Novel Yang Mesti Di Baca, Dengan Latar Perang Dunia II Yang Bersejarah

Novel Yang Mesti Di Baca, Dengan Latar Perang Dunia II Yang Bersejarah

INIKECE - Membaca dan pelajari kembali hal-hal yang bersejarah yang pernah terjadi di dunia ini. Novel yang mengunkit kembali latar berlakang Perang Dunia II yang pernah terjadi di Dunia. Memiliki naratif yang bisa menjadi media belajar yang efektif apalagi dibalut dalam cerita yang kece.

Sejarah Perang Dunia II yang fenomenal ini, mesti dibaca yang telah tersusun rapih pada novel-novel berikut ini,

1.  Novel The Book Thief


Novel yang laris dari hasil karya Markus Zusak yang dirilis tahun 2005. Dengan menggunakan sudut pandang 'Death' alias malaikat pencabut nyawa, Zusak menceritakan kisah seorang gadis Jerman bernama Liesel yang terpaksa mengungsi di rumah salah satu kerabat ayahnya.

Ini karena orang tua Liesel tergabung dalam kelompok komunis yang juga disasar Nazi. Disana, ia tak sendiri. Ada satu pemuda yang bersembunyi di rumah itu dan parahnya ia seorang Yahudi.

Novel ini sudah difilmkan pada tahun 2013 dengan judul yang sama, meskipun tetap belum bisa mengalahkan sensasi membaca novelnya.

2. Novel All The Light We Cannot See


Novel karya Anthony Doerr yang menggunakan sudut pandang dua anak muda yang berasal dari Perancis dan Jerman. Dua kubu yang berseberangan, tetapi pada akhirnya tak sengaja saling membantu meskipun pertemuan mereka sangat singkat.

Novel ini cukup tebal, tetapi tak membuat pembaca bosan. Rangkaian kata-kata dan deskripsi latar Doerr sangat detil dan menarik.

Novel yang dirilis tahun 2014 ini termasuk salah satu best-seller dan selalu direkomendasikan banyak kritikus untuk dibaca.


3. Novel Salt to The Sea


Novel ini merupakan buku kedua karya penulis asal Lithuania, Ruta Sepetys setelah kesuksesan novel debutnya yang berjudul 'Between Shades of Grey'. Kali ini ia mengambil kisah orang-orang Jerman dan Lithuania yang terjebak di Prussia atau yang kini dikenal sebagai Kaliningrad.

Saat itu, Prussia sudah mulai diduduki tentara Uni Soviet yang tak kenal ampun dan memaksa penduduk untuk segera pergi. Dalam novelnya, Seperti menggunakan tiga sudut pandang yaitu Florian, Joana, dan Emilia. Menegangkan dan penuh plot twist yang mengentuk rasa kemanusiaan kita.

4. Novel The Nightingale


Kristin Hannah, sang penulis menggunakan dua tokoh perempuan untuk mengisahkan dinamika perjuangan masyarakat sipil di Prancis selama Perang Dunia II.

Tokoh pertama adalah Vianne, seorang perempuan muda yang ditinggalkan sang suami yang pergi berperang. Ia tak menyangka bahwa tentara Nazi mencapai desa dan mengokupasi rumah-rumah penduduk, termasuk rumahnya.

Sementara, di tengah Paris, adik Vianne, Isabelle yang masih cukup muda nekad bergabung dengan kelompok Resistance dan ikut dalam perjuangan mengusir Nazi dari Prancis. Novel ini banyak dipuji karena menggambarkan peran wanita dalam peperangan yang tak kalah dinamis dan penting dari peran laki-laki.

5. Novel Catch-22




Salah satu novel laris yang berlatar Perang Dunia II ini merupakan karya Joseph Heller. Mengisahkan perjuangan sekelompok pasukan Angkatan Udara Amerika Serikat di bawah pimpinan Kapten John Yossarian.

Mereka harus bertahan di sebuah pulau terpencil bernama Pianosa, di Barat Italia sambil menunggu aba-aba dari pusat. Namun, selama disana mereka justru harus berjuang dengan minimnya fasilitas dan kondisi camp yang memprihatikan.

Novel ini punya alur lambat yang membuat pembacanya harus cukup telaten. Novel ini sudah pernah difilmkan, dan tahun ini dibuat versi miniseri oleh Hulu dengan George Clooney sebagai lakonnya.

6. Novel Rose Under Fire


Pesawat Rose Justice jatuh saat ia menjalankan tugasnya sebagai salah satu pilot Angkatan Udara Amerika Serikat. Ia pun tertangkap dan harus menjalani masa tahanan sebagai tawanan perang di sebuah kamp konsentrasi khusus wanita.

Cerita ini memang fiksi, tetapi merupakan penggambaran dan kumpulan kejadian nyata yang dialami banyak pejuang wanita di masa tersebut.

Novel ini merupakan novel sekuel dari 'Code Name Verity' yang juga menceritakan perjuangan seorang mata-mata Inggris yang tertangkap oleh Gestapo saat bertugas.

Meskipu ceritanya fiksi, novel-novel di atas mampu memberikan kita gambaran bagimana Perang Dunia II mempengaruhi kehidupan banyak orang, hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bisa jadi pelaharan berharga dan sekaligus pengingat kita untuk sellau bersyukur dan menghormati jasa serta pengorbanan pendahulu kita masa lalu.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment