Rumah Warga Desa Shani Shingnapur Tidak Memakai Pintu, Unik!

Rumah Warga Desa Shani Shingnapur Tidak Memakai Pintu, Unik!

INIKECE - Saat mendirikan rumah, daun pintu dan kuncinya adalah hal yang wajib dimiliki. Tujuannya jelas, supaya rumah yang bersangkutan tetap aman dan tidak bisa dimasuki sembarang orang. 

Namun nasihat demikian tidak berlaku untuk warga desa Shani Shingnapur. Pasalnya di desa ini, rumah-rumahnya tidak dilengkapi dengan daun pintu sama sekali. Desa unik tersebut terletak di negara bagian Maharashtra, India Tengah.

Di desa ini, pintu masing-masing rumah tidak dilengkapi dengan daun pintu, Sebagai akibatnya, siapapun secara teotiris bisa keluar masuk ke sembarang rumah dengan mudah. 
Jika sudah begitu, bukankah itu berarti rumah-rumah di desa ini rawan dimasuki pencuri? Warga desa Shani Shingnapur ternyata tidak gentar. Mereka justru tidak ambil pusing jika ada orang yang berani melakukan kejahatan di desa mereka.

Warga desa Shani Shingnapur ternyata memiliki alasannya sendiri untuk bersikap tidak takut kepada pencuri atau perampok yang mungkin menyantroni rumah mereka. Menurut kepercayaan mereka, desa mereka bakal senantiasa aman dari kejahatan karena berada di bawah perlindungan Dewa Shani, Dewa agam Hindu yang kerap diasosiasikan dengan Planet Saturnus.

Bahkan kalaupun ada orang yang berani mencuri, mereka meyakini kalau orang tersebut tidak akan bisa keluar dari desa karena adanya campur tangan dari Dewa Shani. " Kekuatan Dewa Shani adalah jika seseorang berani mencuri, lalu dia berjalan sepanjang malam dan mengira sudah keluar dari desa, dia akan tetap berada di desa ini saat matahari sudah terbit," kata Balasaheb Borude yang sehari-harinya bekerja di lumbung.

BACA JUGA :

 > Mengejutkan! Penemuan Benda Kuno Oleh Para Ilmuwan

Dewa Shani kekuatannya belum terbatas sampai di sana. Mereka yang berani melakukan pencurian dikabarkan bakal kehilangan penglihatannya. Sementara mereka yang berani berlaku tidak jujur di desa ini bakal mendapatkan kesialan selama 7,5 tahun.


Menurut legenda yang diyakini oleh warga setempat, sekitar 300 tahun yang lalu, sebuah papan batu raksasa terdampat di tepi Sungai Panasnala setelah hujan turun dengan amat deras. Saat warga desa cikal bakal Shani Shingnapur menyentuh batu berukuran 1,5 M tersebut dengan memakai kayu, mendadak darah merembes keluar dari batu. Di malam yang sama, Dewa Shani menampakkan diri di dalam mimipi masing-masing warga sambil berkata kalau batu tersebut adalah penjelamaan dirinya.

Dewa Shani kemudian berpesan kepada para warga kalau dia akan melindungi desa tersebut beserta penghuninya jik warga desa bersedia menjaga batu tersebut. Ia juga mengajukan satu syarat yang haru dipatuhi oleh warga desa setempat. Batu tersebut tidak boleh ditempatkan dalam tempat tertutup supaya kekuatannya bisa menjangkau seanterp desa tanpa halangan.

Warga desa mematuhi syarat yang diajukan oleh Dewa Shani. Mereka pun mendirikan kembali batu tadi di sebuah tempat terbuka yang berada di tengah-tengah desa. Sesudah itu warga desa beramai-ramai menghilangkan pintu dan gembok dari rumahnya masing-masing karena merasa tidak membutuhkannya lagi.


Desa Shani Shingnapur sendiri awalnya merupakan desa yang kurang dikenal oleh publik. Namun hal tersebut setelah desa yang berangkutan ditampilkan dalam film Bollywood pada medio 1990-an. Sejak itulah, desa tersebut mulai banyak disambangi oleh wisatawan dan peziarah. Monumen batu raksasa yang menjadi sumber legenda desa ini dikabarkan mendapat kunjungan hingga 40.000 orang per harinya.

Jumlah tersebut 8 kali lebih banyak dibandingkan populasi warga desa Shani Shingnapur itu sendiri. Namun benarkah desa Shani Shingnapur benar-benar steril dari kejahatan? Ternyata fakta sesungguhnya tidak begitu manis. Menurut laporan seorang wartawan yang melakukan kunjungan ke kantor polisi Sonai - kantor polisi yang ruang lingkupnya juga mencakup Shani Shingnapur sebelum desa yang bersangkutan. Menemukan kalau sejak tahun 2009 ada setidaknya 46 kasus kejahatan yang terjadi di Shani Shingnapur. Sebanyak 11 diantaranya diketahui tergolong dalam tindak pencurian.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment