Kalah 0-3, Timnas U23 Indonesia Vs Vietnam Harus Puas Raih Perak

INIKECE - Timnas U23 Indonesia kalah 0-3 dari Timnas U23 Vietnam pada laga final SEA Games 2019. Dengan demikian, Garuda Muda harus puas meraih medali perak cabang olahraga sepak bola.

Jadwal Hari Ini! Berlangsungnya BWF World Tour Finals 2019 Oleh 7 Wakil Indonesia

INIKECE - BWF World tour Finals 2019, akan berlangsung di Tianhe Gymnasium, Tiongkok, hari ini, Rabu, 11 Desember 2019. Dalam turnamen bergengsi akhir tahun ini, Indonesia memiliki tujuh wakil pemain bulu tangkis.

Rayakan Natal Dan Pergantian Tahun, 8 Negara Bebas Visa Yang Dapat Dikunjungi!

INIKECE - Sudah menyusun rencana liburan bersama keluarga, sahabat, atau pasangan di akhir tahun ini? Bulan Desember adalah bulan yang ditunggu banyak orang, selain penantian penggantian akhir tahun, bulan Desember juga dekat dengan hari Natal.

Suara-Suara Yang Lenyap

INIKECE - Seorang lelaki berkepala plontos baru saja masuk ke ruang interogasi untuk pertama kalinya dengan wajah yang murung. Pandangan matanya selalu turun. Langkahnya malas, kakinya selalu menyeret. Mulutnya mengatup rapat.

Cerpen! Real Friend?

INIKECE - "Bu, aku berangkat, ya" teriakku sambil menggigit roti dan berlari menuju teras. Waktu menunjukkan pukul 06.15, Artinya lima belas menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Aku berlari meninggalkan rumah dan segera menaiki motor ojek langgananku.

Akibat Kenal Di Medsos, Wanita ABG Hilang Keperawanan Oleh Dua Pria

Akibat Kenal Di Medsos, Wanita ABG Hilang Keperawanan Oleh Dua Pria

INIKECE - Berawal perkenalan dari medsos (media sosial). Seorang wanita ABG berkenalan dengan dua orang pria yang dikenal di Facebook. Setelah melakukan pekenalan dan saling tertarik, mereka berencana untuk ketemuan.

Diketahui bahwa wanita ABG ini masih berstatus sebagai siswa SMP di Kab. Probolinggo, dan dua pria kenalannya NR (14) dan KT (16), dari Desa Gunung Tugel, Kec. Bantaran, Kab. Probolinggo.

Pada saat pertemuan mereka, wanita ABG ini digilir dua kenalanannya di lahan tebu Kecamatan Leces, Probolinggo. Pada saat tersebut wanita ABG ini sangat dipaksa untuk melayani nafsu dari 2 pria yang dikenalnya di medsos.

Ternyata diketahui lokasi yang digunakan oleh 2 pria ini adalah tempat yang sudah sering digunakan sebagai tempat mesum oleh para ABG, karena saat dilakukan olah TKP polisi menemukan berbagai merek minuman stamina dan tisu magik.

"Saat ketemuan korban kemudian dibonceng dua bersama kedua pelaku dan kemudian dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya. Selesai melampiaskan hasratnya korban diantar pulang dan diancam untuk tidak boleh diceritakan termasuk kepada orang tua," katanya.


Orang tua korban, sempat bingung kepada sifat anaknya yang tiba-tiba berbeda dengan biasanya, terlihat lebih murung, dan sedih. Setelah dilakukan desakan oleh orang tuanya, korban akhirnya cerita masalah yang ia hadapi saat itu.

Orang tua korban yang tidak terima atas pelakuan dua orang pria tersebut terhadap anaknya, terjadilah pelaporan di jajaran Polres Probolinggo langsung menangkap NR (14) dan KT (16).

Dari cerita Dodi warga di lokasi tersebut bahwa setiap malam jalanan atau lokasi tersebut selalu dalam keadaan gelap dan tidak ada lampu penerangan. Sehingga bisa menjadi kesempatan buat orang untuk melakukan mesum oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dia berharap agar instansi terkait segera memberi lampu penerangan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Undang - undangan perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.

Memiliki Keinginan Untuk Tinggal Di Negara Orang Dengan Biaya Hidup Murah? Urutan 10 Paling Diincar

Memiliki Keinginan Untuk Tinggal Di Negara Orang Dengan Biaya Hidup Murah? Urutan 10 Paling Diincar

INIKECE - Banyak sekali orang di dunia ini, menyukai melakukan perjalanan atau travel ke berbagai negara untuk mencari atau merasakan suasana di negara orang. Setiap negara memiliki ciri khas dan kepopuleran wisata yang memikat banyak wisatawan untuk berkunjung.

Akan tetapi bagi yang memiliki badget minim apakah dapat melakukan perjalanan jauh untuk melakukan travel ke luar negeri? dan tinggal lama pada negara tersebut?

Banyak sekali orang akan memikir soal badget yang harus dikeluarkan sebelum pergi ke negara tersebut. Tetapi ada nih guys, negara yang bisa kamu kunjungi dan badget minim dan berasa tidak ingin pulang ke tanah air tercinta nih.

1. Biaya Hidup Di Negara Panama, >$1.000 (Rp 14 juta)/bulan


Negara Panama hingga saat ini masih menggunakan Dollar AS sebagai mata uangnya, disini banyak wisatawan kunjungi dari mulai liburan hingga untuk berobat, karena Panama memiliki biaya perawatan medis yang rendah dan memiliki kualitas tinggi.

Negara Panama juga memiliki harga pajak yang sangat rendah untuk real estat, bahkan beberapa ada beberapa properti yang dibebaskan dari pajak 5 - 20 tahun.

Disini kamu bisa menghabiskan sekitar >$1.000 (Rp 14 juta)/bulan, dengan hitungan biaya sewa apartemen >$650 (Rp 9,2 juta) dengan fasilitas yang elit dan terletak di ibu Kota Panama.

Perhitungan Biaya Murah Lainnya :
  • Biaya 3x makan sehari bisa mencapai sekitar Rp229 ribu, sudah lengkap mulai dari appetizer sampai dessert disetiap restaurant atau food court di Panama. Harga itu sudah termasuk untuk sebuah set "Menu Eksekutif".
  • Di Panama kamu bisa mendapat sebuah rumah dengan 4 kamar tidur dengan harga dibawah $250 ribu atau Rp 3M, tentu saja ini sangat murah, mengingat standar sebuah rumah dengan 4 kamar tidur bisa dibilang sebuah rumah dengan yang cukup luas dan besar. Harga ini tentu datang dengan sangat murah dibandingkan dengan negara lain di Amerika.
  • Menyewa sebuah Townhouse dengan 2 kamar tidur hanya seharga $800 (Rp 11 juta)/bulan.
  • Membeli sebuah kondomonium mewah dengan 1 kamar tidur hanya dengan kurang dari harga $189ribu (Rp 2,6 miliar).
2. Biaya Hidup Di Negara Costa Rica, $1.585 - $2.960 (Rp 22juta - Rp 42juta)/bulan



Memiliki sifat hidup bersih dan suka gaya hidup sehat, kamu bisa mencoba berkunjung ke Negara Costa Rica. Negara ini memiliki keindahan alam dan kebersihannya. Disini kamu juga akan sering menemukan aktivitas orang Costa Rica yang melakukan kegiatan memancing, bermain golf, menunggang kuda, berselancar, mendaki, menyelam, dan berlatih yoga.

Pemerintah Costa Rica tidak pernah berhenti, untuk menerap gaya hidup sehat pada rakyatnya dan harus dijadikan kebiasaan sehari-hari yang melahat di Costa Rica.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $1.585 - $2.960 (Rp 22juta - Rp 42juta)/bulan.
Angka dengan harga ini kemungkinan cocok untuk masyarakat menengah - keatas.

Perhitungan Biaya Murah Lainnya :
  • Di Costa Rica kamu bisa membeli sebuah rumah di pusat kota dengan harga kurang dari $200.000 (Rp 2,8M), dan rumah-rumah yang ditawarkan dengan harga tersebut biasanya sudah masuk kategori negara untuk sebuah keluarga yaitu rumah dengan 4 kamar tidur dan sebuah halaman + garasi.
  • Belum cukup tabungan untuk beli rumah, di Costa Rica kamu bisa mendapatkan rumah yang disewakan dengan harga mulai dari $500 (Rp 7juta)/bulan.
  • Untuk patokan biaya makan sehari-hari. Restaurant lokal di Costa Rica biasanya menawarkan warga makanan dengan biaya $4 - $5 (Rp 57ribu - Rp 71 ribu)/menu. Jika dikalikan untuk 3x makan sehari. Artinya kamu hanya menghabiskan Rp199 ribu - Rp212 ribu/hari.
  • Biaya asisten rumah tangga yang tidak sempat mengurus rumah hanya mencapai $50 (Rp712 ribu)/bulan untuk sekali visit.
  • $50 juga untuk biaya mengunjungi dokter, baik untuk check up kesehatan atau keluahan penyakit lainnya.
3. Biaya Hidup Di Negara Meksiko, $1.500 - $2.250 (Rp 21juta - Rp 32juta)/bulan


Setiap negara memiliki budayanya masing-masing, pada Meksiko memiliki tatanan kota penuh warna, yang berisi dari berbagai ras di dunia yang super ramah dan memiliki toleransi tinggi bahkan kepada para turis asing.

Jika kamu hobi bernyanyi atau mendengar musik, di Meksiko terdapat kota-kota yang memiliki kekentalan budaya seni Meksiko baik itu para pemain musik tradisonal meksiko yang dapat ditemukan di jalanan besar Meksiko, dengan nyanyiyan mereka yang merdu.

Biaya hidup yang bisa dihasikan di negara ini sekitar $1.500 - $2.250 (Rp 21juta - Rp 32juta)/bulan. Dan biaya ini adalah rata-rata biaya bulanan yang diterapkan di seluruh kota di negeri tersebut, yang terendah bisa diterapkan untuk yang ingin bergaya hidup biasa saja dan yang tertinggi adalah angka untuk biaya hidup para ekonomi menegah ke atas.

4. Biaya Hidup Di Negara Ekuador, $1.170 - $1.275 (Rp 16juta - Rp 18juta)/bulan


Negara Ekuador terletak di benua Afrika sebuah negara kecil dan terindah dan kaya akan urusan budaya di dunia. Negara Ekuador di kelilingi oleh pantai dan pegunungan yang indah. Kota ini sangat coock untuk yang ingin tinggal permanen dan menghabiskan masa pensiun dengan suasana yang sepi tapi dipenuhi oleh keramah-tamahan masyarakatnya.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $1.170 - $1.275 (Rp 16juta - Rp 18juta)/bulan dan dengan angka ini kamu sudah bisa hidup super nyaman di negara ini tanpa kekurangan satu hal pun. Bahkan angka untuk hidup super mewah di negara ini tidak jauh banget jaraknya dari angka diatas yaitu $1.620 (Rp 23juta)/bulan.

Perhitungan Biaya Murah Lainnya :
  • Di Ekuador kamu bisa mendapatkan harga sewa untuk sebuah rumah dengan harga $400 (Rp 5,7juta)/bulan.
  • Hanya perlu naik $50 ($450) untuk menyewa satu buah apartemen (Rp 6,4juta).
  • Jika kamu ingin memiliki sebuah apartemen mewah yang menawarkan pemandangan indah laut Ekuador kamu harus mengeluarkan hingga $700 (Rp 100juta)/bulan.

5. Biaya Hidup Di Negara Malaysia, $1.000 - $1.500 (Rp 14juta - Rp 21juta)/bulan


Banyak sekali orang Indonesia yang menghabiskan waktu liburan dan melakukan perjalanan ke negara tetangga, yaitu Malaysia.

Memiliki kaya akan seni dan kebudayaan, keindahan pantai dan hutannya, dan yang paling luar biasa adalah fasilitas dan kecanggihan media di Malaysia adalah salah satu yang terbaik di dunia, sehingga menjadikan Malaysia sebagai rumah untuk urusan Dokter dan Rumah Sakit Terbaik.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $1.000 - $1.500 (Rp 14juta - Rp 21 juta)/bulan, dengan angka ini untuk tinggal di sebuah negara di Asia Tenggara artinya, kamu sudah mampu hidup dengan sangat nyaman baik untuk urusan makan, tempat tinggal sampai transportasi. Bagaimana tidak, biaya makan di Malaysia bisa dipatok sekitar $5 (Rp 71ribu) untuk sekali makan di sebuah restauran.

6. Biaya Hidup Di Negara Kolombia, $1.200 - $1.600 (Rp 17juta - Rp 22juta)/bulan



Akses ke layanan kesehatan kelas dunia yang terjangkau. Cara hidup yang lebih mudah. Populasi yang hangat dan menerima, serta gaya hidup yang murah hanyalah sekian dari banyak pesona yang negara ini bisa tawarkan.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $1.200 - $1.600 (Rp 17juta - Rp 22juta)/bulan. Angka ini adalah angka jadi standar untuk gaya hidup masyarakat Kolombia yang memiliki status ekonomi menengah ke atas.

Perhitungan Biaya Murah Lainnya :
  • Untuk biaya $2.191 (Rp 31juta)/bulan di Kolombia kamu sudah bisa tinggal di kawasan elit di Kolumbia, lengkap dengan pembantu rumah tangga yang datang 2 kali seminggu untuk, tinggal di sebuah apartemen dengan 3 tempat tidur, makan malam diluar dan segelas kopi.
  • Di Kolumbia kamu bisa mendapatkan satu piring makanan lezat khas lokal hanya seharga $2 - $3 (Rp 28ribu - Rp 42 ribu) dan hanya perlu mengeluarkan $10 (Rp 142ribu) untuk sepiring makanan di sebuah restauran mewah. Jadi dikalikan, kamu hanya perlu mengeluarkan $6 - $9 (Rp 85ribu - Rp 128ribu) untuk makan 3x sehari di Kolombia.
  • Kaya akan buah-buahan segar, kamu bisa mendapatkan sekilo alpukat hanya dengan harga sekitar $4,5 (Rp 64ribu).
  • $9 (Rp 128ribu) untuk sekilo dada ayam.
7. Biaya Hidup Di Negara Portugal, $2.034 (Rp 29juta)/bulan


Di Portugal, waktu seakan berjalan lebih lambat dan sangat santai, penduduk setempat yang sangat ramah, layanan kesehatannya bagus dan tentunya sangat indah.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $2.034 (Rp 29juta)/bulan. Untuk bisa hidup dengan nyaman di negara ini. Jika kamu lebih tertarik degan gaya hidup lebih mewah, kamu perlu mengeluarkan sekitar $2.500 (Rp 35,6juta)/bulan. Angka itu sudah termasuk biaya sewa rumah/apartemen, makan 3x sehari dan transportasi.

8. Biaya Hidup Di Negara Peru, $1.146 (Rp 16juta)/bulan


Peru selalu masuk kedalam daftar negara terbaik untuk menghabiskan masa pensiun. Terkenal dengan keindahan pantai dan kuliner khasnya yang lezat. Kelebihan lainnya yang ditawarkan oleh Peru adalah, harga super rumah untuk sebuah gaya hidup yang tinggi.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $1.146 (Rp 16juta)/bulan. Untuk hidup dengan nyaman di Peru dan $2.000 (Rp 28juta) untuk gaya hidup mewah disini.

Perhitungan Biaya Murah Lainnya :
  • Biaya sewa rumah/apartemen di Peru dimulai dari $150 - $800 (Rp 2,1juta - Rp 11,4juta)/bulan.
  • Biaya listrik sekitar $50 - $60 (Rp 712ribu - Rp 855ribu)/bulan
  • Biaya air mulai dari $10 (Rp 142ribu)/bulan
  • Internet $70 (Rp 988ribu)
  • $2 - $3 (Rp 28ribu - Rp 42ribu) untuk sepiring menu lokal khas peru dan $10 (Rp 142ribu) untuk sepiring makanan dari restauran mewah di negara ini. Artinya, dikurangi dari harga makan di resturan mewah, kamu hanya perlu mengeluarkan maksimal $7,5 (Rp 106ribu) untuk 3x makan sehari dengan set menu makan+minum
9. Biaya Hidup Di Negara Thailand, $952 - $1.153 (Rp 13,5juta - Rp 21,8juta)/bulan


Thailand sudah dikenal sebagai surga para backpacker traveller. Memiliki banyak daya tarik wisata dengan harga yang super murah membuat Thailand menjadi salah satu negara dengan pengunjung turis internasional paling banyak di dunia.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $952 - $1.153 (Rp 13,5juta - Rp 21,8juta)/bulan. Untuk bisa memiliki gaya hidup nyaman sampai mewah di negara gajah putih ini.

Perhitungan Biaya Murah Lainnya :
  • Thailand memberikan harga murah untul hal kesehatan, baik turis ataupun lokal hanya perlu membayar $10 (Rp 142ribu) untuk sekali check up.
  • Biaya sewa rumah/apartemen dimulai dari $400 - $1.500 (Rp 5,7juta - Rp 21,3juta)/bulan untuk kelas menengah sampai VIP
  • Untuk soal harga makanan, kamu tidak perlu ragukan murahnya, di Thailand kamu bisa mendapatkan makanan enak dengan porsi besar hanya dengan harga $1 - $3 (Rp 14ribu - Rp 42ribu) dan semua harga itu telah jadi patokan baik untuk jenis street food, popular cafe sampai high-end restaurant. Setidaknya kamu hanya perlu mengerluarkan $10 (Rp 142ribu) untuk 3x makan di Thailand.
10. Biaya Hidup Di Negara Spanyol, $2.000 (Rp 28juta)/bulan




Salah satu tujuan berlibur terfavorit Eropa, disana matahari bersinar, pantai-pantai berwarna keemasan dan nyaman untuk jadi tujuan tempat tinggal dalam jangka waktu yang lama. Oraganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sistem kesehatan Spanyol sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Spanyol juga merupakan surga para pecinta kuliner dengan tersedianya bahan makanan yang segar dan rendah pestisida, membuat Spanyol menjadi salah satu negara dengan sajian kuliner yang paling menyehatkan.

Biaya hidup yang bisa dihabiskan di negara ini sekitar $2.000 (Rp 28juta) dan bisa kurang perbulan untuk bisa hidup dengan nyaman di negara ini. Angka ini sudah termasuk kedalam biaya makan 3x sehari, sewa rumah dan apartemen dan transportasi.

Tak Jadi Nikah Karena Dipolisikan! Video Mesum Bersama Tunangan Tersebar

Tak Jadi Nikah Karena Dipolisikan! Video Mesum Bersama Tunangan Tersebar

INIKECE - Zaman sekarang, jaringan sosial media sangatlah mengerikan. Sehingga bagi pengguna media harus selalu berhati-hati dalam melakukan tindakan sebelum untuk di publikasikan. Dalam sebuah unggahan pasti banyak orang yang suka dan tertarik, tetapi tak jarang juga ada yang tidak suka dengan postingan tersebut.

Postingan yang dilakukan kamu sendiri bisa jadi, ancaman buat diri sendiri juga. Hal ini terjadi pada seorang pria kuli bangunan yang berusia 19 tahun dengan berinisial MA.

Ia harus berurusan dengan pihak kepolisian karena video yang diunggahnya di sosial media sangatlah tidak pantas. Tersebar video mesum dirinya dengan sang tunangan, yang belum menikah tetapi telah melakukan hubungan.

Video mesum yang tersebat tersebut ternyata, terdengar dan telah di lihat oleh pihak calon mertua, sehingga terjadilah pelaporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember.

MA sendiri adalah salah satu dari warga Dusun Sumber Balin, Desa Cumedak, Kec. Sumberjambe, Kab. Jember.

Video mesum dirinya dan tunangannya tersebut ia rekam menggunakan sebuah ponsel. Sebelum video tersebut tersebar mereka berdua akan melangsung pernikahan dalam waktu dekat. Akan tetapi sebelum hubungan tersebut dilanjutkan pada sebuah pernikahan.

Ari-ari keburukan cowok keluar, dengan viralnya video mesum dirinya, yang terlihat oleh orang tua sang tunangan.

Meski telah terjadi demikian, pihak dari keluarga MA sudah meminta menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Bahkan pihak keluarga MA menampik bila video yang tersebar itu dibuat oleh MA dan sengaja disebarkannya.


Semangat Bekerja Selalu Menurun Dan Mudah Bosan? Tips Untuk Mengatasinya

Semangat Bekerja Selalu Menurun Dan Mudah Bosan? Tips Untuk Mengatasinya

INIKECE - Sebelum berangkat bekerja selalu ada keceriaan di pagi hari dan semangat yang tinggi untuk pergi berkerja. Tetapi dengan berjalannya aktivitas membuat semangat kerja menjadi menurun dan bosan.

Sehingga membuat pekerjaan menjadi tidak terlatur dan membingungkan, dan sesekali memiliki rasa ingin berhenti untuk bekerja dan ingin melakukan hal yang disukai. Untuk mengembalikan itu semua, ada beberapa tips untuk mengatasi rasa bosan dalam suatu pekerjaan.

1. Pikirkan Mengapa Ingin Berhenti Bekerja

Tips ini adalah anda harus memikirkan dan mengetahui apa yang membuat bosan bekerja dan ingin berhenti bekerja. Jika anda sudah mengetahui permasalahan sebaiknya tidak melakukan hal itu serta hangan terlalu dipikirkan. Anda juga harus memikirkan banyak orang di luar sana yang kesulitan untuk mencari pekerjaan.

Apabila memutuskan untuk berhenti bekerja, anda harus tahu apa yang akan dilakukan untuk kedepannya. Diwaktu luang, pergunakan untuk hal yang tidak membuat anda bosan dan sekiranya dapat menyegarkan pikiran. Setidaknya, ketika akan masuk bekerja dalam kondisi yang fresh dan tidak terbebani terlalu banyak.

2. Susunlah Rancangan Pekerjaan

Cara ini mungkin bisa membuat kerja anda menjadi lebih enak dan nyaman. Dengan membuat rancangan kerja, juga akan memudahkan anda untuk melakukan pekerjaan.

Anda juga akan lebih mudah untuk mencapai tujuan untuk kedepannya. Jika anda tidak memiliki rancangan pekerjaan. Pastinya akan kesulitan untuk mengetahui apa yang akan dilakukan kedepannya. Dengan rancangan pekerjaan juga akan membuat kerja menjadi lebih rapi dan nyaman.

Seperti contoh membuat skala kegiatan yang paling prioritas hingga yang biasa saja.

3. Manfaatkan Hari Libur Untuk Istirahat Dan Berkumpul Dengan Keluarga

Setelah bekerja selama seminggu anda juga harus beristirahat agar tidak terlalu stress dan kelelahan. Anda harus memanfaatkan hari libur dengan istirahat atau bermain bersama keluarga.

Dengan begitu akan menghilangkan rasa stress dan bosan yang ada pada diri anda dan juga akan bekerja lebih nyaman dan lebih segar di keeskokan harinya. Keluarga juga akan merasa senang karena anda meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

Ajak keluarga berlibur dan bersenang-senang bersama. Saat dihari libur diharapkan tidak memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan di kantor.

4. Ambil Cuti Bila Perlu

Lakukan cara ini apabila memang sudah terlalu stress dan lelah dengan pekerjaan, tidak ada salahnya apabila anda mengambil cuti untuk beristirahat dan menghilangkan pikiran sejenak.

Saat cuti, hilangkan pikiran pekerjaan agar tidak terlalu stress. Buat cuti anda senyaman mungkin. Contohnya pergi berlibur bersama keluarga ke tempat alam yang dapat membuat pikiran fresh kembali.

Jika waktu cuti tidak memungkinkan anda juga bisa berdiam saja dirumah dengan menonton televisi bersama keluarga atau hal sederhana lainnya. Dengan cara sesimple apapun jika hati merasa bahagia pasti pikiran akan jernih dan siap untuk memulai pekerjaan kembali.

5. Jangan Bawa Pikiran Pekerjaan Anda Ke Rumah

Cara ini sebaiknya dilakukan untuk lebih meringankan beban di pikiran. Setelah bekerja seharian sebaiknya jangan bawa pikiran pekerjaan anda kerumah karena itu akan membuat pikiran tegang dan tidak bisa menikmati waktu bersama keluarga.

Itu juga akan membuat anda merasa malas utnuk melakukan sesuatu di rumah. Anda juga bisa kehilangan nafsu makan karena terlalu memikirkannya. Tentunya itu juga akan mengganggu kesehatan. Selain itu anda juga akan susah tidur karena masih banyak sesuatu yang anda pikirkan. Oleh karena itu sebaiknya anda tidak membawa pikiran itu ke rumah.

6. OlahRaga Secara Teratur

Bila anda merasa bosan dengan bekerja, cobalah berolah raga secara teratur. Itu akan menghilangkan beban pikiran. Anda bisa berolah raga di gym atau di tempat lain, hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan melihat pemandangan lain selain pemandangan di kantor dan itu mungkin bisa mengobati rasa bosan.

Selain itu, anda juga bisa sehat karena berolah raga dan mengeluarkan keringat. Anda juga bisa mengikuti olahraga yang melatih konsentrasi dan ketenangan seperti bela diri, sepak bola, basket atau yang lainnya.

7. Selalu Bersyukur

Cara yang terakhir ialah bersyukur. Syukuri apa saja pekerjaan anda, karena jika kita melihat orang lain masih banyak juga orang yang lebih kesusahan daripada kita.

Banyak juga orang yang tidak mendapatkan pekerjaan diluar sana. Anda sebaiknya bersyukur karena masih memiliki pekerjaan dan yang harus kita ingat adalah rezeki sudah ada yang mengatur dan itu tidak akan tertukar apapun pekerjaannya yang dijalankan.

Dengan bersyukur juga bisa membuat anda bekerja lebih lepas dan juga ikhlas.

* Bekerja Dengan Penuh Semangat

Bekerja dengan penuh semangat dengan terus melakukan beberapa tips di atas tentu membuat anda selalu antusias dalam menjalani hari-hari di tempat kerja anda. Itulah beberapa tips agar anda tidak merasa bosan dengan pekerjaan dikantor dan selalu bersemangat melakukan pekerjaan masing-masing.

The Sweetest Betrayal, Sedih! Cerita Move On

The Sweetest Betrayal, Sedih! Cerita Move On

INIKECE - Nikmatilah masa mudamu, karena kehidupan yang sesungguhnya dimulai setelah kamu tidak lagi duduk di bangku sekolah, kata mereka. Dulu Kania setuju dengan kalimat itu, meski pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Setidaknya, ia benar-benar menikmati masa awal SMA-nya dengan baik. Ia pintar dalam hal akademik, aktif dalam kegiatan non akademik dan memiliki teman-teman yang asik. Seperti kebanyakan murid SMA, ia juga pernah melakukan kenakalan seperti membolos untuk menonton konser band favoritnya, pergi ke kantin ketika pelajaran berlangsung, dan sebagainya. Kata orang, tidak afdol bila semasa SMA tidak pernah melakukan hal semacam itu.

Semua berjalan seperti yang Kania harap, hingga saat liburan semester satu kelas sebelas ia melihat sesuatu yang ia harap tidak pernah diketahuinya seumur hidup. Saat itu ia baru saja turun dari bus di halte depan mall untuk bertemu dengan teman-temannya. Mereka sudah berjanji malam sebelumnya untuk menonton film yang sedang diperbincangkan banyak orang saat itu.

Tapi, mendadak semua rasa senangnya ketika ia melompat turun dari bus digantikan rasa kecewa, amarah dan kesedihan yang membaur jadi satu. Hal pertama yang dilihatnya ketika ia mendongak dari kedua kakinya yang dibalut sepatu kets berwarna putih adalah pemandangan dua orang yang tengah bermesraan di sebuah kafe di samping mall.

Kania akan turut senang apabila sosok itu adalah pasangan yang tengah memadu kasih, bukannya ayah kandungnya dengan wanita yang tidak pernah ia kenal sama sekali. Sambil menggigit bibir, ia berusaha menarik napas sebelum kedua mata ayahnya menangkap sorot matanya yang berkaca-kaca. Detik berikutnya yang Kania tahu ia sudah berlari menjauh, mengabaikan ayahnya yang melepaskan pelukan wanita di kafe itu sambil memanggil namanya.

"Kania, semua yang kamu lihat hari itu bukan seperti yang kamu pikir. Tante Winna itu hanya kerja ayah." kata ayah di depan pintu kamar Kania beberapa hari setelah kejadian. Kania tidak peduli. Ia menolak berpikir panjang. Ia rasa sakit hatinya memang sebesar itu hingga akalnya menolak untuk berupaya berpikir logis.

Ia merasa menjadi gadis yang paling terpuruk sejak kejadian itu. Bagaimana tidak, semua ia hanyalah gadis SMA yang merasa paling beruntung tinggal didalam keluarga yang harmonis. Meski kedua orangtuanya pekerja, ia merasa tidak pernah kekurangan kasih sayang. Ibu dan ayah akan selalu membuat waktu untuk keluarga di atas apapun. Sesederhana itu, yang Kania tahu semua orang tampak bahagia.

***

"Kania, hari ini nggak ada kegiatan, kan? Mau temani ibu ke toko bunga untuk caara bridal shower Tante Tia nanti malam, nggak?" tanya ibu pagi itu, membuyarkan lamunan Kania yang masih meringkuk di balik selimut.

Hari-harinya berlalu makin tak karuan sejak kejadian itu. Tak ada lagi tawa lepas yang ke luar dari bibir mungil Kania ketika keluarga kecil itu berkumpul. Pun, tatapan kasih tak tersirat lagi dari kedua mata Kania yang selalu berbinar ketika melihat yahanya.

"Cantik-cantik ya bunganya, Nia." kata ibu ketika mereka sudah tiba di salah satu toko bunga terdekat dari rumah.

Kania hanya tersenyum samar. Setiap ia melihat senyum ibunya, ia selalu akan mundur selangkah untuk memberanikan diri mengutarakan apa yang sudah dilihatnya dua bulan lalu. Ia tak sanggup membayangkan senyuman yang meneduhkan itu akan sirna dari wajah wanita yang telah melahirkannya itu.

"Menurut kamu bagusan yang mana? Bunga daisy putih atau atau mawar putih?" tanya ibu lagi, menunjukkan buket bunga daisy di tangan kanan dan buket mawar putih di tengan kirinya.

Kania tampak menimbang sebentar sebelum ibu menyahut, "dulu ayah kamu melamar ibu pakai bunga daisy putih. Bunga ini memang terlihat sederhana, tapi justru dia dikagumi karena kesederhanaannya yang indah."

"Mawar, aku pilih mawar." jawab Kania cepat.

Ibu tampak mengernyit melihat perubahan tingkah laku Kania yang tiba-tiba, tapi tak mengatakan apa-apa. Setelah ibu membayar buket bunga mawar putih pilihan Kania, mereka segera masuk mobil. Ibu menghidupkan mesin, tapi tak kunjung menginjak pedal gas.

"Kania."

Kania yang menunduk sambil menautkan jemarinya pun mendongak. Perasaannya mendadak tidak enak.

"Akhir-akhir ini ibu perhatikan kamu sudah jarang kumpul sama teman-teman dan lebih banyak menyendiri di kamar. Ada apa, sayang?'

Kania menelan ludah. Ia tahu pertanyaan itu akan keluar dari mulut ibunya, tapi ia tak menyangka ibu akan bertanya pagi itu setelah ia mantap untuk mengubur dalam-dalam lukanya.

"Kamu tahu kan, kamu memang nggak bisa cerita semua yang kamu mau ke orang di dunia ini. Kecuali ibu, jadi, cerita sama ibu, nak. Setidaknya penting apapun itu seperti kamu cerita soal sosis goreng di kantin waktu TK dulu atau sepenting cerita kamu menang lomba cerdas cermat waktu SMP. Ceritakan itu semua, ibu pasti akan selalu dengar."

Kania menghirup napas dalam. Tenggorokannya tercekat. Detika berikutnya tak ada sepatah kata pun yang ke luar dari bibirnya selain air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya. Ternyata sesakit itu luka yang dirasakannya hingga ia tak mampu berkata-kata. Ia hanya menuangkan semuanya dalam tangisan. Semenit, tiga menit, lima menit, ibu terus menggenggam tangan Kania sambil mengelusnya lembut, berusaha menenangkan putri remaja satu-satunya itu.

"Bu, maafin Kania, bu." kata Kania lirih di sela isak tangisnya.

Ibu tersenyum tipis sambil mengangguk.

"Ini soal ayah, Kania nggak tega ngomong ini ke ibu." kata Kania, ia menatap jauh ke dalam mata ibu yang sabar menunggunya. "Beberapa bulan lalu Kania lihat ayah lagi di kafe sama wanita yang kata ayah cuma teman kerjanya, tapi"

Kalimatnya terhenti. Kania berusaha sekuat tenaga menahan tangis yang seperti akan tumpah lagi. Di balik pandangan matanya yang kabur akibat air mata, Kania masih dapat melihat dengan jelas ibunya tetap tersenyum tipis. Tak ada raut amarah sedikit pun yang terlihat di wajah wanita awal kepala empat itu.

"It's okay, it's okay, sayang, kalau kamu nggak sanggup cerita." kata ibu. "Ibu tahu kamu mau ngomong apa."


Ibu mengangguk setelah diam sesaat. "Maafin ibu, Kania, karena kamu harus melihat kejadian itu. Maafin ibu, nak"

"Kenapa ibu minta maaf? Kenapa, bu?" tanya Kania tak habis pikir. "Harusnya ayah yang minta maaf sama ibu, sama kita."

"Ibu paham kamu pasti kesal dengan ayah, tapi ibu mohon jangan benci ayahmu, Nia."

Kania tersenyum masam. Tangisnya sudah berhenti.

"Kania, ibu mau kamu tahu bila hal semacam itu sudah biasa dalam pernikahan."

"Hal semacam itu? Selingkuh? Biasa giamana, bu?" tuntut Kania tak mengerti. "Dan gimana ibu bisa sesantai ini mendengar ini semua? Aku merasa jadi anak paling bodoh sekarang karena jadi satu-satunya pihak yang merasa sakit hati."

"Semua pernikahan pasti ada masalah, nak. Entah itu adu argumen karena masalah sepele atau bahkan masalah yang besar. Mungkin kamu selama ini selalu melihat ibu dan ayah baik-baik saja karena memang kami memilih bertingkah demikian di depan kamu, tapi itu tidak berarti ibu dan ayah tidak pernah beradu argumen di belakang kamu. We did, a lot."

Ibu mendesah pelan sebelum menlanjutkan. "Ibu nggak sepenuhnya menyalahkan ayah kamu yang memilih untuk melampiaskan dengan mencari kebahagiaan di luar rumah, di belakang ibu. Ibu tahu ayah butuh waktu dan ibu yakin pada akhirnya ayah akan tetap kembali ke rumah yang sesungguhnya, yaitu ibu dan kamu."

Kania menggeleng tak percaya atas penjelasan ibu. "Nggak bisa gitu dong, bu. Kenapa ibu diam aja kalau ibu selama ini tahu? Apa ibu nggak sakit hati? Ibu sudah nggak cinta sama ayah?"

Lagi, ibu tersenyum. "Nggak, Kania. Tentu saat pertama kali ibu tahu ayah berhubungan dengan wanita itu di belakang ibu, ibu merasa hancur. Ibu marah, marah sama ayah, protes ke Tuhan. Dalam perselingkuhan, kita nggak bisa menyalahkan satu pihak saja. Kita harus bisa berpikir logis untuk melihat dari berbagai sisi. Entah itu ibu introspeksi diri, mencoba mengerti pemikiran ayah dan pemikiran wanita itu."

Kania hanya menunduk sambil menggeleng pelan. Ia berusaha mencerna semua penjelasan ibu yang terasa tidak masuk akal dalam idealisme-nya sebagai remaja.

"Kania, ibu mau kamu paham ini. Kelak suatu saat nanti, saat kamu sudah mulai punya pacar atau akan berumsah tangga, nggak menutup kemungkinan kejadian seperti ini akan terjadi. Kalau kamu tanya ibu apa ibu cinta sama ayah, jawabannya tentu. Karena kalau tidak, ibu nggak akan bertahan sejauh ini."

Keduanya tersentak ketika seorang pria paruh baya mengetuk kaca jendela di samping kemudi. Itu adalah bapak tuakng parkir yang mengingatkan ibu untuk segera pergi karena ada pelanggaran baru yang datang. 

Setelah ibu memberi uang parkir, wanita itu segera menginjak pedal unuk melaju membelah kepadatan ibu kota. Baik dirinya dan Kania sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing selama lima belas menit perjalanan.

***

Tak ada yang begitu berubah setelah percakapan dengan ibu di depan toko bunga dua minggu lalu. Kania sudah terlanjut kehilangan kepercayaan terhadap ayah. Meski yang dilihatnya, sepertinya ayah sudah menjauh dari Tante Winna atau siapapun itu. Malam sebelumnya ibu bahkan masuk ke kamar Kania untuk mengingatkannya bila semua baik-baik saja.

"Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, sayang." kata ibu ketika melihat Kania mengemas buku pelajarannya ke dalam tas.

"Ibu sudah berbicara dengan ayah. Kita jadikan semua pelajaran. Maafkan ayahmu ya, nak. Kita ini keluarga."

Hari-hari terus berlalu dengan berbagai hal yang membuat semua orang berproses, entah untuk menjadi lebih dewasa, lebih sukses atau apapun itu. Semua orang berpindah. Entah berpindah ke lain hati, ke lingkungan lain, atau melupakan kenangan buruk di masa lalu. Semua berubah, baik menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk.

Tak ada yang seratus persen sama seperti sebelumnya. Tak terkecuali Kania yang hari demi hari belaar menerima dan memahami. Di awal usainya yang menginjak dua puluh, ia baru dapat mengerti penjelasan ibu di depan toko bunga saat itu.

Ia cukup menyesali hal terpahit yang ia tahu dari penghianatan beberapa tahun lalu itu dilakukan bukan oleh musuhnya, melainkan orang yang paling disayanginya. Ia sudah terlanjut kecewa, hingga apapun hal baik yang dilakukan ayah akan selalu terlihat buruk baginya. Hingga ia berada di titik itu, Kania rasa ia sudah bisa menerima seperti yang ibu alami dulu. Ia tak mungkin lupa, tapi ia sudah memaafkan.

Sambil berdiri di depan cermin yang memperlihatkan pantulan dirinya menggunakan terusan selutut berwarna putih, Kani tersenyum. Fokusnya teralih ketika mendegar ponselnya berbunyi. Itu pesan masuk dari ayah yang mengatakan bila ia sudah tiba di depan indekos putrinya.

"Hai, Kania. Apa kabar, nak?" tanya ayah ketika Kania menghambur ke pelukan pria itu. Wajah ayah masih sama seperti beberapa waktu lalu, hanya saja terlihat ada sedikit semburat putih di rambutnya yang tebal.

Pagi itu mereka bersama-sama naik mobil menuju pemakaman dekat rumah mereka tinggal dulu yang memakan waktu dua jam dari indekos Kania. Sambil menghela napas, ayah menggenggam jemari putri satu-satunya dengan erat ketika mereka sudah tiba di tempat tujuan.

Mendadak, Kania merasa nostalgia. Sejak ia memutuskan untuk kuliah ke luar kota, ia jadi jarang bertemu ayah dan merindukan semua interaksi kecil antara orangtua dan anak yang biasa mereka lakukan dulu. Kania tahu, sesakit hati apapun ia pada ayah, ia tak akan bisa membenci pria itu.

"Hai, sayang. Apa kabar? Aku datang sama Kania sekarang. Dia sering sibuk, jadi jarang angkat telepon." kata ayah sambil meletakkan bunga daisy putih di atas makam ibu. Pria itu berjongkok untuk mengelus nisan yang tampak berdebu.

Kania melakukan hal yang sama. Sambil menahan air mata yang akan segera tumpah, ia mengelus pahatan di kayu yang mengukir nama ibunya. Ia rindu ibu. Rindu berkeluh kesah di telepon hampir setiap malam, rindu mencium aroma moringa yang melekat pada tubuh ibu, rindu melihat senyumnya yang selalu berhasil meneduhkan Kania apabila gadis itu pulang sekolah dengan menyimpan segala keluh kesah. 

Ia rindu segala sesuatu tentang ibu. Ibu mengajarkan banyak hal, terutama untuk selalu ikhlas dan memaafkan. Mungkin ia tak akan menjadi gadis pemaaf seperti ibu bila tidak dibesarkan oleh ibu yang jauh lebih pemaaf. Ingin rasanya ia menghmburk ke dalam pelukan ibu pagi itu untuk mengatakan, "bu, aku sudah menerima semuanya. Ibu jangan khawatir." tapi terhalang dimensi yang berbeda.

"maafkan ayah," gumam ayah melihat putrinya yang tampak berkaca-kaca di samping makam istrinya. Sejak sebulan lalu Kania memustuskan untuk kembali menghubungi dirinya, ia tahu tak akan bisa menebus kesalahn beberapa tahun lalu dengan apapun.

Kania tersenyum. Pagi itu di bawah terangnya matahari yang tak malu-malu menunjukkan batang hidunya, untuk pertama kalinya ia bersyukur karena sudah pernah merasakan pengkhianatan. Pengkhianatan memang selalu meninggalkan bekas luka, dan seiring prosesnya bekas luka itu akan pudar karena pengampunan. Ia menghargai semua prosesnya. Semua yang melibatkan dirinya, ibu dan juga ayah. Pada akhirnya ucapan ibu terkbukti, perasaan ayah tidak memudar, justru bertambah kuat berkat keteguhan dan kesetiaan ibu. Mungkin semua itu tidak akan pernah ia rasakan bila empat tahun yang lalu ia tak melihat ayah dan Tante Winna di dalam kafe alih-alih asik menonton film bersama teman-temannya.

***

Profil Singkat

Maura Nabila lahir di Medan 21 tahun sialam, lalu pindah ke Sidoarjo dan saat ini sedang berusaha menyelesaikan skripsi untuk mendapatkan gelar dari salah satu universitas di Semarang. Penulis memiliki cukup banyak imajinasi dan suka menuangkannya dalam bentuk tulisan, namun sebagian besar dari mereka hanya bertahan menjadi tumpukan di draft laptop penulis.

Cerita Move On, Senyuman Sierra Ketika Waktu Telah Berhenti

Cerita Move On, Senyuman Sierra Ketika Waktu Telah Berhenti

INIKECE - Aku berdiri di hadapan rumahnya. Menghela napas sejenak dan mencoba tersenyum untuk menyapanya.
"Hei, lihat aku bawa apa..."

***

Pertemuan pertama kali dengannya bagiku adalah sebuah takdir. Tahun 2016, aku tidak menduga akan mendapat tiket gratis menonton Formula 1 di Marina Bay Street Circuit, Singapura. Kompetisi balap jet darat favoritku sejak kecil. Walaupun aku tidak mendapatkan kursi yang nyaman di grandstand, dan hanya berdiri di pinggir sirkuit untuk menonton mobil yang dipacu hingga lebih dari 300 km/jam, momen itu adalah salah satu momen terbaik dalam hidupku. Hari itu menjadi lebih baik ketika aku bertemu dengannya yang sedang berdiri di sampingku.

"Aku jarang melihat ada perempuan yang suka nonton Formula 1 langsung," ujarku.

"Aku hanya menemani kakakku di sana." Dia menunjuk seorang pria yang sedang membeli tacos dari food truck yang tidak jauh dari kami. "Aku hanya ingin nonton konsernya saja."

"Oh, ya? Kamu mau menonton siapa?'

"Queen! mereka adalah favoritku," ujarnya bersemangat. Memang Queen yang ditemani Adam Lambert dijadwalkan menyanyi setelah selesai balapan.

"Wah, aku bahkan lebih jarang lihat ada perempuan seumuranmu yang suka Queen."

"Terserah apa pun yang kamu katakan, mereka adalah yang terbaik sepanjang masa dan aku suka mereka." Senyumnya waktu itu masih sangat jelas tersimpan di memoriku.

"Bara." Aku mengulurkan tanganm, "Bara Gratia."

Dia meraih tanganku, "Sierra Alysa Aleen."

Itulah namanya. Sierra Alysa Aleen. Nama yang indah untuk seseorang seperti dia. Tingginya sebahuku, dengan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai di malam itu membuatku terpesona. Bagiku, dia adalah definisi sempurna.

Perkenalan itu pun berlanjut ke saling berkomunikasi, bertemu, dan mengenal satu sama lain. Ketika kami bertemu kami bisa bercerita banyak, mulai dari hal-hal yang konyol seperti berapa jumlah lumba-lumba di luat ataupun ketika dia memamerkan kesukaannya pada grup musik lama, hingga membahas hobi kami yang sama, travelling.

Baginya, travelling adalah wujud mengagumi ciptaan Tuhan dengan cara yang menyenangkan. Beberapa bulan setelah pertemuan pertama di Singapura itu, kami akhirnya memutuskan untuk menjalani hubungan yang lebih dekat.

Masa demi masa dilewati dengan menyenangkan bersamanya. Dia menjadi penyemangat pertama ketika aku sedang kesusahan menghadapi sesuatu, aku pun menjadi tempat bercerita keluh kesahnya ketika dia sedang bersedih. Kami seringkali jalan-jalan bersama ke berbagai tempat. 

Labuan Bajo, Wakatobi, bahkan sampai di Raja Ampat. Di setiap tempat yang kami kunjungi, kami memiliki kebiasaan untuk berfoto dengan pose yang khas, aku duduk bersila dengan kedua tangan bersatu dan dia berdiri di belakangku dengan tangan terbentang seperti ingin terbang.

Namun, memasuki tahun kedua hubungan kami, rintangan besar nan mengejutkan datang. Sierra divonis mengidap kanker pankreas. Ada pertumbuhan sel yang tidak normal di pankreasnya dan sudah mulai menjalar ke organ tubuhnya yang lain. Ketika mendengar berita itu pertama kali, aku jatuh terduduk karena shock. Air mata tidak bisa kutahan mengalir di pipiku. Tetapi, Sierra dengan tenangnya menghampiriku dan menyeka air mataku.

"Tidak apa-apa, Bara. Aku tidak apa-apa. Aku kuat, kok. Kamu juga harus kuat, ya, kamu tidak boleh menangisi ini sekarang dan nanti. Janji?" ujarnya dengan senyum di wajahnya. Senyum yang mengingatkan pada memori pertama kali aku bertemu dengannya malam itu. Melihat itu aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk sembari memeluknya erat.

Ketika masa-masa perawatan dan kemoterapi, senyuman itu tidak pernah hilang dari wajahnya. Tidak ada air mata keluar karena menahan rasa sakit yang ia derita. Aku berusaha semampuku menahan kesedihanku untuk menyemangatinya, mencoba untuk selalu berada di sisinya.

Suatu hari di bulan Maret 2019, ketika aku baru datang mengujunginya di rumah sakit, dia berteriak dengan antusias kepadaku.

"Bara, coba lihat ini," dia memperlihatkan berita yang menunjukkan entertainment line-up untuk gelaran Formula 1 di Singapura tahun ini, "Ada Red Hot Chili Peppers dan Muse! Tahun ini kita harus ke sana. Aku mau nonton mereka langsung," ujarnya dengan menggebu-gebu.


Dia langsung menyebutkan lagu-lagu yang dia suka dari kedua grup musik itu. Dia menjelaskan apa yang ingin dia lakukan ketika melihat mereka. Medengar itu, aku tersenyum dan memegang kedua tangannya yang membuatnya berhenti berbicara.

"Kita akan pergi sana. Oke? Yang penting kamu harus sembuh dulu sekarang. Janji?" dia tersenyum dan mengangguk sembari jari kelingking kami saling berkait.

Tapi, janji hanyalah sebuah janji. Manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang memutuskan segalanya. Tepat seminggu kemudian, Sierra pergi untuk selama-lamanya. Dengan tenang dalam tidurnya, ia pergi menghadap-Nya. Isak tangis keluarganya pecah dalam ruangan itu. Aku yang berada di ruangan yang sama berusaha menahan air mata, berusaha menepati janji dengannya. Satu-satunya janji yang harus kutepati. Tidak boleh menangisi kepergiannya.

Sierra akhirnya dimakamkan di pekuburan keluarga, di daerah berbukit di pinggiran kota Bandung. Aku masih mengingat hari itu, awan gelap berkumpul namun tidak menurunkan hujannya hingga proses pemakaman selesai. Ketika aku mengunjungi rumahnya setelah itu, ibunya memelukku sembari menangis. Aku berusaha menenangkannya.

"Sudah, bu. Sierra sudah tidak sakit lagi. Sierra sudah tenang disana. Kita ikhlaskan dia, ya," kataku.

Ketika aku hendak pamit, kakak Sierra menghampiriku, "Bara, ada yang ingin aku perlihatkan," aku hanya mengangguk mengikutinya. Kami menuju kamar Sierra. Kamar serba putih sesuai dengan warna kesukaannya.

"Itu, Bara," dia menunjuk ke arah kotak berwarna merah yang ada di atas meja, "Itu dari Sierra untukmu. Dia berpesan padaku, agar hanya kamu yang boleh membuka kotak itu," tambahnya sembari memberikanku kunci.

Aku mengambil kunci itu dan berjalan menuju kotak merah itu, "Aku akan meninggalkanmu sebentar disini," ujar kakak Sierra sembari menutup pintu.

Aku duduk menatapi sebentar kotak itu. Dengan kunci tadi kubuka perlahan kotak merahnya. Ada secarik post-it tertempel di balik penutupnya. MILIK SIERRA. Di dalamnya ada berbagai macam barang. Foto polaroid kami, tiket film bioskop yang kami tonton bersama yang bahkan beberapa di antaranya sudah tidak jelas apa nama filmnya, dan berbagai macam memori kami lainnya. 

Diantara barang-barang tersebut ada selembar kerta. WISH LISTS SIERRA. Aku membuka dan membacanya. Isinya adalah tempat-tempat yang ia ingin kunjungi. Kebanyakan sudah dicoret tanda tempat itu sudah ia kunjungi.

Ada 6 destinasi lagi yang belum dicoret. Mengunjungi dataran garam yang indah Salar de Uyuni di Bolivia, mencoba Nevis Swing di Selandia Baru, melihat langsung piramida dan Sphinx di Mesir, berjalan menggunakan hanbok di Korea Selatan, dan berfoto di depan gedung Hamburg Rathaus di Jerman.

Satu destinasi terakhir miliknya membuatku tak kuasa menahan tangis, "Menonton Formula 1 di Singapura bersama Bara dan menonton Red Hot Chili Peppers dan Muse tentunya."

***

Lima bulan kemudian, aku berdiri di hadapan rumahnya. Namanya terukir di pusara berwarna hitam itu. Rumah terakhirnya. Menghela napas sejenak dan mencoba tersenyum untuk menyapanya.

"Hei, lihat aku bawa apa," aku memamerkan tiket untuk tiga hari nontn Formula 1 Singapura tahun ini, "Aku akan menonton Formula 1 lagi di sana bulan depan. Aku juga akan menonton Red Hot Chili Peppers dan Muse yang kamu suka itu."

Aku duduk di samping makamnya, mengusap pusara itu, "Aku juga sudah merencakan untuk pergi ke tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi itu. Nanti akan kubawakan fotonya untukmu."

Aku memang sudah merencanakan perjalanan ini sejak aku melihat kertas wishlist miliknya waktu itu. Beberapa orang yang mengetahui rencanaku itu mempertanyakan alasan aku melakukannya. Bagi mereka, melakukan itu tidak bisa membuatku melupakan Sierra dan move on darinya.

Namun bagiku, move on dari Sierra bukan berarti berusaha melupakan kenangan dan segala sesuatu darinya, tetapi berusaha untuk mengatasi kesedihan karena ditinggalkan olehnya. Dengan cara inilah, aku yakin bisa melakukan itu. Mengunjungi destinasi yang belum sempat dia kunjungi. Mencoba membayangkan senyum yang terpancar di wajahnya ketika berada di tempat-tempat yang dia impikan.


Profit Singkat Penulis :

Penulis mulai memiliki hobi menulis sejak diminta guru Bahasa Indonesia untuk menulis kehidupan sehari-hati selama bersekolah di MAN. Penulis ini adalah peneliti pratama fisika di salah satu lembaga penelitian Indonesia. Mengisi waktu luang di antara mengerjakan penelitian dengan menulis cerita-cerita semi-fiksi yang menjahir kejadian nyata dengan bumbu fiksi.

Kota Ini Adalah Kota Kecil, Cerita Move On

Kota Ini Adalah Kota Kecil, Cerita Move On

INIKECE - Begitu kecilnya hingga kau bisa kenal hampir seluruh penduduknya. Jika kau naik ke atap rumahku, kau bisa melihat rumah-rumah mereka. Disebelah timur, kau akan menemukan rumah sederhana milik Bibi Ela, dengan tanaman-tanaman cabai kesayangannya.

Bibi Ela selalu ada dikebun. Ia adalah wanita paruh baya yang tidak memiliki sanak saudara. Seperti yang telah kusebutkan, satu-satunya kesayanganya adalah tanaman-tanaman cabainya. Bibi Ela bangga akan kemampuannya merawat tanaman-tanaman itu, dan selalu berkata padaku bahwa cabai-cabainya seharusnya dihargai lebih tinggi di pasar.

Meski begitu, Bibi Ela sering memberi cabai-cabainya padaku. Ia bilang aku adalah anak yang baik dan perlu makan makanan yang sehat.

Disebelah kebun Bibi Ela, kau akan menjumpai rumah keluarga Jeff. Ayah dan Ibu Jeff bekerja di satu-satunya klinik di kota kami. Salah satu dari mereka adalah dokter gigi. Aku lupa yang mana. Terakhir kali aku ke klinik gigi mereka sekitar enam tahun yang lalu, waktu gigiku hitam-hitam akibat permen yang kumakan setiap malam.

Ayah dan Ibu Jeff ada di sana. Di antara kekalutan dan teriakan-teriakaku, aku sungguh tak ingat siapa yang mencabut gigiku. Rasa trauma akan klinik gigi masih menghantuiku hingga kini, jadi aku tidak pernah bertanya pada Jeff siapa yang dokter gigi, ayahnya atau ibunya?

Lalu ada keluarga Ben. Rumah mereka berhadapan dengan rumahku. Keluargaku bersahabat dekat dengan mereka. Ben adalah anak yang sedikit bodoh. Kosakatanya sangat terbatas. Tetapi, Ben merupakan teman pertamaku di sekolah dan tetap menjadi sahabatku hingga kini.

Ia mengendarai sepeda tua yang rantainya selalu rusak. Akibatnya, ia lebih sering menuntun sepeda itu daripada menaikinya. Pernah aku mengusulkan agar Ben membuang saja barang rongsokan yang merepotkan itu. Ben melotot marah padaku dan berkata bahwa sepeda itu sangat berharga baginya, sepeda itu adalah satu-satunya temannya yang setia. Aku balas berteriak - lalu kau anggap aku ini apa? Pertengkaran kami tidak berlangsung lama. Aku memaafkannya lewat kalkun lezat yang ia antarkan ke rumahku malam itu.

Bila kau memandang ke arah matahari terbenam, kau bisa melihat cerobong asap pabrik pengalengan ikan di kota kami. Asap kelabu selalu membumbung dari cerobong pabrik itu. Ada beberapa rumah penduduk di sekitarnya, dan mereka pernah mengeluhkan pencemaran udara dan bau yang dihasilkan pabrik itu, tetapi tidak ada tindak lanjut.

Bagaimanapun juga, pabrik itu memberi nafkah bagi separuh penduduk kota. Ada banyak orang yang kukenal dengan baik yang bekerja di sana. Ada Nick si penyendiri, July si pemarah, Keluargan Brian yang berisik, bahkan baru-baru ini kudengar Ben bercita-cita bekerja di sana waktu dewasa nanti.

Di sebelah utara, ada deretan toko-toko, sebuah kafe kecil, bioskop, kantor polisi, dan rumah-rumah penduduk. Bila kau terus melihat ke ujung, di balik pepohonan, berdiri sekolah yang kami cintai. Seluruh penduduk kota menyelohkan anak-anaknya disana.

Sekolah itu membuat kami saling mengenal keluarga satu sama lain. Aku tahu harus menghubungi Ayah Flo apabila air di rumah kami macet. Aku tahu harus bertanya pada Kakak Devon film apa yang diputar di bioskop malam ini. Anak-anak lain tahu harus menghubungi orangtuaku apabila hewan peliharaan mereka sakit. Kami seperti sebuah keluarga yang sangat besar dan saling menjaga.

Kota kami adalah kota kecil. Selama sepuluh tahun tinggal di sini, tidak ada satupun sudut kota yang belum kudatangi. Tidak ada satupun wajah yang belum kulihat. Kini, ayah dan ibuku telah memutuskan untuk pindah ke kota yang lebih besar. Mereka bilang pindah ke kota lain akan berdampak baik untukku. Aku memiliki kesempatan untuk bersekolah di tempat yang lebih baik, melihat banyak tempat, dan tidak terkungkung di suatu kota yang seluruh areanya bisa kau lihat dari atap rumah.

Tentu saja berita mengenai kepindahan kami menyebar dengan cepat. Awalnya, aku tidak merasa ada yang berbeda. Sampai dua hari yang allu, Bibi Ela memanggilku ke kebun cabainya. Ia memetik cabai-cabai segar itu dalam diam. Aku berdiri memandangi punggung Bibi Ela. Saat ia berbalik, kulihat air matanya menggenang.

Ia menyerahkan satu kantung plastik penuh cabai segar. "Tumbuhlah sehat seperti cabai-cabai ini." katanya terisak. "Hatiku hancur dan marah sekali waktu tahu kami akan kehilangan anak muda yang baik sepertimu. Aku tidak tahu akan dunia luar. Kudengar di sana banyak kejatahan, tapi aku berdoa supaya kau selalu dikelilingi orang-orang baik. Pergilah, dan jika beruntung, aku mungkin bisa melihatmu lagi sebelum aku mati."


Aku sangat sedih mendengar perkataan Bibi Ela. Aku mencium pipi wanita itu dan bergegas pergi. Aku menangis di sepanjang jalan.

Beberapa jam sesudah itu, keluarga Jeff mengundangku ke rumah mereka. Waktu itu adalah jam makan malam. Ibu Jeff memasak pai apel yang sangat enak. Wanita itu memandangku sambil tersenyum.

"Kau sudah tumbuh besar, tetapi kau masih melihatmu sebagai anak kecil yang mengamuk waktu giginya dicabut."

Pipiku memerah karena malu. Jedd dan ayahnya tertawa. Laki-laki terbutuh besar dan berkepala botak itu menambahkan, "Aku ingat seberapapun eratnya kami memegang tangan kakimu, kau seperti punya kekuatan Hercules. Aku hanya bisa berdoa supaya aku mencabut gigi yang benar dna bukan gigi lain yang sehat."

Oh, jadi ayah Jeff-lah si dokter gigi. Satu pertanyaan terjawab. Saat aku akan pulang, keluarga Jeff mengantarku ke pintu depan. Ayah Jeff menepuk pundakku dan berkata, "Selamat jalan, Nak. Dunia luar memang menakutkan, tetapi kau tidak boleh menyerah. Tegakkan bahumu dan angkat kepalamu. Kau sudah pernah mengalahkan rasa takutmu satu kali, dan kau bisa melakukannya lagi."

Ibu Jeff memelukku. Di antara wangi pai apel yang menempel di bajunya, aku mendengarnya berkata, "Semoga berhasil, Nak. Dan rawatlah gigimu baik-baik. Aku tidak mau melihatmu di klinik gigiku lagi."

Ia melepaskan pelukannya. Aku beranjak pergi dari rumah Jeff, melawan dorongan kuat untuk bertanya pada mereka: Jadi siapa yang dokter gigi?

Belum selesai sampai di situ. Pagi ini, sahabatku Ben terlihat murung. Ia keluar dari rumah, menuntun sepeda tuanya dan menghampiriku. Ia berkata, "Kudengar kau akan 'melanjutkan hidup' dikota lain."

Aku berani bertaruh kata-kata 'melanjutkan hidup' itu ia kutip dari perkataan orang lain. Ben menlanjutkan perkataannya. Suaranya mulai pecah, "Aku - aku tidak punya apa-apa untuk diberikan padaku," isaknya. "Aku hanya punya sepeda ini."

Aku terkejut. Sehalus mungkin aku menolak sepeda Ben. Bagaimana mungkin aku mengambil satu-satunya barang kesayangan sahabatku, meskipun barang itu sudah bobrok sekalipun.

Aku berkata, "Sepedamu akan mengingatkanmu padaku. Akulah yang selalu menemanimu menuntun sepeda itu. Libur sekolah kita selalu dihabiskan untuk memperbaiki rantai sepedamu atau mengecatnya supaya kelihatan lebih baik. Dan aku minta maaf pernah menyuruhmu membuangnya."

Ben cepat-cepat memelukku. Di sela-sela tangisnya, ia menjawab, "Bukan sepeda ini temanku yang paling berharga. Kaulah orangnya. Aku minta maaf pernah menyakitimu. Aku akan selalu mengingatmu, bahkan ketika aku sudah dewasa dan sibuk bekerja di pabrik pengalengan ikan." Ben melepaskan pelukannya dan berbalik cepat meninggalkanku. Masih kudengar isak tangisnya dari jauh. Diam-diam aku juga menghapus air mata dipipiku.

Sisanya, bisa kau tebak. Di sekolah, para guru membuatku berdiri di lapangan dan satu persatu murid menghampiriku, memelukku dan menyalamiku. Ketika aku pulang, aku melakukan hal yang sama untuk para pekerja pabrik pengalengan ikan yang memenuhi rumahku.

Aku tak pernah menyangka pindah rumah akan sesedih ini. Aku memandangai lekat-lekat setiap wajah orang-orang itu. Aku sudah merindukan mereka. Aku sudah merindukan sudut-sudut kota ini. Kota kelahirkanku. Area petualanganku. Daerah kekuasaanku. Kampung halamanku.

Saat ini, aku masih duduk di atap rumahku. Aku ingin memandangi seluruh kota untuk terakhir kalinya sebab besok kami akan berangkat pagi-pagi sekali. Dalam hati, aku mengucapkan terima kasih kepada kota ini. Kepad apabrik pengalengan ikan, kepada sekolahku, kepada rumah-rumah dan toko-toko, kafe, klinik, bioskop, dan kantor polisi.

Ya, aku akan pergi dan melihat dunia luar. Mungkin aku takan pernah kembali lagi. Tapi, aku haru sbisa menahan rindu dan 'melanjutkan hidup' di kota lain, seperti kata Ben, aku akan tumbuh dengan baik dan menjadi orang yang berani seperti pesan Bibi Ela dan Ayah Jeff. 

Aku berjanji akan ramah dan baik hati seperti orang-orang di kotaku. Sekali lagi, aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku.

"fSelamat berpisah. Aku akan menyimpanmu dalam hatiku untuk selamanya." 

***

Profil Penulis

Bernama pen Queen Bee, penulis berusia 23 tahun ini adalah penggemar Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle. Sedang berjuang mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis.

Analisis NASA Hari Ini Tetang Bumi Tlah Kembali Lagi Penghijau Yang Lebih Besar

Analisis NASA Hari Ini Tetang Bumi Tlah Kembali Lagi Penghijau Yang Lebih Besar

INIKECE - Saat ini gerakan penghijauan dilakukan karena banyak yang berpikir bahwa Bumi kekurangan laha hijau, padahal menurut NASA, Bumi hari ini lebih hijau jika dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

Pernyataan NASA ini dirasa cukup mengejutkan. Pasalnya, Bumi saat ini dirasa mulai tercemar dan kurang lahan hijau karena pembangunan kota yang meningkat pesat.

Dalam jurnal yang diterbitkan Nature Sustainability, NASA menyebutkan jika Bumi yang lebih hijau ini berkat China dan India.

Walaupun merepukan dua negara yang disebutkan sering melakukan eksploitasi terkait tanah, air, dan sumber daya alam demi keuntungan ekonomi, China dan India rupanya punya peran penting untuk hijaunya Bumi.


Dalam dua dekade terakhir, dua negara ini diketahui menerapkan program penanaman pohon untuk meningkatkan implementasi dan teknologi dalam bidang pertanian. Cukup menginspirasi ya?

Dilansir dari Forbes, hasil penelitian ini ditemukan usai melakukan citra resolusi tinggi untuk memantau peningkatan penghijauan di Bumi.

Berdasarkan pantauan citra satelit, penghijauan terjadi secara tidak beraturan di China dan India. Namun, cukup berpengaruh untuk menyumbang lahan hijau di Bumi. 


NASA menejelaskan bahwa China dan India telah melalui fase deforestasi dalam skala besar pada tahun 1970 hingga 1980.


Namun, makin sadar bahwa masalah iklim dan polusi adalah hal yang membunuh umat manusia. China dan India menjadi dua negara yang berinisiatif untuk mengurangi hal tersebut dengan melakukan penghijauan secara berkala.

Sayangnya, para ilmuwan dari NASA masih belum bisa memastikan penyebab Bumi menjadi lebih hijau jika dibandingkan negara 20 tahun yang lalu, menginat saat ini polusi dan iklim yang tidak menentu kadang menjadi penyebab penghijauan sering kali gagal.

Kabar baik dari NASA mengenai Bumi yang lebih hijau dari 20 tahun yang lalu ini jelas saja membuat terinspirasi negara mana pun untuk ikut dalam program China dan India ini ya.

Animasi Digimon Dengan Perayaan 20 Tahun Merilis 5 Anime, Wajib Tonton!

Animasi Digimon Dengan Perayaan 20 Tahun Merilis 5 Anime, Wajib Tonton!

INIKECE - Siapa tak kenal film animasi dari Jepang ini? Dikenal dengan petualangan dan memiliki hewan perliharaan yang memiliki kekuatan super untuk melawan para musuh yang menghadang ( Digimon ).

Petualangan Taichi bersama kawan-kawan masih terus berlanjut dalam film terbaru, yaitu Digimon Adventure: Last Evolution Kizuna yang rencananya siap tayang pada 2020 mendatang.

Sebelum menyaksikan aksi Digimon kesayangan tahun depan, bersiap untuk menikmati suguhan anime pendek dalam rangka menyambut 20 tahun seri yang dicintai ini. Proyek bertajuk Digimon Adventure Memorial Story Project ini menyuguhkan lima anime pendek, yaitu Sora e (To the Sky), Kokoro no Ana (A Hole in the Heart), Igakusei Joe Kido (Joe Kido, Medical Student), Kogare no Jogress Shinka (The Coveted Jogress Evolution), dan sebuah judul yang masih belum diumumkan hingga berita ini di tulis.


Dilansir dari Animenewsnetwork, kelima anime pendek ini menceritakan kisah lain dari para Digimon beserta partner mereka. Enggak cuma itu, akan ada juga sebuah judul prekuel untuk film Digimon Adventure: Last Evolution Kizuna. Nantinya, kalian dapat menyaksikan proyek ini dalam bentuk OVA yang dijual secara khusus untuk menyambut perayaan 20 tahun seri Digimon.


Dalam mewujudkan proyek ini, pihak Toei Animation melakukan campaign melalui situs Campfire dengan target memperoleh 10 juta yen atau sekitar 1.5 miliar rupiah. Namun sayangnya, penggalangan dana ini hanya terbatas bagi penggemar yang berdomisili di Jepang.


Pertama kali diperkanalkan di Jepang pada 1997 sebagai sebuah game simulasi, Digimon telah menjadi salah satu sosok ikonis dalam budaya pop Jepang. Selain itu, Digimon sering dibandingkan dengan Pokemon karena dianggap mengusung tema serupa.

Serial Anime Digimon Adventure pertama kali hadir pada 1999. Sukses besar. musim keduanya tayang setahun kemudian dengan tajuk Digimon Adventure 02 dirilis. Keduanya berhasil memperoleh atensi dari penikmati serial anime.

Nah, bagaimana nih menurut kalian? Tentang rencana hadirnya lima anime pendek Digimon? Langsung aja bagikan pendapat kalian di kolom komentar bawah, ya!

Musibah Bisa Terjadi Kapan Saja, 19 Kerbau Beserta Pengembala Disambar Petir

Musibah Bisa Terjadi Kapan Saja, 19 Kerbau Beserta Pengembala Disambar Petir

INIKECE - Tragis, hal ini terjadi pada seorang pengembala beserta 19 kerbaunya di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tewas seketika akibat tersambar petir. Senin (19/8/2019).

Peristiwa ini persisnya terjadi di Dusun II, Desa Urtan, Kecamatan Andam Dewi, Tapteng. Saat itu si penggembala baru saja menggembalkan kerbaunya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Warga menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kandang. Kejadian ini pun membuat warga setempat heboh.

"Korban disambar petir saat mengasapi kerbau di dalam kandang. Karena memang setiap harinya korban mengasapi kerbau ini supaya tidak diganggu nyamuk," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tapteng AKBP Sukamat. Selasa (20/8/2019).

Sukamat menyebutkan 19 kerbau yang tewas diketahui milik warga bernama Mikael Simbolon. Namun, sehari-hari, korban yang memelihara dan menggembalakan kerbau-kerbau itu. "Seluruh kerbau yang di dalam kandang mati tersambat petir," kata Sukamat.

Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. Sementara itu, 19 ekor kerbau yang tewas dikuburkan secara massal dengan menggunakan alat berat.