Memberi Kesempatan Ke 2, Apakah Perlu? Bagi Yang Ketahuan Selingkuh

Memberi Kesempatan Ke 2, Apakah Perlu? Bagi Yang Ketahuan Selingkuh

INIKECE - Dalam suatu hubungan asmara, pasti akan memiliki lika-liku yang harus dijalani, mulai dari emosional hingga romantis dari tiap pasangan. Akan tetapi apabila selama ini hubungan yang kita jalani diketahui baik-baik saja dan tidak ada masalah, tetapi pasangan kita ketahuan selingkuh.

Hal itu akan membuat perasaan hati yang dirasakan sangat-sangat menyakitkan bagi diri kita. Konflik antara pasangan akan terjadi hingga pertikayan yang serius.

Apakah kita yang telah mengetahui pasangan kita telah selingkuh harus kita maafkan dan diberikan kesempatan ke 2 bagi dirinya?

Coba tanyakan pada diri anda terlebih dahulu. Tips yang lebih baik, sebaiknya dalam setiap hubungan perlu melakukan komunikasi terkait arti atau persepsi mengenai perselingkuhan bagi diri masing-masing. Hal ini bertujuan untuk :
  • Memperjelas bagaimana sebetulnya bentuk komitmen anda dan pasangan ketika menjalin hubungan
  • Mengurangi adanya salah paham karena anda dan pasangan memiliki persepsi berbeda dalam konsep selingkuh.
Lalu, bagaimana ciri pasangan yang bisa dikatakan selingkuh? Secara harfiah, selingkuh merupakan perilaku melanggar komitmen dengan pasangan. Penulis buku Bukan Move On biasa tersebut ini juga membagikan beberapa batasan selingkuh, atau tolak ukur seseorang bisa dikatakan berselingkuh.
  • Timbul ketertarikan baik secara fisik maupun emosional dengan orang lain
  • Adanya kedekatan emosional dengan orang lain
  • Merahasiakan ketertarikan dan kedekatan tersebut dari pasangan resmi
"Jadi, kalau nyaman chatting dengan lawan jenis, dilakukan terus-terusan dan dirahasiakan dari pasangan, maka itu sudah bisa dibilang sebagai selingkuh secara emosional," tulis Pingkan dalam akun Instagram miliknya.

Mengapa seseorang memilih selingkuh?

Setiap orang tentunya memiliki motivasi yang berbeda ketika memutuskan untuk melanggar komitmen pernikahannya. Hasil penelitian yang dilakukan tagun 2018 oleh psikolog bernama McNulty, dkk, ada beberapa faktor prediksi yang mungkin bisa menyebabkan seseorang selingkuh.
  • Tidak puas dengan hubungan pernikahan
  • Semakin muda usia seseorang, maka semakin besar kemungkinan dia selingkuh
  • Kurangnya kepuasan dalam hubungan seksual
  • Daya tarik, untuk wanita ; semakin dia terlihat menarik, malah semakin kecil kemungkinan dia untuk selingkuh. Untuk laki-laki, justru dilihat dari daya tarik pasangannya, semakin pasangan laki-laki tersebut memiliki daya tarik yang tinggi, maka kemungkinan laki-laki selingkuh pun akan semakin rendah.
  • Pengalaman hubungan seksual. Untuk laki-laki, semakin dia banyak berhubungan seks sebelum nikah, maka semakin besar kemungkinan dia selingkuh. Sebaliknya, perempuan yang memiliki sedikit pengalaman seksual sebelum menikah, malah memiliki kecenderungan tinggi untuk selingkuh.
Perlukah pasangan yang selingkuh dimaafkan?

Belum lama ini, Rania (bukan nama sebenarnya), menceritakan pengalamannya dikhianati oleh suaminya. Pernikahan yang telah dibina hampir 13 tahun sempat berada di ujung tanduk lantaran ia memergoki sang suami selingkuh.

"Selama ini suami saya memang sering tugas ke luar kota. Ini sudah jadi hal yang lumrah. Tapi setahun belakangan, nggak tau kenapa perasaan saya sering nggak enak kalau suami bertugas. Apalagi saat suami terlihat menyembunyikan sesuatu. Handphone-nya tiba-tiba dikasih password, dan makin sering tugas ke luar kota. Hingga pada suatu hari saya membaca WhatsApp dari selingkuhannya. Marah, sedih, benci, rasanya semua jadi satu. Ketika itu saya hanya berpikir untuk minta cerai, nggak sanggup melanjutkan pernikahan kalau sudah dibohongi seperti itu. Saya tidak yakin bisa memaafkan dan melanjutkan pernikahan kami."

Apa yang dirasakan Rania, mungkin akan dialami oleh perempuan atau istri mana pun yang mengetahui pasangannya selingkuh. Biar bagaimana pun selain rasa cinta dan kasih sayang, kepercayaan dua orang dalam suatu hubungan itu ibarat lem utama yang dapat memperkuat tali pernikahan. Dan kepercayaan ini tentunya berkaitan dengan bagaimana anda dan pasangan saling memiliki komitmen untuk tidak saling menyakiti.


Ketika perselingkuhan terjadi di dalam pernikahan, maka bisa diartikan bahwa kepercayaan salah satu pihak dalam hubungan pernikahan bisa mulai memudar. Meskipun begitu, perceraiakan memang bukan satu-satunya jalan yang bisa ditempuh.

Hal inilah yang disampaikan oleh Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Ia mengatakan meskipun memaafkan pasangan yang telah selingkuh bukan perkara mudah, hal ini tentu saja tetap bisa dilakukan. Bahkan, psikolog yang kerap disapa Nina Teguh ini menyarankan, sebelum meluapkan dan meledakan emosi pada pasangan, ada baiknya kita melakukan intropeksi lebih dahulu.

Ia mengatakan langkah ini bisa membantu mencari tahu alasan di balik mengapa pasangan selingkuh. Menurutnya, saat peselingkuhan terjadi maka yang diperlukan adalah kerjsama antara kedua belah pihak untuk memperbaikinya.

Sementara, psikolog klinis Stephes A. Diamond Ph. D dalam artikel yang ia tulis di situs Psychology Today juga menjelaskan, bahwa memaafkan pasangan yang selingkuh merupakan hak setiap individu. Artinya, masing-masing orang punya pilihan untuk memaafkan atau pun tidak memaafkan pasangannya yang selingkuh.

Namun, apabila pasangan melakukan kesalahan sama berulang kali dengan pola yang persis, maka akan lebih bijaksana untuk mengakhiri hubungan yang ada. Karena bagaimana pun, hubungan yang sehat adalah ketika pasangan bisa saling menghargai satu sama lain.

Perselingkuhan juga merupakan hal yang kompleks, terutama dalam hubungan pernikahan. Parents mungkin merasakan beragam hal ketika mengetahui pasangan anda berkhianat. Berikut merupakan beberapa tips agar anda tetap sehat baik dalam hal fisik maupun mental ketika menghadapi pasangan yang selingkuh :
  • Tidak ada salahnya merasa marah, sedih, atau pun kecewa. Namun jangan sampai perasaan tersebut menyelimuti anda terus-menurus.
  • Hindari berselingkuh balik. Karena bagaimana pun, balas dendam bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah atau menjamin pasangan anda tidak melakukan kesalahn yang sama.
  • Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, pasangan, dan orang ketiga atas perselingkuhan yang ada. Anggap musibah tersebut sebagai salah satu pelajaran hidup yang kelak membuat anda menjadi pribadi yang lebih kuat lagi.
  • Tetap menjaga diri, jangan berlarut dalam kesedihan sehingga and mengabaikan kesehatan.
  • Usahakan agar anak tidak mendapatkan imbas atas masalah perselingkuhan.
  • Jangan ragu untuk cari bantuan dan berkonsultasi dengan tenaha ahli. 
Memaafkan pasangan selingkuh atau tidak, tentu saja bersifat personal. Semua akan kembali kepada diri masing-masing.

Faktanya, memang tidak ada pernikahan yang sempurna. Selain itu, anda pun berhak bahagia. Oleh karena itu, jika pernikahan sudah dirasa tidak sehat, tidak ada salahnya melepaskannya.

"Komitmen itu bersifat dua arah. Hubungan yang senantiasa merusak kepercayaan atau bahkan berimbah menyakiti salah satu pihak, itu sama sekali tidak dapat diterima. Memaafkan adalah pilihan, dan rujuk tidak selalu menjadi solusi yang tepat. Jangan sampai kita terjebak dalam lingkaran kesalahn yang sama," tutup Stephen.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment