Patut Diuji! Membuat Pekarangan Rumah Dengan Tanaman Obat, Sehat

Patut Diuji! Membuat Pekarangan Rumah Dengan Tanaman Obat, Sehat

INIKECE - Hidup sehat dan murah, pasti banyak diinginkan banyak orang. Mengonsumsi obat kadang bisa juga berujung pada efek samping dari si obat. Tapi, kamu bisa mencoba dengan obat yang alami dari tanaman, yang bisa kamu kembangkan kembali. 

Tanaman obat ini, sudah sejak lama di ketahui, leluhur kita telah mengenal proses penyembuhan dengan meracik obat yang dihasilkan dari ekstrak tanaman asli.

Itu sebabnya, beragam tanaman yang dapat dijadikan obat tradisional amat mudah kita temukan disekitar pekarangan rumah. Namun, sayangnya dengan perkembang kota yang pesat lahan atau teras semakin mengecil. Bahkan, ada di antara kita yang tinggal di area apartemen yang jarang memanfaatkan pekarangan untuk tanaman tradisional.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjelaskan kepada warga Indonesia mengenai empat jenis tanaman yang bisa dijadikan obat tradisonal.

 1. Tanaman Lengkuas


Lengkuas merupakan salah satu jenis tanaman yang bisa dijadikan alternatif obat untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti panu dan kutu air.

Bagi penderita penyakit kulit, disarankan untuk memilih jenis lengkuas putih dan lengkuas merah yang diambil bagian rimpang (akar tinggal atau sisa serabut).

Proses penggunaan lengkuas bisa dilakukan dengan menumbuk dan menghasilkan minyak atrisi sebagai antimikroba dan anti jamur.

"Cara pembuatannya dengan dihaluskan, kemudian diberi air secukupnya dan dioleskan pada bagian yang sakit," ujar Direktur Pelaynan Kesehatan Tradisional Kemenkes. Dr Ina Rosalina.

Kemudian, penggunaannya bisa dilakukan sehari sekali saja. Lengkuas merah juga efektif untuk menurunkan demam dengan meminum air perasaan lengkuas merah dan ditambahkan madu.

 2. Tanaman Jeruk Nipis


Jeruk nipis memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti obat batuk, obat penurun panas, obat pegal linu, dan obat meredakan nyeri haid.

"Cara pembuatannya juga mudah, dengan memeras buah tersebut dan ambil sarinya kemudian diminumkan," ujar Dr Ina.

"Kalau untuk obat nyeri haid, sari yang tadi diambil bisa ditambahkan dengan minyak kayu putih dua sendok makan dan daun kapur sirih sebesar biji asam. Aduk, lalu oleskan di bagian perut dan punggung," kata dia.

Beberapa kandungan yang terdapat dalam jeruk nipis, yakni asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri, dammar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalisum, fosfor, besi, vitamin B1, dan vitamin C.


 3. Tanaman Seledri


Tanaman seledri yang biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak, ternyata juga berguna sebagai alternatif untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Bagian seledri yang digunakan untuk pengobatan, yakni daun dan herbanya. Diketahui, herba seledri mengandung flavonoid, firanokumarin, manitol, dan minyak atsiri.

"Dalam herba seledri juga mengandung falvonoid apigenin yang dapat menurunkan tekanan darah. Sedangkan air rebusan seledri juga bisa dimanfaatkan untuk memperlancar pengeluaran air seni," ujar Dr. Ina

Sementara, senyawa finokumarin dalam herba seledri dapat memicu terjadinya reaksi alergi.

 4. Tanaman Daun Serai Wangi


Daun Serai Wangi, dalam rilis dari Kemenkes, daun akar wangi berkhasiat sebagai penghangat badan, peluruh keringat, dan obat kumur.

Adapun kandungan yang terdapat dalam daun serai wangi meliputi saponin, flavonoid, polifenol, dan lainnya.

Menurut Dr Ina, daun serai wangi juga bisa dijadikan sebagai obat pegal linu. "Bisa juga dijadikan obat pegal linu, pembuatannya juga simpel.

Serai direbus dengan dua gelas air sampai menyusut kira-kira menjadi satu gelas, dinginkan, kemudian saring, dan minum selagi hangat," ujar Dr Ina.

Untuk penggunaan daun serai wangi ini, disarankan dengan dosis 2 x 2 gram bonggol serai per harinya.

Ramuan ini, perlu diperhatikan karena mengandung efek samping alergi kulit pada beberapa orang yang sensitif terhadap serai.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment