Aneh Tapi Unik! Mengenal Para Mahluk Mitos Yang Ada Di Musem Ini, Termasuk Mahluk Mothman

Aneh Tapi Unik! Mengenal Para Mahluk Mitos Yang Ada Di Musem Ini, Termasuk Mahluk Mothman

INIKECE - Tahukah kalian? Jika ada beberapa museum-museum yang terbilang cukup unik karena memiliki ciri khas tersendiri dengan mengusung tema untuk membahas makhluk-makhluk mitologi yang dipercaya hidup abadi.

Di museum ini kalian dapat bertatap muka langsung dengan tiruan makhluk-makhluk mitos yang mengerikan. Seperti apa dan bagimana awal mula dibangunannya museum yang memang didedikasikan dengan tema unik tersebut? 

* Museum Mothman


Selama pertengahan tahun 1960-an, muncul kisah makhluk aneh yang dikabarkan berkeliaran di sekitar daerah Point Pleasant, Virginia. 

Banyak orang yang melaporkan melihat penampakan sesuatu yang mirip seperti seorang pria yang memiliki sayap, masyarakat sekitar memberi sebutan makhluk ini dengan nama The Monthman. 

Bahkan, seorang penulis yang cukup populer saat itu, John Keel, sempat menulis sebuah buku berjudul The Mothman Propecies pada tahun 1975 yang menceritakan tentang makhluk mitos bersayap ini.

Popularitas The Mothman tetap bertahan hingga beberapa tahun kemudian, bahkan sempat diadakan festival kota yang mengusung tema The Mothman, bersama dengan diakannya festival itu, dibuat sebuah patung dengan tinggi 3,6 meter di kota Point Pleasant. Tepat di sebelah jalan tempat patung itu berdiri, terdapat bangunan Museum Mothman.

Museum ini memiliki banyak alat peraga serta tulisan-tulisan yang memuat cerita tentang penampakan monster The Mothman. Pengunjung museum juga dapat menyaksikan film dokumenter yang menceritakan asal-usul munclnya The Mothman.

* Le Musee De Vampires


Dari namanya saja kalian sudah bisa menduga tema apa yang digunakan dalam museum ini. Di dunia hiburan sendiri, entah itu acara TV, film, buku, dan seni sudah banyak yang memuat tentang makhluk mitos Vampire atau Dracula. 

Awal munculnya cerita Dracula yang legendaris ini muncul dari karya seorang berdarah Irlandia, Bram Stoker, dia lah yang menciptakan sosok Dracula pertama kali. Seperti yang kita tahu, Dracula berwujud seperti manusia namun memiliki kemampuan untuk berpindah tempat dengan cepat dan memiliki kekuatan dan ketahanan tubuh yang berkali-kali lipat daripada manusia pada umumnya.

Di sisi lain, Dracula juga memiliki kelemahan yang cukup untuk mengalahkannya, yaitu sinar matahari, oleh karena itu, aktivitas makhluk ini hanya dilakukan pada saat malam hari saja. Saat menatari mulai bersinar, Dracula akan beristirahat dan bersembunyi di tempat yang gelap dan terlindung dari sinar matahari.

Le Musee De Vampires atau Museum Vampir terletak di Paris. Ukuran dari museum ini tergolong lebih kecil dari museum-museum lainnya, karena awalnya museum ini adalah kediaman pribadi dari pemiliknya. Museum ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan vampir atau dracula.


* Loch Ness Centre And Exhibition


Museum yang terletak di negara Skotlandia ini memiliki kisah yang unik dalam pembangunan awalnya. Mengusun tema yang membahas tentang Nessie, makhluk mitologi yang dipercaya telah berkeliaran di sekitar wilayah dataran tinggi Skotlandia. 

Penampakan monster ini diketahui muncul pertama kali pada abad keenam, ketika St. Columba memulai ritual untuk menenangkan seekor binatang buas dengan kekuatan doa yang cukup khusuik. Setelah beberapa abad kemudian, sekitar abad ke-20, legenda monster ini tetap bertahan di kalangan masyarakat sekitar.

Saat George Spicer dan isitrinya melihat penampakan sebuah binatang mirip naga atau hewan prasejarah di sekitar daerah Loch Ness. Sejak saat itu, banyak surat kabar yang membahas tentang penampakan monster tersebut. Masyarakat sekitar menyebut binatang buas ini dengan sebutan "Monster Loch Ness" atau sering dikenal Nessie. 

* The Monroeville Zombies


Museum The Monroeville ini mengusung tema zombie untuk dibahas. Mungkin era zombie mulai populer sejak awal tahun 2000-an, ketika beberapa rumah produksi film membuat suatu karakter manusia yang terkena virus yang dapat mengubah setiap makhluk hidup yang terinfeksi menjadi sosok menakutkan, buas, mengerikan, dan memangsa daging manusia yang masih segar.

Zombie dikenal sangat menyukai bagian tubuh manusia, apalagi otak manusia dan zombie tidak dapat dimusnahkan, kecuali jika otaknya dihancurkan. Munculnya karakter zombie, sempat menjadi bisnis besar bagi industri perfilman saat itu karena ketetarikan para penonton terhadap karakter yang mirip dengan werewolf versi manusia.

Museum yang terletak di Penssylvania ini menyajikan suasana mencekam bagi para pengunjungnya dengan alat peraga yang dipakai dalam pembuatan film-film zombie, memorabilia, replika zombie yang berukuran sama seperti manusia, dan juga terdapat toko souvenir zombie bagi yang ingin membeli oleh-oleh khas zombie.

* The Fairy Museum


Dari Tingkel Bell hingga Sugar Plum, The Fairy Museum ini berisi tentang hal-hal yang berisi tentang dunia peri, bentuk imajinasi manusia selama berabad-abad. Diketahui bahwa sosok peri yang mungil dan baik hati ini sangat bersahabat dengan manusia.

Tetapi kadang-kadang perasaan dengki dan cemburu juga dimiliki oleh makhluk mitos satu ini. Seperti halnya cerita makhluk mitos lainnya, kisah tentang peri banyak muncul di dongeng-dongeng yang dibaca oleh orang tua kepada anaknya sebelum mereka tidur, ada juga beberapa industri perfilman yang menggunakan cerita dogeng tersebut menjadi sebuah film untuk mendongkrak kepopulerannya.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment