Terlihat!!! Bikini Wanita Ini Tembus Pandang Saat Renang

INIKECE - Terjadi hal mengejutkan bagi seorang wanita ini, ia memakai bikini untuk olahraga renangnya akan, tetapi wanita asal London ini kaget setelah melakukan renang terlihat jelas bahwa bikini yang ia pakai selama renang ternyata tembus pandang.

Heboh Dan Viral Kembali, Pernikahan Pelajar SMP Dengan Lulusan SD di Sumsel

INIKECE - Pada media sosial kerap menjadi ajang untuk memviralkan sebuah video atau foto-foto. Kali ini telah beredar sebuah video pernikahan dimana sang pengantin masih berusia sangat dini.

Mengejar Ketulusan By Kartini, Novel

INIKECE - Hina sekali rasanya merasakan jatuh cinta yang terlalu liar pada sahabat sendiri. lalu, aku bisa apa? Apa aku harus merantai perasaan ini? Memenjarakannya dalam ruang tanpa celah agar tak ada seorang pun yang mampu menengoknya?

Selama 1.000 Tahun Baru Terbongkar, Patung Buddha Yang Berisi Tulang Utuh

INIKECE - Usia telah 1.000 tahun, dan baru diketahui bahwa dalam tubuh patung tersebut terdapat kerangka tulang yang utuh seperti bentuk patung tersebut. Museum Drents di Belanda melakukan CT Scan terhadap patung Buddha yang berusia ribuan tahun.

Tipe Penyayang 2019, Novel Dengan Pemikat Body Positivity

INIKECE - Biasanya orang yang suka membaca dan ingin tahu dengan hal-hal yang positif dikenal sebagai orang yang penyayang penuh kasih. Dengan begitu, salah satu cara untuk menambah kepribadian yang lebih baik, wajib membaca buku yang bertema Body Positivity.

Terlihat!!! Bikini Wanita Ini Tembus Pandang Saat Renang

Terlihat!!! Bikini Wanita Ini Tembus Pandang Saat Renang

INIKECE - Terjadi hal mengejutkan bagi seorang wanita ini, ia memakai bikini untuk olahraga renangnya akan, tetapi wanita asal London ini kaget setelah melakukan renang terlihat jelas bahwa bikini yang ia pakai selama renang ternyata tembus pandang.

Emily Charlton-Smith, ini bermula saat dirinya memutuskan untuk membeli bikini seharga 17 pound sterling dari sebuah toko online, PrettyLittle Thing.

Kemudian wanita 25 tahun tersebut memutuskan untuk memakainya saat dirinya berenang di sebuah kolam renang ketika dirinya sedang berlibur di Spanyol. 

Namun sayangnya, momen liburan tersebut menjadi salah satu momen yang memalukan bagi Emili. Sebab, setelah ia berenang beberapa saat di dalam kolam renang, tersadar bahwa bikininya berubah menjadi bikini tembus pandang.



Karena hal tersebut, Emily pun malu setengah mati. Tak diam begitu saja, ia memutuskan untuk melayangkan protes kepada toko online tersebut melalui Instagram.


Bukan mendapatkan tanggapan yang menyenangkan, Emily justru dibalas dengan pesan yang tidak menyenangkan bahkan cenderung membuat tidak nyaman.


Tangkapan layar yang diunggahnya menunjukkan seorang admin toko online tersebut bernama Nowman. Ia meminta Emily untuk mengirimkan video bukti kejadian tersebut. 

"Bisakah anda mengirimkan video itu kepada kami sehingga kami dapat melihat seberapa tipisnya itu?" tanggapan dari admin bernama Nowman.

"Seperti dalam video itu yang akan tembus pandang ketika saya memakainya?" jawab Emily.

Setelah satu jam kemudian, Nowman menghilang dari percakapan dan admin toko online lainnya muncul dan mengeluarkan permintaan maaf.

"Saya sangat menyesal yang disarankan salah. Dapatkan anda mengirimkan foto tangan anda dibawah bikini untuk menunjukkan betapa tembusnya itu," ungkap admin kedua.

Akhirnya Emily pun mengirimkan sebuah foto bikini yang menunjukkan bukti bahwa tembus pandang setelah terkena air.

"Dari materi itu dapat diperkirakan akan terjadi, sebagian besar bikini kami sarankan untuk dikenakan ketika berpose di tepi kolam saja," jawaban admin tersebut.

Tidak mendapatkan jawaban yang melegakan hati, akhirnya Emily mengunggah percakapan tersebut ke Instagramnya untuk mendapatkan tanggapan dari para followersnya.

"Saya tidak yakin apa yang lebih buruk dari @PrettyLittle Thing's Nowman yang meminta saya untuk video dengan bikini tembus pandang saya atau tim layanan pelanggan memberi tahu saya bahwa bikini tersebut hanya untuk berpose di tepi kolam renang," tulis Emily.

"Bagian terbaik dan paling memalukan adalah bahwa mereka mengatakan bikini adalah untuk berpose di tepi kolam renang," lanjutnya.

"Saya mempostingnya di story Instagram saya dan telah membuat begitu banyak orang mengeskpresikan rasa frustrasi mereka kepada saya dan beberapa memiliki pengalaman serupa," tutup Emily.

Heboh Dan Viral Kembali, Pernikahan Pelajar SMP Dengan Lulusan SD di Sumsel

Heboh Dan Viral Kembali, Pernikahan Pelajar SMP Dengan Lulusan SD di Sumsel

INIKECE - Pada media sosial kerap menjadi ajang untuk memviralkan sebuah video atau foto-foto. Kali ini telah beredar sebuah video pernikahan dimana sang pengantin masih berusia sangat dini.

Awalnya, video viral ini diunggah oleh akun Instagram @sumselreceh pada Jumat (12/7/2019). Berdasarkan keterangan yang ditulis akun @sumselreceh, video pernikahan dini ini diduga diambil dari Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Banyuasin (muba).

Selain itu, yang menghebohkan lainnya adalah status mempelai yang masih jauh dibawah umur. Akun @sumselreceh menuliskan jika mempelai wanita masih duduk dibangku kelas 6 SD. Sedangkan mempelai pria, juga masih duduk di bangku SMP.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Pernikahan Dini antara bocah SD dan SMP di Musi Banyuasin ini benar adanya.

Mengutip Tribun Sumsel, Pernikahan Dini ini terjadi di Desa Ngulak, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (11/7/2019).


Lurah Desa Ngulak, Rusmin, membenarkan jika kabar terjadinya Pernikahan Dini itu. Meski begitu, Rusmin mengungkapkan jika pihak keluarga mempelai tidak melaporkan ke kelurahan setempat sebelum melangsungkan pernikahan.

"Benar, kemarin pernikahannya, cuma mereka tidak melapor, Saya juga tahu dari media sosial," ungkap Rusmin.

Rusmin mengatakan jika kedua sama-sama berumur 14 tahun, dengan mempelai wanita berstatus baru lulus SD dan pengantin pria baru duduk di kelas 2 SMP.

Pria yang menjabat sebagai lurah Desa Ngulak ini mengatakan jika pernikahan itu digelar tanpa ada paksaan dari pihak keluarga. 


"Semuanya masih sekolah, saya dan camat sudah ke lokasi. Mereka memang tidak ada paksaan orangtua, memang mau menikah," jelas Rusmin.

Namun, Rusmin mengaku belum tahu alasan kedua mempelai menikah dini selain sama-sama cinta. Rusmin menjelaskan, jika orang tua pengantin memang sempat datang ke kantor kelurahan guna meminta surat pengantar NA (numpang nikah).

Namun, saat itu Rusmin sedang tidak berada di kantor. Skrestaris Lurah yang berjaga saat itu, sengaja tak memberi surat pengantar karena pengantin masih dibawah umur, dan menyuruh mereka untuk ke Kantor Urusan Agama (KUA) agar mendapat penjelasan.

"Tidak tahu apa hasilnya, ternyata mereka menggelar pernikahan itu malam kemarin di rumah pengantin perempuan," ungkap Rusmin.

Di lain tempat, Kepala Dimas Pe,berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muba, Dewi Sartika, menganggap pernikahan itu sudah melanggar UU perkawinan.

"Prinsipnya kita sudah ada Peraturan Bupati nomor 46 tahun 2018 terkait pencegahan pernikahan di usia dini, dijelaskan bahwa usia anak di bawah 18 tahun kita mencegah untuk pernikahan".

"Kejadian ini anak usia 14 tahun, jelas pernikahannya melanggar UU tentang perkawinan," ungkap Dewi.

Kini, pihak DPPA bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Muba akan segera mengonfirmasi kebenaran berita ini.

Mengejar Ketulusan By Kartini, Novel

Mengejar Ketulusan By Kartini, Novel

INIKECE - Hina sekali rasanya merasakan jatuh cinta yang terlalu liar pada sahabat sendiri. lalu, aku bisa apa? Apa aku harus merantai perasaan ini? Memenjarakannya dalam ruang tanpa celah agar tak ada seorang pun yang mampu menengoknya?

Aku pernah berpikir seperti itu. Menjamu cinta ini diam-diam dengan rangkaian kata yang hinggap dalam ramainya pikiranku tentangnya. Tapi, aku pernah membaca sebauh blog yang salah satu postingannya sangat kusukai.

Ada secarik frase yang selalu kubaca berulang-ulang di sana, "Bukankah terlalu egois jika harus menikmati cinta ini sendirian, tanpa kamu?".

Aku benci mengatakan ini. Tapi harus kuakui, aku paham bagaimana rasanya menjadi seorang pengecut karena jatuh cinta diam-diam, kepegecutannya bertambah berkali-kali lipat jika orang tersebut adalah sahabatmu sejak kecil. 

Bagaimana aku tiba-tiba menikmati setiap perhatian-perhatian kecil yang diberikannya padaku, mulai memuja senyum dan lentik bulu matanya, hingga terkejut sendiri saat kulit kami bersentuhan secara sengaja maupun tidak disengaja. Reaksi-reaksi berlebihan seperti itu muncul sejak aku mulai menyadari bahwa si kucel Naga, bocah yang dulu menemaniku menangkap ikan di got depan rumah, kini sudah tumbuh menjadi sosok laki-laki yang punya bahu bidang dengan rambut-rambut halus di dagunya. Dia juga menyapaku dengan suara yang tidak secempreng dulu lagi.

Dan berada di dalam bus bersamanya, duduk bersebelahan seperti sekarang ini, bukanlah hal yang mudah bagiku, meski dulu aku bisa dengan santai bersandar di bahunya. Bagiaman caranya menyembunyikan detak jantung yang tidak tahu diri ini?

Setiap detik terasa ingin melihatnya. Rasa penasaran, ingin tahu ekspresi apa yang ditampakkannya dari detik satu ke detik berikutnya, lalu menganalisa ekspresi itu dalam sebuah tafsiran.

Jadi diam-diam aku memenuhi panggilan bodoh itu. Meliriknya dari sudut mataku. Kemudian menangkap sosoknya yang tengah duduk dengan tenang di sampingku, dengan ponsel di tangannya. Tatapannya terkesan teduh, seakan mampu menghilangkan segala ragu dan kebimbanganku dalam menyukainya.

Punggung yang selalu menjadi pelampiasan kerinduanku itu terlihat kokoh. Serta tangan yang selalu mengelus atau bahkan menoyor kepalaku kalau aku berbuat yang tidak-tidak. Ah! Naga benar-benar sudah menjadi laki-laki! Dan kenyataan itu entah bagaimana membuatku merasa Naga kini memiliki kekuatan mistis yang membuatku begitu candu akan senyumnya.

Semesta seakan kembali menjerumuskanku pada perasaan liar yang seharusnya tidak usaha kubiarkan lagi. Perasaan ini hanya akan menjadi inang dalam persahabatan kami dan menimbulkan kerasukan dalam diriku. Bukankah memang begitu? Perasaan cinta hanya akan membuatku ingin memiliki Naga, dan akan takut kehilangan dia. 


Bak menerima suatu hidayah, aku tersadar dan segera memalingkan wajah, menatap ke luar jendela. 
"Sastra, pinjam headset dong," tiba-tiba aku meringis menahan desir aneh di hatiku. Suara itu terlalu kukenal dan kusukai, apalagi suara itu menyebut namaku, ingin terus tersenyum rasanya.

Bahkan suara hujan yang sudah sejak tadi mencakar-cakar jendela bus yang kutumpangi ini pun tidak mampu mengalahkan karisma dari suara Naga. Tanpa menoleh ke arahku, dia mengulurkan tangannya, meminta headset. Aku merogoh tasku dan dengan cepat menyerahkan benda yang diminta Naga.

"Dengar musik yuk." Sekilas Naga menoleh ke arahku, melemparkan senyum mematikannya, sementara tangannya sibuk merapikan kabel headsetku dan menyambungkannya dengan ponselnya. Naga memasang headset di telinga kanannya dan dia memberikan yang satunya lagi kepadaku. Tanpa ba-bi-bu, aku menerimanya dan memasangnya di telinga kiriku.

Kamu bersandar di kursi bus. Naga mulai memainkan jempolnya di layar ponselnya. Tak lama kemudian alunan musik yang kukenal berlari-lari kecil dan dalam benakku. Bermain bersama suara rintik hujan di luar sana.

♬Seakan mataku tertutup, kuingin cinta ini dapat kau sambut. Harapkan perasaan ini kau tahu, sungguh kuingin kau jadi milikku ♬

Aku menoleh ke arah Naga, aku sendiri tidak tahu mengapa aku tiba-tiba melakukan ini. Aku hanya mengikuti intuisi tanda tanya yang membuncah dalam benakku. Dan ternyata Naga sedang dengan hikmatnya menikmati lagu ini.

Matanya yang tadi menyala-nyala memancarkan karisma itu kini tertutup, dengan mulutnya yang terus komat-kamit mengikuti lirik lagu yang kami dengarkan. Lalu aku tersenyum simpul. Satu hal yang kuyakini, sahabat yang kusukai ini sedang jatuh cinta.

Dengan siapa? Ah, aku ragu untuk berharap. Naga adalah jenis orang yang berperilaku baik tanpa pandang dulu, dan sialnya, hal itulah yang sampai kini membuatku tidak yakin untuk menunjukkan rasa sukaku padanya.

Tiba-tiba mata yang kutatap itu terbuka perlahan dan dalam sekejap memfokuskan padangannya ke depan. Sorot mata itu mengisyaratkan sebuah perasaan yang dalam. Sebelum ketahuan telah memandanginya terlalu khusyuk, aku segera mengalihkan pandangan dan pura-pura fokus pada jalanan yang sedang macet.

Selang beberapa detik, aku merasa bahu kiriku meremang. Spontan aku menoleh dan mendapati bola mata Naga menatapku dalam. Aku mengerutkan kening, mencoba bertanya tanpa suara pada sahabatku yang kerenanya keterlaluan ini.

Dengan senyum lebarnya, Naga bersuara, "Tra, kayaknya aku beneran jatuh cinta deh."

"Waw! Serius?" tanyaku spontan dengan ekspresi sok excited. Sekadar menutupi dentuman aneh yang melanda hatiku. Naga tidak mungkin curhat ke aku kalau orang yang disukainya adalah aku. Itu error namanya. Dan tentu saja kamu tidak sedang bercanda. Keseriusanmu tergambar dengan jelas dimatamu. Dan itu membuat hatiku semakin sesak, asal kau tahu.

Naga tersenyum lagi, kemudian tatapannya menerawang ke luar jendela yang ada di sampingku.

"Aku juga nggak tahu awalnya gimana. Yang jelas, aku nggak bisa berhenti mikirin dia, selalu rindu sama dia padahal kan kami sering ketemu di kampus. Dan lagi.. ada perasaan khawatir kalau nggak dapat kabar dari dia, Tra, "Naga menatapku, "Menurut kamu, yang kayak gini namanya cinta, atau apa?" lanjutnya. Aku mengalihkan pandangan, tidak sanggup beradu tatapan dengan mata yang terlihat jelas memancarkan bayangan gadis lain di sana.

"itu mah, baper, Ga." Candaku menghibur diri sendiri. Dalam hati aku sibuk melanjutkan, yang artinya kini kamu sudah menggunakan perasaanmu pada gadis itu. Yang artinya, sebentar lagi kamu akan menyayanginya dan takut kehilangannya.

Karena aku juga merasakan hal yang sama ke kamu. Rasa rindu, khawatir, dan bayangmu yang selalu menghantui. Persis, tapi sayangnya kamu malah merasakan semua itu ke orang lain, bukan ke aku.

Naga terlihat berpikir, sepertinya menganggap serius perkataanku barusan. Ah, ekspresi itu. Aku mengalihkan pandangan, tidak ingin terjebak dalam kesenangan semu yang dipancarkan cowok ini lagi. Nyeri di hati ini hanya akan bertambah sakit. Padahal kan, aku harus menahan agar air mata kepengecutanku tidak tumpah di depannya.

Lama kami terdiam. Entah Naga sedang memikirkan apa, tapi pikiranku sibuk menerawang ke depan, jika Naga benar-benar punya teman dekat perempuan selain aku. Dimana gadis itulah yang lebih dicintainya, meski dia tentu menyayangiku sebagai sahabatnya. 

Hatiku sesak memikirkan akan ada kemungkinan aku tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersamanya lagi. Oh, aku tidak menyangka pemikiranku tentang kehilangan sosok Naga bisa membuatku khawatir seperti ini. Aku terlanjur terbiasa dengan kehadirannya di hampir semua aktivitasku. Apakah kelak aku bisa bersikap biasa jika ada orang ketiga dalam kebersamaan kami? Apalagi setelah aku menyadari perasaan konyol ini.

Rasanya ada yang meremas hatiku saat aku membayangkan itu benar-benar terjadi. Tapi, jauh di lubuk hati yang paling dalam, suara kecil itu mulai kudengarkan. Aku tidak seharunya terlalu sibuk pada perasaanku sendiri. Naga adalah sahabatku, seharusnya aku sudah sadar bahwa dia bisa kapan saja diambil oleh orang lain.

Dia bisa saja hilang dari sisiku. Tuhan tentu tidak menciptakan Naga untuk selamanya 'hanya' menjadi sahabatku seorang. Orang baik seperti Naga pantas mendapatkan yang lebih baik dariku.

Pergolakan dalam diriku membuatku muak. Hati dan pikiranku kini resmi bertentangan. Lalu entah kesambet setan atau malaikat? apa, aku malah bersuara, "Udah, langsung ditembak aja, Ga! Siapa tahu dia juga naksir kamu? Kan seru tuh!" Sambil menampakkan ekspresi muka yang secemerlang mungkin.

Ya, pikiranku akhirnya memenangkan pergolakan tadi. Kini aku sedang menyemangati sahabatku untuk mendapatkan pujaan hatinya. Bagus, Sastra. Sandiwara yang sempurna. Dengan begini, Naga tidak akan bisa melihat hati yang teriris itu, bahkan mencium bau lukanya pun takkan bisa, aku mungkin memang ahli dalam hal seperti ini.

"Tapi, Tra, gimana kalo ternyata dia sukanya sama cowok lain? Atau dia cuma nganggep aku teman? Atau... bagimana kalo ternyata.. dia udah punya pacar?"

Aku nyengir lebar, berusaha mencairkan ekspresi Naga yang terlihat sangat kaku, mencoba menghibur diriku sekali lagi. Keadaan hatiku yang semendung awan di luar sana membuatku gerah dengan perbincangan ini. Tapi Naga malah menatapku dengan sorot mata kesal, mengisyaratkan bahwa dia sedang serius dan tidak ingin bercanda.

Oh tidak, dadaku semakin menggebu-gebu saja ingin mengeluarkan sesak yang menyiksa ini. Kenapa Naga merasakan khawatir yang amat sangat itu kepada orang lain, bukan padaku saja yang TELAH merasakan hal yang sama?

"Aku serius nih, Tra. Aku takut dia nolak aku, terus ngejauhi aku. Jadi pacar nggak, diillfeel-in iya. Cuma gara-gara nafsu ingin memiliki ini." Dari getar suara Naga, aku menangkap nada takut-kehilangan-seseorang-yang sangat-disukainya. Aku yakin, telingaku tidak sedang medramatisir keadaan.

"Mungkin memang lebih baik dia nggak usah tahu apa yang aku rasain." lanjutnya dengan suara yang melemah.

"Naga! Kok jadi pesimis gitu sih? Yang terpenting tuh nyatain dulu. Urusan diterima atau nggak, ya urusan belakangan. Daripada kamu pendam terus, bisa-bisa nyesek sendiri loh," kayak aku nih, contohnya.


"Kalau kelamaan mikir, entar ada yang maju duluan loh. Endingnya, kamu yang bakal nyesel sendiri. Lagian, ini kan pertama kalinya kamu naksir orang, makanya wajar kalau kamu khawatir berlebihan. Percaya deh, semesta nggak akan sejahat itu, membuat kamu patah hati di cinta pertama kamu," lanjutku, benar-benar sukses menjadi orang paling munafik di muka bumi ini.

Tatapan Naga langsung terhunus ke arahku. Kedipnya yang pelan atau hanya ilusi mataku saja yang menafsirkannya demikian?, mengisyaratkan rasa mengerti akan apa yang baru saja kuucapkan. Aku hanya membalas tatapannya dengan ekspresi kesal. Mungkin Naga akan meganggap kalau aku kesal karena dia tidak juga berani menyatakan perasaannya pada orang yang dia sukai, tapi toh kenyataannya bukan itu.

Aku kesal pada diriku sendiri yang tak juga mampu mengeja makna ketulusan. Aku jadi ragu dengan perasaan yang kubangga-banggakan ini. Seharusnya, kalau memang perasaan ini tulus, aku bisa melepaskan Naga untuk orang lain. Ataukah itu hanya sekadar teori lama? Apa di dunia nyata, rasa sayang harus berakhir dengan kata pacaran?

Bus yang kami tumpangi pun telah sampai halte dekat rumah kami. Setelah menyimpan headsetku ke dalam tas, kami bangkit dari tempat duduk dan berjalan berdesakan menuju pintu keluar. Di ambang pintu, setelah membayar si kondektur, Naga menggenggam tanganku erat. Aku sempat terkesima akan hangat yang menjalari jemariku, dan mengalir cepat ke hatiku.

"Kamu jago ngomong karena sering baca novel. kan?" Kata Naga saat kami menunggu giliran untuk turun. Aku tidak menjawab, melihat Naga sepertinya masih ingin melanjutkan kalimatnya. "Tapi kamu salah, Tra. tentang satu hal ini bukan pertama kalinya.

Aku udah pernah jatuh cinta sebelum ini." di ujung kalimatnya, Naga menatapku tepat ke bola mata. Lalu dia mengukir senyum yang menurutku terkesan licik, "Nggak ngerti ya? Emang bego ya dari dulu."

Baru saja aku ingin menjitaknya, kesal karena kata bego yang begitu dedikasikan kepadaku. Tapi dengan cepat dia menarik tanganku turun dari bus dan dengan resmi mengajakku beradegan india-indiaan. Kami berlari menembus hujan dengan tangan yang saling menggenggam.

Kepalaku yang kini dingin dibasahi hujan kembali berpikir, apa gerangan maksud perkataan Naga di ambang pintu bus tadi? Kenapa dia menatapku dengan tatapan itu? Kenapa ini bukan cinta pertamanya? Kapan dia pernah jatuh cinta sebelum ini?

Aku berjanji akan memberi jambakan terdahsyatku pada rambut Naga saat dia melepaskan genggamannya ini. Berani-beraninya dia memberiku teka-teki baru saat dia sendiri sudah menyukai gadis lain.

Tentang Penulis :

Tulisannya tentang ayah pernah mendapat apresiasi sebagai salah satu dari 50 naskah yang diterbitkan oleh salah satu publisher. Kartini juga pernah menjadi content writer intern di sebuah media online. Saat ini ia menempuh Pendidikan S1 Teknik Informatika di Universitas Telkomdan masih (berusaha) aktif di blog pribadinya untuk berbagai unek-unek.

Selama 1.000 Tahun Baru Terbongkar, Patung Buddha Yang Berisi Tulang Utuh

Selama 1.000 Tahun Baru Terbongkar, Patung Buddha Yang Berisi Tulang Utuh

INIKECE - Usia telah 1.000 tahun, dan baru diketahui bahwa dalam tubuh patung tersebut terdapat kerangka tulang yang utuh seperti bentuk patung tersebut. Museum Drents di Belanda melakukan CT Scan terhadap patung Buddha yang berusia ribuan tahun.

Patung tersebut merupakan sisa-sisa mumi dari seorang biksu Buddha Tiongkok Qisan Zhang yang diyakini hidup sekitar 1.000 tahun lalu pada masa Dinasti Song. Sementara itu, biksu tersebut diyakini berusia 37 tahun saat dimumikan.

Biksu tersebut dikenal sebagai cocok yang ahli dalam pengobatan herbal dan pengetahuan. Sehingga, sang bisku cukup dikenal dan disegani oleh masyarakat. Biksu tersebut juga dikenal tatt dan mendapatkan gelar kehormatan 'Gong' (Tuhan). Dirinya juga dikenal dengan sebutan Zhang Gong.

Zhang Gong dianggap sebagai seorang Bodhisattva, yakni orang yang mampu mencapai nirwana, tetapi milih untuk berada di dunia karena memiliki belas kasihan terhadap kemanusiaan.


Beberapa penganut Buddha meyakini bahwa biksu tersebut tidak mati, tetapi dalam kondisi meditasi yang langka. "Jika meditator dapat terus bertahan dalam kondisi meditasi ini, ia dapat menjadi seorang Buddha. Mencapai tingkat spiritual yang begitu tinggi, meditator juga akan membantu orang lain, dan semua orang di sekitarnya akan merasakan sukacita yang mendalam," tulis Dr. Barry Kerzin.


Patung tersebut belakangan dipajang di Natural History Museum di Budapest. Museum ini merupakan milik arsitek dan kolektor Oscar van Overeem. Kendati demikian, kepemilikan atas mumi tersebut masih menjadi kontroversi.

Tipe Penyayang 2019, Novel Dengan Pemikat Body Positivity

Tipe Penyayang 2019, Novel Dengan Pemikat Body Positivity

INIKECE - Biasanya orang yang suka membaca dan ingin tahu dengan hal-hal yang positif dikenal sebagai orang yang penyayang penuh kasih. Dengan begitu, salah satu cara untuk menambah kepribadian yang lebih baik, wajib membaca buku yang bertema Body Positivity.

Seperti Just Eat It yang memberi bahasan pemahaman segear tentang tubuh kita, The Art of Tattoo yang membuat kita mengerti arti apresiasi diri, hingga How to Be a Hepburn in a Kardashian World yang menyetuh self-acceptance. 

Lalu baru-baru ini juga hadir novel lokal yang layak diantisipasi, mulai dari karya penulis muda Ade Aprilia, hingga novel ke-11 penulis maestro Andrea Hirata. Happy reading!!!

1. Laura Thomas ( Novel - Just Eat It )


Revolusi pola pikir terhadap tubuh dikemas Laura Thomas secara vivid dan personal. Ia mengekspos cara berpikir terhadap seni bersantap dan memasukkan berbagai nutrisi baik pada tubuh secara game-changing.

Bahkan rasanya seperti tak hanya berbincang dengan seorang ahli kesehatan, tapi buku ini memicu cara diri untuk mencintai tubuh yang dihuni. 

2. Lola Mars ( Novel - The Art of Tattoo )


Dalam buku kedua Lola sang pencinta tatom buku fotografi ini mengekspos sederet koleksi tato paling intricate namun sekaligus subtil yang menjadi bagian dari tubuh-tubuh warga dunia. 

Dengan berbagai showcase terhadap warna dan kharisma dari setiap foto hiasan tubuh ini, menguatkan suara tentang tato yang berfungsi sebagai karya seni, hingga mampu membuat sang pemilik tubuh mengapresiasi keindahan fisik masing-masing.


3. Jordan Christy - ( Novel - How ot Be a Hepburn in a Kardashian World )


Edisi yang baru saja direvisi penuh ini menyoroti gaya hidup tentang pendekatan mencintai diri sendiri lewat versi paling confident seorang individu. Yaitu dengan memahami elemen-elemen gaya hidup yang versatile.

Dimana karakter berkualitas dalam diri dipercaya memancarkan personal style yang membuat seseorang otentik, dan tentunya, lekang oleh waktu.

4. Ade Aprilia ( Novel - You and Me and Never Us )


Dengan latar belakang cerita yang diisi pertemanan lima individu berkarakter unik di sebuah industri kreatif media fashion online, kehidupan tentang kaum urban dan dinamika romansa menjadi focal point novel ini.

Injeksi sorotan terhadap konflik kultur dalam negeri juga menjadi twist, seperti saat utama Mika menjalin hubungan dengan suami perempuan lain, sementara ia terang-terangan menentang gagasan poligami.

5. Andrea Hirata ( Novel - Orang Orang Biasa )


Kaum marjinal menjadi sorotan penulis best-seller dalam karyanya yang ke-11 ini. Karena untuk pertama kalinya, Andrea mengeksplorasi cerita yang berfokus pada genre kriminal (namun humoris!), yang melibatkan para individu dalam lingkaran kejahatan dan penegak hukum saat menghadapi sebuah love-hate-relationship yang tak diduga terpupuk.

Serasa Artis, Viral Di Media Sosial Kamu Terlalu Tampan

Serasa Artis, Viral Di Media Sosial Kamu Terlalu Tampan

INIKECE - Belakangan ini, telah terjadi viral di media sosial karna ia terlalu tampan menjadi sekor hewan. Kambing asal Malaysia bernama Ramos tengah ramai menjadi bahan perbincangan pengguna media sosial karena memiliki wajah yang terlihat tampan/ganteng.

Foto Ramos sendiri mendadak viral di medsos setelah sang pemilik, Ahmad M. Fadzil mengunggah foto kambing yang merupakan jenis Saanen tersebut ketika hendak mempromosikan peternakan miliknya lewat akun Facebook Muhammad Livestock Farm.

Menanggapi kambing miliknya yang ramai menjadi pembicaraan pengguna medsos, Ahamd sendiri mengaku nggak menyangka bahwa 1 dari total 17 kambing Sannen miliknya tersebut akan viral karena tujuan awalnya hanya sekedar promosi.

"Aku nggak menyangka foto-foto itu menjadi viral, aku memiliki 17 kambing Sannen. Tapi yang satu ini (Ramos) terlihat tampan karena punya jambul dan selalu tersenyum saat aku mengambil fotonya," ujar Ahmad seperti di kutip HAI dari New Starit Times.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa sejumlah orang sempat menawar kambing yang dibelinya RM750 (sekitar Rp 2,5 juta) tersebut sejak foto-fotonya viral, namun dia menolak untuk melepas Ramos dan menawarkan kambing lain dari jenis serupa.


"Beberapa orang bertanya apakah aku ingin menjual Ramos. Namun, aku menolak dengan sopan dan menawari mereka kambing dari jenis yang sama sebagai gantinya." Terangnya lebih lanjut.

Berikut sejumlah foto Ramos yang menjadi idola baru pengguna media sosial berkat ketampanan yang dimiliknya :





Wah... Terlihat tampan bukan? Mau kenalan sama dia?

Inggris Berhasil Menurunkan Penderita Kanker Serviks Secara Drastis, Berikut!

Inggris Berhasil Menurunkan Penderita Kanker Serviks Secara Drastis, Berikut!

INIKECE - Kasus Kanker Serviks sudah diterjadi di berbagai dunia, termasuk negara Inggris. Sebanyak 100.000 kasus kanker dapat dicegah di Inggris dalam 40 tahun ke depan dengan pemberian vaksin human papillomavirus (HPV).

Penyebab kanker serviks, mulut, anus, dan alat kelamin. Saat mengumumkan perpanjangan program vaksinasi untuk mencakup anak lelaki serta perempuan, para ahli Public Health England (PHE) mengatakan rencana imunisasi tersebut akan mencegah sebanyak 64.000 kanker serviks dan hampir 50.000 kanker non-serviks sampai 2058.

Itu adalah 50 tahun setelah pelaksaan program vaksinasi HPV di Inggris, yang dimulai pada anak perempuan pada 2008. Saat itu, orang yang diberi vaksin sebagai remaja mungkin tetap terserang kanker yang berkaitan dengan HPV, kata PHE di dalam satu pernyataan.

Human papillomavirus atau HPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit serta berpotensi menyebabkan kanker serviks. Infeksi virus itu ditandai dengan tumbuhnya kutil pada kulit di berbagai area tubuh, seperti lengan, tungkai, mulut, serta area kelamin.

HPV adalah virus yang menular melalui hubungan seks yang berkaitan dengan 99 persen kanker serviks, serta 90 persen kanker anus, sebanyak 70 persen kanker vagina dan kemaluan perempuan, dan lebih dari 60 persen kanker penis. 

PHE menyatakan dari September 2019, anakberusia 12 dan 13 tahun di Inggris akan diberi suntikan sebagai bagian dari program kesehatan pemerintah.


Karena anak perempuan Inggris mulai diberi vaksin HPV pada 2008, berbagai studi telah memperlihatkan penularan beberapa jenis penting telah turun sampai 86 persen pada anak perempuan yang berumur 16 sampai 21 tahun di Inggris.

Penelitian di Skotlandia juga memperlihatkan vaksin itu telah mengurangi penyakit serviks prakanker pada perempuan sampai sebanyak 71 persen.

Robin Weis, profesor onkologi virus di University College London, mengatakan perpanjangan program HPV "Menjadi situsi yang saling menguntungkan".

"Vaksin HPV telah merasakan 10 tahun keberhasilan dalam melindungi anak perempuan terserang kanker serviks saat dewasa," kata Weis. "Itu tampaknya jelas, bahwa anak lelaki yang diberi vaksin akan dengan sendirinya memperoleh manfaat karena tidak terserang kanker penis, anus, dan hilangnya risiko kanker tengkuk serta kepala."

Jatuh Hati Kepada Pria, Inilah Yang Unik Menjadi Ketetarikkan Perempuan

Jatuh Hati Kepada Pria, Inilah Yang Unik Menjadi Ketetarikkan Perempuan

INIKECE - Jatuh cinta terkadang tak terduga, tapi ada juga beberapa faktor yang bisa ditebak mengapa kita bisa jatuh cinta pada seorang pria. Bahkan terkadang hal itu tak ada hubungannya dengan wajahnya yang ganteng.

Ini hal tak biasa pada pria yang mudah membat perempuan tertarik adalah,

1. Memiliki Hewan Peliharaan


Pria yang sayang binatang, terutama jika ia punya peliharaan anjing atau kucing. Gampang sekali membuat perempuan jatuh cinta. Karena memiliki hewan peliharaan menjadi tanda bahwa pria tersebut berhati lembut, penyayang, perhatian dan bertaggung jawab.

2. Pria Lebih Tua


Pria lebih tua terlihat matang dan dewasa. Sikap tenang dan dan sabar membuat pria lebih tua menarik di mata perempuan. Setiap perempuan ingin dimanja dan diemong, hanya dengan pria lebih tua lah perempuan bisa merasa kembali seperti anak-anak.

3. Memiliki Perkejaan Bergengsi


Siapa yang tak suka punya pacar dokter, arsitek atau mungkin tentara? Pria seperti ini memang terlihat menarik karena memiliki skill yang tak dimiliki pria kebanyakan.

Mereka bukan hanya terlihat berkelas tapi juga cerdas dan manly. Pria seperti ini biasanya juga lebih mandiri dan stabil secara finansial. Tak heran jika perempuan ingin bergantung pada pria seperti ini.


4. Pria Dengan Pakaian Merah


Secara penampilan, terlepas dari ganteng tidaknya seseorang. Pria yang memakai baju merah memang mudah menarik perhatian perempuan. Tak hanya yang berani memakai baju mencolok, dan ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.

5. Suka Tarik Ulur


Pria yang tampak sulit didapatkan akan membuat beberapa perempuan semakin tertantang mendekatinya.

Ada sesuatu yang menarik dari pria yang bersikap hard to get. Apalagi jika mereka punya wajah yang menarik, secara alami mudah jatuh hati.

6. Suara Pria Yang Dalam


Suka mendengarkan pria dengan suara rendah dan dalam? Uniknya, banyak perempuan jatuh cinta pada pria yang memiliki suara berat seperti ini karena terkesan manly dan berbadan besar. Perempuan suka dilindungi dengan pria seperti ini. Suara yang husky memang lebih menangkan di telinga perempuan.

7. Pria Berkaca Mata


Sebuah statistik menunjukkan bahwa sebanyak 38% perempuan ternyata melihat pria berkacamata lebih menarik dan tapak seksi dibanding pria yang pakai kontak lens atau yang tap pakai kacamata.

Kesempatan Audrey Yu Jian Hui Kembali Ke Tanah Air, Indonesia Untuk Mengabdi Menjadi Seorang?

Kesempatan Audrey Yu Jian Hui Kembali Ke Tanah Air, Indonesia Untuk Mengabdi Menjadi Seorang?

INIKECE - Ditolak berbagai universitas Indonesia, karna umur yang terlalu muda. Audrey Yu Jian Hui adalah orang Surabaya, Indonesia. Ia adalah anak muda yang sangat jenius dan pintar di usia yang sangat muda.

Presiden Jokowi mengumbar wacana mau menggaet kaum muda milenial untuk masuk dalam jajaran menteri kabinet dalam periode kedua kepemimpinannya, 2019-2024. Ide tersebut mendapat respons positif dari warganet.

Sebagai timbal-balik, warganet mewacanakan sejumlah sosok milenial yang dinilai cocok menjadi menteri dalam kabinet Jokowi, salah satunya adalah Audrey Yu Jian Hui.

Audrey adalah warga Surabaya, Jawa Timur, dan viral di media sosial sebagai sosok yang disebut-sebut baik menjadi menteri termuda Jokowi.

Ia menjadi salah satu dari 72 Ikon Berprestasi Indonesia yang dinobatkan dalam Festival Prestasi Indonesia. Ajang itu digelar oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Sejak saat itu, perempuan bernama lahir Maria Audrey Lukito tersebut beken di mata masyarakat Indonesia.

"Audrey, calon menteri termuda yang cintai mati kepada Indonesia," kata akun Twitter Aditya Wisnu, mengusung Audrey sebagai menteri milenial Jokowi.

Akun itu menjelaskan, Audrey Yu Jian Hui adalah warga asli Surabaya yang mempunyai kecerdasan otak luar biasa.

"Kecerdasannya luar biasa. SD ditepuh 5 tahun, SMP 1 tahun dan SMA 11 bulan. Lulus SMA di usia 13 tahun, tidak ada Universitas di Indonesia yang menerima karena usianya terlalu muda," jelasnya.


Kekinian, Audrey disebut akun tersebut bekerja di NASA, badan antariksa Amerika Serikat. Sementara akun Facebook Wahyu Sutono juga menominasikan Audrey sebagai menteri termuda Jokowi.

"Kandidat ketiga menteri termuda. Si jenius yang cinta mati kepada Pancasila. Dia adalah Audrey Yu Jia Hui, seorang patriot muda keturunan Tionghoa yang dikenal jenius, berbakat, dan penulis buku yang sangat mencintai tanah kelahirannya meski kini harus berkarier di luar negeri," tulisnya.

Lantas, bagaimana profile Audrey yang disebut-sebut sebagai "anak ajain/jenius" asal Surabaya itu? Wahyu Sutono menjelaskan panjang lebar dalam satu tulisan berikut ini :

Si jenius yang cintai mati kepada Pancasila

Dia adalah Audrey Yu Jia Hui, seorang patriot muda keturunan Tionghoa yang dikenal jenius, berbakat, dan penulis buku yang sangat mencintai tanah kelahirannya meski kini harus berkarir di luar negeri.

Lahir di Surabaya pada 1 Mei 1988, dan sejak balita sudah memperlihatkan tanda-tanda kecerdasan yang tak lazim untuk seusianya, dan ketika usia tiga tahun, dirinya sangat kesulitan mendapat teman lantaran 'pemikiran aneh' yang ada dalam benarnya, serta dianggap tidak sesuai dan jauh dari hal normal anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun.

Tak ayal, pada usia yang masih belia, dirinya harus merasakan susahnya depresi ala orang dewasa dan stress yang berkepanjangan.


Seabagai pelipur, ia mencurahkan perhatiannya pada buku-buku sastra dan kamus yang sering dibacanya. Ia juga selalu mengingat pesan gurunya semasa SD, bahwa setiap cita-cita, pasti akan tercapai jika diiringi dengan sikap giat belajar. Berbekal petuah ini, dia pun berhasil lulus kuliah pada usia yang masih cukup belia, yakni 16 tahun.

Gadis jenius yang juga mengagumi tokoh kemerkedaan India, Mahatma Ghandi, berhasil lulus sekolah dengan cara 'melompati' jenjang pendidikan formal yang berlaku di Indonesia.

JENIUS

Tercatat, dirinya berhasil menamatkan pendidikan SMP yang ditempuh hanya dalam waktu satu tahun, dan SMA-nya ditempuh dalam waktu sebelas bulan.

Saat menginjak usia 16 tahun, ia berhasil lulus kuliah secara Cumlaude pada jenjang S1 di The College of Wiliam and Mary, Virginia, Amerika Serikat jurusan Fisika.

Uniknya ia tidak memerlukan bimbingan seorang guru ketika dirinya menghadapi beragama tes dan segala bentuk ujian akademik.

Ingin Jadi TNI

Atas sederet prestasinya tersebut, dirinya sempat menjadi seorang guru di Shanghai, Tiongkok. Disana, ia mengajar bahasa Inggris dan mendampingi siswa yang akan masuk ujian SAT.

Karena keinginannya untuk mempunyai teman yang banyak, ia berencana ingin masuk sebagai anggota TNI. Cita-cita ini terinspirasi dari banyaknya siswa Indonesia yang pernah belajar di Amerika Serikat yang memilih masuk militer ketika pulang ke Tanah Air.

Dalam benaknya, lingkungan militer yang mengusung prinsip egaliter atau 'semua sama rata' dinilai sebagai jalan yang mulus baginya untuk mendapatkan teman atau bahkan kekasih.

Sayangnya, rencana tersebut pupus seiring datangnya berbagai penolakan terhadap dirinya. Selain ingin mendapatkan teman, keinginan untuk berkarier di militer karena didasari oleh sikap patriotiknya dalam membela dan mencintai Indonesia.

Bahkan, meski nantinya diterima di kemiliteran, ia tidak ingin menjadi pasukan perang yang membunuh banyak musuh di medan laga. Hati kecilnya menyuruh agar ia bisa mengabdi sebagai tentara yang mengurus di bagian logistik, administrasi maupun perbekalan.

Dalam perjalanannya menggapai impian menjadi seorang tentara, dirinya mengakui ada banyak halangan dan penolakan yang harus dihadapinya.

Tak hanya itu, dirinya bahkan harus menerima kenyataan pahit, menjadi bulan-bulanan kebencian oleh orang di sekitarnya, bahkan ditinggalkan dan niat mulianya itu dianggap sebagai main-main.

Sikap diskriminatif tersebut sungguh dialami oleh Audrey semenjak kecil. Pada saat Orde Baru ditumbangkan oleh gerakan reformasi, dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa, mengaku mengalami peristiwa yang cukup sulit kala itu.

Anggapan tidak nasionalis dan bukan pribumi asli, sering dialaminya. Walau ia mengaku bahwa dirinya merupakan sosok yang Pancasilais, tak ada yang mau menggubrisnya pada saat itu.

Gagal berdinas di TNI, ia merubah haluan menjadi seorang penulis, dan beberapa buku telah ia terbitkan.

Di antaranya, "Indonesia Tanah Airku" dan "Aku Cinta Indonesia". Salah satu yang menarik perhatian adalah bukunya yang berjudul 'Mencari Sila Kelima' atau tong bao dalam bahasa Tiongkok.

Dalam buku tersebut, dirinya menekankan bahwa pentingnya nilai-nilai Pancasila untuk diamalkan, bukan sekedar menjadi teori ideologi belaka. Masih dalam buku yang sama, dirinya seolah ingin membuka cakrawala pemikiran orang Indonesia pada lingkup yang lebih luas.

Indonesia yang disatukan oleh prinsip yang bernama Pancasila, harus menampakan esensi dari nilai-nilai ideologi itu sendiri.

Ditawari Masuk BNPT oleh JOKOWI

Tak salah jika dirinya kemudian terpilih sebagai salah satu dari 72 ikon berprestasi Indonesia oleh komite Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi-Pancasila (UKP-P), selaku penggagas acara Festival Prestasi Indonesia.

Meski sempat mengalami berbagai penolakan di Indonesia, hal tersebut tak membuat Audrey lantas membenci Indonesia. Berbekal kejeniusan dan semangatnya akan nilai luhur Pancasila, dirinya berusaha bangkit dan menepis segala tuduhan yang menyudutkan dirinya.

Bahkan, melalui karya tulisnya, dirinya mampu menjadi contoh nyata yang membuka mata hati orang Indonesia asli, tentang bagaimana menghayati Pancasila tanpa harus membenci latar belakang etnis tertentu.

Setelah menyelesaikan program S-3 di Paris dengan mengambil 2 jurusan langsung, yakni Fisika dan Bahasa, Audrey langsung diterima di Badan Antariksa Amerika ( NASA ) dengan gaji sekitar 200 juta puer bulannya.

Namun, saat bertemu dengan Presiden Jokowi saat KTT G20 di Osaka Jepang, Audrey ditawari pulang Indonesia untuk bergabung dengan BPPT.

Audrey sangat antusias dan tanpa berfikir panjang langsung terima tawaran tersebut berapa pun bayarannya. Audrey mengatakan: "Indonesia I Love You. Aku datang untuk mengabdi padamu."

Kini saatnya negara memberikan kesempatan bagi patriot sejati seperti Audrey untuk mengabdikan ilmu dan pengalamannya bagi tanah kelahirannya, Indonesia tercinta.

Cerita - Memori Masa Lalu

Cerita - Memori Masa Lalu

INIKECE - Hari ini merupakan hari pertamaku bekerja di sini. Aku membuka tirai jendela dan kurasakan hangatnya sinar mentari menembus kamar. Aku menatap ke arah jalan dan kulihat jalanan yang ramai dengan mekarnya bunga Sakura.

Seketika aku teringat dengan salah satu film animasi yang berjudul 5 cm per second. Aku masih ingat dengan jelas kutipan pada film itu yaitu "kecepatan bunga sakura saat jatuh adalah 5 cm per detik, pada kecepatan berapa aku harus hidup untuk dapat bertemu denganmu lagi?"

Aku kembali ke salah satu meja kecil dan melihat file perusahaan animasi tempatku akan bekerja. Aku tersenyum miris, mengingat seseorang yang meletakkan semua impiannya pada perusahaan ini tetapi malah aku yang bekerja disini. Samar-samar teringat rangkaian peristiwa pada masa itu, masa-masa yang cukup sulit untuk kulupakan.... (Tokyo,2017)

Indonesia, 2010

"Kak cepetan dong, hari ini kan hari pertama aku MOS. Aku nggak mau telat, nanti dihukum sama senior-senior." Aku berteriak sebal menunggu kak Algi keluar dari rumah.

"Sabar bawel.. Lagian siapa yang mau marahin kamu? Mereka nggak akan berani."

Aku mendengus sebal mendengar ucapannya. Ya iyalah, siapa juga yang berani sama kak Algi yang notabene adalah pentolan SMA Nusa Bangsa ini.

"Terserah, udah buruan ayo berangkat." Aku melangkah menuju mobil dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan dipakai saat MOS nanti.

Sesampainya di sekolah, aku melihat beberapa anak baru yang sedang dihukum dan dengan panik aku melihat jam tangan. Jam 08.00 OMG pantesan saja, matilah....

"Kamu yang telat sini!" ucap salah seorang senior yang melihatku datang. Aku menunduk dan berjalan mendekat ke arahnya.

"Kamu tau nggak sekarang jam berapa? Mau jadi apa kamu kalau sekolah aja datengnya telat-telat gini?"

Masih menunduk dan hendak membuka suara, tiba-tiba ...

"Hai Ellen, sorry nih gue nggak tahu kalau hari ini MOS. Tadi gue bangun kesiangan gitu jadi adek gue juga ikut kesiangan. Dia usdah siap dari subuh kok, cuma gue aja yang lama."

Gosh, apalagi ini. Aku memutar bola mataku dan mendengus sebal.

"Eh...eh... hai kak Algi, Iya kak nggak apa-apa kok, tadi saya cuma mau nyapa dia aja hehe." Aku melihat kakak senior ku ini tersenyum canggung saat kulihat kak Algi berkata demikian dan merangkulku. The Power of kak Algi.

Kakak seniorku pun menyuruhku bergabung dengan anak-anak baru lainnya yang saat ini sudah berada di dalam kelas. Kejadiannya selalu seperti ini. Fast track seperti di Dufan.

***

Aku merasa setiap orang melihatku dengan canggung. Aku tahu rumor tentang kak Algi sudah menyebar di seluruh sekolah ini, bahkan sampai ke anak baru sekalipun. Algivara Anando Ribero, satu-satunya kakak laki-lakiku, king SMA Nusa Bangsa, pemenang olimpiade sains tingkat nasional, MVP basketball SMA Nusa Bangsa.

Pemegang sabuk hitam karate, bahkan saat ini sudah diterima di 3 Universitas ternama di Indonesia meskipun UN belum dilaksanakan. Sedangkan aku? Percayalah, aku hanya gadis biasa yang introvent. Hampir tidak mempunyai prestasi dan selalu hidup di bawah proteksi dan kekuasaan kak Algi, dan suasana seperti ini sudah biasa kurasakan.

Aku mencari tempat duduk yang aman, di bagian belakang dan tak lama kemudian kulihat seorang cowok -  yang tadi ada di barisan anak-anak yang telat - masuk ke dalam kelas dan duduk di sebelahku.

"Hai, gue Vanya." Kaktku sembari mengulurkan tangan kearahnya.

"Reino," katanya singkat, padat, jelas. Tanpa membalas uluran tanganku, tanpa menoleh ke arahku. Matanya fokus pada komik yang sedang dibacanya. Aku kembali menarik tanganku dan mengambil salah satu buku tulis dari dalam atas.

"Hmm.. Lo marah ya sama gue?" tanyaku dengan hati-hati. Aku tahu semua orang mungkin akan marah padaku karena peristiwa tadi.

"....." Hening, tidak ada jawaban darinya.

"Gue juga nggak mau kok, tapi kak Algi tuh gitu, gue ---"

"Siapa tuh?" kata memotong pembicaraanku.

"Siapa? Kak Algi?" dan dibalas anggukan olehnya. "Serius lo nggak tau kak Algi?" Kali ini dibalas dengan gelengan kepalanya.

Aku tersenyum, aku rasa aku menemukan orang yang tepat. Kalau dia tidak tahu siapa kak Algi otomatis dia tidak akan merasa canggung atau segan terhadapku.

"Lo dateng dari hutan ya? By the way mulai sekarang kita temenan ya? Lo mau kan jadi temen gue? ucapku dengan bersemangat.

"Cewek aneh." Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulutnya. Aku tersenyum lebar yang disambut dengan geleng-geleng dan senyum tipis dari bibirnya. Dan saat itulah masa-masa SMA-ku dimulai.

***

"Reeeiii, gue lupa bawa PR matematika. Gimana ini?" kataku dengan panik.

"Lupa bawa apa lupa ngerjain?" tanya Rei dengan nada sinis. Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum sedikit.

"Hehe... ya lupaa.. Lo kan tahu semenjak kak Algi kuliah di Aussie, hidup gue jadi berantakan huhu," kataku dengan nada sedih.

"Heh lebay, dasar lo-nya aja yang males. Nih PR gue, ganti sampul bukunya pake sampul lo buruan sebelum bel masuk." Aku tersenyum senang dan mengambil buku Rei lalu mengganti sampulnya dengan sampul buku ku.

"Cinta banget pokoknya gue sama lo Rei." Aku melihatnya yang tampak tak peduli dengan ucapanku. Padahal ucapan itu benar-benar berarti untukku.

Sudah lebih dari dua tahun aku mengenal Reino. Dan selama itulah aku dan Reino menjadi dekat. Benar-benar dekat. Reino Alkandra Beckmann, cowok blasteran Indo-Jerman yang sangat tampan di mataku, tingginya nornaml untuk ukuan cowok blasteran, ketua ekstrakulikuler seni rupa, seseorang yang aktif tapi tetap terkesan cool dan satu-satunya yang selalu ada untukku, selain kak Algi.

Dia tidak pernah meninggalkanku atau bahkan menyekitiku. Dia benar-benar seorang teman yang baik. Dia membantuku menyesuaikan hari-hariku saat Kak Algi memutuskan untuk kuliah di Aussie, saat semua orang memandangku sebelah mata - karen aku adik Kak Algi - dia tetap memandangku sebagai apa adanya diriku.

Reino, seseorang yang sering terkena masalah di sekolah karena membantuku, iya membantuku memberikan PR ketika aku lupa mengerjakan, memberiku topi saat upacara bendera ketika aku tidak membawa topi, berpura-pura mengatakan bahwa aku sakit ketika aku mengantuk di kelas sehingga aku bisa tidur di UKS, menemaniku bolos saat hari di mana Kak Algi berangkat ke Aussie karena yang kulakukan hanya menangis sepanjang hari, membantuku memahami semua pelajaran sulit di sekolah, dan hal lainnya yang membuatku merasa spesial.



Reino benar-benar menepati janjinya pada Kak Algi bahwa dia akan menjadi teman yang baik untukku. Ia, hanya teman baik. Tapi hal itu sangat berarti untukku. Sejak hari saat aku duduk sebangku dengannya, hidupku perlahan berubah, Reino mengajarkanku banyak hal yang belum pernah kulakukan sebelumnya. Reino mampu membuat Kak Algi begitu percaya padanya hingga sampai saat ini selalu pergi dan pulang sekolah dengannya. Aku, Alvannya Ananda Ribero, seorang gadis biasa yang introvert menjadi gadis ceria yang selalu ingin tahu tentang dunia. 

Tahun ini merupakan tahun terakhir kami berada di SMA. Tahun yang berat, untuk menghadapi segala urusan kelulusan dan untuk menghadapi fakta bahwa mungkin tak selamanya aku bisa bersama dengannya.

Seringkali kamu mengunjungi bukit di belakang sekolah hanya untuk memandangi rangkaian alam yang luas, menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bercanda tawa, mendengar antusiasnya ketika bercerita tentang mimpinya.

Reino selalu menceritakan impiannya yang ingin kuliah di jurusan animasi karena dia sangat menyukai komik dan anime. Reino pintar sekali menggambar, dan inspirasinya terdapat pada film-film animasi yang ditontongnya. Aku selalu senang menghabiskan waktu di sini melihatnya menggoreskan kuas pada sketchbook yang selalu dibawanya, menonton film-film animasi yang bahkan sebenarnya aku tidak mengetahui jalan ceritanya.

Aku selalu menyukai semua hal tentangnya. Walau begitu, aku tidak bisa mengatakan semuanya, mengatakan bagimana perasaanku kepadanya. Jangan ditanya, mengingat aku selalu menghabiskan waktu dengannya maka perasaanku untuknya sangat tergambar jelas, tapi aku tidak ingin merusak semuanya.

Aku lebih memilih menyimpan perasaanku asal dia tetap berada di sini bersamaku daripada aku mengatakan yang sebenarnya dan mengetahui fakta bahwa dia tidak memiliki perasaan yang sama kepadaku dan hal itu akan membuat suasana menjadi tidak baik. Tidak tidak, begini saja sudah cukup, aku menyukuri semua ini.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpanya. Tidak mendengar suaranya yang lembut saat membangunkanku di pagi hari, tidak mendengar suara motornya yang selalu menjemputku setiap hari, tidak memandang wajahnya yang serius mengerjakan gambarnya, dan hal lainnya yang tidak ingin kubayangkan.


"Eh, katanya di kelas kita mau ada anak baru lho." Samar-samar aku mendengar suara teman-temanku yang sedang bergosip membicarakan rumor bahwa akan ada anak pindahan ke kelasku. Heran, sudah kelas 12 tetapi masih ada saja yang pindah.

Aku melangkah menuju tempat duduk dan kulihat Reino sedang asik dengan komik manga yang baru dibelinya kemarin. "Serius banget bacanya, belajar Rei belajar, udah kelas 12 juga masih aja hobi baca ginian," ucapku sembari mengambil komik itu dari tangannya.

"Rese, sini balikin komiknya. Lagian gue nggak belajar juga nilai gue udah bagus tuh. Nggak kaya elo," ucapnya sambil merebut kembali komiknya dari tangku.

Aku mendengus sebal dan berpura-pura tidak peduli dengan ucapannya. Tak alam kemudian guru yang mengajar di kelas kami pun masuk diikuti dengan seorang gadis di belakangnya. Ternyata rumor tentang murid pindahan itu benar adanya.

"Anak-anak, dikelas kalian kedatangan murid baru. Bapak harap kalian bisa saling membantu dan berteman dengan Alana. Alana silahkan perkenalkan diri kamu."

"Salamat pagi semuanya, nama saya Alana Caroline, pindahan dari Harriot International High, senang bertemu kalian dan mohon bantuannya," katanya seraya menunduk dan kemudian tersenyum.

Cantik. Satu kata yang bisa kudefinisikan untuknya. Rambut kecokelatan panjang yang ikal di bagian bawahnya, bulu matanya yang lentik dan bola matanya yang cokelat menambah kesempurnaan di dirinya. Dapat dilihat bahwa semua anak lelaki di kelasku sedang terkagum-kagum padanya. Seketika aku pun menoleh pada lelaki disebelahku ini, dan suprise, Alana sukses mengalihkan perhatiaanya dari komik kesayangannya.

Mata jelas terkunci pada sosok Alana, aku mendengus pelan dan melihat ke arah luar jendela, berusaha untuk tidak peduli dengan semua ini.

"Alana, silahkan duduk disitu dan anak-anak mari kita mulai pelajaran hari ini."

Kulihat Alana melangkahkan kakinya ke bangku yang ada didepanku, karena hanya itulah satu-satunya bangku kosong yang ada.

Alana yang sudah duduk di bangkunya kemudian menoleh ke arahku dan Reino. "Hai, gue Alana. Mohon bantuanya ya," katanya seraya mengulurkan tangan dan tersenyum.

"Reino," ucap reino membalas uluran tangannya dan balas tersenyum. Sial, dulu pas kenalan sama aku aja Reino boro-boro mau jabat tangan, nengok pun enggak.

"Vanya," ucapku kemudian dan mencoba memaksakan diri untuk tersenyum. Alana kemudian membalikkan badannya dan bersiap untuk memulai pelajaran.

Untuk pertama kalinya sepanjang hari aku merasa sangat kesal karena sepanjang hari itulah Alana dan Reino tiada henti-hentinya bercanda dan tertawa bersama. Ugh, aku melihat jam di pergelangan tanganku dan waktu pulang ternyata masih cukup lama. Tahan Vanya tahan, abaikan abaikan, aku mencoba memfokuskan diri ke buku Kimia yang ada di depanku.

"Kok lo mendadak jadi pendiem Van? Biasanya ngoceh mulu nggak berenti-berenti." Tiba-tiba Reino menyenggol tanganku dengan sikunya. "Baca buku kimia? Nggak salah? Lo sakit ya? Gue anter ke UKS ya," ujarnya sambil menaruh tangannya di kepalaku dan tertawa cekikikan.

"Apaan sih lo, lebay," Aku bangkit dari kursiku dan meminta izin pada Bu Irna untuk ke toilet. Entahlah, perasaanku hanya tidak tenang. Pasalnya, baru kali ini ada seseorang yang bisa membuat Reino mengobrol nyaman selain aku. Aku senang Reino mempunyai teman baru yang membuatnya nyaman tapi hatiku jelas menolaknya.

Aku melihat ke cermin toilet, melihat sosok gadis dengan rambut sebahu yang tidak bisa dibilang indah. Sangat berbanding terbalik dengan Alana sang bidadari, aku melangkah keluar dari toilet dengan perasaan sedih, mungkin saat ini bumi sedang tidak berpihak kepadaku.

***

Sudah 3 bulan sejak kepindahan Alana ke sekolah ini. Dan ternyata Alana merupakan gadis yang baik. Aku pun tidak menyangka bahwa saat ini kami teman dekat. Biasanya hanya ada aku dan Reino di bukit belakang saat pulang sekolah, kali ini ada Alana yang bergabung bersama kami. Aku senang, karena Alana merupakan orang yang baik.

Walaupun terkadang aku merasa jealous setiap kali Reino memperhatikan Alana dengan berlebihan. Dan Alana merupakan orang yang sangat mudah bercanda, tertawa, memulai pembicaraan, yang sangat jauh berbeda sekali dengan diriku. Tapi hal itu tidak membuatku membenci Alana, aku malah banyak belajar darinya untuk menjadi seseorang yang lebih percaya diri.

Malam ini Reino datang ke rumahku. Hal yang biasa dia lakukan setiap Jumat malam. Entah untuk belajar atau hanya mengobrol. Aku membawkan oreo milkshake untuknya ke pinggir kolam renang dan kulihat dia seperti sedang gelisah.

"Van, gue boleh ngomong sesuatu sama lo?" Katanya tiba-tiba. Deg, jantungku serasa berdetak lebih cepat, apa Reino akan bilang perasaannya kepadaku? Aduh Van jangan geer dulu deh.

"Ngomong aja kali, biasanya juga lo nggak pake minta izin dulu," kataku mencoba tetap tenang.

"Gue suka sama..." Deg, jantungku makin berdetak tidak karuan menunggu dia meneruskan kalimatnya.".. Alana."

Aku terdiam membisu. Tidak tahu harus berkata apa. Rasaya semua yang sudah kubangun selama ini hancur seketika. Aku bersusah payah menahan air mataku agar tidak menetes, berusaha tidak menampilkan perih dan kesedihan yang saat ini sedang kurasakan.

"Menurut lo gimana? Gue mau nembak dia besok. Kira-kira apa yang harus gue siapin? Bunga ya? Atau boneka?" Katanya dengan bersemangat. Aku harus kuat, aku tidak ingin menghancurkan semangat Reino.

"Kayaknya nggak perlu Rei, yang penting lo harus tunjukkin kalau lo benar-benar tulus sama dia. Gue rasa itu sudah cukup. Gue yakin Alana juga punya perasaan yang sama dengan lo," kataku mencoba tetap tenang.

"Gitu ya? Lo emang pengertian banget. Thanks ya Van lo emang sahabat terbaik gue," katanya sambil mengacak-acak rambutku dan mencubit pipiku.

Sahabat terbaik. Kata-kata itu terus terngiang di telingaku.

Sepulangnya Reino dari rumahku, aku menangis sejadi-jadinya. Meratapi kesedihan yang kurasakan. Salahku bila saat ini ada orang lain yang mengisi hati Reino. Salahku yang tidak pernah mengungkapkan padanya. 

Aku mengambil bingkai foto kecil yang selalu terletak di meja samping tempat tidurku, foto yang selalu kupandangi saat bangun dan hendak tidur. Kini tiada lagi artinya. Aku membanting foto itu ke lantai dan berteriak sekencangnya. Malam itu, benar-benar malam yang pedih untukku.

***

Tokyo, 2019

Aku memasang earphone di telingaku dan berjalan menuju kantor melintasi keramaian Tokyo. Kota yang ramai tapi tetap tenang dan teratur. Aku tersenyum, tidak pernah menyangka akan bekerja dan hidup sendiri di kota ini.

Setelah malam itu, keesokan harinya Reino benar-benar menyatakan cintanya pada Alana dan diterima dengan senang hati. Mereka terlihat sangat bahagia. Aku juga bahagia, tapi rasa sakit itu tetap mendominasi.

Walau bagaimanapun aku tetap mendukung mereka, sahabat-sahabat terbaikku. Tidak ada perubahan sikap di antara aku dan Reino, hanya saja saat itu aku mulai membiasakan diri pergi dan pulang sekolah dengan sopir pribadiku, karena sudah ada Alana yang menaiki singgsana motor Reino.

Setelah kelulusan, aku memutuskan untuk menyusul kak Algi ke Aussie dan diterima di jurusan Performing Arts of Communication di kampus yang sama dengan kak Algi.

Jurusan yang sangat kuminati karena sesuai dengan hobiku menulis novel, skenario film dan pertunjukan seni. Aku sangat menikmati masa-masa kuliah, aku bertemu dengan banyak teman yang baik. Namun untuk masalah perasaan, aku tidak pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan pada Reino. Aku tidak terlalu membuka diri pada siapapun, aku hanya takut akan merasakan sakit yang sama dengan saat itu.

Reino diterima di jurusan animasi di salah satu kampus ternama di Indonesia, sesuai dengan impiannya. Aku sangat bahagia mendengarnya. Sedangkan Alana memutuskan kembali ke kotanya dan mengambil jurusan business.

Hubungan Reino dan Alana pun masih tetap berlanjut walaupun mereka harus menjalani LDR. Sesekali kami bertukar pesan, menanyakan kabar dan menguncapkan rindu satu sama lain. Namun seiring berjalannya waktu, bertukar kabar rasanya semakin sulit hingga kebiasaan itu menghilang perlahan.

Setelah kelulusan aku mendapat tawaran pekerjaan di Tokyo yang tanpa ragu langsung kuterima. Aku bekerja sebagai director di salah satu perusahaan animasi di Tokyo. Miris bukan, aku yang ingin melupakan Reino malah diterima di perusahaan impiannya.

Semua hal ini mengingatkanku padanya, tapi aku berusaha untuk tidak menghiraukannya. Tahun ini adalah tahun ketigaku bekerja disini dan sudah lama sekali sejak kabar tearkhir dirinya. Sampai saat ini aku tidak tau dimana dia berada atau bagimana kabarnya.

Kadang aku merindukannya tapi aku menepis semua kerinduan itu dan percaya bahwa suatu saat aku bisa bahagia tanpa bayang-bayangnya. Semua kenangan tentangnya sudah kusimpan dan kututup rapat, kenangan yang paling indah dan juga menyakitkan.

Hidupku sekarang jauh lebih baik karena aku sudah lama mengikhlaskannya dan menjalani semua ini dnegan senang hati. Kadangkala kak Algi menanyakan tentang kehidupan asmaraku tapi aku hanya ingin fokus pada karieku saat ini.

Aku kembali fokus pada jalan raya dan melihat raya dan melihat betapa indahnya bunga sakura yang sedang berguguran. Sebelum memasuki kantor, aku berhenti sejenak di salah satu pohon sakura di depan kantor. Tidak ada yang kulakukan, hanya melihat keindahan kelopak sakura yang berjatuhan dari jarak dekat. Tiba-tiba ....

"Moshi moshi..." aku mendengar suara yang sangat familiar di telingaku. Suara yang sudah lama tidak kudengar, dan sangat kurindukan. Aku terdiam terpaku, tidak berani menolehkan kepalaku ke arah suara itu. Takut kalau itu hanya imajinasiku saja.

"Benar nggak kalau kecepatan bunga sakura jatuh itu 5cm per detik?" ucap suara itu lagi. Dan lagi ini aku memberanikan diri melihat ke arahnya.

Sosok lelaki jangkung yang tidak berkurang ketampanannya itu saat ini tersenyum menatapku. Aku diam tak bergeming, mencoba mencari kebenaran dari matanya bahwa yang kulihat memang benar dia.

"Watashi wa anata ga koishi, Vanya-chan..." Tanpa kusadari air mataku menetes.

Jelas aku juga merindukanmu. Aku tetap diam tak bergerak, masih takut kalau ini semua hanya mimpi. Tapi walaupun ini semua hanya mimpi, biarlah aku hanya ingin menikmati saat ini. Benar kan?

"Rei..."

***

Penulis lahir di Bandar Lampung, 14 Agustus 1996 dengan nama Radina Ajeng Prameswari. Satu-satunya anak perempuan dari tiga bersaudara. Impiannya ingin tinggal di luar Lampung tapi saat ini belum tersampaikan dan hanya tertuang dalam hobinya menulis dan mengarang bebas. Cerpen ini merupakan salah satu karya yang paling baru dari penulis.