Kehangatan Dari Interior Rumah Kayu Sederhana Ini!

Kehangatan Dari Interior Rumah Kayu Sederhana Ini!

INIKECE - Bernuansa material kayu, membuat kehangatan pada rumah dan kenyamanan tersendiri.
Tidak sedikit yang bermimpi memiliki hunian yang menyajikan keindahan material alam ini. Apalagi sekarang ini telah banyak jenis kayu atau finishing kayu antirayap.

Ketahanan material ini semakin terjaga saat dipakai sebagai pondasi bangunan atau elemen pembentuk interior.

Berbagai jenis kayu olahan juga kerap kali dimanfaatkan sebagai pengganti kayu solid. Sebagaimana yang diterapkan oleh rumah kayu sederhana yang terletak di wilayah Pegunungan Catskills, tepatnya di bagian selatan New York, Amerika Serikat.


Untuk menghemat biaya pemugaran dan perawatan rumah kayu sederhana ini nantinya, pemilik pun menggunakan kayu olahan seperti multipleks, blockboard, dan parket. Meski begitu, interior rumah kayu sederhana ini memperlihatkan pesona kayu olahan yang tidak kalah memikat dengan guratan kayu yang diperlihatkan kayu solid.


Rumah kayu sederhana ini merupakan bekas bangunan bar yang menjadi tempat hiburan utama penduduk Catskills di tahun 1960-an. Kini, bangunan yang dari luar nampak seperti kabin ini telah ditransformasikan menjadi semacam rumah singgah bagi pemiliknya, Jennie dan Nik. Keduanya menganggap rumah kayu sederhana ini sebagai tempat pelarian di akhir pekan.

BACA JUGA :

 > Smartphone Apple Terlaris Jelang Akhir Tahun 2018


Pada hari kerja atau saat-saat Jennie dan Nik tidak sempat berkunjung, rumah kayu sederhana yang mereka namai The Flatrock House ini disewakan sebagai guest house untuk para turis yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam Catskills.

Kayu yang sejak awal telah menopang struktur bangunan awal tetap dipertahankan oleh Jennie dan Nik, mereka ingin kehangatan pada kayu-kayu ekspos yang nampak pada interor menandakan keramahan khas pemiliknya.


Begitupun dengan konsep open floor di lantai dasarnya. Jennie dan Nik membiarkannya lantai dasar rumah sederhana ini tampil terbuka guna menciptakan ilusi perspektif. 
Sehingga siapapun dapat menikmati berbagai sudut pandang berbeda saat memandang ke segala arah. Organisasi ruangan tertata begitu rapi sehingga peralihan antar area terasa begitu mulus.


Jika sebagian elemen eksisting bangunan sengaja dipertahankan, sebagian besar lainnya perlu diolah untuk dikembalikan keindahannya. Rumah kayu sederhana ini usianya cukup senja, pertama kali dibangun pada tahun 1951. Sebagian besar kayu, terutama pada plafon dan furnitur, berada dalam kondisi lapuk. Namun, pesona serat kayu kembali tersingkap dengan polesan finishing kayu yang tepat.


Desain interior yang diterapkan pada rumah kayu sederhana ini pun disesuaikan dengan arsitektur bangunan aslinya. Pilihan furnitur bergaya mid century berpadu serasi dengan kehangatan interior rumah kayu sederhana. Beberapa benda peninggalan yang mewakili memori masa lampau bangunan, seperti botol-botol, vas kaca, dan penghangat ruangan tradisional dijadikan dekorasi untuk menguatkan kesan vintage.


Pengolahan desain ini semakin sempurna dengan hadirnya pernik dekorasi unik, mulai dari instalasi berupa tongkat hockey, jam dinding usang, dan lampu lantai yang antik. Beberapa benda dekorasi masa kini juga dihadirkan seperti karpet bercorak geometris yang menambah permainan motif di ruang keluarga.

Rumah kayu sederhana ini turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas hiburan keluarga yang menjamin turis akan betah menghabiskan waktu disana.


Komposisi warna yang diaplikasikan pada interior rumah kayu sederhana ini terlihat seimbang dengan warna-warna cerah yang kerap muncul ditengah-tengah warna kayu. Limpahan cahaya alami yang bersumber dari jendela mengoptimalkan kontras yang dihadirkan perpaduan warna. Tekstur licin dan mengilap yang muncul dari perabot berlapis kulit turut memperkaya kesan di dalam rumah kayu sederhana.

Terdapat juga ruang santai di lantai dasar rumah kayu sederhana ini. Ruang santai tampil apik sekaligus altraktif berkat perabot berdesain vintage dan rangkaian bingkai foto hitam-putih. Karena mengarah langsung ke teras belakang, di ruang santai ini pengunjung bisa menikmati keindahan vista di luar rumah kayu sederhana sambil mendengarkan alunan musik.


Tidak jauh berbeda dengan raungan lainnya, kamar tidur pada rumah kayu sederhana ini masih lekat dengan nuansa vintage khas pedesaan. Ukuran kamar tidur yang terbatas disiasati dengan membatasi perabot dan menerapkan dominasi warna putih sebagai padnan tekstur kayu.

Yang unik pada rumah kayu sederhana ini justru datang dari interior kamar mandi. Berbagai detail hadir dari perpaduan material pelapis dinding, seperti panel kayu, keramik, dan cat dinding, menyuguhkan skema dinamis yang menarik perhatian.


Rumah kayu sederhana ini cocok untuk tempat persinggahan di sepanjang musim. Sungguh tak mengherankan, apabila sepanjang tahun Jennie dan Nik sibuk menyambut banyak turis yang menginap. Jika kamu tertarik membangun rumah impian dengan konsep rumah kayu, konsep interior rumah kayu sederhana ini dapat menjadi referansi menarik yang bisa kamu ikuti.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment