October Horror, Game Dengan Kualitas Tinggi Pemilik Storyline

October Horror, Game Dengan Kualitas Tinggi Pemilik Storyline

INIKECE - Memasuki bulan October banyak dikenal dengan sebutan bulan hantu, dimana setiap akhir bulan October akan ada mengenal atau festival Halloween pada bulan tersebut. Faktor apa yang membuatnya menjadi sangat populer di Halloween tersebut? Sehingga dibuatkan sebuah game.

Sebuah game bernuansa horor, disukai kalangan gamer? Sebagian berpendapat kalau kehadiran makhluk-makhluk menyeramkan, hingga jumpscare di berbagai pon, menjadikan sebuah game menarik untuk dimainkan. Namun, terdapat satu faktor lain yang juga berperan besar dalam menentukan popularitas sebuah game horor :

Storyline. Tidak hanya memperkuat suasana, narasi yang berkualitas juga membuat permainan terasa semakin menegangkan. Seperti yang dimiliki beberapa game berikut ini.

SILENT HILL 2

Developer : Konami
Platform : PlayStation 2


James Sunderland menerima surat dari istrinya, Mary, yang isinya meminta untuk menemuinya di kota Silent Hill. Hal itu jelas mengejutkan protagonis kita, karena Mary telah meninggal 3 tahun lalu!

Selain menghadapi beragam makhluk mengerikan yang mendiami kota terkutuk itu, gamer diajak untuk mengungkap identitas dari sang penulis surat. Namun, seiring dengan berjalannya permainan, kalian bakal menemukan sebuah rahasia kelam yang disembunyikan oleh protagonis kita.

Menghadirkan permainan bernuansa psychological horror, Silent Hill 2 tidak hanya menampilkan beragam makhluk mengerikan untuk meneror para player. Namun, atmosfir hingga berbagai twist dalam ceritanya juga berperan besar dalam menciptakan permainan yang mencekam.

FATAL FRAME II : CRIMSON BUTTERFLY

Developer : Tecmo
Platform : PlayStation 2


Melalui judul pertamanya, Tecmo memperkenalkan gaya permainan "berburu hantu" khas Fatal Frame, dengan memakai perangkat bernama Camera Obscura. Namun, game keduanyalah yang mampu membawakan pengalaman bermain yang jauh lebih baik, lewat pernyertaan gameplay serta storyline yang mumpuni.

Crimson Butterfly mengisahkan tentang Mio Amakura, dalam mencari saudari kembarnya Mayu, yang hilang di Minakami Villae. Celakanya, desa mati itu jadi tempat berlangsungnya sebuah ritual berdarah, yang melibatkan anak kembar!

Selain dilengkapi lore yang luas, kisah dalam Fatal Frame II terasa lebih menarik berkat hadirnya tiga ending berbeda. Dan "Crimson Butterfly," diiringi lagu "Chou" yang dinyanyikan Amano Tsukiko, jadi ending terbaik karena mampu menganduk-aduk emosi permain.


DEAD SPACE

Developer : EA Redwood Shores
Platform : PlayStation 3, Xbox 360


Terjebak dalam pesawat luar angkasa yang dihuni para "space zombies" Necromorph, membuat Isaac Clarke harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Itulah premis sederhana dari permainan garapan EA Redwood Shores, yang menghadirkan permainan survival horror bergaya old skool yang menegangkan.

Melalui narasi yang apik, dihadirkan dalam bentuk cutscene, teks maupun audio log, gamer diajak untuk mengungkap misteri seputar Necromorph. Dan munculnya twist yang mengejutkan membuat ceritanya terasa semakin menarik.

Dipadu dengan kehadiran beragam jenis Necromorph berlainan, yang membutuhkan strategi berbeda untuk dikalahkan, Dead Space mampu menyajikan permainan yang mencekam. Kalian harus waspada, karena bahaya bisa muncul dari mana saja!

ALAN WAKE

Developer : Remedy Entertainment
Paltform : Xbox 360


Sewaktu berlibur di Bright Falls, penulis novel thriller kenamaan Alan Wake mengelami insiden yang menyebabkan istrinya, Alice, menghilang secara misterius. Namun, selama mencari istrinya, ia mendapati bahwa semua insiden dalam novel barunya berubah menjadi kenyataan! Kedua misteri inilah yang harus kalian pecahkan, dalam game garapan Remedy Entertainment ini.

Uniknya, permainan dibagi-bagi menjadi beberapa episode layaknya sebuah serial televisi, lengkap dengan plot twist serta cliffhanger ending yang membuat penasaran!

Berkat struktur permainan seperti itu, pemain dapat mencerna storline yang disajikan oleh Alan Wake secara lebih baik. Dengan begitu, gamer tidak memfokuskan perhatiannya pada sisi action saja, tetapi juga menyimak storyline yang terdapat dalam setiap "episode".
Reactions:

0 comments:

Post a Comment