Terjadi Kembali! Telah Dinyatakan Positif Virus Corona Pasutri Di Bogor Berjalan Mengelilingi Kawasan Perumahan

INIKECE - Perumahan di Bogor Kemang Residence (BKR) di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, cemas. Kecemasan itu melanda mereka karena ada pasangan suami-istri (pasutri) diperumahan dinyatakan positif Covid-19.

Berdurasi 2 Menit 42 Detik, Wanita Yang Viral Karena Keluyuran Di Tebet Ternyata Positif Virus Corona

INIKECE - Tidak suka ditegur oleh petugas, padahal telah dinyatakan positif Virus Corona. Wanita ini menjadi viral karena terus keyuluran dengan kondisinya saat ini. Wanita ini terus berjalan di daerah Kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Penemuan Langka! Petai Raksasa Ditemukan Warga Di Banjarnegara

INIKECE - Beredar di sosial media, dan menjadi ramaian dibuat oleh para netizen. Penemuan petai yang berukuran raksasa di Kabupaten Banjarnegara ini membuat semua orang heboh karena biasanya petai hanya berukuran standar saja.

Trending Topic! Perkataan Dari Presiden Ghana Tentang Lockdown Karena Corona Tuai Pujian

INIKECE - Mendadak menjadi trending dan viral di Indonesia, ucapakan Presiden Ghana yang banyak menuai pujian saat ia mengumumkan status lockdown di negaranya, karena perkataannya tentang virus Corona tersebut. .

Kisah Panglima Cantik Yang Katanya Dapat Membuat Orang Kaya, Fakta Atau Mitos Nyi Blorong?

INIKECE - Diyakini dapat membuat seseorang menjadi kaya raya. Sosok Nyi Blorong dan jauh berbeda dengan Nyi Roro Kidul yang diyakini sama-sama menguasai Laut Pantai Selatan. Meski demikian, banyak yang menyakini kalau derajat Nyi Roro Kidul berada di atas Nyi Blorong.

Bukalah Matamu, Sebuah Cerita Pendek

Bukalah Matamu, Sebuah Cerita Pendek

INIKECE - Sudah hampir satu jam bayi iyu diletakkan di dadanya. Bukalah matamu, ia berbisik letih. Suaranya, yang mula-mula bertenaga, kini hampir tak terdengar lagi setelah nyaris seratus kali ia berkata dengan kalimat yang sama.

Dokter muda yang menemaninya selama proses 'penjemputan roh' begitu ia berpikir tentang apa yang sedang mereka lakukan mengulurkan tangannya untuk mengambil bayi itu dan menyudahi semuanya.

Ia mengeratkan tangannya, melindungi bayi itu dalam pelukan. Bukalah matamu, bisiknya parau bercamur rasa takut yang mulai bercambah dalam hatinya. Ia tidak mau kehilangan bayi itu. Ia tak mau melepaskan.

Dokter muda membujuknya seperti merayu anak-anak yang tak ingin menyimpan mainannya, padahal sudah waktunya untuk istirahat. Ia lebih mengeratkan pelukan kepada bayi yang makin tampak putih itu.

Ia mengecupi rambut si bayi yang tebal dan hitam. Bukalah matamu, bisiknya, tanpa suara. Si bayi tidak pernah membuka matanya. Ia tampak begitu pulas dan akan tidur selamanya.

Aku menjadi bidadari, Ibu.

Di sini, orang tak mengenal angka untuk menunjukkan sebuah usia. Jadi, aku tidak tahu umurku. Juga tidak pernah memikirkannya. Tiap hari aku bermain saja. Bila aku menginginkan sebuah padang yang luas, aku tinggla mengatakannya. Padang itu seketika terbentang di hadapanku. Aku menyukai padang rumput tanpa batas.

Angin yang kuat. Langit yang terbentang. Aku berjalan di sana. AKu mematahkan ranting kecil untuk kupukul-pukulkan ke udara atau mengejutkan serangga yang sedang menyesap madu bunga liar.

Begitu juga jika aku menghendaki laut, aku hanya perlu berbisik, serta merta laut mengempaskan ombaknya ke karang-karang. Bunyi gemuruhnya membuat dadaku berdenyar. Aku segera menghambur ke tengah untuk menemui sekawanan ikan. Mereka semua ramah, meski kami tidak pernah berkenalan secara formal.

Andai aku membayangkan sebuah taman tropis penuh bunga, maka seketika aku berada di dalamnya. Campuran aroma bunga-bunga itu pun mengingatkan aku kepada kamar ibu dengan jendela yang terbuka dan bau segar tanaman masuk ke dalamnya. Di sinilah aku akan menantimu, Ibu.

Sekarang bangunlah, aku akan keluar dari mimpimu.

Ia meraba dadanya. Kosong. Bayi iyu sudah tak ada. Ia juga sudah tidak di ruang rumah sakit dengan bau obat dan peralatan medis yang bergelantungan. Ia kini berada di rumahnya sendiri. Di sebuah kamar warna krem. Ia lupa kapan mengganti warna kamarnya. Pasti sudah lama sekali. Ia lupa apakah ini hari Rabu atau Minggu.

"Bukalah matamu," bisik lelaki yang telah menemani hari-hari kelabunya. Maka ia membuka matanya lebih lebar, tapi tetap saja seolah tak menemukan apa-apa. Semua begitu kosong. Begitu sunyi. Begitu tidak terjangkau.

Ia menolehkan pandangannya kepada lelaki yang tidak juga beranjak dari sisi tempat tidur. Beberapa helai rambut lelaki itu putih berkilau. Pasti dia banyak digelayuti masalah, pikirnya. Ia memperhatikan lagi jendela kamarnya, kaca-kacanya sudah berdebu. Ia lupa kapan terakhir membersihkannya.

"Kau sudah tak melakukannya selama bertahun-tahun," kata lelaki yang kini meremas lengan tangan kanannya lembut. Ia sungguh tak memedulikan apa-apa selain bayinya. Pipi putih dan rambut hitam lebat dalam dekapannya. Kapan bayi itu diambil darinya? Ia merasa semua seolah baru saja terjadi tiap ia bangun tidur.

"Sudahlah." Lelaki itu kembali meremas tangannya. Mata lelaki itu berair. Namun, dia buru-buru menghapusnya. "Sekarang berdirilah. Buka jendela lebar-lebar." Lelaki itu terus berbisik. Ia mengangguk.

Dengan hati-hati ia bangkit, berdiri, dan mendekat ke jendela. Gorden jendela itu sudah dibuka. Pasti lelaki itu yang melakukannya. Dunia tampak terang di luar sana. Daun-daun hijau. Bunga-bunga bermunculan di antara daun-daun itu.

Kapan terakhir kali ia berkebun? Ia tidak ingat sama sekali. Hidupnya sudah lama berhenti.

"Ayo, buka jendelanya," kata lelaki itu. Ia agak ragu mulanya. Namun, ia pun mengangguk. Dan, tiap ia berhasil membuka jendela itu, dunianya seketika kembali dapat ia raih, meski sesungguhnya ia tidak tahu mana dunianya yang sesungguhnya mana yang bukan.

"Matahari pagi selalu baik untukmu, Vonil," Ia tersenyum mendengar namanya bergetar di bibir lelaki itu. Vonil, bisiknya sambil memandang jauh ke luar, menarik napas dalam-dalam. Itulah ia. Perempuan yang kembali hidup.

"Aku akan siap-siap pergi ke Jalan Angsa," katanya tiba-tiba, dengan suara riang kepada lelaki yang telah berdiri di sampingnya. Ia mengatakan tentang rencana pergi ke toko buku bersama Lalit. Pasti sudah banyak buku baru di sana. Lalit suka membaca.

"Kau bisa membuatnya kelelahan," kata suaminya.

"Tidak, tidak," katanya, "Lalit senang diajak keluar sarangnya." Lalit jelas bukan burung, tapi begitulah ia telah menyebut rumah mungil Lalit di kompleks pinggrian kota itu. Di rumah itu, Lalit sendirian. Tidak punya keluarga dan teman. Ia kesepian di sarangnya itu.
"Sebentar lagi semua akan selesai," katanya kepada Lalit, "dan kau bisa mengepakkan sayap dengan bebas."

Lalit tidak terlalu antusias menanggapinya dan malah mengeluh tentang perutnya yang makin sesak. Bayi di perut itu tentu makin besar dari hari ke hari.

"Sabarlah," katanya, membujuk Lalit. Pada saatnya semua akan berlalu dan bayi itu akan keluar dari sana. Bayi yang mungkin saja memiliki rambut gelap dan pipi yang putih. Lalit tidak bicara. Lalit memang jarang berbicara dengannya selain soal buku fiksi yang dibacanya.

Dulu, sebelum mereka sama-sama resign dengan alasan yang berbeda, di kantor mereka juga bukan atasan dan karyawan yang akrab. Lalit penyendiri. Sampai Lalit hamil dan ditinggal pacarnya. Vonil tidak tahu bagaimana bisa ide membesarkan janin itu melibatkannya.

Suatu hari Lalit datang ke ruangannya. Mereka membuat kesepakatan. Lalit akan melahirkan bayi itu dan memberikannya kepadanya. "Aku butuh uang yang banyak," kata Lalit waktu itu. Ia menceritakan tentang ibu, bapaknya yang cacat, dan tiga adik di kampungnya. Ia tidak bisa berpacaran dengan lelaki yang memiliki banyak uang bila ia membesarkan bayi dalam perutnya.


"Itu melanggar nilai-nilai," pikirnya menghakimi Lalit. Menjual tubuh demi uang, tidakkah itu menjijikkan? Ibu, bapak yang cacat, adik-adik, butuh makan. Siapa yang peduli bahwa mereka akan mati kelaparan besok pagi?

Tidak. Lalit tidak sepenuhnya salah. Batinnya berseteru. Lalit pun jadi seekor burung di rumah mungil di pinggir kota. Suaranya tenang, kompleks yang tidak terlalu ramai, jadi pilihan agar tidak menimbulkan gonjang-ganjing.

"Apa yang kau lakukan?" kata suaminya waktu itu.

"Kita akan punya bayi lagi," katanya, "Kali ini kita akan benar-benar mendapatkannya." Ia berjalan ke kamar mandi sambil mengingat semua itu. Ia menghidupkan air keran dan berada di sana selama satu jam.

Ia memang sangat senang mandi. Memberishkan daki dengan pelan-pelan. Dari kulit lehernya hingga betis. Kadang-kadang ia menggosok kulitnya terlalu keras. Kulitnya memerah dan terkadang tergores. Ia menikmati rasaya. Panas dan nyeri.

"Bila kau berlama-lama, aku akan sangat terlambat tiba di kantor," tegur suaminya dari balik pintu. Ia tak bisa melihat suaminya itu, tapi ia hafal kekhawatiran yang kerap mewarnai lelaki itu. Suaminya khawatir kalau ia terlalu lama di dalam kamar mandi. Kamar mandi dianggapnya tempat berbahaya, meski sebenarnya segala cairan berbahan kimia sudah dikeluarkan dari sana, selain sebotol sabun dan sampo.

"Keluarlah sekarang, Vonil," kata suaminya lagi. Lelaki itu tak akan pergi dari pintu sampai ia muncul dengan tubuh telanjang dan handuk membungkus rambut di kepala.

Setelah itu mereka sama-sama berpakaian dan siap-siap berangkat ke rumah Lalit. Suaminya mengantarnya terlebih dahulu, baru lalu berbalik ke arah kantornya dipusat kota.

Aku menjadi bidadari, Ibu.

Di sini langit berwarna-warna cerah. Seperti pelangi raksasa. Bisakah Ibu membayangkannya? Namun, sebenarnya aku lebih suka membayangkan lagit itu sebagai taman bunga. Berapa banyak serangga datang ke sana? Mereka berbondong-bondong melintas di atas kepalaku. Aku berteriak, "Hai, apa kalian melihatku?"

Tidak seekor pun yang menyahut. Serangga selalu tak sabar berburu bunga.

Ibu pasti tahu itu. Tidak mengapa. Aku senang dengan hanya memandanginya. Hatiku sudah penuh dan aku lupa cara menjalani kehidupan di sini, selain dengan berbahagia. Karena itu, ibu, jangan lagi mengingatku sebagai kesedihan.

Sekarang bangunlah, aku akan keluar dari mimpimu.

Pagi ini, ia malas sekali bangun. Matanya tetap terpejam, meski sebenarnya ia sudah terjaga. Ia masih ingin berada di mimpi itu lebih lama. Ia tidak suka kekosongan. Ia tak mau berkali-kali menemukan dadanya dimikian sunyi. Tak ada apa-apa, tak ada suara. Di mana suara dadaku itu? pikirnya.

Suaminya berbisik, "Bukalah matamu, Vonil." Ia hanya membuka mata sebentar lalu menutupnya lagi. Seluruh dirinya benar-benar hampa. "Buka matamu, bangkit dari tempat tidur, buka jendela," kata suaminya lagi.

Ia tidak mau melakukan apa-apa. Juga tidak mau membuka jendela.

"Baik, aku akan membukakannya untukmu," suaminya berdiri dengan cepat. Ia mendengar suara gorden digeser. Lalu derit engsel jendela yang berat. "Lihatlah ke luar," kata suaminya.

Dari tempat tidur, ia membuka mata dan melihat langit yang putih kelabu. Itulah dunianya sekarang. kemudian dengan cepat hatinya menjadi perih. Lalit sudah terbang dari sarangnya. Tidak sendirian, melainkan dengan bayi burungnya.

Ia tidak marah kepada Lalit. Sudah sepantasnya begitu. Ia hanya membenci dirinya sendiri.

"Kita tidak akan pernah punya bayi lagi," itu yang ia katakan kepada suaminya dan lelaki itu tersenyum kepadanya. Seharusnya lelaki itu tidak perlu tersenyum. Menangis saja apa adanya. Itu lebih membuatnya tenang. 

Bayi yang ia lahirkan sepuluh tahun lalu tak pernah membuka matanya. Setelah itu ia tak pernah hamil lagi. Lalu beberapa kali ia hampir memiliki bayi dari rahim orang lain, tapi mereka semua menjelma burung.

Mereka terbang jauh membawa bayi dengan paruhnya.

"Aku tak bisa," kata Lalit saat bayi itu lahir. Bayi berambut gelap dan pipi yang putih. Jika ia menjadi Lalut, ia juga pasti tidak bisa. Ia tahu bagaimana rasanya dipisahkan dari darah sendiri. Ia tidak akan memaksa. Seperti juga yang sudah-sudah, ia tak pernah bisa memaksa. Ponselnya berbunyi.

Nama Lalit muncul di layar.

"Lalit," katanya kepada suaminya

"Angka saja," kata suaminya

"Halom" sayanya. Ia mendengar suara Lalit yang sudah sangat dikenalnya. Ini pertama kali Lalit menghubungi setelah tiga bulan ia pergi dengan bayinya. Lalit bilang bahwa ia akan datang berkunjung akhir pekan nanti. Ia tidak tahu apa arti kunjungan itu. Namun, ia bilang, "Baik."

"Apa yang dikatakannya?" tanya suaminya.

"Ia akan datang akhir pekan."

Suaminya tersenyum. Di luar ia memandang dua ekor burung terbang mendekat. Burung itu tampak cantik sekali dan ia berseru, "Kau tidak ingin melihat dua ekor burung itu?"

Apakah Salah Satu Dari Kita, Indonesia Pernah Menerima Penghargaan Nobel?

Apakah Salah Satu Dari Kita, Indonesia Pernah Menerima Penghargaan Nobel?

INIKECE - Belum ada yang menerima penghargaan Nobel yang berasal dari Indonesia? Quora Indonesia memberi jawabannya. Cerita ini tentang Dr. Abdus Salam, peraih Nobel Fisik asal Pakistan.

Pada umur 14 tahun, ia mencatat rekor karena mendapat nilai ujian masuk tertinggi sepanjang sejarah Punjab Universitu. Pada umur 16 tahun, sebagai mahasiswa, Abdus Salam sudah mempublikasi paper di jurnal matematika. Ia menjadi lulusan terbaik (lagi-lagi dengan nilai tertinggi sepanjang sejarah) dengan gelar sarjana Matematika.

Karena kecerdasannya, Abdus Salam diberi beasiswa oleh pemerintah untuk belajar di University of Cambridge. Di sini, ia kembali berprestasi. Ia meraih gelar BA dengan predikat first-class honours untuk dua major sekaligus (Matematika dan Fisika) disusul gelar PhD bidang Fisika Teori.

Tahun 1951, Abdus Salam memutuskan pulang kampung untuk jadi dosen di Lahore (padahal dia punya kesempatan jadi peneliti Princeton bersama Albert Einstein).

Nah, sampai di Lahore, ia terkejut. Ternyata fasilitas sebagai dosen tidak memadai. Ia bahkan sampai harus menumpang hidup (bersama sang istri) di rumah temannya. Gaji pun sangat minim.

Dr. Abdus Salam kemudian menghadap Menteri Pendidikan. Tapi apa lacur, sang Menteri hanya berkata.

"If it suits you, you may continue with your job; if not, you may go."

Untuk menambah penghasilan, ia akhirnya bekerja sebagai pelatih tim sepakbola di kampus (lihat gambar di atas).

Dr.Abdus Salam sangat frustasi. Ia merasa waktunya terbuang sia-sia. Di Cambridge ia bisa produktif sebagai peneliti. Tapi kini membaca literatur saja tak sempat. Laboratorium di Pakistan kondisinya sangat meprihatinkan.

Untungnya hal ini tidak berlangsung lama. Tahun 1953, Abdus Salam mendapat kesempatan menjadi dosen di almamaternya, Cambridge. Disusul promosi menjadi full professor di Imperial College.

Di sini ia gembira bisa bebas mengembangkan ilmu fisika, khusunya nuklir. Ide-idenya yang brilian mengalir deras, didukung oleh tim yang kompeten. Etos kerjanya terkenal luar biasa. Tidak ada liburan atau bersantai-santai dalam kamus Abdus Salam.

Ia menerima penghargaan Atoms for Peace dan puncaknya adalah memenangkan Nobel Fisika 1979. Sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi kalau Abdus Salam tetap di Pakistan dan menjadi pelatih sepakbola!


Saya sering dengar kisah seperti Dr. Abdus Salam di Indonesia. Dosen-dosen muda yang sebenarnya potensial meneliti akhirnya mandek ketika kembali ke Tanah Air.

Mereka disibukkan oleh birokrasi (mengajar, jadi pejabat di kampus) atau mencari penghasilan tambahan (konsultan proyek, melayani wawancara media, bahkan masuk dunia politik). Kalaupun ada kesempatan meneliti, fasilitas tidak mendukung.

Seorang teman India yang jadi dosen di Inggris bercerita kalau waktu kerjanya terbagi menjadi, meneliti (80%), mengajar (10%), administrasi (10%). Jadi dia bisa fokus meneruskan risetnya hingga level tertinggi atau sampai dia pensiun.

Dalam bahasa ekonomi, kisah Dr. Abdus Salam menjadi pelatih sepakbola disebut sebagai "resource misallocation". Penggunaan sumber daya yang tidak tepat.

Keahlian Abdus Salam adalah meneliti, khususnya fisika. Maka biarkan dia meneliti ilmu fisika. Beri ruang dan waktu agar dia menelurkan hasil terbaiknya. Kalau soal sepakbola, biar dilakukan oleh Mourinho atau Ferguson!


Jawaban Lainnya :

Oleh Arini Soesatyo Putri.

Iya, kenapa ya? Padahal sastrawan ternama seperti Pramoedya Ananta Toer sudah layak untuk mendapatkan hadiah Nobel di bidang sastra. Namun nyatanya penghargaan terbaik yang ia raih 'hanya' Ramon Magsaysay Award for Journalism, Literature and Creative Communication Arts (1995).

Well, mari terlebih dahulu kita simak perjalanan yang sudah kita tempuh untuk bisa meraih Novel prize yang bergengsi ini.

Nobel prize atau hadiah Nobel merupakan penghargaan warisan dari Alfred Nobel yang telah diberikan sejak tahun 1901. Penghargaan ini diberikan untuk siapa saja yang telah melakukan penelitian, menemukan teknologi baru, atau telah berkontribusi banyak untuk masyarakat.

Hadiah Nobel diberikan untuk mereka yang bergelut di bidang Kimia, Fisika, Kedokteran, Sastra, dan Perdamaian (sayangnya di bidang matematika tidak ada).

Kita boleh berbangga hati karena ketika Republik Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Imperium Belanda, ada seorang pemuda yang lahir di daerah Semarang bernama Willem Einthoven (1860-1920), ang telah berhasil mendapat hadiah Nobel di bidang kedokteran atas penemuan elektrokardiogram (EKG). Pada saat itu, ia tercatat memiliki kewarganegaraan Hindia Belnda (Republik Indonesia saat ini).


Namun sayang, kisah Einthoven tak banyak dikenal oleh bangsa kita, karena dia lebih banyak menghabiskan masa muda hingga kahir hayatnya di Leiden, Belanda. Hingga wafatnya pun, Einthoven tercatat sebagai warga negara Belanda.

Di samping itu, ilmuwan kerbangsaan Belanda lainnya bernama Christiaan Eijkman (1858-1930) mndapatkan hadiah Novel di bidang kedokteran atas penemuan antineuritic vitamin. Pada tahun 1883, dia berangkat ke Hindia Belanda untuk menjadi petufas kesehatan di Semarang, Cilacap, dan Padangsidempuan di Sumatra Utara.

Meskipun sempat kembali ke Belanda, namun ia dipanggil kembali untuk menjalankan laboratorium di Batavia (sekarang Jakarta) untuk menyelidiki kasus beriberi yang mewabah di Hindia Belanda. Sejarah mencatat bahwa Indonesia memang tidak bisa lepas dari para peraih hadiah Nobel.


Lalu bagaimana dengan Pramoedya Ananta Toer, apakah dia berhasil meraih hadiah Nobel di bidang sastra? Melalui novel-novelnya yang prominen, yakni Tetralogi Buru, Pram berkali-kali masuk ke dalam nominasi peraih Nobel di bidang sastra.

Namun sayang, hingga ajalnya menjemput, penghargaan Novel tersebut tidak pernah mampir di tangannya. Ada banyak spekulasi yang hadir, diantaranya adalah karena kualitas penerjemahan ke bahasa Inggris yang cukup buruk sehingga melemahkan kesusastraannya, dan pemerintah saat itu kebingungan antara mendukung keterpilihan Pram atau mengungkit kembali isu pemberontakannya di masa lalu.

Jadi secara konkret, belum ada satu pun warga negara Indonesia yang mampu membawa pulang hadiah Nobel. Tapi, kembali lagi ke pertanyaan awal, mengapa demikian?

Kita harus mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dalam mempromosikan calon kandidat peraih Nobel, tidak seperti negara Amerika, Cina maupun Jepang. Sebagian besar masyarakat kita masih belum akrab dengan Nobel, dan pemerintah terkesan belum serius untuk menyiapkan masyarakat yang mampu diakui oleh dunia.

Bagaimana tidak, anggaran penelitian dan pengembangan atau Research and Develoment (R&D) Indonesia pada tahun 2018 hanya berkisar 0,31 persen dari PDB, yakni setara USD 10,58 miliar, berada di bawah negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dengan anggaran dana yang terbatas tersebut, kita tidak akan mampu melahirkan inovasi-inovasi di bidang keilmuwan dan teknologi. Meski anggaran dimaksimalkan menjadi 1 persen dari PDB pun masih jauh dari perjalanan meraih hadiah Nobel. Bila kita ingin selangkah lebih maju, maka alokasi dana untuk riset mesti diperbesar kembali dan para pelaku industri harus didorong untuk lebih berkontribusi dalam pendanaan riset di Indonesi. Sulit? Tentu. Karena mekanismernya masih rumit.

Namun, jangan berkecil hati!

Salah satu fisikawan kita, ykani Prof. Yohanes Surya, pernah menuliskan bahwa statistik peraih hadiah Novel rata-rata merupakan murid dari mantan penerima Nobel sebelumnya. Para peraih Nobel dijadikan guru untuk menuntut ilmu.

Oleh karena itu, agar peluang mendapatkan Nobel semakin besar, kita harus banyak berguru pada peraih Nobel sebelumnya. Siswa-siswa Indonesia kini banyak terbesar di kampur-kampus ternama untuk belajar dengan para peraih Nobel tersebut, diantaranya adalah Widagdo Setiawan di MIT menjadi murid Wolfgang Ketterle (peraih Nobel Fisika tahun 2011), Evelyn Mintarno di Stanford University sempat menjadi asisten Douglas Osherroff (peraih Novel Fisik tahun 1996), Oki Gunawan di Princeton University pernah menjadi murid Daniel Tsui (peraih Novel Fisika tahun 1998), Rizal fajar di Caltech banyak berinteraksi dengan peraih Nobel, bahkan ia sempat mengajar suatu kelas di mana di kelas itu ada seorang peraih Novel Fisika tahun 2004 (ya, peraih Novel fisika sungguhan!) sebagai muridnya.


Dari sekian banyak calon ilmuwan terdidik ini, bukan hal yang mustahil bila ada seseorang yang akan meraih Nobel prize di kemudian hari. Dan tentu, pemerintah harus mendukung dan mempromosikan mereka di mata dunia.

Meski hingga saat ini kita belum mampu meraih Nobel, namun benih-benih tersebut sudah ada. Mereka sedang bermunculan, tumbuh dan mengakar. Semoga di tahun 2020 nanti ada nama putra/putri Indonesia yang meraih Nobel prize seperti yang telah dicita-citakan.

Simak! Mulai Awalan Gejala Virus Covid-19, Dari Ringan Hingga Menunjukkan Status Darurat

Simak! Mulai Awalan Gejala Virus Covid-19, Dari Ringan Hingga Menunjukkan Status Darurat

INIKECE - Covid-19 telah menyebar luas dan memakan banyak korban. Amerika dan Italy berada di urutan tertinggi dimana banyak warganya terkena virus tersebut. Menurut penelitian terbaru menemukan gejala awal atau ringannya virus tersebut.

Studi ini dilakukan terhadap sembilan pasien di Jerman. Awal gejala dari virus ini yang pertama berada di tenggorokan pasien dimana akan terasa sakit.

Diterbitkan dalam jurnal Nature itu memberikan gambaran sekilas tentang penyebaran penyakit virus Covid-19 yang dapat cepat nyebar dan bisa terpapar ke orang lain. Penelitian dipimpin oleh Christian Drosten dan Clemens Wndtner.

"Dalam situasi yang ditandai dengan terbatasnya kapasitas tempat tidur rumah sakit di bangsal penyakit menular, ada tekanan untuk pulang lebih awal setelah perawatan," bunyi dalam jurnal penelitian.

Banyak pasien yang menunjukkan gejala ringan dapat dengan aman dipulangkan ke rumah sendiri, setelah 10 hari mereka pertama kali menunjukkan tanda-tanda penyakit. Itu artinya, mereka yang jatuh sakit masih bisa menjalani kehidupan sehari-hari ketika mereka paling menular.


"Selain itu, ada kriteria yang memprediksi bahwa ada sedikit risiko sisa infektivitas, berdasarkan kultur sel," tulis penelitian itu.

Penularan virus dari penyakit menurun secara signifikan setelah lima hari gejala pada tujuh dari sembilan pasien, dua lainnya mengembangkan tanda-tanda awal pneumonia dan memiliki tingkat virus yang tinggi 10 atau 11 setelah jatuh sakit.

Membandingkan puncak titik menular untuk pasien Covid-19 dan SARS, para ilmuwan menemukan, mereka yang terinfeksi Covid-19 mengeluarkan 1.000 kali lebih banyak virus daripada mereka yang terinfeksi SARS. Dan puncak SARS datang kemudian, sekitar hari ke tujuh hingga sepuluh setelah pasien pertama kali jatuh sakit.

Namun, penelitian ini masih terbatas karena tidak ada kasus parah yang diamati, kata para ilmuwan. Sembilan pasien adalah ringan, semuanya rata-rata berusia muda sampai setengah baya tanpa penyakit mendasar yang signifikan.

Nganggur Dan Terus Bermain Game, Sang Ayah Menyewa Pembunuh Bayaran Untuk Lakukan Hal Ini Kepada Anak Kandungnya

Nganggur Dan Terus Bermain Game, Sang Ayah Menyewa Pembunuh Bayaran Untuk Lakukan Hal Ini Kepada Anak Kandungnya

INIKECE - Kisah menarik dari cerita seorang anak dimana ia mencerita bahwa ayah kandungnya kesal dengan dirinya hingga menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menjatuhkannya dan situasi ini.

Kisah cerita ini berada di China, dilansir dari SINDnews dari Daily Mail, seorang ayah bernama Feng merekrut pembunuh bayaran untuk membunuh anaknya yang bernama Xiao Feng berusia 23 tahun. Namun pembunuhan ini dilakukan secara virtual.

Feng meminta si pembunuh bayaran tersebut membunuh karakter game online yang sering dimainkan anaknya. Feng mengaku melakukan hal tersebut lantaran kesal, anaknya yang pengangguran hanya menghabiskan waktu untuk bermain game online.


Aksi pembunuhan bayaran tersebut diketahui setelah Xiao Feng sadar saat bermain game online, karakter gamenya selalu saja mati. Xiao Feng merasa ada yang tidak beres dengan hal tersebut.

Ia menganggap ada unsur kesengajaan dari karakter game yang selalu mengincar dan membunuhnya. Xiao Feng pun mencari tahu apa penyebabnya, ia lalu mengajak si pembunuh bayaran berbicara.

Dan alangkah kagetnya setelah ia tahu ayahnya merekrut seorang gamer handa dan menjadi dalang dari pembunuhan tersebut. Xiao Feng yang kesal dengan perbuatan ayahnya lalu memutuskan untuk mengutarakan apa yang dialaminya hingga selalu bermain game online.

Ia mengatakan kalau dirinya bukanlah pecandu game online. Ia bermain game sebagai pelampiasan saja karena ia belum menemukan pekerjaan sesuai apa yang diingkan, Xiao Feng mengaku selama ini sangat selektif dalam mencari pekerjaan sehingga belum juga menemukan pekerjaan yang tepat.

Masyarakat Naga! Hobi Menebas Kepala Orang Untuk Mendapatkan Sebuah Tato Ditubuhnya

Masyarakat Naga! Hobi Menebas Kepala Orang Untuk Mendapatkan Sebuah Tato Ditubuhnya

INIKECE - Dikenal sebagai suku masyarakat Naga. Berada di ujung Utara Myanmar terdapat sebuah desa yang dihubi oleh suku Lainong. Di sini masyarkatnya memiliki kebiasaan yang aneh dan juga menyeramkan.

Ngon Pok adalah salah satu orang yang tinggal di desa tersebut. Pria tua yang meyakini dirinya berusia sekitar 80 tahun itu masih ingat betapa riuh desanya, ketika ayah dan kakeknya kembali ke desa sambil membawa kapala manusia.

Setelah itu sang ayah dan kakeknya kemudian 'dihadiahi' tato sebagai penanda untuk merayakan kemenangan mereka. Dilansir South China Morning Post (SCMP), Ngon Pok memberi isyarat pada awak media.


Melalui gerak isyarat itu, ia menjelaskan bahwa pada masa itu, ia berusia sekitar enam tahun, seperti cucunya itu ketika pertama kali mendapatkan tato. Ngon Pok adalah salah satu anggota suku Lainong yang bermukum di zona semi-otonom, dekat perbatasan India.

"Orang-orang harus menangkap dan menahan saya," katanya sambil melepas jumpernya.

Ngon Pok lalu menunjukkan dadanya yang dihiasi tato berbentuk garis-garis vertikal dan paralel, serta dua sosok prajurit.

Suku-suku dan desa-desa yang ada di kawasan tempat ia bermukim, biasanya berperang karena masalah wilayah. Para pejuang yang ikut berperang akan memotong kepala musuh-musuh mereka untuk mendapatkan piala.


Aksi tersebut menjadi sebuah tradisi dan berlangsung hingga akhir 1960-an. Untuk merayakan kemenangan atas musuh, mereka akan menggunakan duri sebagai pengganti jarum tato.

Duri tersebut giunakan untuk memasukkan getah pohon ke dalam area bawah kulit prajuritnya. Tato yang terbentuk itu nantinya akan jadi pengingat akan kehebatan sang prajurit kala berperang dan menebas kepala musuh.

Biasanya bukan hanya prajurit saja yang akan di tato, tetapi juga keluarga mereka. Itulah yang dirasakan Ngon Pok, karena ia mesti merasakan sendiri sakitnya di tato sejak masih sangat belia.


Khamyo Pon Nyun, istri dan Ngon Pok pun juga sama. Wanita yang kini berusia 75 tahun itu memiliki tato berbentuk desain geometris di lengan, kaki, dan wajahnya. Ia mendapatkan tato tersebut saat masih remaja.

"Sakit sekali," kata Khamyo Pon Nyun sembari mengingat-ingat.

Tak lama kemudian, ia mengangkat sedikit roknya untuk memperlihatkan kakinya yang ditato itu.

"Tapi aku bilang pada diriku sendiri, kalau ibu dan bibiku bisa melakukannya, berarti aku juga bisa," tuturnya sambil tersenyum.


Dengan meyakinkan diri seperti itu, ia tak butuh bantuan orang-orang sekitar untuk mengendalikan diri demi menahan rasa sakit.


Selama era kolonial, Inggris mengambil keuntungan besar di dataran rendah milik masyarakat Naga untuk dieksploitasi secara komersial. Eksploitasi tersebut juga diikuti dengan banyak manipulasi demografi.

Inggris lalu membagi wilayah, seperempat bagian untuk mereka menetap, dan sisanya di bawah yurisdiksi kerajaan. Dengan kehadiran Inggris di perbukitan tempat tinggal masyarakat Naga, maka berubah pula kehidupan masyarakat setempat. Tanpa banyak ritual, Inggris mengambil kedaulatan atas mereka.

Hingga kini, masyarakat Naga tak punya negara. Mereka berada di zona berbeda, tersendiri dan terpisah. Antropolog dan penulis Amerika, Lars Krutak, adalah salah satu orang yang telah mempelajari tato suku-suku di dunia, termasuk masyarakat Naga.

"Keragaman pola tato Naga adalah keunikan bagi saya," katanya.

Ada lebih dari 20 suku bertato di kedua sisi perbatasan. Mereka punya identitas masing-masing, ritual peralihan kedewasaan yang berbeda, bahasa, hingga dialek yang berbeda.


Salah satu suku dari masyarkat Naga yang paling ditakuti adakah Konyak. Seperti dierikan National Geographic, menurut kepercayaan yang dianut masyarakat Naga, tengkorak manusia memiliki kekuatan hidup.

Kekuatan ini mampu memberikan berkah bagi klan suku, tanaman, dan hewan. Nokying Wangnao misalnya, dia bangga akan masa lalunya. Ketika para lelaki muda berpawai di sekitar desa setelah berhasil mengalahkan musuh, para wanita akan menawarkan minum alkohol dari beras.

Pria-pria yang lebih tua akan menyembelih kerbau dan memasaknya. Tengkorak hasil tebasan itu kemudian diletakkan di atas batu datar, di luar rumah kepala desa. Besoknya, wajah dan dada Wangnao ditato.


Tinta yang memudar ditubuhnya jadi tanda bahwa ia adalah salah satu pemburu kepala terakhir dari masyarakat Naga yang masih hidup.

"Setiap kepala miliki kekuatan," katanya pada National Geographic.

Beda Wangnao beda pula Houn Ngo Kaw. Ia mengklaim telah berhenti melakukan tradisi berdarah di desanya setelah menerima agama Kristen pada 1978. Ia pun kini merasa jadi lebih baik.

Generasi muda masyarakat Naga juga kini jarang memakai tato tradisional yang khusus diberikan setelah memburu kepala manusia. Walau begitu, tak sedikit warga yang menyesal kalau nantinya tradisi tersebut akan hilang selamanya.

"Saya ingin menjadi salah satu prajurit bertato terakhir." pungkas penatua Konyak, Houn Nyo Kaw, sambil tersenyum lebar.

Terjadi Kembali! Telah Dinyatakan Positif Virus Corona Pasutri Di Bogor Berjalan Mengelilingi Kawasan Perumahan

Terjadi Kembali! Telah Dinyatakan Positif Virus Corona Pasutri Di Bogor Berjalan Mengelilingi Kawasan Perumahan

INIKECE - Perumahan di Bogor Kemang Residence (BKR) di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, cemas. Kecemasan itu melanda mereka karena ada pasangan suami-istri (pasutri) diperumahan dinyatakan positif Covid-19.

Tetapi kedua pasangan ini tidak dirawat di rumah sakit rujukan.

"Pasien meskipun sudah dinyatakan positif (corona), tapi masih di rumah. Alasannya pihak Puskesmas belum dievakuasi, semua rumah sakit penuh," kata Kepala Desa Tegal Kasim Sunardi, Selasa (31/03).

Kasim mengatakan pasutri itu tinggal di salah satu rumah di kompleks bersama dua anaknya. Masing-masing anaknya berusia 10 tahun dan 4 tahun. Pasutri itu dinyatakan positif corona dari rapid test yang digelar di Puskesmas Jampang pada 29 Maret 2020.

Dua anak pasutri itu negatif corona. Lebih lanjut Kasim mengatakan pasutri itu sebelumnya menjadi orang dalam pemantauan (ODP) terkait corona. Musababnya, suaminya itu memiliki riwayat perjalanan dari Bangladesh dan transit di Thailand.

Pada awal Maret, suami itu sempat dikarantina. Namun, Kasim tak tau di mana lokasi karantina. Kemudian pada 9 Maret 2020, suami itu pulang ke Bogot setelah dinyatakan negatif corona. Meski demikian, statusnya masih ODP.


Selang 20 hari kemudian, pada 29 Maret 2020, suami dan istrinya itu menjalani tes corona dengan rapid test di Puskesmas Jampang. Hasilnya, pasutri itu positif. Namun, bukannya dibawa ke rumah sakit, pasien itu malah kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa.

Kepala Puskesmas Jampang Vera Linda membenarkan bahwa pasutri itu positif Corona. Menurut dia, awalnya pihak puskesmas sudah mengajukan pasutri itu diisolasi ke rumah sakit rujukan. Namun, rumah sakit rujukan penuh.

"Kami sudah melakukan rapid test dan hasilnya positif. Wewenang kami Puskesmas. Sudah kami lakukan mulai dari memfollow up pasien ODP dan PDP setiap hari. Hari ini akan diupayakan (dirujuk ke RS) kembali," katanya.

Selama menunggu pasien tersebut dievakuasi, kata Vera, pasien dilakukan isolasi atau karantina mandiri di rumah. Upaya ini sudah dilaporkan ke kecamatan, desa hingga RT dan RW dan berkordinasi dengan Polsek dan Koramil.

Namun, yang menjadi masalah adalah pasutri itu malah mondar-mandir ke luar rumah. Mereka beraktivitas, berinteraksi dan kurang mengisolasi diri. Selain itu, anggota sanak saudara keluarganya pun yang masih mondar-mandir di rumah tersebut.

Berdurasi 2 Menit 42 Detik, Wanita Yang Viral Karena Keluyuran Di Tebet Ternyata Positif Virus Corona

Berdurasi 2 Menit 42 Detik, Wanita Yang Viral Karena Keluyuran Di Tebet Ternyata Positif Virus Corona

INIKECE - Tidak suka ditegur oleh petugas, padahal telah dinyatakan positif Virus Corona. Wanita ini menjadi viral karena terus keyuluran dengan kondisinya saat ini. Wanita ini terus berjalan di daerah Kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Hal ini diungkap oleh Camat Tebet Dyan Airlangga. Dyan mengatakan, wanita itu sudah dinyatakan positif corona sejak pekan lalu.

Saat itu pasien memeriksakan kesehatannya karena mengalami gejala demam.

"Seminggu yang lalu lah ya. Setelah itu dia kan mengalami kejadian agak sedikit demam, setelah diperiksa ternyata dia positif (corona)," ujar Dyan saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Pemeriksaan terhadap perempuan itu dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo. Setelah dinyatakan positif, wanita itu menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

"(Wanit itu) isolasi dirumah, kurang lebih satu minggu ya," jelasnya.

Ia menyatakan saat ini wanita itu sudah dibawa oleh petugas ke RSUD Duren Sawit untuk diisolasi. Namun tak sendiri, ia juga dibawa bersama suaminya yang sekarang harus berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP).

"Kemudian sekarang pasiennya beserta suami dibawa ke Rumah Sakit Duren Sawit diisolasi disana."

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus corona Covid-19 diduga stres dan kabur dari rumahnya di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Selesa (31/3/2020).

Kaburnya perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut terekam dalam video amatir yang disebar di pesan grup WhatsApp (WA).

Dalam video berdurasi dua menit 42 detik tersebut, perempuan mengenakan pakaian bermotif lengan panjang dan celana panjang nampak sedang berdebat dengan petugas yang mengenakan masker lain.

Petugas laki-laki tersebut meminta perempuan itu tetap di tempat tidak usah kemana-mana. Namun perempuan yang membawa kantong plastik tersebut menolak permintaan petugas dan mengatakan ingin mencari suaminya.


Camat Tebet Dyan Airlangga saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini tengah ditangani oleh aparatnya serta warga di wilayah.

"Ini masih kami tangani, disinyalir yang bersangkutan (perempuan tadi) ini ada sedikit terganggu jiwanya, sementara dilokalisir kemudian petugas dari Puskesmas dengan APD meluncur ke lokasi untuk ditangani," kata Dyan seperti dilansir Antara.

Menurut Dyan, petugas belum bisa mengamankan perempuan tersebut karena belum mengenakan alat pelindung diri (APD) sebagai protap resmi untuk menangani orang dalam pantauan.

"Kami tidak berani kontak langsung tanpa APD," kata Dyan.

Dyan menyebutkan, petugas Puskesmas sudah di lokasi. Petugas lainnya sedang melakukan lokalisir sementara di sekitar lokasi.

Saat dikonfirmasi asal-muasal status ODP terhadap perempuan tersebut, Dyan menyebutkan bahwa sejak awal perempuan tersebut masuk dalam pemantauan petugas sebagai ODP.

"Dia masuk pantauan kami, setiap hari kami pantau," katanya.

Terkait gangguan kejiwaan yang dimilikinya perempuan tersebut, menurut Dyan, masih disinyalir karena petugas masih menunggu hasil diagnosa dokter.

"Disinyalir seperti itu, menunggu diagnosa dari dokter juga, kita sudah koordinasi dengan Rumah Sakit Duren Saweit, kalau memang betul disinyalir begitu kita akan bawa ke RS Duren Sawit untuk diisolasi di situ," kata Dyan.

Setelah video perempuan diduga ODP kabur dari rumah tersebat di pesan berantai, juga beredar video sejumlah petugas menggunakan APD telah tiba dilokasi tampak bersiap melakukan pengamanan.

Penemuan Langka! Petai Raksasa Ditemukan Warga Di Banjarnegara

Penemuan Langka! Petai Raksasa Ditemukan Warga Di Banjarnegara

INIKECE - Beredar di sosial media, dan menjadi ramaian dibuat oleh para netizen. Penemuan petai yang berukuran raksasa di Kabupaten Banjarnegara ini membuat semua orang heboh karena biasanya petai hanya berukuran standar saja.

Salah satu seorang pengguna Twitter @JokoSus46520969 mengunggah dua foto yang menampilkan warga tengah menenteng beberapa petai, tetapi petai yang ditenteng tidak terlihat seperti biasanya. Dari ukurannya terlihat petai tersebut berukuran sangat besar dan disebut sebagai petai raksasa.

"Ada yang mau masak pete? @depaimin," tulis akun @JokoSus46520969 dalam twitnya. Lantas, twi tersebut direspons oleh banyak pengguna Twitter lainnya, bahkan beberapa warganet mempertanyakan apakah petai tersebut bisa dikonsumsi atau tidak.

Diketahui bahwa petai tersebut tidak sengaja ditemukan

Selain itu, seorang warga Banjarnegara sekaligus orang yang menemukan buah tersebut, Agus Soewarto mengisahkan bahwa penemuan petai tersebut diketahui secara tidak sengaja ketika organisasi pemuda hendak melakukan kegiatan reboisasi di hutan.

"Tidak sengaja (ditemukan). Ketika organisasi pemuda sedang melakukan kegiatan reboisasi penanaman pohon di hutan, akhirnya sampai diketemukan buah itu," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Atas kejadian tersebut, Agus pun mengunggah foto dirinya dengan buah raksas tersebut di akun Facebook bernama Martien Bay.

Namun, ia mengungkapkan bahwa penemuan petai berukuran raksasa itu terjadi pada Senin (16/3/2020).

"PEMIRSA..!! Barang ora umum usah di umumna.. (PEMIRSA..!! Benda yang tidak biasa jangan dibesar-besarkan)," tulis Agus sekaligus pemilik akun Martien Bay.


Menanggapi adanya kejadian tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Darmanto mengungkapkan, buah menyerupai "petai" berukuran raksasa tersebut bernama Gandu (Entada rheedi Spreng).

"Dari hasil pengamatan dan identifikasi tumbuhan yang mirip dengan petai raksasa tersebut merupakan tanaman merambat atau liana, jenis polong-polongan, masuk dalam familinya Fabaceae dan Genus Entada, dengan rasa buah pahit," ujar Darmanto saat dihubungi Kompas.com

Ia mengungkapkan, penemuan buah tersebut berlokasi di sekitar kawasan Cagar Alam Pringombo II. Adapun buah raksasa itu ditemukan oleh warga asal Desa Panawaren, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.

Tidak Untuk Dikonsumsi

Terkait beberapa pertanyaan warganet mengenai apakah buah petai raksasa tersebut dapat dikonsumsi, Darmanto menjelaskan, buah tersebut tidak untuk dikonsumsi.

"Masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah tersebut dan ikut menjaga dan melestarikan tanaman tersebut karena tidak semua kawan hutan ada dan berada di dalam kawasan Cagar Alam Pringombo," imbuhnya.

Sementara itu, pihak BKSDA melakukan penelusuran dari beberapa sumber dan diketahui tumbuhan ini sudah dikenal lama oleh masyarakat sekitar.

Umumnya warga menyebut tanaman tersebut bernama Gandu (Entada rheedii Spreng). Gandu merupakan liana, tumbuhan pemanjat berkayu yang besar dan tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis.

Namun, petai raksas ini bukan jenis petai yang bisa dimakan.

"Berdasarkan beberapa penelitian, jenis Entada lebih banyak digunakan untuk obat herbal. Entada rheedi Spreng bijinya digunakan untuk pengobatan tradisional di Mesir sebagai anti-rematik, anti-inflamasi, dan makanan suplemen," kata Darmanto lagi.

Tak hanya itu, ada jenis tanaman Entada lainnya, yakni Entada phaseoloides (L). Merr yang sudah lama dimanfaatkan sebagai herbal yang efektif untuk pengobatan diabetes melitus oleh masyarakat Dai, etnis China minoritas.

Trending Topic! Perkataan Dari Presiden Ghana Tentang Lockdown Karena Corona Tuai Pujian

Trending Topic! Perkataan Dari Presiden Ghana Tentang Lockdown Karena Corona Tuai Pujian

INIKECE - Mendadak menjadi trending dan viral di Indonesia, ucapakan Presiden Ghana yang banyak menuai pujian saat ia mengumumkan status lockdown di negaranya, karena perkataannya tentang virus Corona tersebut.

"Kami tahu cara menghidupkan kembali ekonomi. Yang kami tidak tahu adalah cara menghidupkan kembali manusia," kata Nana usai mengumumkan lockdown parsial di Republik Ghana, Jumat (27/3/2020).

Pernyataan itu pun mendadak jadi buah bibir di Indonesia bahkan sempat trending topik dan viral di Twitter pada Minggu (29/3/2020). Warganet di tanah air menilai pernyataan tersebut sangat cerdas mengingat nyawa manusia memang tak dapat dikembalikan jika sudah tiada.

"Skenario membangkitkan perekonomian masih bisa direncakana, tetapi skenario membangkitkan orang mati mana bisa," tulis warganet @SamyaMutiara.


Lockdown yang diumumkan Predisen Nana Akufo Addo ada tiga kota besar di Ghana yaitu Accra, Kumasi, dan Tema. Lockdown parsial tersebut akan mulai diterapakan sejak hari ini, Senin (30/3/2020) hingga dua minggu ke depan.

Diberitakan AFP, Sabtu (28/3/2020), status lockdown ditetapkan oleh Presiden Ghana usai negara tersebut mencatat 137 kasus positif corona dan 4 orang di antaranya meninggal dunia.

Akibat keputusan ini, warga hanya diizikan keluar rumah untuk membeli makanan, air, obat-obatan, dan menggunakan toilet umum. Selain itu, kendaraan baik berupa kendaraan pribadi, umum, massal, ataupun komersil tak diperbolehkan melintas di jalan raya selama periode lockdown.

"Selama periode ini tidak ada pergerakan kendaraan dan pesawat antar kota untuk keperluan pribadi atau komersial. Kecuali untuk kendaraan dan pesawat yang menyediakan layanan penting dan yang membawa kargo," tuturnya.

Kisah Panglima Cantik Yang Katanya Dapat Membuat Orang Kaya, Fakta Atau Mitos Nyi Blorong?

Kisah Panglima Cantik Yang Katanya Dapat Membuat Orang Kaya, Fakta Atau Mitos Nyi Blorong?

INIKECE - Diyakini dapat membuat seseorang menjadi kaya raya. Sosok Nyi Blorong dan jauh berbeda dengan Nyi Roro Kidul yang diyakini sama-sama menguasai Laut Pantai Selatan. Meski demikian, banyak yang menyakini kalau derajat Nyi Roro Kidul berada di atas Nyi Blorong.

Ada berbagai persamaan yang dimiliki oleh kedua penguasa tersebut. Beberapa diantaranya adalah sama-sama menyukai warna hijau serta sama-sama memiliki paras yang sangat cantik.

Dewasa ini masih banyak kontroversi terhadap asal-usul dari kedua wanita hebat tersebut, terutama tentang asal usul dari Nyi Blorong. Namun yang pasti, salah satu mitos yang diyakini tentang wanita ini adalah konon dapat membuat seseorang menjadi kaya raya secara tiba-tiba.

Gimana ceritanya bisa begitu? Terus apa lagi sih mitos yang beredar tentang Nyi Blorong ini? Daripada penasaran yuk simak kisah Nyi Blorong ini.

1. Wanita Yang Sangat Cantik


Mitos pertama tentang Nyi Blorong adalah keyakinan masyarakat bahwa Nyi Blorong memiliki paras yang amat cantik. Selain cantik, pesona yang dimilikinya juga luar biasa.

Sehingga jikalau diumpamakan Nyi Blorong adalah manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat, maka sudah pasti dia akan menjadi rebutan.

Menurut legenda, puncak dari kecantikan Nyi Blorong adalah ketika bulan purnama tiba. Sama halnya dengan Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong pun diceritakan senang akan warna hijau.

Oleh sebab itu, tidak heran jika setiap penggambarannya, sosok ini selalu diilustrasikan tengah mengenakan pakaian berwarna hijau.

2. Wujud Asli Yang Menyeramkan


Meski diyakini memiliki paras yang amat cantik, namun beredar pula mitos yang menyebutkan kalau setengah dari tubuh Nyi Blorong adalah ular. Secara keseluruhan, Nyi Blorong ini bisa dikatakan manusia setengah ular. 

Tidak diketahui alasan khusus kenapa masyarkat meyakini mitos ini. Ada yang berpendapat kalau keyakinan tersebut sebenarnya mewakili Nyi Blorong itu sediri, yakni cantik, tapi mematikan.


3. Asal Usul Nyi Blorong


Yang telah disebutkan sebelumnya bahwa masih adanya simpang siur terkait asal-usul dari Nyi Blorong. Banyak yang percaya kalau Nyi Blorong merupakan panglima terkuat di kerajaan lautnya Nyi Roro Kidul dan mendapatkan tugas untuk menjaga serta merekrut pasukan kerajaan.

Namun, ada yang pula yang berpendapat kalau Nyi Blorong adalah sosok Nyi Roro kidul itu sendiri. Selain kedua pendapat di atas, ada pula yang berkeyakinan bahwa Nyi Blorong adalah putri dari seorang raja yang depresi sehingga mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke luar selatan.

Ada pula yang berkeyakinan bahwa Nyi Blorong merupakan anak dari Nyi Roro Kidul.

4. Pesugihan Nyi Blorong


Sama halnya dengan makhluk gaib lainnya, keberadaan Nyi Blorong pun dijadikan sebagai alasan orang-orang untuk melakukan kegiatan pesugihan. Konon katanya, Nyi Blorong mampu membuat seseorang yang memohon kepadanya menjadi kaya secara mendadak. Namun, tetap saja hal itu ada risikonya.

Meski katanya syarat untuk mendapatkan kekayaan dari pesugihan Nyi Blorong ini hanya harus menghamba padanya, namun ternyata hal itu sifatnya hanya sementara.

Tetap saja para pelaku pesugihan Nyi Blorong harus menyediakan tumbal agar kekayaan mereka tetap ada. Tumbalnya sendiri gak harus dari anggota keluarga, tapi bisa juga dari orang lain dan bahkan diri sendiri.

Tidak sampai itu, konon katanya orang-orang yang bersekutu dengan Nyi Blorong diyakini tak 'kan pernah bisa lepas dari kekuasaan Sang Nyai. bahkan ketika meninggal, Nyi Blorong dipercaya akan menyeret orang tersebut untuk menjadi salah satu prajurit di Kerajaan Ratu Selatan.

Sebuah Cerita! Hamilnya Bunga Mawah

Sebuah Cerita! Hamilnya Bunga Mawah

INIKECE - Lastari merasa ada yang aneh dengan perutnya beberapa bulan terakhir. Ia sekolah merasakan ada yang hidup dan terus berkembang di dalam dirinya. Bahkan, beberapa bulan yang lalu ia sempat muntah-muntah dan menginginkan suatu makanan tertentu.

Begitu menginginkannya, sampai di dalam mimpi pun ia terus membayangkannya. Ibunya yang melihat kejadian aneh itu menyebut Lastari mengidam. Namun, Lastari membatahnya karena dirinya belum memiliki suami.

Dan kini, saat menyadari perutnya sedikit membuncit serta mengetahui hasil dokter bahwa dirinya haml, Lastari tak bisa menerimanya.

Lastari sangat terkejut saat dinyatakan hamil oleh dokter kandungan. Hal itu bagi Lastari seperti kemustahilan. Ia tak mungkin hamil tanpa pasangan. Apalagi ia belum menikah ataupun melakukan hubungan intim di luar pernikahan dengan siapa pun.

Pasangan pun sampai sejauh ini ia tak punya. Lantas, dari mana kandungan yang berada di dalam perutnya ini? pikir Lastari. Setelah mendengar pengakuan dokter, tentu membuat Lastari pucat. Demikian juga dengan ibunya yang mengantarkan Lastari ke klinik.

"Tidak, Dok," kata Lastari. "Mana mungkin aku hamil kalau tiada seorang yang membuahiku?"

"Tapi, di dalam tubuhmu kini terdapat janin yang terus hidup," jawab dokter.

Lastari meminta sekali lagi kepada dokter yang menanganinya untuk memeriksa perutnya. Dokter, sesua keinginan Lastari, kembali melakukannya. Ia arahkan gagang USG untuk melihat sesosok makhluk di dalam perut Lastari.

Lastari dan dokter itu melihat sebuah bayangan mungil di sana. Dokter kembali menjelaskan kepada Lastari bahwa bayangan mungil itu adalah benih bayi yang siap untuk tumbuh selama tujuh bulan di perut Lastari. Namun, Lastari kembali membatahnya. Lastari tak bisa menerima kehadiran bayi itu secara wajar, karena dirinya tidak pernah sedikitpun melakukan tindakan tercela di luar nikah.

"Bagaimana bayi itu bisa berada di dalam perutku?" tanya Lastari. "Padahal, aku belum pernah melakukan hubungan intim dengan siapa pun."

Dokter spesialis itu sendiri kebingungan. Ia tidak bisa menjelaskan bagaimana bayi itu bisa berada di dalam kandungan pasiennya. Hal itu di luar pemikiran ilmiah si dokter mengenai proses reproduksi manusia.

Karena lazimnya, sel telur baru bisa menjadi embrio apabila telah dibuahi sperma. Dan kini, ketika mendengar pengakuan Lastari mengenai dirinya yang belum pernah melakukan hubungan intim dan secara tiba-tiba hamil, dokter itu tidak bisa menjelaskannya.

Dokter hanya menyuruh Lastari bersabar menerima kehadiran bayi itu. Dokter tidak berani mendiagnosis terlalu jauh mengenai kehidupan pasien yang mungkin bisa saja dibuat-buat. Sementara Lastari sendiri kukuh bahwa dirinya tak pernah melakukan hubungan intim di luar nikah.

***

Lastari tidak bisa menerima bahwa dirinya hamil. Apalagi saat mendengarkan suara-suara orang di luar mengenai dirinya setelah mengetahui ia hamil dengan cara tak masuk akal itu.

Lastari pun mencoba mencari penjelasan secara ilmiah. Ia melakukan uji klinis mengenai keperawanan dirinya di rumah sakit yang sama. Hasilnya, selaput daranya masih terjaga dengan baik. Dokter yang memeriksanya sendiri, bahkan dokter kandungan yang memvonisnya hamil, kebingungan.

Mereka, dan tentunya juga Lastari, tak habis pikir dengan kejadian aneh ini. Lastari merasa tertimpa hal mengerikan mengenai bayi tersebut.

Namun akhirnya, Lastari mencoba menerima kehadiran bayi itu. Lastari akhirnya ikhlas setelah hampir selama seminggu terus mendapatkan wejangan dair ibunya mengenai bayi itu. Begitulah. Orang tua Lastari berusaha menegarkan hati anaknya. Wanita tua itu dengan tekun membesarkan hati Lastari.

"Anak-anak yang lahir di dunia adalah titipan Tuhan," kata ibunya, tiap kali hati Lastari jatuh. "Tidak ada anak-anak berdosa atau salah untuk dilahirkan. Mereka semua suci."

