Kronologi Bocah Yang Terbawa Pencuri, Mobil Orang Tuanya

Kronologi Bocah Yang Terbawa Pencuri, Mobil Orang Tuanya

INIKECE - Sial, Apes, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kejadian yang menimpa Mbak Winda yang seorang pemilik pecel lele yang berlokasi di seberang Palembang Indah Mall ( PIM ) Jalan Letkol Iskandar Palembang.

Mengutip dari Tribun Sumsel, pada Sabtu (16/3/2019) dini hari, tepat pukul 01:25, Mbak Winda dan sang suami sedang membereskan dagangan yang akan dibawa pulang ke rumah.

Memang sudah menjadi rutinitas Mbak Winda mengemas barang dagangan pada sekitar pukul  1 dini hari, lantaran selalu berjualan dari malam sebelumnya.

Namun, malam itu, nasib sial menimpahnya, mobil yang sedang terparkit dalam keadaan menyala, tiba-tiba dibawa pergi oleh pencuri.

Mobil itu dibiarkan menyala lantaran ia dan suami sudah mau pulang dan baru memasukkan barang dagangan ke dalam mobil. Ditambahlagi, anak mereka sedang tertidur pulas di kursi belakang, sehingga mesin dibiarkan menyala.

Tak ada rasa curiga sama sekali, tiba-tiba mobilnya berjalan bergitu saja dengan dikendarai seorang pencuri.

Seorang satpam yang berjaga di lokasi tak jauh dari kejadian pun menuturkan kesaksiannya.

"Wah heboh sekali tadi malam. Panik semua kami yang ada disini," kata dia.


"Waktu itu mereka mau tutup, jadi lagi beres-beres. Seluruh perlengkapan dangangannya lagi di masukkan dalam mobil. Jadi pintu belakang mobil sedang dalam keadaan terbuka," ujarnya.

Seluruh orang yang berada di lokasi tersebut ikut panik lantaran ada anak yang tertidur di kursi belakang.

"Nah saat kejadian, mobil itu memang dalam keadaan hidup dan pintu belakangnya terbuka. Anaknya masih kecil itu sedang tertidur di kursi belakang. Biasanya suami pemilik pecel lele itu tetap ada dalam mobil. Tapi entah kenapa saat itu dia keluar dari mobilnya. Mungkin mau bantu istrinya," ungkap dia.

"Posisinya, anak itu masih di dalam mobil," katanya.

"Ya karena orang tua anak itu langsung teriak-teriak. Jadi banyak yang gerak cepat ngejar mobil itu," ungkapnya.

Tak alam setelah kejadian itu, seorang mahasiswa bernama Arif melapor kepada polisi lantaran ia menemukan seorang anak yang ditinggalkan begitu saja dipinggir jalan.

Usut punya usut anak tersebut adalah anak Mbak Winda yang ditinggalkan pencuri mobil di pinggir jalan begitu saja.

Saat menemukan anak itu, Arif mengaku sedang bermain game online. Tiba-tiba ia mendengar seorang bocah menangis, ia pikir itu bukan suara manusia.

Lalu ia mendengar tangisan kedua hingga ketiga, selanjutkan ia putuskan untuk mengecek suara tersebut. Benar saja, Arif mengaku melihat si bocah menangis di pinggir jalan lengkap dengan batal dan selimut.

Posisi anak itu berada di sekitar 100 meter dari tempat Arif melihat korban.

"Saat saya lihat anak itu dan dia lihat ke arah kami, dia langsung nyamperi kami ke depan rumah. Dan langsung kami menemui anak itu," katanya.

Ketika ditanya, bocah tersebut mengatakan diturunkan  oleh orang yang tidak dikenal di daerah tersebut.

"Katanya dia ditinggalin sama om-om di sana dan nanti orang itu bilang akan kesana lagi," ungkapnya.

Karena hari sudah larut, Arif kemudian meminta saran pada kakaknya.
Kakak Arif menyarankan ia untuk diantarkan ke Polsek.

"Aku insiatif telepon. Kawan ambil modil terus kami anteri dia kepolsek IB I. Sampai di sana ternyata memang benar anak tersebut dicari oleh orang tuanya," jelasnya.

Syukur ya, sang anak bisa ditemukan. Selalu waspada ya semuanya dalam situasi dan kondisi apapun itu.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment