Skor 7-5 Timnas Polo Air Putra Indonesia, Mengalahkan Singapura! SEA Games

Skor 7-5 Timnas Polo Air Putra Indonesia, Mengalahkan Singapura! SEA Games

INIKECE - Kabar gembira datang buat kontingen Indonesia di SEA Games 2019. Kamis (28/11/2019), Timnas Polo Air Putra berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 7-5. Kemenangan yang didapat di New Clark Aquatic Center, Filipina.

Itu berarti spesial, pasalnya, Indonesia menjadi negara pertama yang bisa memberi kekalahan buat Singapura pada cabor polo air putra sepanjang sejarah SEA Games.

Ya, Singapura begitu mendominasi di cabor ini. Sejak pertama kali ikut serta di pesta olahraga se-Asia Tenggara ini pada 1965, Singapura tak pernah tersentuh kekalahan. Hasil minor sebelumnya hanya ditahan imbang Malaysia 5-5 (1987) dan Indonesia 4-4 (2017).


Menyoal kemenangan bersejarah ini, pelatih Timnas Polo Air Putra asal Serbia, Milos Sakovich, mengapresiasi perjuangan para pemain asuhannya. Hasil positif dianggapnya sebagai pertanda bagus untuk Indonesia di SEA Games 2019.

"Saya sangat bangga kepada para pemain dan staf di dalam tim ini dan orang-orang yang percaya kepada kami. Kami bisa meraih kemenangan bersejarah dengan mengalahkan Singapura," kata Sakovich usai pertandingan.


"Ini bagus dan positif, setelah di pertandingan pertama kali bermain imbang (dengan Filipina), sekarang kami sangat berharap bisa mengalahkan Malaysia. Kita harus menunjukkan permainan seperti saat melawan Singapura," ujarnya menambahkan.


Kemenangan atas Singapura memang tak cuma melahirkan sejarah, tapi juga menghidupkan asa Indonesia untuk meraih perdana di SEA Games 2019. Syaratnya, Indonesia harus bisa mengalahkan Malaysia di laga pemungkas, Jumat (29/11).

Cabor polo air sendiri menggunakan sistem setengah kompetisi dan kini Indonesia ada di puncak klasemen dengan koleksi 5 poin. Jika mampu mengalahkan Malaysia, kans merengkuh gelar juara terbuka lebar buat Indonesia.


Jika benar mampu merengkuh medali emas, Indonesia pun akan memutus tren emas Singapura di polo air putra SEA Games yang selalu menjadi jawara sejak 1965 hingga edisi terakhir pada 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Untuk sekarang, yang bisa kami lakukan hanya bersiap dan beristirahat untuk menghadapi dan mengalahkan Malaysia, kita akan lihat hasilnya bagaimana nanti," pungkas Sakovich.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment