Akibat Tidak Mau Membayar Hutang, Foto Beserta Nama Penghutang Terpapang Dilayar Lebar Bioskop

Akibat Tidak Mau Membayar Hutang, Foto Beserta Nama Penghutang Terpapang Dilayar Lebar Bioskop

INIKECE - Sebelum memulai menonton film Avengers End Game, bioskop di China membuat film pendek yang berisi foto dan nama dari 60 orang yang sedang terjaring hutang yang belum di lunasi hingga sekarang. 

Penayangan film utama, biokskop di Lishui, Provinsi Zhejiang menayangkan film pendek yang memasukkan nama dan foto para penghutang berserta jumlah utang yang mereka pada negera.

Pengadilan Rakyat Liandu, film informasi yang muncul dari gagasan mereka itu akan ditayangkan di bioskop-bioskop di Lishui sebelum fitur utama, dengan tujuan menjangkau lebih dari 2.000 orang per hari.

Dalam posting di aplikasi pesan WeChat, pengadilan merinci konsekuensi yang dihadapi oleh debitur, seperti pembatasan perjalanan, daftar hitam, dan paparan media.

"Dengan menunjukkan video tersebut, orang dapat mengetahui konsekuensi dari tidak memenuhi tanggung jawab anda menurut hukum," kata pengadilan sebagaimana dilansir South China Morning Post.

"Bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk membayar tetapi menolak atau secara keliru menyatakan properti mereka, pengadilan akan mengambil langkah-langkah seperti membekukan properti mereka, menahan atau mendenda mereka, dan bahkan meminta mereka bertanggung jawab secara pidana."

Pengadilan telah menunjukkan daftar nama debitur dan informasi lain di bioskop dan layar digital pada bangunan selama setahun untuk menekan mereka agar membayar.

Sejauh ini, pengadilan telah menyebut nama 5.478 orang dan meminta lebih dari 80 orang untuk membayar hutang mereka dengan informasi bahwa bisnis mereka akan diumumkan sebagai debitur..


Menurut posting di WeChat seorang pria yang muncul dalam daftar yang ditampilkan di bioskop karena gagal membayar 50.000 yuan segera melunasi utangnya sehari setelah putrinya, seorang siswa sekolah menengah, mengatakan kepadanya bahwa dia berencana pergi ke bioskop dengan teman-teman dan akan malu kalau nama ayahnya muncul di layar bioskop.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China telah mencoba membujuk bisnis dan individu untuk mematuhi aturan melalui sistem kredit sosial.

Laporan tahunan yang dirilis oleh Pusat Informasi Kredit Publik Nasional menyebutkan sekitar 17,5 juta orang yang dianggap "cacat kredit" dibatasi untuk membeli tiket pesawat tahun lalu dan 5,5 juta lainnya dilarang membeli tiket dengan kereta api berkecepatan tinggi.

Sebuah cetak biru yang dirilis pada 2014 mengatakan bahwa sistem kredit sosial nasional akan "memungkinkan orang-orang yang dapat dipercaya untuk mengambil manfaatnya dengan dapat pergi ke mana pun mereka mau sementara membuat sulit bagi orang-orang yang didiskreditkan untuk bergerak satu langkah pun".
Reactions:

0 comments:

Post a Comment