Nekat Melakukan Percobaan Bunuh Diri, Karena Pacarnya Menggunakan Uangnya Hingga Mencapai 600juta Untuk Belanja Online!

INIKECE - Seorang pria asal China, Wang baru-baru ini nekat melakukan percobaan bunuh diri setelah mengetahui pasangannya, Zhan menghabiskan uang sebanyak 300 ribu yuan (sekitar Rp 601juta) untuk berbelanja di pesta belanja online 11.11 .

Tinggi Tebing Mencapai 2 Ribu Meter, Seorang Mahasiswi Jatuh Hingga Kedasarnya

INIKECE - Kecelakaan yang sangat tragis terjadi hanya karena selfie. Mahasiswi ini yang bernama Deng melakukan selfie di atas teping dengan ketinggian mencapai 2 ribu meter. Ia nekat mengambil foto selfie di tepi tebing 'Dek Observasi Hua Shan, China beberapa waktu lalu'.

Diamku, Rasa Tawa Dalam Dunia Vanyai

INIKECE - Aku berdiri di ambang gerbang sekolah. Pagi ini, aku menjadi yang pertama masuk ke kelas. Aku berjalan menuju bangku ku. Terduduk, Termenung sesaat, Terkadang ada rasa tenang jika aku datang lebih awal.

Pria Dengan Gerobaknya Berserta Belasan Anjing, Ini Kisah Dibaliknya Bikin Salut!

INIKECE - Hewan yang dikenal dengan kepintaran dan kesetiaan terhadap pemiliknya adalah Anjing. Ia adalah hewan yang sangat digembari banyak orang untuk dipelihara. Selain pintar dan nurut, dia juga sangat setia terhadap pemiliknya.

Perempuan Penunggu Waktu

INIKECE - "Mencintai itu rumit, bukan?" Seorang perempuan berkerudung merah yang entah dari mana munculnya memulai sebuah cerita. Dan aku hanya mengangguk pelan seolah mengerti atau hanya ingin menghargainya.

Nekat Melakukan Percobaan Bunuh Diri, Karena Pacarnya Menggunakan Uangnya Hingga Mencapai 600juta Untuk Belanja Online

Nekat Melakukan Percobaan Bunuh Diri, Karena Pacarnya Menggunakan Uangnya Hingga Mencapai 600juta Untuk Belanja Online

INIKECE - Seorang pria asal China, Wang baru-baru ini nekat melakukan percobaan bunuh diri setelah mengetahui pasangannya, Zhan menghabiskan uang sebanyak 300 ribu yuan (sekitar Rp 601juta) untuk berbelanja di pesta belanja online 11.11 .

Beruntung, percobaan bunuh diri yang dilakukan cowok berusia 29 tahun tersebut akhirnya dapat digagalkan setelah pihak kepolisian mendapat laporan terkait adanya seorang pria yang hendak melompat dari atap gedung.

Mendapati laporan itu, polisi segera bergegas datang menuju lokasi, di mana mereka kemudian langsung mencoba untuk menenangkan Wang dan membujuknya untuk turun dari atap gedung tempatnya hendak melompat.

Setelah melewati momen-momen emosional, cowok asal Luzho, Sichuan tersebut akhirnya mau turun dari atap gedung tersebut dan mengurungkan niat untuk menghabisi nyawanya sendiri.


Kepada polisi, Wang mengaku bahwa dia nekat melakuka n percobaan bunuh diri karena pasangannya, baru saja menghabiskan uang senilai 300 ribu yuan untuk berbelanja pada event pesat belanja online 11.11 .


Seoerti dilansir HAI dari World of Buzz, uang sebanyak itu digunakan oleh Zhan untuk membeli barang-barang seperti tas bermerek, parfum, pakaian, serta benda-benda mahal lainnya.

Wang menambahkan, ini bukan pertama kalinya sang istri menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah dalam sehari untuk membeli barang-barang secara online.

Pada Event pesta belanja Online tahun lalu, Zhan diketahui menghabisan uang sebesar 200 ribu yuan (sekitar 400juta) hanya untuk berbelanja peerluan pribadinya.


Terjadi lagi padahal sempat berjanji untuk nggak mengulainya tahun ini, Wang akhirnya nekat melakukan percobaan bunuh diri karena nggak tau bagaimana membayar tagihan tersebut.

Apalagi, Wang mengaku pada polisi kalau dirinya hanya memiliki penghasilan ribuan yuan saja dalam waktu satu bulan dari pekerjaannya.

Tinggi Tebing Mencapai 2 Ribu Meter, Seorang Mahasiswi Jatuh Hingga Kedasarnya

Tinggi Tebing Mencapai 2 Ribu Meter, Seorang Mahasiswi Jatuh Hingga Kedasarnya

INIKECE - Kecelakaan yang sangat tragis terjadi hanya karena selfie. Mahasiswi ini yang bernama Deng melakukan selfie di atas teping dengan ketinggian mencapai 2 ribu meter. Ia nekat mengambil foto selfie di tepi tebing 'Dek Observasi Hua Shan, China beberapa waktu lalu'.

Menurut laporan Oriental Daily, semua bermula saat Deng mengambil sejumlah foto di tempat wisata tersebut, sebelum akhirnya dibagikan melalui akun media sosial miliknya dan kirimkan kepada sejumlah teman.

Hingga kemudian, beberapa temannya mulai merasa khawatir karena Deng nggak memberikan respons, di mana mereka kemudian mencoba untuk menghubungi pihak keluarga dan kampus, serta melaporkan hal tersebut kepada otoritas setempat.

Mendapatkan laporan tersebut, otoritas setempat kemudian melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV di lokasi untuk mencari keberadaannya.

Dari rekaman CCTV tersebut, otoritas setempat mengungkap bahwa Deng jatuh dari tepi tebing ketika dirinya hendak mengambil foto selfie.

"Dia tidak berdiri di tanah yang stabil dan pagar pembatas tak cukup tinggi untuk mencegahnya jatuh. Dia mundur selangkah saat hendak mengambil selfie dan jatuh dari puncak gunung," ujar otoritas Hua Shan.


Melihat rekaman tersebut, pihak keluarga mempertanyakan tinggi pembatas yang dinilai terlalu rendah sehingga menyebabkan Deng jatuh dari tepi tebung menuntut pertanggungjawaban dari pihak pengelola 'Dek Oberservasi Hua Shan'.

Namun, pengelola Dek Observasi Hua Shan menolak tuduhan tersebut dengan mengatakan bahw Deng jatuh dari tebing karena kehilangan keseimbangan ketika hendak mengambil foto selfie.

Meski menolah untuk disalahkan, pihak pengelola diketahui bersedia memberikan uang santunan senilai 40ribu yuen (Rp 80juta) kepada keluarga Deng.

Diamku, Rasa Tawa Dalam Dunia Vanya

Diamku, Rasa Tawa Dalam Dunia Vanya

INIKECE - Aku berdiri di ambang gerbang sekolah. Pagi ini, aku menjadi yang pertama masuk ke kelas. Aku berjalan menuju bangku ku. Terduduk, Termenung sesaat, Terkadang ada rasa tenang jika aku datang lebih awal.

Kelas ini terasa hening, tanpa ada tawa mereka. Aku membenci cara mereka bercanda. Karena tawa mereka bisa membuatku tak bersuara, alias diam.

"Ssst... Pokoknya nanti kita kasih kejutan di dalam kelas aja." ucap Nindy pelan.

"Ya udah kamu duluan masuk. Aku nunggu di luar untuk kasih kode," timpal Bayu

"Masih lanjut kasih surprise?" kata Pany meyakinkan.

"Tentu dong. Terus, sekarang kita masuk duluan ya," ucap kedua gadis cantik itu.

Aku mendengar bisik-bisik mereka dari balik jendela kelas. Tanpa harus menempelkan telingaku ke dinding, percakapan mereka sudah sampai ke telingaku. Perlahan, mereka membuka pintu. Aku merasa ingin lari dari kelas. Tapi aku seakan tertanam dikursi. Mereka berjalan pelan dan menatapku sekilas.

"Taruh rotinya di dekat situ aja."

"Tapi, Nin! Ada si.."

"Terus aku peduli?"

"Nin...Nin, pacarmu dah mau masuk kelas ini!"

Aku mengerti yang harus dilakukan. Berdiri menuju ke suatau persembunyian. Kamar mandi. Tempat itu menjadi tujuan, karena akan jauh dari tatapan menyakitkan itu. Saat berjalan dilorong kulihat dari jauh, Dino menatapku. Aku tau dia masih peduli tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Saat memandang cermin aku berkata dalam hati "Ada yang datang... Siapa ya?"

"Loh, kamu kok disini? Masih duduk di depan?" tanya Arin dengan ceria.

"Masih, Oh ia, kamu masih mau duduk sama aku?"

"Hmm... Gak tau Van, tergantung nanti ketua kelasnya. Tau gak sih, ada murid baru. Kemungkinan berubah posisi duduknya"

"Oh gitu ya..." ucapku sambil membilas tanganku di wastafel berkali-kali.

Aku berusaha berlama-lama di dalam sini. Tapi apa daya aku harus menghadapi kenyataan selanjutnya. Kembali ke kelas dan menatap wajah-wajah mereka.

"Nanti pinjam buku PR matematikamu ya?"

"Ambil aja di tasku Rin"

"Oke! Aku balik ke kelas duluan ya"

"Apa ini sebuah bully-an terselubung untukku. Aku hanya bisa diam dan dia,?!" Teraikku dalam hati,

"Aku ingin bicara dengan mereka, menanyakan dan mencari jawabannya tapi... Entah lah, mungkin sudah terlambat," rutukku.

Aku berdiri di depan pintu kamar mandi. Masih melihat Arin berjalan menuju kelas. Dia teman baikku dari awal aku masuk sekolah favorit ini. Sosok teman yang setia. Dia satu-satunya yang tak berubah. Aku bersyukur, masih bisa berbicara dengan orang lain di sekolah ini tanpa ada drama.

"Teman-teman, berhubung kita ada tambahan anak baru. (menunjukku dengan bolpoin) bisa tetap di sini dan Arin dibelakang sama Rina. Setuju?" ucap Putri dengan berkacak pinggang.

"A..aaku sendirian?"

"Iya aneh!" jawab ketua kelas dengan cetus.

"(Suara tepuk tangan)" dia melihatku tajam sekali.

"Setuju lah! Biar Arin bisa cepet-cepat vaksin dari virus," ucap Maya diikuti gelak tawa.

"Bisa aja, si Maya!" Teriak salah satu temanku perempuan yang paling jelas membenciku.

Aku perhatikan Arin, kesedihan tersirat tapi dia sama sepertiku hanya bisa diam. Benar sekali, di kelas ini, hampir seluruh teman seangkatanku mulai menunjukkan ketidaksukaannya kepadaku. Terutama teman-teman perempuanku.

Bahkan dari kelas lain juga menatapku dengan banyak arti. Tapi sikap antipati lebih ditunjukkan oleh mereka. Anak laki-laki di kelasku lebih memilih diam juga! Aku benci, kenapa laki-laki tidak bisa mendamaikan masalah sesama wanita, kecuali wanita itu dicintainya.

***

Flashback

"Maya, ini ada pin gambar winnie the pooh buat kamu. Aku dapat ini pas pergi ke toko buku. Kamu suka banget kan sama ini?"

"Wah vanya! Makasih banget ya! Kapan-kapan main ke rumahku. Pokoknya kamu harus main ke kamarku. Aku punya koleksi novel juga"

"Kalian ngapain sih, seru banget ngobrolnya." timpal Nindy sambil berusaha melihat pin bulat yang dibawa Maya.

"Aku juga beliin dong, Van. Kotak pensil bergambar babi!" Bujuk Mira yang merangkul tanganku.

Kebesamaan semacam itu sudah berlalu di waktu aku masih awal kelas satu. Tapi saat ini dikelas dua, momen itu cuma tinggal kenangan. Aku sedih ketika barang-barang yang pernah kuberikan ke mereka satu persatu sudah kutemukan di dalam laciku. 

"Hhh... Tuha, beri aku petunjuk. Apa yang membuat mereka tiba-tiba menjauhiku"

(Bel istirahat berdering)

Aku merapikan buku-buku. Ini istirahat kedua. Dan aku bahagia. Jam terakhir nanti adalah pelajaran kesenian. Waktu yang menyenangkan dan sebentar. Bagiku saat ini, berangkat lebih awal dan bel pulang sekolah adalah penyelamatku. Aku harus bertahan hingga lulus dari sekolah ini.

Di sisi lain aku menyesal telah masuk sekolah favorit ini. Aku seperti salah tempat atau mungkin sesuatu yang diriku ada yang salah. Sehingga, aku tak bisa menerima lingkungan di sekolah ini.

"Heh! Kamu. Jangan ngalamun aja" bentak Tyas sambil berkaca pinggang.

Aku kikuk dan berusaha tidak terpancing dengan sikap gadis paling pintar di kelas ini.
"Sabar...sabar" ucapku berkali-kali dalam hati.

"Liatin mata gue, aneh!"

"I..iyaa.. Kenapa?"

"Kamu tau gak sih, tatapan matamu ke Bayu itu seram. Lain kali pandanganmu dijaga. Dia pacarku."

"Maaf" ucapku menunduk.

"Bayu juga punya pesan untukmu. Jangan pernah curi-curi pandangan ke dia lagi. Mata kamu tajam, hmm... kayak elang. Tapi, itu pujian dari bu Dena, bukan dari aku!. menurutku sih, lebih mirip mata setan!"

"Lah emang kamu pernah lihat setan?" celetuk Pany

"Di depan kita ini siapa? Kalau bukan setan. Eh, kelakuan anehnya sih yang mirip setan."

"Gue heran ama lo, harusnya lo itu sering-sering check up kejiwaan ke psikiater,"

Aku masih terdiam dengan tawa mereka. Sekuat tenaga membungkam mulutku. Merapatkan kakiku. Aku melihat sekeliling. Temanku yang baik, Arin sudah pergi ke luar kelas. Bahkan, temanku jaman SMP yang bersikap ramah pun memilih menghindari genk ini.

Tiba-tiba, kantung mataku memanas. Aku harus mencari air. Membasuh luka yang akan membuatku terlihat lemah. Aku menunduk. Melihat lantai, tawa mereka dan tatapan mereka terus menghujaniku.

"Tolong berhenti" ucapku lirih

"Minggir, dia mau lewat euy! Lihat, si aneh bisa nangis..."

Aku menarik nafas panjang. Berdiri dengan posisi menunduk. Aku berjalan ke arah kamar mandi. Air mataku terasa mengalir di pipiku. Aku tak peduli, tatapan-tatapan yang lain.

Air keran kunyalakan, kubasuh muaku. Sedikit lebih baik. Tiba-tiba pintu kamar mandi tertutup keras. Aku sudah tidak panik. Ini mungkin kesekian kalinya aku dikunci dari luar. Satu kata untuk mereka, Kejam!


Sebulan berlalu, keadaanku masih tertekan dengan sikap mereka. Aku seperti kotoran di mata mereka. Tapi aku tak tau, termasuk jenis kotoran apa? Bau kah? atau mudah menularkan suatu penyakit? Bagaimana pun juga, aku tetap dipandang jijik!

Mendekati ujian akhir semester dua sebagai kelas 11, aku sangat bersyukur. Aku akan libur selama dua minggu. Tidak perlu mendapatkan perlakuan buruk. Hanya dua minggu saja, tapi mampu menghilangkan stress!

"Telepon berdering) "Pagi Vanya!" ucap seseorang diseberang sana.

"Pagi. Ada apa Rin?"

"Oh ia, besok kita ada ujian masak nih. Kita satu kelompok. Minta tolong ya, sekalian bawakan barang-barangku yang aku titipin ke pos satpam. Kamu kan, paling awal berangke ke sekolah."

"Iya.. Iya."

"Tolong pesankan telur ayam satu krat ke ayahmu. Soalnya besok ada acara 1000 harinya eyangku. Maaf ya, merepotkan,"

"Tentu, aku boleh tanya sesuatu?"

"Kamu sebenarnya tau penyebab Tyas dan lainnya menjauhi aku Rin?"

"Hmm... Soal itu, aku gak bisa jawab Van. Lagian aku heran, kalian dulu dekat sekali. Bahkan aku dulu sempat iri, karena gak bisa masuk ke genk mereka."

"Aku penasaran banget Rin. Seriusan!"

"Kamu yang sabar ya, Van. Aku masih mau jadi temen kamu. Tapi aku minta maaf, kalau selama ini aku lebih memilih diam. Aku sebenarnya ingin membelamu, tapi.."

"Tapi, kenapa Rin?!"

"Ya intinya aku gak bisa kasih tahu saat ini. Please, jangan tanya lagi soal itu. Pamit dulu nih. Aku mau siap-siap kursus taekwondo. See you!" jawab Arin tergesa-gesa dan telepon terputus begitu saja.

Aku meletakkan teleponku, kepalaku menjadi pusing. Aku terus berpikir, mencari titik ketenangan. Berusaha menerka-nerka apa kesalahanku terhadap mereka. Tapi, buntu. Aku tidak menemukan jawaban yang pasti.

"Hari ini aku mau baca apa ya? Komik atau novel? Novel aja ya. Serial detektif." ucapku dalam batin.

Novel adalah bacaanku setiap hari. Benda itu mampu meredam penat pikiranku. Aku seperti memiliki dunia sendiri. Aku menganggap diriku kuat. Karena bully-an yang aku alami, tidak membuatku ingin bunuh diri atau pindah sekolah.

***

"Pak, ini barangnya aku bawa ya?"

"Iya neng, bawa aja." jawab Satpam itu sambil menulis sesuatu di buku tamu.

"Ya ampun ini kok banyaknya. Satu kresek besar dan isinya cuma alat masak. Untung aja gak berat."

Aku berjalan di sepanjang lorong seoklah. Aku melihat sudah ada yang datang. Khususnya kelas IPA. Hari ini serempak akan ujian memasak di aula sekolah. Aku juga melihat 'mereka'.

"Vanya!, Sebelah sini," teriak Intan.

"Sebentar! Tolong bantuin dong," ucapku sedikit berteriak. Lalu, aku menambah kecepatanku berjalan agar aku segera bisa meletakkan barang-barang ini.

*"Brukk"*

Aku menoleh ke orang yang menggerutu di belakangku. Orang itu yang pernah menjadi tempat curhatku dulu. Sebelum aku dekat dengan Arin. Dia juga menjauhiku seperti 'mereka'.

"Sialan loh! Tiati lo jalan. Cih! (Meludah)"

Barang yang aku bawa tak sengaja menyenggol tangannya Wida. Salah satu dari 'mereka'. Aku tidak sempat berkata maaf. Aku terkejut perlakuan dia yang terakhir. "Dia meludahiku?!" teriakku dalam batin.

"Eh, tunggu dulu! Apa perlu ludahmu jatuh ke lenganku! Attitudemu dimana? tanyaku dengan berani. Widi langsung terdiam dan menunduk.

"Aku minta maaf Wid! Aku gak sengaja, tolong maafin aku," ucapku memohon. Aku berusaha mengambil tangannya. Dia pun tidak mengijinkan aku menyentuh tangannya.
"Udah Van, percuma kamu bicara. Dia gak akan mau membalas kata-katamu." tutur Arin yang langsung mendorongku untuk menjauhi Wida.

Dari kejauhan kulihat 'mereka' memperagakan aku yang keberatan membawa barang. Aku selalu jadi bahan canda tawa mereka. Keterlaluan. Ketika aku diam, mereka mengambil ahli tawaku. Dan disaat aku berbicara, mereka lah yang terdiam.

Flashbank

"Teman-teman, tolong berkumpul di bekas api unggun sebentar ya!" ucap ketua kelas dengan menggunakan towa.

"Eh, ada apaan itu? Yok, ke sana," ajak Tyas.

"Kalian ke sana aja. Aku yang jaga tenda," tuturku yang masih merapikan beberapa tas.
"Terserah kamu, Van. Tapi kata tenda sebelah, Dino bakal nyatain perasaannya ke seseorang. Tau gak loh, siapa disukai dia?"

"Ehh... Kamu yang dia suka. Aku yakin kamu!"

"Masa'sih, Van."

"Iya, nih. Vanya suka banget bikin kita senang," timpal Wida.

'Mereka' itu pusat segala perhatian yang ada di sekolah ini. Aku dekat dengan mereka karena satu hal. Aku lebih pintar dari mereka, tapi aku tidak lebih cantik. Malahan aku termasuk ke dalam golongan cupu.

Aku lemah ketika mereka meminta tolong. PR mereka sering aku kerjakan. Tanpa keberatan. Karena aku ingin ikut keren seperti mereka.

"Terima kasih sudah berkumpul di sini.. Ini Dino sudah menyiapkan bunga untuk diberikan seseorang!"

"Jadi selama ini, aku sudah menyukai seseorang, berharap dia disini..." ucap Dino gugup

"Loh Nin, kok dia ngomongnya gitu. Emang yang dia maksud siapa?!" Bisik Tyas ke Vanya.

"Aku tau kamu mendengar suaraku, kalau kamu berjalan ke arah sini dan berdiri di hadapanku. Aku akan menyatakan perasaanku ke kamu. Too..longg segera datang ke sini," pinta Dino

"Dino! Orang itu siapa?! Tanya Maya penasaran

"Vanya!"

"Apa! Dia? Kamu katarak kali ya, cewek item itu? Sadar woy. Lebih baik kamupeka dengan perasaannya Nindy," timpal Tyas kesal

"Kamu harus pilih Nindy" sahut Tyas di dekat Dino.

Dino hanya menoleh dengan tatapan kesal. Teman-teman yang lain ikut terpaku dengan kejadian yang mereka saksikan. Seorang Dino yang jadi bintang kelas bisa jatuh hati dengan Vanya.

"Iya Dino! Kamu harusnya pacaran dengan Nindy. Jangan sama aku..." ucapku penuh ragu.

'Mereka' segera mendekat berkata kasar kepadaku. Aku terdiam kesekian kalinya. Gelang yang mereka pakai dibuang lalu diinjak. Sejak saat itu, aku sudah dibuang oleh mereka.

Dino pun berkaca-kaca setelah aku menolaknya. Teman-teman yang lain membubarkan diri. Sejak saat itu semua berubah. Berawal dari 'mereka' diriku difitnah ini itu.

Bully-an ini menyadariku sesuatu. Diam dan sendiri itu seperti koin. Ketika kedua sisi itu berdiri dalam posisi yang sama, aku akan lebih kuat. Ketika sisi diam yang terjatuh, aku tidak sendiri, masih ada Tuhan.

Namun, jika sisi 'sendiri', yang terjatuh. 'Diam' adalah segalanya. Karena itu adalah sikap terbaikku. Aku alihnya dalam berdiam. Aku seperti bisa menghentikan segalanya. Rasa sakit dari ucapan mereka, terhanyut dalam kesunyian diam.

Pria Dengan Gerobaknya Berserta Belasan Anjing, Ini Kisah Dibaliknya Bikin Salut!

Pria Dengan Gerobaknya Berserta Belasan Anjing, Ini Kisah Dibaliknya Bikin Salut!

INIKECE - Hewan yang dikenal dengan kepintaran dan kesetiaan terhadap pemiliknya adalah Anjing. Ia adalah hewan yang sangat digembari banyak orang untuk dipelihara. Selain pintar dan nurut, dia juga sangat setia terhadap pemiliknya.

Ada kisah, seorang pria mendorong gerobaknya berserta belasan anjing. Pak Edgardo Perros sangat menyayangi anjing, meskipun anjing itu ia temukan di jalan. Bahkan, Pak Edgardo rela berjalan ribuan kilometer demi menyelamatkan anjing dengan mendorong gerobak.

Suatu hari, seorang kontributor Bored Panda bernama kak Stuart William melewati jalanan kota Mazunte, Oaxaca, Meksiko.

Tiba-tiba, kak Stuart melihat pemandangan unik, seorang pria mendorong gerobak dengan belasan anjing.

Ada anjing yang berjalan di samping gerobak, di depannya, di belakangnya, dan ada anjing yang naik di atas gerobak itu.

Stuart pun berkenalan dengan beliau, namanya Bapak Edgardo Perros. Bukan hanya berkenalan, kak Stuart juga membuat video singkat tentang Pak Edgardo untuk membantu menyebarkan misinya menyelamatkan anjing di Meksiko, serta menuliskan kisahnya di Bored Panda.

Pak Edgardo Perros ini sudah berjalan sejauh 14.000 kilometer di sepanjang jalan lingkar Meksiko untuk menyelamatkan anjing yang terluka dan sakit.

Beliau sudah melakukan hal ini selama enam tahun lamanya. Selama itu, Pak Edgardo sudah menyelamatkan hampir 500 ekor anjing.

Pak Edgardo sangat menyayangi anjing-anjing, bahkan meskipun anjing itu baru ditemuinya di jalan. Terkadang, jika keadaan anjing yang ditemukan terlalu parah beliau menemani anjing itu.


Menurut Pak Edgardo, tidak ada orang yang menolong anjing liar yang ada di jalanan. Kadang-kadang, ia menemukan anjing terluka atau sakit karena perbuatan manusia. Ini membuat Pak Edgardo semakin sedih.

Menurut Pak Edgardo, bukan hanya manusia yang membutuhkan teman saat sedang terluka atau sakit, namun juga hewan.

Dalam perjalanannya, Pak Edgardo ditemani dengan tiga anjing yang dari awal memang ia pelihara.

Pak Edgardo juga membuat akun media sosial untuk menemukan rumah bagi anjing-anjing yang ia rawat dan sudah sehat. Ia ingin anjing-anjing yang dirawatnya diadopsi agar merasakan kasih sayang.

Meski sudah berjalan jauh dari menyelamatkan banyak anjing, Pak Edgardo masih melanjutkan perjalanannya.

Beliau ingin terus membantu anjing-anjing yang membutuhkan teman dan bantuan saat sakit dan terluka. Berbuat kebaikan memang bisa dimulai kapan saja dan pada siapa saja.

Pak Edgardo berbuat kebaikan selama bertahun-tahun membantu anjing yang sakit, dan kak Stuart berbuat kebaikan membantu menyebarkan cerita kebaikan Pak Edgardo meski baru mengenalnya.

Perempuan Penunggu Waktu

Perempuan Penunggu Waktu

INIKECE - "Mencintai itu rumit, bukan?" Seorang perempuan berkerudung merah yang entah dari mana munculnya memulai sebuah cerita. Dan aku hanya mengangguk pelan seolah mengerti atau hanya ingin menghargainya.

Perempuan itu sungguh misterius menurutku. Entah dari mana ia muncul. Wajahnya terlihat sendu. Mungkin waktu lebih mengenalinya.

"Mencintai itu rumit, bukan?" katanya mengulangi. "Bahkan kau telah sepenuhnya berupaya, sedangkan tiada seseorang pun yang menunggu di akhir perjalanan. Kau yang telah mengerahkan segenap kekuatanmu hanya untuk meraih sesuatu yang tidak ada. Lantas, mengapa kau mau melakukannya?"

"Mencintai itu sakit, bukan? Ketika kau telah sepenuh hati menghidupkan perasaan di dalam hati seseorang lainnya, tetapi tiada jawaban yang bisa kamu temukan di sana. Hanya ruang-ruang kosong dan kepingan-kepingan luka yang berserakan."

Perempuan itu terlihat telah mengalami semua luka. Bahkan dibawah cahaya bulan, kerudung merah terlihat seperti dilumuri darah. Entah darah siapa.

"Apa kau pernah mengalaminya?" Tanyanya kemudian.

"Entahlah. Aku sendiri tidak memiliki hati. Bagaimana bisa aku memahami semua perih. Bahkan mengalami semua pedih karena cinta yang banyak di bubuhi kisah sedih. Ya, aku pikir bisa jadi tuhan masih sedang memilih-milih, calon pasangan yang lebih memiliki hati yang putih. Atau bisa jadi, luka lamaku yang masih belum pulih."

"Kau pasti akan mengalaminya," katanya meyakinkan. Seolah-olah seluruh makhluk di bumi ini akan tau pasti mengalami patah hati yang sama. Aku pikir, aku maerasa bersyukur sekali. Sebab aku tidak harus mengalami patah hati jaka dadaku sendiri saja kosong tak berisi.

Perempuan berkerudung merah itu mulai menghampiri. Mengamatiku dari ujung kaki hingga ujung rambut. Lalu, bergumam, seolah-olah ia sedang mencari-cari sisa ingatan lalu.

"Ah, aku mengenalimu. Bukankah kau perempuan yang dulu pernah menunggu di sini?" Katanya tiba-tiba. "Apakah sesosok manusia yang berjanji menghadiahmi waktu telah kau jumpai?" Tanyanya penasaran.

"Apa maksudmu? Aku tak mengerti," tanyaku heran.

"Apa kau lupa, 2 tahun lalu kau pernah berdiri di sini. Sembari menghitung detak jam yang terus berangsur pergi. Dan kau bilang dengan penuh semringah bahwa kau sedang menunggu sebuah waktu dari kekasihmu yang merupakan manusia paling sibuk itu. Katamu juga, kekasihmu akan menghadiahimu sebuah waktu yang semuanya dipenuhi hanya untukmu. Lalu, apakah kekasihmu menepati janjinya?"

"Maaf, mungkin kau salah orang. Aku sama sekali belum pernah memiliki kekasih. Apa kau tak melihat dadaku tidak memiliki ruang?"

"Tidak. Aku yakin perempuan itu kau. Apa akhirnya kau mengalami kepatahan sebuah hati? Lalu, apa kau benar-benar telah berhasil melumpuhkan semua waktu?"

***

2 tahun lalu, di bawah sinar Bulan

Seorang perempuan sedang menunggu kekasihnya. Perempuan itu terlihat bahagia, seolah-olah seluruh semesta memenuhi isi kepalanya.

Dari sudut jalan, seorang perempuan berkerudung merah memperhatikannya. Ia pun mulai menghampirinya.

"Apa kau sedang menunggu?" Tanyanya tiba-tiba memecah keheningan.

"Ya."

"Siapa yang kau tunggu?"

"Kekasih paling sibuk di dunia. Katanya hari ini ia akan memberiku hadiah sebuah waktu."

"Oh ya." Perempuan berkerudung merah terlihat antusias. "Kau sungguh beruntung bila bisa memiliki waktu," katanya kemudian.

"Maksudmu?'

"Ya. Kau bisa memiliki seluruh semesta. Bukankah dengan mengenggam waktu, kau bisa mendapati semua yang kau inginkan? Bahkan kau bisa mengembalikan menit atau detik yang berlalu. Oh ya, apa kau begitu mencintai kekasih paling sibukmu itu?" Tanyanya lagi.

"Teramat."

"Bukankah, mencintai itu begitu rumit?"

"Ya. Tetapi, bila kau telah sepenuhnya berbagi cerita yang sama, menertawakan kesalahpahaman bersama serta membangun kepercayaan untuk selamanya. Maka kau akan menyadari, mencintai itu menjadi begitu sederhana dan indah."

"Kau terlalu naif. Kau hanya belum mengalami luka. Cobalah mengobati luka yang tak terlihat, aku jamin takkan kau temukan obat."

Perempuan berkerudung merah itu lantas pergi.


20 tahun kemudian, di bawah cahaya bulan yang temaram

"Kau beruntung," tambah penjual barang antik itu. "Arloji ini sudah banyak yang menawar. Tapi tidak satu pun yang berhasil memiliki. Mungkin arlogi ini ingin memilih sendiri siapa yang tepat menjadi pemiliknya."

"Apa kau tahu cerita di balik arloji tua ini?" Kata penjual barang antik itu. "Dulu, ada seorang perempuan pecinta paling setia terus menunggu kekasihnya. Namun kekasihnya tak kunjung datang. Hingga waktu terus berganti kemasan, perempuan itu terus menunggu sebuah kedatangan yang dijanjikan. Di hari yang ke 999, Perempuan itu menjadi murka. Ia meminta pada tuhan yang dipikirnya sedang bersembunyi di balik Bulan Sabit. 'Tuhan, jika kau takdirkan aku sebagai perempuan yang diwajibkan untuk terus menjadi penunggu bagi lelaki yang kau penuhi mulutnya dengan jutaan janji-janji. Maka, lebih baik kau kutuk saja aku menjadi waktu.' Kau tau alasan perempuan itu memilih dikutuk menjadi waktu?" Lanjut penjual itu. "Perempuan itu sebenarnya ingin mengutuk semua lelaki yang selalu sibuk maupun sok-sok sibuk."

"Kau beruntung. Aku tidak pernah menceritakan kisah ini pada siapa pun," tambahnya lagi.

Lelaki itu langsung membeli arloji tua yang ditawarkan tanpa berpikir panjang atau tanpa mengharapkan akan mendengar kisah di balik arloji tua itu. Sebenarnya lelaki itu sama sekali tidak tertarik, atau lebih tepatnya lelaki itu terpaksa mendengarkan, karena ia pernah berjanji akan memberikan sebuah waktu pada kekasihnya nan jauh di sana. Namun karena kesibukan-kesibukan perihal masa depan yang ingin ia persiapkan bagi perempuannya kelak. Tanpa sengaja, ia menjadi lupa pada salah satu janji yang telah ia berikan untuk perempuannya.

Bahkan ia berharap bisa memutar sang raja waktu. Agar bisa kembali ke masa-masa perempuannya masih setia menunggu.

Menunggu kehadirannya dengan senyum secerah purnama ketika malam itu.

***

Seorang perempuan berkerudung merah tampak mengemati lelaki itu dari kejauhan. Kerudungnya makin memancarkan warna merah darah. Jika kau amati dari dekat seluruh tubuh perempuan itu makan akan kau dapati dadanya yang kosong. Lalu kau akan bertanya-tanya ke mana hatinya?"

Ah, lebih baik kau tidak mengetahui kisahnya. Sebab akan sangat panjang jika kuceritakan kembali.

***

Di bawah purnama. Lelaki itu terlihat bahagia setelah berhasil mendapatkan arloji yang paling diinginkan kekasihnya. Arloji itu seolah memiliki detak yang mirip suara jantung manusia.

Lelaki itu mungkin tidak menyadarinya. Bahwa sebenarnya Arloji tua berwarna merah maroon itu tersebut dari detak jantung kekasihnya.

Tepat ke 999 hari, sebelum kekasihnya mengutuk diri menjadi penunggu waktu. Kekasihnya merobek dadanya sendiri, lalu mengeluarkan semua detak dari jantungnya. Terkutuklah lelaki itu yang telah membuang-buang setiap waktu kekasihnya.

Di bawah purnam bulan. Seorang perempuan sedang menghitung detak yang masih tertinggal di dadanya.

Dan hari ini tepat hari ke 1000 perempuan itu masih menunggu Bulan kembali purnama. Agar ia bisa kembali berdetak melalui arloji tua berwarna merah maroon itu.

Demi Menghasilkan Uang Lebih, Menjual Keperawanan Menjadi Jalannya Kepada Orang Partai

Demi Menghasilkan Uang Lebih, Menjual Keperawanan Menjadi Jalannya Kepada Orang Partai

INIKECE - Bagi seorang wanita menjaga keperawanan adalah hal yang paling utama. Dikarenakan bagi wanita keperawanan hanya dapat diberikan kepada pasangan sah setelah menikah saja untuk mendapatkan keturunan yang inginkan.

Namun, sebagian lainnya justru memutuskan untuk menjual keperawanan demi tujuan tertentu. Mulai dari nafsu berlebih, kepuasan, sampai ingin menghasilkan uang yang lebih banyak dari hal ini.

Ini terjadi pada seorang wanita yang bernama Lia, ia menjual keperawanannya di situs lelang Cinderella Escorts. Keperawanan Lia kemudian laku 1,3 juta poundsterling atau sekitar Rp 23,3 miliar. Orang yang memenangkan lelang tersebut diketahui merupakan anggota Partai Konservatif, Inggris.

Setelah proses perkenalan, Lia dan pria berusia 50 tahun yang identitasnya dirahasiakan itupun berhubungan seksual.

Bagi perempuan 24 tahun ini, aksi jual keperawanan merupakan bentuk emansipasi dirinya sebagai wanita. Dia sekarang berencana memakai hasilnya untuk merintis bisnis properti.


Dalam videonya di Cinderella Escrots, Lia juga bilang ingin memiliki masa depan aman dengan keuangan stabil. Menurutnya, menjual keperawanan adalah jalan pintas untuk kaya.


"Selama ini aku kerja paruh waktu dan kesulitan memiliki finansial yang baik," ucap dia. Hal yang mengejutkan, sang ibu rupanya mengetahui apa yang dilakukan Lia terhadap keperawanannya. Dia berkata, orangtuanya bahkan memberikan dukungan penuh.

"Ibuku tahu kebanyakan wanita yang berhubungan seks dengan pria pertama kali akan berujung kecewa. Ketimbang patah hati, lebih baik mendapatkan uang," ungkapnya.

Sementara itu, Cinderella Escorts sendiri merupakan sebuah situs internet yang menjadi tempat melelang keperawanan. Mereka yang menjual keperawanan akan membagi hasilnya dengan situs ini hingga sekitar 20 persen.

Dulu Telah Dilamar Tapi Pihak Wanita Meminta Mahar Besar, Sekarang Datang Keresepsi Mantan Sebagai Tamu

Dulu Telah Dilamar Tapi Pihak Wanita Meminta Mahar Besar, Sekarang Datang Keresepsi Mantan Sebagai Tamu

INIKECE - Di beberapa wilayah Indonesia, saat akan menikah pria diharuskan untuk membayar uang mahar. Salah satunya di Sulawesi yang biasa menyebut uang mahar ini sebagai 'uang panai'.

Namun kisah miris justru harus dialami seorang wanita yang gagal menikah dengan kekasihnya karena meminta uang mahar terlalu tinggi.

Alhasil, wanita ini justru berakhir sebagai tamu undangan di pernikahan kekasihnya dengan wanita lain.

Bagi orang Sulawesi, uang panai tersebut sudah menjadi adat yang harus dipenuhi oleh seorang laki-laki apabila hendak menikahi calon istrinya.

Besaran dan juga jumlah pemberian uang panai ini melalui kesepakatan dari keluarga perempuan maupun laki-laki. Tetapi terkadang, uang panai ini justru menjadi beban bagi laki-laki yang kurang berkecukupan.

Ini karena di Sulawesi, besaran uang panai bisa dibilang di luar batas wajar bagi masyarakat luas. Bahkan, beberapa di antara calon mempelai perempuan meinta panai mencapai miliaran rupiah.

Besaran uang panai ini disesuaikan dengan strata atau status seorang perempuan tersebut. Apakah ia berasal dari keluarga terpandang, bagaimana pendidikannya, apa pekerjaannya dan lain sebagainya.

Bahkan keputusan tersebut sudah disahkan dan seolah menjadi adat-istiadat bagi masyarakat Sulawesi.

Beberapa memandang uang panai di Sulawesi terlihat sangat tinggi dan fantastis. Bukan tanpa alasan, seorang Budayawan Sulawesi Selatan, Nurhayati Rahman mengungkapkan bahwa bagi suku Bugis, khususnya, uang panai akan membuat seorang laki-laki tidak dengan mudah menceraikan istrinya.

"Makanya susah untuk mendapatkan orang suku Bugis Makasaar, tapi susah pula lepasnya atau bercerai. Dalam artian, tingginya harga panai akan membuat pihak lelaki akan berpikir seribu kali untuk menceraikan istrinya karena ia sudah berkorban banyak untuk mempersunting istrinya. Pada uang panai itulah dilihat kesungguhan sang pria untuk mendapatkan perempuan pujaan hatinya," ujar Nurhayati.

Meski begitu, uang panai juga harus menyesuaikan dengan kemampuan dan juga kesepatan. Bila tak ada kesepakatan kedua belah pihak, pernikahan bisa saja batal terjadi.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, seorang perempuan asal Kolaka, Sulawesi Tenggara, harus rela melepas kekasih hatinya demi perempuan lain.

Bukan tanpa alasan, laki-laki yang menikah dengan perempuan lain ini dulunya sempat melamar sang perempuan, namun uang panai yang dipasang pihak keluarga perempuan dinilai terlalu tinggi. Pihak laki-laki merasa keberatan dan akhirnya lamaran mereka batal. 

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube Nina Nurmalasari, memperlihatkan seorang perempuan dengan gaun bir menyala memeluk mempelai laki-laki.


Kemudian ia juga memeluk mempelai perempuan yang bergaun merah muda.


Setelah itu, ia memeluk kedua mempelai dan ia kemudian meminta juru foto di tempat itu untuk mengabadikan momennya.

Perempuan bergaun biru itu berdiri dan menggandeng laki-laki yang merupakan kekasih yang batal menikahinya karena besarnya uang panai.

Hingga saat artikel ini ditulis, hanya diketahui bahwa peristiwa terjadi di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Namun tidak diketahui siapa perempuan di dalam video tersebut dan juga laki-laki di video tersebut.

Video tersebut kemudian juga viral dan diunggah ke akun Instagram @makasaar_iinfo. dan menuai banyak komentar dari warganet.

Banyak yang menjelaskan bahwa uang panai bukanlah sebagai ajang gengsi semata. Ini sudah menjadi adat yang harus dipatuhi.
rizkysyakina :@yeni.rahmawati96 aku bantuin jelasin yah mba... kebetulan sy perempuan bugis asli, uang panaik sebenarnya hanya untuk melihat keseriusan laki2 apakah dia betul2 ingin berjuang dan sbenarx jg spy laki2 bsa lebih menghargai sebuah pernikahan dan bsa bekerja keras tdk malas2an, ibaratnya kyk gini..jgn smpe laki2 berpikir menikah itu mudah dan murah dsb jd akhirnya mmbuat makna pernikahan seakan di gampangkan jdx bisa minta cerai seenakx,, nah klo dr awal si laki2 susah payah ngumpulin uang buat nikahin cwe bugis idaman si pria pst mikir "sy udh susah payah memperjuangkan dgn tenaga, waktu, keringat dan materi masa iya sy hrus nyeraah" makax di kluarga sy khususx hampir gak ada yg nikah cerai krn mengargai pendampinya. Dan sbenarx itu uang panik tdk ada standartx krn itu bsa dibcarakn baik2 semampunya si pria. Tdk smuax kluarga bugis memaksakan standrtnya. Nah kalau mslah kemampuan si pria cm bisa 50jt misalnya akan di kmbalikan lg ke pihak kluarga wanita tp smua kputusan ada di wanitax. Klo di kluarga sy slama saling suka, uang panaik dan mahar msh bsa di bcarakan baik2 dan tdk ada yang dipaksakan. Yang paling penting kebahagiaan dan berkah dr menikah itu sndiri.

Nafsu Tak Tertahankan Mengintai Istri Tetangga Mandi, Berakhir Pencabulan

Nafsu Tak Tertahankan Mengintai Istri Tetangga Mandi, Berakhir Pencabulan

INIKECE - Aurah, istri tentangga yang baru selesai menjemur baju dan menuju untuk mandi terus ia ngintai hingga nafsu menjadi tidak tertahankan. Seorang pemuda berinisial AP (21) nekat mengintai ES (21), istri tetangganya.

Warga Kecamatan Gedung Aji, Tulang Bawang, Lampung, itu nekat melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap istri tetangganya. Ia nekat menyergap korban saat selesai mandi dan hendak mengambil handuk.

"Korban saat itu sedang sendirian di rumah kontrakan. Korban baru selesai mencuci pakaian dan menjemurnya. Usai itu, korban hendak mandi akan masuk ke dalam kamar," kata Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, saat dihubungi, Jumat (8/11/2019).

Syaiful menjelaskan, peristiwa pencabulan itu terjadi pada Senin (28/10/2019) lalu sekitar pukul 16.00 WIB.


Pelaku diduga sudah mengintai korban dan diduga telah membuntuti korban hingga ke dalam rumah. Lalu, saat korban masuk ke dalam kamar hendak mengambil handuk, pelaku langsung mendekap dan merebahkan korban ke atas kasur lalu mencabulinya.

"Korban berontak dan berteriak minta tolong, sehingga pelaku melarikan diri," kata Syaiful.

Setelah itu, korban mengadu ke suaminya. Sang suami pun segera mencari pelaku. Suami korban akhirnya menemukan pelaku di tempat kerjanya disalah satu hotel di Tulang Bawang.

Pelaku pun tidak bisa mengelak dan menurut saat dibawa ke Mapolsek Banjar Agung. Pelaku saat itu berdalik tak kuat menahan nafsu saat melihat korban sedang menjemur baju.

Pelaku sudah ditahan di Mapolsek Banjar Agung dan dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang pencabulan. Dia diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

Menanti Perempuan Buku Kembali

Menanti Perempuan Buku Kembali

INIKECE - Sendirian seperti biasa alkemis menghabiskan senja dengan menikmati Kopi Flores yang khas ditemani jagung pulut muda yang digoreng dicampuri sedikit bumbu pedas. Hembusan angin laut Pantai Lasiana membawanya mengingat perkenalan singkatnya dengan Aurora, gadis berwajah Indo dalam perjalanan Kupang Lewoleba sekitar tujuh bulan silam.

Dalam lamunan sambil memandang mentari yang perlahan namun pasti menuju peraduan, pemuda yang selalu bangga dengan zodiak Ariesnya ini berusaha mengingat kembali pertemuan tidak sengaja yang sulit untuk dilupakan.

Wajah yang pirus, tutur kata yang tegas namun bersahaya seolah-olah menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi senyum khas dengan sorot mata tajam seperti putri Maroko pun hadir.

Alkemis seperti sedang terbuai asmara untuk kembali bertemu. Dalam kayalan yang absurd berharap suatu saat nanti gadis yang jurnalis itu menemaninya minum kopi di tempat yang sudah menjadi langganannya setiap kali menginjakkan kaki di Kota Kupang yang panas. Tempat tersembungi, dimana tidak semua pencinta senja tahu.

Alkemis seperti menyembunyikan tempat itu dari para koleganya. Tidak pernah sekalipun teman-temannya di ajak ke sana. Tempat yang spesial untuk dirinya. Boleh jadi Aurora orang yang pas untuk menemaninya ngopi di sana.

Meski begitu ada keraguan jangan-jangan gadis yang selalu membawa buku kemanapun pergi itu masih kenal dirinya seandai mereka bertemu secara tidak sengaja.

Sebagai wartawan wanita pasti berkenalan dan memiliki banyak sekali teman baik perempuan maupun laki-laki yang jauh lebih hebat, kata Alkemis dalam hatinya.

Pengalaman sebagai aktivis politik selama ini membuat Alkemis paham bahwa wartawan merupakan makluk sosial yang bebas dan terbuka termasuk dalam berelasi. Kenyataan yang terkadang membuat sebagian laki-laki berduit menganggap wartawan perempuan gampang untuk diajak apa saja bahkan terkadang bisa diajak tidur.

Gambaran itulah yang membuat dirinya ragu-ragu untuk kembali mengirim pesan kepada sang dewi sekalipun sekadar mengucapkan 'say hallo' khawatir tidak dibalas seperti yang sudah-sudah.

Alkemis hilang percaya diri. Itu juga jadi alasan mengapa tidak kembali untuk mencoba menghubungi gadis impian.

Ceritanya, beberapa hari setelah berpisah di Bandara Lewoleba, Alkemis layaknya semua laki-laki normal mencoba menyapa perempuan yang pernah berkenalan dan apalagi bersedia menyimpan normor kontak.

Seperti kebanyakan laki-laki, sapaan awal melalui pesan singkat pun cenderung klise. Sekadar menanyakan sudah sampai di mana? Keadaannya seperti apa? Dan banyak lagi pertanyaan sambil berharap para wanita merespon ramah.

Terkadang para lelaki sudah mengetahui jawabn namun tetap saja begitu sejak jaman purba relasi antara laki-laki dan perempuan.

Sayangnya tidak sekalipun Aurora membalas pesan yang dikirmkan. Alkemis yang mengagumi Aurora karena suka membaca dan pintar pun bertanya-tanya mengapa perempuan ramah dan hangat ketika bertemu dalam perjalanan tiba-tiba tidak membalas pesan singkat yang dikirim.

Meskipun ada kecurigaan, jangan-jangan keramahan hanya pura-pura, tapi Alkemis masih menaruh harap bahwa mereka pasti kembali berjumpa. Rasa rindu yang hebat seperti sedang menghadapi jalan terjal.

Mulanya Alkemis beranggapan boleh jadi tidak dibalas karena tidak ada sinyal selama di Lamalera atau karena gadis yang sudah matang ini tidak mau diganggu waktu vacancy-nya.

Namun, karena lama menunggu dan tidak sekalipun balasan itu datang, Alkemis pun mulai ragu jangan-jangan dia bukan lelaki yang menarik di mata Aurora sehingga sekadar membalas pesan pun ogah.


Mentari sudah mendekati cakrawala. Dari atas rumah panggung kafe yang berjarak beberapa meter saja dari bibir pantai terlihat laut yang ramah dengan wajah langit merona. Gelombang pun memecah malas seperti tak ingin mentari lekas pergi.

Suasana bertambah sepi karena tidak ada lagi suara anak-anak yang biasanya dulu sering bermain dan berenang di pinggir pantai. Mereka sudah tidak berani lagi karena takut disamar buaya yang sering berkeliaran mencari makanan karena ekosistemannya yang rusak.

Senja pun berganti malam ketika lampu kafe dinyalakan, sementara belum ada pengunjung yang datang. Keheningan yang menambah keresahan. Aurora dimanakah kau berada, rindu aku ingin jumpa.

Lelaki dewasa yang sedang jatuh cinta ini kemudian membuka Youtube, lalu mencari lagu lawas 'Dinda' milik Kla Project yang populer bersama lagu Yogyakarta.

Suara khas Katon Bagaskara dalam lagu seolah mengoba merindu mencari dan berharap kekasihnya kembali semakin membuat Alkemis gelisah.

Alkemis larut dalam lagu. Berulang-ulang didengarkannya lagu itu sambil ikut berdendang kecil. Memang lagu ini sangat populer di kalangan mahasiswa ketika Alkemis kuliah dulu.

Sebagian besar mahasiswa pasti menghafal lirik lagu ini luar kepala. Lagu yang menarik memori masa lalu kembali muncul dan mengingat semua nostalgia ketika kuliah di kota Gudeg. Meski begitu bayangan Aurora makin jelas terlihat.

Dalam hatinya Alkemis mulai bertanya perempuan macam apa ini bisa membuat lelaki paling cuek ini begitu larut memikirkannya.

Padahal, semua pencinta zodiak tahu bahwa Aries adalah makluk paling tidak peduli termasuk dalam urusan asmara. Bahkan terkadang para wanita yang lebih dahulu memulai membangun komunikasi. Akan tetapi menghadapi Aurora semua ego zodiak dengan lambang kepala domba ini gugur.

Sebelum meninggalkan kafe ketika sudah ada beberapa pengunjung yang datang, Alkemis pun memberanikan diri untuk mengirim kembali pesan singkat dan anggap saja sebagai kesempatan terakhir.

Bila saja Aurora kembali tidak membalas dalam beberapa waktu, dia akan menghapus nomor Aurora dari daftar kontak sebagai cara untuk mengakhiri harapa. Anggap saja bukan jodoh.

Dibukanya daftar panggil lalu mencari nama Aurora Perempuan Buku. Dia lalu mengirimkan pesan singkat. Sengaja memang menambahkan Perempuan Buku di belakang nama untuk memudahkan mengingat pertemuan pertama di bandara. Dan, Aurora sendiri setuju di belakang namanya ditulis begitu.

"Malam Mbak Aurora apa kabar? Ini Alkemis yang pernah berjumpa waktu perjalanan dari Kupang ke Lewoleba. Masih ingatkan? Mudah-mudahan. Salam"

Setelah mengimrkan pesan lalu menuju mobil untuk meninggalkan kafe yang romantis di malam hari. Dalam perjalanan pulang kembali ke Kupang yang sudah mulai padat di malam hari, di tengah hujan tipis menjelang Natal, hati kecilnya terus berharap siapa tahu mendapat balasan. Setiap bunyi SMS atau WhatsApp yang masuk langsung dilihat. Namun tidak satupun muncul nama yang ditunggu.

***

Gunung Inerie menjulang tinggi. Terlihat cantik dari kejauhan sayang cuma sendiri. Diselimuti awan tipis menambah rasa sepi bagai gadis yang merindu kehadiran kekasih. Cantik namun sedih.

Sementara pancaran cahaya matahari dari ufuk timur membentuk bayangan hitam bak rambut panjang terurai di sisi kanan kaki gunung. Mengingatkan pada komik-komik masa kecil tentang legenda putri cantik Eropa yang rambutnya melambai panjang terurai.

Angin sepoi-sepoi menggoda pucuk-pucuk pohon pinus yang terus melambai sambil mengeluarkan bunyi seperti berbisik. Buara burung-burung pagi bersahutan dengan bunyi yang beraneka. Ekspresi alam begitu sempurna.

Barangkali ini menjadi alasan mengapa banyak penakluk Flores selalu merindukan untuk dapat istirahat sejenak di Manulalu. Menginap di tempat yang tersembunyi dan jauh dari keramaian Kota Bajawa. Dengan lingkungan yang asri serta pepohonan yang menjulang tinggi menambah suasana nyaman seolah-olah sedang berada dalam Taman Firdaus di bumi.

Dari beranda belakang cottage berbentuk kubah dengan dominan warna putih ini, dengan kepala yang masih diselimuti handuk karena habis keramas, Aurora mengambil dua ponsel yang dari semalam mati karena kehabisan baterai.

Setelah menghidupkan androidnya, dia lalu berdiri di salah satu pojok yang view-nya paling ideal untuk mengabadikan panorama Manulalu d waktu pagi yang eksotik. Semua yang ada di depannya diabadikan.

Tanpa peduli dengan bunyi notifikasi yang masuk ke ponselnya, Aurora fokus mengambil gambar semua objek yang dia sukai. Pengalamannya sebagai wartawan foto membantu dirinya untuk memilih sudut-sudut yang ideal agar mendapatkan gambar foto yang bagus.

Desa Adat Bena juga menjadi sasaran jepretannya. Desa yang terletak tepat di bawah kaki Gunung Inerie. Dari kejauhan hanya terlihat atap-atap rumah adat yang membentuk formasi tertentu sekaligus menjadi ciri khas penambah daya tarik untuk berkunjung ke sana.

Setelah mengabadikan semuanya, sambil menyeduh minuman kesukaan yang selalu dibawa kemanapun pergi, Aurora seperti biasa mulai membuka semua pesan yang masuk baik melalui SMS ataupun WhatsApp. Dia memilih mana saja yang harus direspon lebih dahulu. Tentu saja diutamakan yang berkaitan dengan pekerjaan termasuk membalas beberapa komentar yang ada dalam group teman-teman sekantor.

Tiba-tiba matanya menangkap ada kiriman WhatsApp dari nomor baru yang muncul di layar ponselnya. Dia membuka kemudian membaca pesan: "Malam Mbak Aurora apa kabar? Ini Alkemis yang pernah berjumpa waktu perjalanan dari Kupang ke Lewoleba. Masih ingatkan? Mudah-mudahan. Salam"

Dia menatap lama sekali pesan tanpa langsung membalas. Sambil kembali mengingat memori pertemuan, pandangannya dibiarkan lepas jauh melampaui Gunung Inerie. Dia mulai ingat pertama kali bertemu di Bandara El Tari. Lalu kehangatan dalam perjalanan di pesawat. Ngobrol lama di pelataran bandara Lembata. Lalu saling tukar nomor ponsel. Lalu berpisah. Sialnya ponsel itu jatuh dalam laut ketika berperahu di Lamalera sehingga semua data dan nomor kontak pun hilang.

Dalam hati kecilnya, dia ingin sekali suatu saat bisa kembali bertemu Bang Alkemis. Ya untuk sekadar ngobrol atau bertukar cerita tentang buku atau novel. Jarang sekali gia temukan lelaki yang hangat dan sekaligus suka membaca.

Tapi tidak mungkin keinginan itu dia ungkapkan saat membalas WhatsApp untuk pertama kali.

"Selamat pagi, Bang. Aku ingat ko, Bang. Kabar baik. Gimana juga kabar abang. Maaf baru baca."

Sesudah membalas pesan Alkemis, dia mengunggah foto-foto terbaik hasil jepretannya ke Facebook dan Instagram dengan tulisan 'Manulalu' sambil berharap ada yang memberikan komentar dan jempul untuk postingannya.

Tanpa peduli dengan rambutnya yang berhanduk, Aurora mengeluarkan laptop untuk meng-update berita yang beberapa hari terlewatkan. Dia sengaja menghabsikan hari di penginapan tanpa ada agenda sekaligus untuk recovery (pemulihan, Red).

Paling jauh selepas makan siang menuju Kampung Bena ygn tidak jauh dari penginapan.

"Makasih ya mbak mau balas. Aku pikir udah lupa. Dulu aku pernah WA tapi ga pernah balas. Sekarang posisi? Flores? Jakarta? atau dimana?"

Tanpa menunggu perempuan tomboy langsung membalas WhatsApp.

"Aduhhh maaf abang, bukannya gak balas tapi ponselku kecebut laut saat diajak naik perahu oleh nelayan di Lamalera."

Seperti berlomba Alkemis pun membalas cepat.

"Sorry kalau begitu aku salah duga. Sekarang dimana?"

"Aku di Flores, kok. Sekarang nginap di Manulalu."

"Ngapain? Travelling lagi, ya. Cinta banget sama Flores."

Membaca balasan dari Alkemis, dia tersenyum sambil terus menulis.

"Aku ke Flores tiga hari yang lalu. Mulai dari Maumere. Lalu ke Kelimutu, lalu foto-foto di Rumah Pembuangan Bung Karno di Ende. Juga persiar ke Taman Bung Karno."

"Bagus udah sampe ke Kota Pancasila. Di situ Pohon Sukun tempat Soekarno merenung tentang Philosophische Grondslag. Tentang dasar negara yang kita kenal dengan Pancasila."

"Tapi sayang bang, tamannya jorok seperti tidak terurus padahal ada patung Bung Karno."

"Iya juga sih, mbak."

"Bila saja Bung Karno masih hidup pasti dia suruh pindahkan patungnya karena tidak sesuai dengan dirinya yang bersih."

"Kayaknya kamu banyak membaca tentang sisi hukamis Bung Karno, ya?"

"Ayah saya pengagum BK, bang. Koleksi bukunya banyak. Oh ya bang, hari ini aku istirahat ko Bang. Nikmati suasana Manulalu."

"Pantesan. Oh ya baru ingat, kamu kan suka baca. Hati-hati ntar kepincut cowok Flores lho, he he he he."

Aurora sudah bisa menebak pasti Alkemis berharap dirinya merespon godaan tentang cowok Flores. Namun pengalaman serta kedewasaan membuat dirinya tahu bagaimana memberi batas tanpa ada merasa terganggu dalam berelasi dengan dirinya. "Bang Alkemis di mana nih?"

"Abang di Kupang. Asyik jalan terus. Flores itu memang menarik sekali. Jangan lupa yang mampir ke Riung masih perawan, lho. Gak kalah lho ama Labuan Bajo,"

"Iya Bang. Besok aku rencana mau ke sana."

"Ada yang nemain gak ya?"

Sambil kembali tersenyum, Aurora menjawab ringkas "Sendiri."

"Ok deh Aurora. Kapan balik ke Jakarta? Kalo lewat Kupang kabari biar bisa ketemuan. Ada tempat kopi yang bagus. Dari situ kita bisa melihat kota Kupang yang hijau di musim hujan. Siapa tahu kamu suka."

"Iya bang makasih atas ajakannya. Aku balik lewat Kupang ko, Bang. Aku mau beli miniatur Sasando untuk dibawa ke Jakarta. Ada kawanku pesan."

"Ok kabari ya biar abang ajak minum kopi sambil diskusi. Ada novel bagus yang sudah abang baca, siapa tahu kamu suka. Sekalian abang temani kamu nyrai Sasando. Abang kenal dengan pemiliknya."

"Makasih ya bang. Sampe ketemu."

"Ditunggu. Sama-sama."

Tanpa terasa Aurora larut dalam komunikasi WhatsApp hampir sejam dengan orang yang baru sekali kenal. Itupun secara tidak sengaja. Dia pun mengubah rencana perjalanan yang sebelumnya via Labuan Bajo lalu memilih balik Jakarta via Kupang dengan alasan ingin membeli sesuatu sebagai suvenir.

Semua itu dilakukan sebagai upaya untuk bisa bertem Alkemis.

Benih-benih rindu pun menguasai perasaan. Inginnya cepat-cepat ke Kupang. Terlintas untuk membatalkan ke Riung. Hanya karena semua sudah dibayar, wanita lajang ini tetap memutuskan untuk ke sana meski waktunya dipersingkat cuma semalam.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Aurora sudah tinggalkan Riung menuju Bandara Soa untuk terbang ke Kupang.

Sepanjang perjalanan sambil menikmati udara pagi yang masuk melalui jendela mobil sambil mendengarkan lagu-lagu rancak irama reggae berbahasa daerah dari tape mobil travel tidak lupa dia kirimkan pesan singkat ke Bang Alkemis.

"Siang ini aku masuk Kupang ya, Bang."

(Kupang, 18 Januari 2019).

Indonesia Masuk Daftar Salah Satu Pulau Terindah Di Dunia, Nomor Urut Ke!

Indonesia Masuk Daftar Salah Satu Pulau Terindah Di Dunia, Nomor Urut Ke!

INIKECE - Hidup di bumi ini pasti memiliki suatu keindahan alam yang sangat luar biasa, tersebar di penjuru dunia pasti terdapat alam yang super indah dan punya daya tariknya sendiri.

Dari hal ini ada beberapa negara yang memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa indah salah satunya pulau-pulau terindah yang menjadi incaran para wisatawan. Berikut ada 10 pulau yang masuk daftar pulau terindah di dunia,

1. Pulau Milos - Yunani


Pulau Milos berada di ujung barat daya Yunani. Kamu akan menemukan hamparan pantai berpasir dan air laut berwarna biru safir.

Jajaran rumah bercat putih dengan daun jendela berwarna biru menjadi ikon Pulau Milos. Untuk menuju ke sini, kamu perlu menempuh perjalanan selama 40 menit via penerbangan. Bisa juga dengan naik kapal dari Ibu Kota Yunani selama 4-7 jam.

Salah satu koleksi Museum Louvre di Paris pun bisa ditemukan di sini. Koleksi tersebut berupa patung Aphrodite, dikenal pula sebagai Venus de Milo. Pemandangan sunrise dan sunset di sini begitu menawan.

2. Pulau Bartolome - Ekuador


Pulau Bartolome di Ekuador merupakan yang terindah di Galapagos. Bartolome juga merupakan cagar alam dan tempat yang tepat untuk menemukan penguin Galapagos, kepiting yang melompat-lompar, dan iguana laut.

Pantai di Bartolome memiliki air berwarna biru kehijauan, warnanya pun tercampur dengan aliran lava hitam dari Teluk Sullivan. Kamu juga bisa menikmati waktu berenang bersama penguin Galapagos yang hanya hidup di bagian utara jalur khatulistiwa.

3. Pulau Fregate - Seychelles


Di Pulau Fregate, Seychelles, kamu bisa menyaksikan kura-kura aldabra raksasa. Panorama bebatuan, pepohonan menjulang tinggi, pasir putih yang bersih, dan jernihnya air laut bakal memanjakan pandangamu.

Pulau Fregate merupakan pulau pribadi yang disewakan untuk wisatawan. Kalau sedang ada yang menyewa, maka akan dipasang "Pulau Disewa".

4. Pulau St.Lucia - Lesser Antilles


Gunung Api Piton merupakan objek wisata utama di St. Lucia. Hutan rimbun membentang menjadi tempat tinggal burung-burung kolibri. Hutan yang berada di dasar pegunungan tersebut merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

Rumah-rumah penduduk di St. Lucia, Lesser Antilles, ini bercat cerah. Terlihat indah seperti warna-warni confetti yang berserakan di lereng curam tepi perairan Karibia.

5. Pulau Jura - Skotlandia


Skotlandia memang memiliki berbagai destinasi wisata menarik yang megah dan menakjubkan. Pulau Jura pun menjadi salah bukti keindahan alam di sana.

Pulau ini menjadi habitat rusa merah asli, elang emas, serta elang laut. Bukit berbatu serta sabana berangin menjadi daya tarik tersendiri pulau ini.

Jika ingin melihat proses penyulingan wiski, mampirlah ke Isle of Jura. Ada pula penginapan di sana yang menyediakan paket wisata pendakian, hingga kunjungan ke pabrik wiski.


6. Pulau Komodo - Indonesia


Pulau Komodo masuk dalam jajaran pulau terindah di dunia. Adanya Pantai Pink serta penangkarang hewan purba komodo menjadi daya tarik utamanya.

Tak hanya dua destinasi tersebut, kamu juga bisa menikmati panorama langsung lautan dari ketinggian. Snorkeling juga jadi kegiatan paling asyik di sini. Bayangkan, betapa menyenangkannya ketika bisa berenang bersama kuda laut kerdit, gurita cincin biru, hingga paus yang berenang bebas di lautan.

7. Pulau Senja - Norwegia


Gunung-gunung yang menjulang tinggi menjadi pemandangan umum di Pulau Senja, Norwegia. Negara ini sendiri memiliki lebih dari 50 ribu pulau indah dan Pulau Senja salah satunya.

Pancaran sinar matahari akan menyapu lereng gunung saat musim panas. Sedangkan saat musim dingin, kamu dapat menikmati keindahan cahaya aurora di langit malam.

Pulau Senja menjadi destinasi wisata yang menyajikan keindahan alam Kutub Utara. Mulai dari puncak berbatu di Taman Nasional Anderdalen hingga fjord yang dalam dan begitu dingin.

8. Pulau Moorea - Polinesia Prancis


Pulau Moorea di Polinesia Prancis menjadi pilihan tepat untuk kamu yang pengin lebih banyak aktivitas air. Kamu bisa menyelam dan melihat terumbu karang di perairannya yang begitu jernih. Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan paus bungkuk yang muncul di permukaan air laut.

Untuk menuju ke sini, naiklah kapal feri dari Pulau Tahiti. Pulau Moorea pun masih terbilang alami dan sepi pengunjung. Keindahannya masih benar-benar terjaga!

9. Pulau Palawan - Filipina


Pulau Palawan memiliki pesona pasir pantai yang putih dan bersih, air laut yang jernih hingga terumbu karang di dasarnya terlihat jelas. Beberapa tumbuhan bakau menghiasi sekitar pantai, menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki Pulau Palawan.

Wisatawan yang berkunjung akan disambut hangat oleh warga desa setempat yang masih menjunung tinggi tradisinya. Terdapat Taman Nasional Puorto Princesa yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Kamu akan menemukan sungai bawah tanah yang menyelinap masuk ke dalam labirin gua-gua batu kapur di taman nasional tersebut.

10. Pulau Kauai - Hawaii


Hawaii memang sudah dikenal dengan keindahan pesona alam pegunungan hingga baharinya. Pulau Kauai menjadi salah satu jajaran pulau yang membentang di Hawaii. Disebut pula sebagai The Garden Isle, karena hutan tropis yang menyelimuti pulau tersebut.

Hutan di Pulau Kauai menjadi habitat bagi spesies burung yang hanya hidup dan dapat ditemukan di Pulau Hawaii. Jika ingin menuju ke hutan belantaranya, kamu harus melewati lembah gantung dan air terjun.

Menghubungi Suami Tak Membuah Hasil, Ternyata Sedang Honeymoon Dengan Istri Muda

Menghubungi Suami Tak Membuah Hasil, Ternyata Sedang Honeymoon Dengan Istri Muda

INIKECE - Curhat seorang korban poligami menjadi viral di media sosial baru-baru ini. Perempuan ini akhirnya bercerai dengan suami tersayang karena merasa hidupnya sudah hanya seperti layangan putus yang tak tau arah.

Kisah ini mulanya diunggah akun Facebook Mommi Asf tapi kini sudah dihapus. Meski begitu, cerita tersebut telah dibagikan ulang oleh warganet diberbagai media sosial.

Salah satu warganet yang membagikan kisah layangan putus ini adalah akun Twitter @MillaKrnptr.

"I just read about #layanganputus and now i'm scared," cuitnya.

Kisah ini dimulai pada 12 Februari 2018 lalu. Pagi selepas subuh dia menyadari suaminya mungkin tidak pulang ke rumah. Dia pun mencoba menghubungi suaminya berulang kali tapi tidak membuahkan hasil.

Mulai merasa jengkel, dia lalu menelepon supir kantor. Namun, informasi yang didapatkan justru menimbulkan kecurigaan di hatinya.

"Nggak tahu, Mbak! Cuma nganter ke bandara tok wingi," kata si supir.

Ia kemudian mengecek brankas mini di lemari kamar suaminya dan ternyata paspor dan kamera suaminya tidak ada di tempatnya.


"Kemarin dia memang pamit akan pemotretan untuk liputan motor BMW, karena itu, koper cabinnya yang berisi kamera dibawa serta. Tak ada pikiran aneh, aku percaya semua kalimat suamiku. Tapi, kenapa dia pergi tidak jujur padaku? Ke mana dia?" tulis Mommi ASF.

Mommi Asf juga mengungkapkan bahwa hubungan mereka lagi mesra-mesranya. Bahkan dia menjadi getol mengoleksi lingeri demi menyenangkan suami. Sang suami juga merupakan pemilik kanal dakwah di YouTube sehingga dia sangat percaya kepada ayah dari anak-anaknya itu.

"Dia paham, menyentuh lawan jenis adalah haram baginya. Bahkan, menundukkan pandangan terhadap wanita non mahrom adalah kewajiban. Aku percaya betul suamiku. Tapi ke mana dia?"

Pergi entah ke mana selama 12 hari, pada 24 Februari 2018, suaminya akhirnya bilang akan pulang. Namun, Mommi Asf menunggu di rumah saja. Namun karena sudah terlanjut cemas, ia nekat mengendarai mobil menuju bandara.

Sekitar 10 hari sebelumnya, rupaya telepon Mommi Asf sempat diangkat suaminya. Saat itu, suaminya mengatakan sedang di Jakarta dan itu malah membuatnya semakin bertanya-tanya.


"Aku di Jakarta! Mas pergi dulu. Kamu di rumah baik-baik sama anak-anak, ya. Aku titip anak-anak ya. Mbi. I love you," kata suaminya hari itu sebelum kemudian sambungan terputus.

Dalam perjalanan pulang dari bandara, Mommi Asf terus bertanya dari mana saja suaminya. Namun, suaminya tidak juga memberikan jawaban yang diinginkan seolah memang sedang menyembunyikan sesuatu.

Pada 27 Februari 2019, Mommi Asf memberanikan diri untuk mengecek ponsel suaminya.

"Ponselnya disembunyikan di atas rak buku. Tak sadar airmataku mengalir. Kutemui ratusan foto mereka. Hatiku tersayat, ngilu," ungkapnya.

Selama 12 hari dia mencemaskan kondisi suaminya. Namun, ternyata suaminya itu tidak hilang tapi bulan madu di Cappadocia, Turki, bersama istri baru. Ironisnya, Cappadocia adalah kota impian Mommi Asf.

"Aku memang sudah pernah pergi ke Turki saat menunaikan ibadah umroh, bersamanya. Tapi, kali itu kami tidak menyentuh Cappadocia. Betapa remuknya hatiku melihat dia sudah pergi ke sana lebih dulu dengan istrinya yang baru. Istri muda yang baru 12 hari dinikahinya," lanjutnya.

Pada akhirnya setelah sekitar delapan tahun berumah tangga, pasangan ini bercerai. Mommi Asf tidak sanggup menjalani poligami.

"Pun selama setahun setengah menjalani poligami, yang aku rasakan memang kakiku sudah sakit sebelah. Ibarat dalam sisi media, sarang terbaiknya adalah mengemputasi kaki yang sudah luka dan membusuk, sebelum menjalar menyakiti organ lainnya," tulis dia.


Dia juga menulis, "Bukan saatnya tumbang, aku bukan layangan putus yang tak tentu arah. PR ku masih banyak, keempat anak ini punya masa depan yang indah. Aku percayakan semua pada penopangku Allah SWT yang Maha Baik."

Mommi Asf pun menyatakan dirinya tak akan memusuhi mantan suaminya. "Dia adalah ayah anak-anakku. Kuselipkan namanya dalam doa-doaku," pungkasnya.