Tak Sampai Tujuan! Ibu Ini Harus Melahirkan Di Pinggir Jalan, Ini Faktanya

Tak Sampai Tujuan! Ibu Ini Harus Melahirkan Di Pinggir Jalan, Ini Faktanya

INIKECE - Nasib membuatnya harus melahirkan di pinggir jalan, karena tidak sampai tujuan ke rumah sakit untk bersalin. Seorang ibu rumah tangga, warga Gunung Singkup, Dusun Desa, Desa Bojongkondang, Kec Langkaplancar, Kab Pengandaran, Jawa Barat.

Diketahui nama dari ibu yang lahiran anaknya di pinggir jalan ini bernama Yati (28), ia berhasil melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat 3.8 kilogram di tepi jalan rusak desa.

Ia terpaksa melakukan proses lahiran di pinggir jalan di karena jalan yang sangat rusak dan perut yang sudah terasa sangat mulas tak tertahan. Tidak hanya itu, akses jalan rumahnya ke pos kesehatan desa (Poskesdes) cukup jauh sekitar 5 kilometer.

Pada saat ingin menuju pos kesehatan, Yati menggunakan sepeda motor bersama suaminya yang telah menempuh perjalanan 1,5 kilometer. Tetapi keadaan perut yang sudah mulas tidak tertahan, Yati terpaksa berhenti melanjutkan perjalanan.

Pada saat berhenti, ada beberapa warga yang sedang melintas melihat Yati yang sudah ingin melahirkan ikut membantu, dan salah satu seorang ibu membantu Yati dalam proses persalinan dengan menutup lokasi persalinan dengan kain seadanya.

Ketika posisi bayi sudah keluar, Dukun beranak tiba di lokasi. Selain itu, bidan desa yang dikabari warga datang untuk membantu persalinan.

Setelah melahirkan, Yati pun ditandu ke rumahnya dengan menggunakan tandu yang dibuat dari sarung yang dipasangi bambu untuk menopang tubuhnya.


Berikut ini kisah Yati yang melahirkan di tepi jalan rusak dan ditandu dengan kain sarung :

1. Yati Merasa Mulas

Kepala Puskesmas Langkaplancar Yana Taryana mengatakan, kejadian Yati melahirkan di tepi jalan berawal pada Jumat subuh saat Yati sudah merasa mulas.

Saat menggunakan sepada motor bersama suaminya hendak menuju ke Poskesdes, Yati sudah merasa mulas. Saat itu, Dukun beranak beserta sanak keluarganya tak mengikuti Yati.

"(Keluarga) memutuskan bersama paraji (dukun beranak), (Yati) dibawa ke Poskesdes (pos kesehatan desa)," ujarnya.

2. Kondisi Jalan Rusak

Yati bersama suami menggunakan sepada motor menuju Poskodes yang terletak di dusun yang tak jauh dari dusunya. Baru berjalan sekitar 1,5 kilometer, mulas yang dialami Yati semakin hebat.

Sampai-sampai suami tak tega melanjutkan perjalanan lantaran kondisi jalan rusak. Sang suami kemudian menggendong Yati rebah di rerumputan tepi jalan.

"Jarak rumah Bu Yati ke poskesdes 5 kilometer. Dia sudah menempuh perjalanan dari rumah ke lokasi lahiran 1,5 kilometer. Dibawa ke poskesdes kasihan (lebih jauh)," katanya.

3. Dibantu Warga Untuk Melahirkan

Melihat istrinya yang sudah berteriak-teriak ingin melahirkan, sang suami pun kebingunan karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Di mana saat itu, Dukun beranak dan keluarganya tak mengikuti Yati dan sang suami.

Sebab, mereka sedang menyiapkan tempat di rumah Yati untuk sang bayi ketika sudah lahir. Tiba-tiba, ada seorang ibu yang melintas di jalan itu. Ia kemudian turut membantu menenangkan Yati. Akhirnya, dengan bantuan ibu-ibu yang tak dikenalnya, Yati menjalani proses persalinan di tepi jalan rusak tersebut.

Beruntung, Dukun beranak tiba di lokasi. Selain itu, bidan desa yang dikabari warga juga datang untuk membantu proses persalinan.

"(Tapi, setelah mereka datang), posisi bayi sudah di luar," ujar Yana.

Dukun beranak dan bidan desa pun hanya kebagian tugas memotong talu pusar sang bayi.

4. Miliki Riwayat Mudah Bersalin

Yana mengatakan, Yati memang memiliki riwayat mudah bersalin. Anak pertamanya pun lahir dengan proses persalinan yang mudah.

"Riwayat anak pertamanya juga begitu, tak lama setelah mulas langsung keluar. Mudah bersalin," jelas Yana.

5. Ditandu Dengan Kain Sarung

Usai melahirkan di pinggir jalan, Yati (28), pulang ke rumahnya, hal ini diputuskan keluarga mengingat lokasi lahiran dekat dengan rumah ketimbang harus ke poskesdes.

Yati dibawa ke rumah dengan cara ditandu. Tandunya pun sedeharna, terbuat dari sarung yang dipasangi bambu di atasnya untuk menopang tubuh Yati.

"Ambulans sebenarnya siap siaga. Hanya posisinya ada di puskesmas, di pokesdes tidak ada ambulans. Jarak lokasi ke puskesmas sekitar 10 kilometer, cukup jauh," ujar Yana.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment