Coba Cari Tahu Yuk, Apa Benar Gravitasi Dan Evolusi Hanya Sebuah Teori?

Coba Cari Tahu Yuk, Apa Benar Gravitasi Dan Evolusi Hanya Sebuah Teori?

INIKECE - Dalam masa sekolah atau kuliah pasti sudah mengenal yang namanya Teori. Mulai dari teori evolusi sampai dengan teori gravitasi. Namun, apakah benar teori hanya sebuah "teori"? Sampai saat ini, masih banyak orang mempertanyakan hal tersebut.

 * Perjalanan Sebuah Teori


Pendeknya, teori dalam sains dan teori yang sering kita gunakan sehari-hari adalah hal yang berbeda. Tapi, tunggu dulu. Apa itu teori? Pendeknya, teori itu adalah sebuah rangkaian prinsip atau ide yang terkumpul untuk bisa menjelaskan sebuah peristiwa yang ada disekitar kita.

Dalam bidang sains, sebuah teori diawali dengan pengamatan terhadap sekeliling kita, yang diyakini benar, atau disebut sebagai fakta. Misalnya, kita tahu bahwa matahari itu selalu terbit dan terbenam.


Biasanya kita sebagai manusia, selalu mencoba untuk mencari penjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Contohnya, kita memiliki dugaan, atau mencoba menebak, kalau ada sesuatu yang menyebabkan matahari selalu bergerak mengelilingi Bumi. Nah, dugaan awal ini, bisa kita sebut sebagai hipotesis,


Namun, dari hipotesis yang kita ajukan, tentunya kita harus mencoba, atau menguji kembali untuk mencari tahu kebenarannya. 

Caranya bisa bermacam, bisa melakukan sebuah pengamatan atau melakukan sebuah eksperimen. Misalnya, jawaban 'sementara' kita tadi akhirnya diuji, dan ternyata terbukti salah besar. Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?


Namun, dari situ kita bisa menemukan jawaban sebenarnya, bahwa Bumi kita itu ternyata bulat berputar terhadap porosnya sendiri. Disitu, kita mengamati bahwa kita juga selalu berputar terhadap matahari, menimbulkan efek seakan matahari yang mengelilingi kita.

Jika sudah cukup banyak hipotesis yang terbukti benar dalam menjelaskan suatu fenomena, dan tentunya telah teruji serta sudah disetujui oleh para peneliti lain, maka terbentuklah Teori!

Tentu saja perjalanan sebuah teori untuk menjadi teori ternyata cukuplah panjang bukan?


 * Contoh Lainnya

Manusia itu memang sangat penasaran dengan segala hal, karena banyak fenomena yang aneh-aneh. Contohnya, sejak abad ke-19, para peneliti menemukan fenomena aneh, yaitu banyaknya fosil hewan laut ditemukan didaratan tinggi, contohnya dipegunungan Himalaya. 

Lalu, bagimana hal itu terjadi? Saat itu, peneliti sudah memiliki hipotesis yaitu kejadian itu benar terjadi dahulu, itu disebabkan oleh adanya banjir besar yang membawa hewan laut ke daratan tinggi.


Mungkin itu terdengar masuk akal, namun itu masih dibutuhkan pengujian lebih lanjut. Dari situ, peneliti bisa menemukan bahwa banyak fosil hewan laut tersebut terjadi karena adanya lempengan bumi yang terus bergerak.

Dari penelitian ini pun menghasilkan teori lempeng tektonik, yang menjelaskan kenapa fosil hewan laut dapat berada di daratan tinggi, seperti di gunung.

Lalu, teori ini juga dapat menjelaskan bagimana terbentuknya benua kita sekarang. Pendeknya, terbentuk benua itu dari pegunungan vulkanis hingga penyebab terjadinya gempa bumi, yang semuanya diakibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik Bumi.



Tak berhenti sampai situ saja, hal tersebut terjadi pada Charles Darwin, ketika ia berada di Kepulauan Galapagos untuk mengamati keanekaragaman makhluk hidup. Darwin menemukan bahwa banyak burung kutilang di kepulauan Galapagos yang pada dasarnya sama, tetapi bervariasi di berbagai pulau.


Mereka seperti menyesuaikan diri sesuai dengan makanannya di masing-masing pulau. Kemudian, Darwin mempelajari lebih lanjut bahwa hal tersebut bisa terjadi karena setiap keturunan makhluk hidup akan selalu memilikki variasi di setiap individunya.

Seperti halnya dengan orang tua kita, yang pastinya tak bisa sama persis dan selalu memiliki sedikit perbedaan. Nah, perbedaan kecil ini terus terjadi dalam waktu yang sangat-sangat panjang, hingga perbedaan kecil tersebut berubah menjadi perbedaan yang signifikan.

Tetapi, dari perbedaan tersebut, hanya variasi tertentu yang bisa bertahan dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, yang akan terus ada dan memperbanyak jumlahnya. Kita bisa menyebut peristiwa tersebut dalam sebuah teori yang bernama teori evolusi.



Teori evolusi ini, kemudian menjadi landasan bagimana makhluk hidup terus berevolusi hingga sekarang dan hingga ke masa depan, membuat keanekarangaman makhluk hidup yang bisa kita temui di seluruh dunia. Dan teori ini juga terus teruji sejak dari 150 tahun lalu, dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Tentu saja, masih banyak teori yang lainnya. Misalnya, teori awal mula alam samesta kita, hingga teori bagimana alam semesta kita bekerja pada tingkat terkecil, yang tentunya memiliki perjalanan panjangnya sendiri yang tak bisa diceritakan dalam artikel ini satu per satu.

 * Tidak Hanya Teori


Dalam sains, tak hanya ada sebuah hipotesis dan juga teori. Namun, ada istilah lain yang bernama hukum, Pendeknya, hukum adalah kelanjutan dari sebuah teori. Tentunya, teori tersebut telah diuji dengan data dan dfakta. Tapi, sebenarnya hukum tidak dapat dilepaskan dari hipotesis dan juga teori karena saling berkaitan, seperti hukum gravitasi, atau hukumnya Mendel.


Meskipun, hukum seperti kelanjutan dari sebuah teori, tetap ada perbedaannya. Pendeknya, kalau hukum itu seperti deskripsi natural dan umumnya lebih pasti seperti hukum dalam Matematika. Tapi, sekarang kita akan membahas hukum dari ilmu alam ya.

Nah, dalam ilmu alam, teori berkaitan dengan hukum. Seperti yang dijelaskan diawal, pasti kita sudah pernah mendengar hukum gravitasi yang dirumuskan oleh Isaac Newton. Singkatnya, hukum gravitasi Newton menjelaskan kalau apel bisa terjatuh ke tanah karena adanya gaya tarik antara apel dan bumi atau disebut gravitasi.

Hukum Newton pun menjelaskan kalau gravitasi bisa dihintung dengan mengkalikan massa apel dan bumi dan membaginya dengan jarak kedua benda tersebut yang dikuadratkan. Tapi, baru teori Einstein lah yang menjelaskan bagaimana gravitasi bisa ada, karena Newton hanya membuat hukum yang hanya menyangkut suatu pola matematis.

Tetapi, teori dan hukum bukanlah jawaban akhir yang bersifat statis, melainkan masih dapat terus berkembang. Justru itulah kekuatan dari sains! dimana kita terus belajar dari hipotesis yang terus diuji dari waktu ke waktu, terus mencari jawaban yang lebih baik tentang dunia kita ini, sehingga kita bisa mencapai hal-hal yang luar biasa di alam semesta ini.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment