Cinta Dan Harta Menjadi Pemicu Bencana Pembunuhan, Istri Majikan Dan Sopir Terlibat Cinta Terlarang

Cinta Dan Harta Menjadi Pemicu Bencana Pembunuhan, Istri Majikan Dan Sopir Terlibat Cinta Terlarang

INIKECE - BHS alias Bayu (33), salah seorang pelaku perencanaan pembunuhan VT (42) mengaku menyesal. Ia pun menceritakan mulai kedekatan dirinya dengan istri korban berinisial YL (40), yang mana telah ia kenal sekitar setahun lamanya.

Bayu mengatakan, perkenalan dirinya dengan YL di Surabaya, sekitar akhir 2018. Kala itu, dirinya tengah menjadi penyelenggara salah satu acara di ibu kota Jawa Timur tersebut.

"Pertama kenal di pelatihan di Surabaya, saya penyelenggara event, istri korban salah satu peserta," kata Bayu saat ditemui di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (3/10).

Dari perkenalkan itu, dirinya sering sekali berkomunikasi lewat media sosial. Hingga akhirnya terbawa perasaan.

Singkat cerita, Bayu akhirnya disuruh ke Jakarta oleh YL untuk bekerja di bawah komando VT yang merupakan wiraswasta di bidang teknologi informasi. Namun, sampai di Jakarta, Bayu dikerjakan sebagai sopir pribadi korban.

"Saat itu belum ada posisi apa-apa dikerjaan. Tapi suaminya sangat tertarik dengan skill dan kemampuan saya, yaudah untuk sementara waktu jadi driver, hingga saya kenal keluarga ibu dan bapak (YL dan VT)," kata Bayu.

Di Jakarta, hubungan Bayu dan YL makin erat, hingga melakukan hubungan intim. Hal ini dikarenakan keduanya mengaku merasa nyaman. "Jadi mungkin beliau nyaman dengan saya. Saya pun nyaman komunikasi dengan beliau, jadi deket seperti itu aja," ujar BHS.

Terkait pembunuhan, berawal dari adanya kecemburuan YL terhadap suaminya yang diduga berselingkuh. Selain itu, YL juga berencana menguasai harta suaminya bersama dengan Bayu. Hingga akhirnya, tercetus membunuh dengan racun sianida.

"Saya sudah beli, sudah racik. Tapi nggak jadi karena ibu (YL) takut. Akhirnya rencana lain dengan menyewa pembunuh bayaran," katanya.

Akhirnya mereka menyewa dua orang pembunuh bayaran berinisial HER dan BK. Sesuai perencanaan, eksekusi terhadap VT dilakukan 13 September lalu. Di mana kejadian itu di dalam mobil.

"Jadi ada saya, bapak, dan seorang pembunuh bayaran itu. Saya di samping bapak, bapak yang bawa mobil, dia di belakang. Seorang lagi (pembunuh bayaran) di luar. Saat itu saya minta izin karena mual. Lalu terjadi penusukan itu di leher dan perut," katanya.

Akan tetapi aksinya gagal. VT berhasil melepaskan diri dan mengemudikan mobilnya menjauhi TKP. Meskipun sudah ada tiga luka tusuk. VT pun lalu menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sebelum membuat laporan ke Mapolsek Kelapa Gading.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment