Susah Untuk Mencuri! Toko-Toko Dari Negara Ini, Diamankan Dengan CCTV Al Anti Maling

Susah Untuk Mencuri! Toko-Toko Dari Negara Ini, Diamankan Dengan CCTV Al Anti Maling

INIKECE - Kasus-kasus pencurian tidak ada habis-habisnya, upaya yang kadang dilakukan oleh para pengusaha dalam menjaga barang dagang mereka agar tidak ada hilang bisa saja terus terjadi. Sampai pada akhirnya toko-toko dari negara ini mendapatkan solusi yang lebih bagus.

Menggunakan CCTV dengan teknologi Artifical Intelligence (AI) yang telah digunakan oleh sejumlah toko di Jepang untuk mencegah tindak pencurian barang.

CCTV AI ini dapat mengawasai perilaku pengunjung toko yang mencurigakan atau tampak gelisah, kemudian karyawan toko akan mendapatkan notifikasinya via smartphone. Lalu, karyawan toko bisa mendatangi pengunjung yang dicurigai atau diduga akan mencuri untuk ditanyai beberapa pertanyaan.

Menurut pakar keamanan, perangkat ini dapat mencegah penjahat melakukan tidak pencurian. CCTV AI sendiri dirancang oleh insinyur perusahaan startup di Jepang, Vaak dan sudah banyak digunakan toko di Tokyo.


Pendiri Vaak, Ryo Tanaka mengatakan bahwa teknologi dapat membantu masyarakat mencegah tindak kejahatan dengan AI. Sistem ini ditanam ke kamera untuk mendeteksi pencuri secara real-time. Alat ini dirancang untuk menghentikan kejahatan sebelum terjadi, serta mendeteksi saat telah terjadi.

Perangkat lunak pengenalan wajah dan teknologi AI akan melacak pergerakan seluruh pengunjung di toko, mencatat jenis kelamin, perkiraan usia, barang terlaris dan banyak lagi.

Kamera bahkan dapat mendetaksi kegelisahan, gerak-gerik dan bahasa tubuh mencurigakan lainnya, yang menjadi tanda bahwa seseorang mungkin akan mencuri.

Sistem Vaak akan memberitahu "tingkat peringkat kecurigaan" dan memberi tahu karyawan toko apabila angkanya terlalu tinggi. Tahun lalu, sistem ini berhasil digunakan untuk melacak seseorang yang telah mengutil dari sebuah toko di Yokohama.

Perusahaan yang menggunakan teknologi Vaak meminta mereka agar tidak mengungkapkan toko mana yang menggunakan sistem ini karena alasan keamanan. Meski demikian, sejumlah pakar keamanan merasa bahwa pengawasan via kamera berbasis AI cukup membahayakan.

Dalam sebuah laporan pada 2016, tentang masa depan teknologi, para peneliti di Universitas Stanford memperingkatkan bahwa CCTV AI berisiko secara tidak sengaja menuduh orang tidak bersalah atas kejahatan yang tidak mereka lakukan.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment