Sangat Sedih! Selama 3 Tahun Hidup Di Dalam Semak-Semak Dan Berpenghasilan Rp 2 Ribu Per Hari, Kisah Kakek Aman

Sangat Sedih! Selama 3 Tahun Hidup Di Dalam Semak-Semak Dan Berpenghasilan Rp 2 Ribu Per Hari, Kisah Kakek Aman

INIKECE - Kakek Aman dengan umurnya yang sudah menginjak 85 tahun. Di temukan di dalam semak-semak dengan serba keterbatasan. Bayangkan saja penghasilan Kakek Aman hanya Rp 2 ribu per haru alias bisa makan dengan jumlah uang tersebut.

Kakek Aman hidup sebatang kara. Ia tidak punya rumah dan terpaksa tinggal di semak-semak selama tiga tahun terakhir. Kakek Aman tinggal di dekat jalan Tol Cipularang di Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ia tinggal di bawah terpal kecil berada sekitar 1 kilometer dari kantor Pemda KBB. Kakek Aman setiap hari bekerja mengais sampah di sektiar Padalarang.

Tubuhnya kumal dan selalu membawa karung. Aman mengaku hanya mendapatkan uang Rp 2 ribu tiap kali mengangkut sampah.

"Kadang abah ada yang memberi makan ketika ada orang yang melintas," katanya.

Sehari-hari, Kakek Aman tinggal di semak-semak. Tiap kali kedinginan di malam hari, Kakek Aman hanya mampu membakar sampah demi menghangatkan badan. Gubuk kecilnya tidak mampu menahan air hujan.

Tiap kalo hujan, dia slelu berteduh di pos ojek yang lokasinya tak jauh dari semak-semak yang ditinggalinya.

Rahmat (40), warga setempat mengaku kerap melihat Aman saat menyisir Jalan Raya Cisarua-Padalarang. Ia juga sempat melihat orang membantu Aman mendirikan balai atau sekadar tempat berteduh.

Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna mengaku telah mendegar kabar Abah Aman. 
Aa Umbar Sustisna mengaku telah memikirkan untuk membuatkan tempat tinggal untuknya.

"Ya kami sudah tahu kabar itu. Kami masih bingung untuk berikan bantuannya."

"Kami ingin bangunkan rumah tapi Abah Aman gak punya tanah."

"Tapi, nanti kalau memang ada tanah desa kami akan buatkan untu Abah Aman," ujar Aa Umbara Sutisnaa di kantor Pemda KBB.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment