Pertama Kali di Dunia, Virus pada Tikus Kini Jangkiti Manusia

Pertama Kali di Dunia, Virus pada Tikus Kini Jangkiti Manusia

INIKECESeorang pria berusia 56 tahun yang merupakan warga Hong Kong didiagnosa terjangkit virus Hepatitis E. Dan paramedis terperangah saat tahu sumber virus itu, yakni tikus!

Dikutip dari South China Morning Post, para peneliti dari University of Hong Kong mengatakan ini adalah pertama kalinya di dunia ada kasus di mana virus yang biasanya terdapat di badan tikus itu menjangkit manusia.

1. Peneliti menyebut ini penemuan yang signifikan dan berdampak kepada kesehatan publik


Menyusul temuan tersebut, University of Hong Kong mengeluarkan pernyataan pada Jumat (28/9) bahwa sebelumnya tak ada bukti virus itu bisa menular ke manusia. Para peneliti pun memperingatkan bahwa ini "berdampak signifikan terhadap kesehatan publik".

Mereka menambahkan, "Studi ini membuktikan untuk pertama kalinya di dunia bahwa HEV tikus dapat menginfeksi manusia." Padahal, tipe virus HEV itu jauh sekali dari varian virus Hepatitis E yang juga menjangkit orang biasa.

2. Penderita kemungkinan mendapatkan virus itu dari makanan yang terinfeksi kotoran tikus


Identitas pria itu pun disembunyikan oleh otoritas Hong Kong. Hanya saja, berdasarkan informasi yang beredar, ia dikatakan tinggal di sebuah kompleks rumah susun. Di sana ditemukan tanda-tanda kotoran tikus di depan rumahnya.

Menurut peneliti, pria tersebut kemungkinan besar mengonsumsi makanan yang terkena kotoran tikus tersebut. Selain itu, ia juga terus mendapatkan hasil tes liver abnormal setelah melakukan operasi transplantasi. Saat ini ia dilaporkan tengah mendapatkan perawatan medis.

3. Puluhan juta orang di dunia terkena Hepatitis E


Menurut data badan kesehatan PBB (World Health Organization) virus Hepatitis E yang selama ini ditemukan dalam tubuh manusia itu rupanya sudah menjangkit lebih dari 20 juta orang secara global setiap tahunnya. Penyebarannya terjadi melalui air minum yang sudah terkontaminasi. Salah satu gejalanya adalah penyakit liver. 

Sementara itu, jumlah tikus di Hong Kong kian membludak menyusul cuaca panas dan lembab yang terjadi selama berbulan-bulan. Ini bukan pertama kalinya Hong Kong menjadi perhatian karena penyebaran virus berbahaya. Pada 2003 lalu, hampir 300 orang meninggal di sana setelah terjangkit severe acute respiratory syndrome (SARS).
Reactions:

0 comments:

Post a Comment