Di Lantai Dansa Diserang Bakteri Mematikan

Pengunjung Klub Malam Jerman, Tempat Bisa Berhubungan Intim Di Lantai Dansa Diserang Bakteri Mematikan

INIKECE - Otoritas kota Berlin, Jerman. Mendesak para pelanggan klub malam terkenal di kota itu untuk segera berkunjung ke dokter.

Mereka disarankan untuk periksa bakteri meningitis yang bisa jadi bersarang di tubuh. Anjuran ini dikeluarkan setelah salah seorang pengunjung klub malam yang bernama The KitKatclub itu di diagnosis mengidap bakteri mematikan itu.

The KitKatclub dikenal sebagai salah satu klub malam dengan perta seksnya yang menarik pengunjung dari belahan dunia manapun.

Otoritas kota tersebut mengeluarkan peringatan itu pada pekan ini. Seperti yang diketahui, bakteri meningitis dapat menyebar melalui air liur dan kontak tubuh yang sangat dekat.
Gejala umum penyakit ini adalah rasa sakit pada kepala yang amat kuat, demam tinggi, leher kaku, pusing, dan tubuh lemah.


Yang mengerikan, penyakit ini dapat mengancam jiwa siapa pun hanya dalam hitungan jam.
Dalam sebuah pernyataan, pihak klub malam mengatakan bahwa "Sementara infeksi di sini sangat tidak mungkin (tapi), siapa pun yang menderita, harus segera menemui dokter."

Pihak klub menegaskan bahwa tak satu pun karyawannya yang menunjukkan gejala-gejala seperti disebutkan di atas.

Meski begitu, mereka semua sudah diberi antibiotik sebagai bagaian dari tindakan percegahan. Lepas dari itu, dewan kota mengatakan bahwa klub malam itu tidak akan ditutup.


Secara garis besar, meningitis adalah peradangan pada cairan dan selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ini  biasasnya disebabkan oleh tiga jenis infeksi, yaitu bakteri, virus, serta jamur dan lingkungan.

Menurut Comomeningitis.org, ada tujuh fakta terkait meningitis yang kerap tidak diketahui banyak orang.

BACA JUGA : 


1. Meningitis membunuh atau melumpuhkan sekitar 1.2 juta orang di seluruh dunia setipa tahun.
2. Meningitis bakteri, yang merupakan bentuk yang paling parah dan umum meningitis, menyebabkan sekitar 120.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun.
3. Bahkan dengan diagnosis dini dan pengobatan, sekitar 10% dari pasien akan meninggal dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah timbulnya gejala.
Bahkan, sampai 20% atau lebih akan mengalami kerusakan permanen dan cacat.
4. Bayi dan anak-anak berusia di bawah lima tahun dan remaja antara 15 dan 19 tahun paling berisiko terserang meningitis.
Tapi siapa pun di dunia bisa mendapatkan meningitis setiap saat.
5. Di negara-negara berkembang karena kemiskinan, kepadatan penduduk dan kurangnya akses terhadap vaksin menjadi penyebab munculnya meningitis.
6. Penderita meningitis yang mampu bertahan hidup biasanya terkena efek jangka panjang.
Misalnya tuli, kerusakan otak, kesulitan belajar, kejang, atau kesulitan melakukan kegiatan fisik.
Efek-efek ini pada akhirnya “menghancurkan” hidup mereka.
7. Banyak orang tidak mengetahui tanda-tanda meningitis serta fakta bahwa meningitis sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin.


SUMBER : INTISARI
Reactions:

0 comments:

Post a Comment