Demikian juga yang terjadi siang hari ini. Ibunya kembali menebalkan dinding hati Lastari setelah mendengar suara-suara tak nyaman milik tetangganya. Memang, setelah Lastari hamil dengan cara tak wajar, kabar mengenai dirinya menyebar luas dan cara ganjil.

Warga yang tahu lekas membuat cerita-cerita murah yang malah menyesatkan pikiran. Pernah, Lastari mendengar bahwa dirinya menjual tubuhnya kepada pria-pria hidung belang di kota saat merantau kuliah. Di kota, Lastari tidak menjalankan perintah orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikan dengan wajar. Lastari dianggap malah keluyuran dan jual badan.


"Kau tahu kebutuhan anak-anak sekarang," kata si tetangga, tiap kali menggosipakannya.
"Mereka ingin hidup mewah. Anak-anak muda maunya terus hidup senang. Makanya, Lastari menjual tubuhnya dan hamil."

"Amit-amit," balas yang lain. "Semoga anakku tidak melakukan hal tercela seperti itu."

Suara-suara tidak sedap mengenai kehidupan Lastari terus menyebar di lingkungan kampungnya. Lastari sendiri hanya bisa pasrah dan diam mendengar. Ia tidak bisa mengelak banyak dari omongan orang-orang. Bahkan, surat keterangan dirinya yang masih perawan, dibantah begitu saja oleh warga.

Mereka menganggap surat itu palsu dan hanya digunakan untuk menutupi keburukan Lastari. Namun, ada warga kampung yang mempercayai bahwa Lastari tidak seburuk apa yang dikatakan orang-orang. Pada bagian ini lebih banyak mengira Lastari ditiduri secara gaib oleh hantu. Lastari diperkosa secara mistis oleh sosok astral penunggu kampung.

"Hantulah yang membuat Lastari hamil!" ungkap seorang warga yang memercayai klenik.
"Kau tahu, hantu-hantu juga sering datang ke rumah dan meniduri anak gadis di zaman dahulu. Mungkin itu yang terjadi dengan Lastari."

Demikianlah, berkembang kisah-kisah ajaib mengenai bayi Lastari. Bahkan, ada cerita-cerita tak masuk akal lainnya bahwa Lastari menjual tubuhnya kepada seorang genderuwo untuk mendapatkan kecantikan atau harta melimpah. Namun, untuk hal ini tak banyak warga yang memercayai.

Karena memang, pada dasarnya Lastari sudah cantik sejak kecil dan keluarganya tidak lekas kaya seperti diceritakan. Sepanjang waktu dan bulan cerita terus tumbuh bersama kandungan di perut Lastari. Sementara Lastari masih tidak habis pikir mengenai bayi di perutnya.

"Bagaimana semua ini bisa terjadi?" kata Lastari.

Ia menatap perut itu seraya terus membesarkan hatinya agar dapat menerima dengan ikhlas. Ia mencoba meluaskan dadanya dengan mengingat wejangan-wejangan yang diberikan ibunya. Ia tak mencoba mencelakan si bayi.

Apalagi setelah beberapa malam lalu ibunya bercerita mengenai Bunda Theresia yang hamil tanpa melakukan hubungan badan. Bulu roma Lastari juga semat meremang saat mendengarkan kisah bahwa banyak wanita di luar sana yang ingin memiliki anak dan belum diberikan kesepatan oleh Tuhan.

"Anakmu ini berkah," kata ibunya. "Jangan pernah kau menganggapnya kutukan. Ia datang ke dunia ini untuk memberi rezeki kepadamu. Rawatlah dia seperti anakmu."

Lastari menitikkan air mata saat mengingat kisah-kisah yang dituturkan ibunya. Ia kembali mengusap perutnya dan memohon ampun kepada Tuhan karena dirinya sempat mengutuk sosok yang sedang tumbuh di perutnya tersebut.

***

Setelah secara perlahan Lastari menerima, dan tak mengacuhkan cerita-cerita mengenai dirinya di luar kehadiran sosok makhluk di tubuhnya, ia mulai merawat sosok itu seperti seorang ibu. Secara rutin Lastari melaukan kontrol ke rumah sakit untuk memastikan kesehatan bayinya. Sampai hal ganjil lain terjadi.

Di bulan kelima, asat perutnya sudah sedikit menjorok ke depan, Lastari menemukan keanehan lagi di perutnya. Sosok kasatmata yang semula dilihat sebagai awal embrio, berubah menjadi setangkai bunga. Dokter kembali kebingunan. Mereka mulai melakukan diagnosis baru mengenai Lastari.

Sementara Lastari sendiri dibuat gelisah. Lebih-lebih saat menyadari kandungannya itu bukan manusia seperti pada umumnya, tetapi bunga. Ia mengusap perutnya yang membuncit itu saat dokter menjelaskan hal yang terjadi. "Itu bukan bayi, tapi setangkai bunga. Bagaimana bunga itu bisa masuk ke perutmu?"

Lastari kini tidka bisa menjawab. Ia malah menjelaskan hal lain yang membuat dokter kandungan itu bingung. Lastari menceritakan bahwa dirinya tidak pernah mengalami gangguan pencernaan apa pun selain perasaan mual menyerupai ngidam. 

Tiap malam bahkan ia merasa ada yang bergerak di dalam perutnya, seperti sensasi tendangan kaki bayi secara normal. Dokter yang mendengar semua uraian Lastari dibuat tercengang. Dokter itu bingung setengah sinting. Sampai dokter itu memutuskan untuk menelitinya lebih lanjut.

Setelah kejadian aneh itu, beberapa minggu kemudian Lastari kembali dipanggil oleh dokter. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan setangkai bunga di perutnya. Namun, ketika dokter kembali melihat ulang keadaan perut Lastari, tangkai bunga itu sudah berubah menjadi seonggok bayi.

Dokter makin tercekat. Ia tidak habis pikir, semua yang terjadi terhadap Lastari belum pernah ditemukannya selama ini. Sementara Lastari pasrah menerima keadaan.

***

Setelah semua peristiwa, Lastari terus merawat si jabang bayi. Lastari yang semula sempat tak bisa menerima kehadiran si bayi, kini makin rindu dengan kedatangannya.

Lastari tak sabar ingin melahirkan dan membesarkannya. Sedang di luar lingkungannya terus mendenging kabar mengenai dirinya dan peristiwa anehnya. Namun, Lastari tidak peduli. Lastari menerima bayi di perutnya seperti ia menerima anaknya sendiri. Lastari pun tidak hirau mengenai kehadirannya yang gaib.

"Semua anak adalah berkah Tuahn," ucap Lastari.

Demikian waktu terus berlalu. Hari berganti, minggu, dan bulan. Sampai waktu yang ditunggu datang. Lastari melahirkan dengan cara operasi. Dan usai operasi, hampir seluruh ruangan beraroma bunga mawar.

Wangi. Darah ketuban Lastari pun tak menguarkan bau amis, melainkan aroma mawar. Ketika Lastari mulai sadar di ruang inap pasien, ia melihat remang orang-orang di sekitar bayinya. Ia juga mendegar lamat-lamat suara berita di televisi yang mendengungkan mengenai banyaknya kasus aborsi di kota. Ia mendadak merasa rindu dengan anaknya yang baru saja dilahirkannya.

Data 1285 Positif 114 Meninggal 64 Sembuh, Status Update Corona Per 29 Maret

Data 1285 Positif 114 Meninggal 64 Sembuh, Status Update Corona Per 29 Maret

INIKECE - Status baru keluar, data yang terlihat jumlah pasien positif covid-19 (virus tipe baru) kembali mengalami peningkatan per Minggu (28/3). Jumlah kasus positif corona di Indonesia hari ini mencapai 1.285 kasus. Sementara itu korban meninggal dunia bertambah menjadi 114 orang, dan 64 orang dinyatakan sembuh.

"Oleh karena itu mari sadari betul penambahan kasus positif ini sekali lagi masih menggambarkan di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum isolasi," kata Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, Minggu (29/3).

Jumlah korban positif corona naik signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (28/3), pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.555 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 102 orang, dengan jumlah yang sembuh 59 orang.

Pemerintah telah berulang kali mengampanyekan social distancing serta mengimbau masyarkat agar beraktivitas, belahar dan bekerja dari rumah. Namun demikian, pemerintah mengakui banyak hal mengenai kedisiplinan warga yang perlu ditingkatkan.

"Penularannya rentan pada orang-orang yang masih berkeliaran di luar rumah, padahal sudah disuruh diam di rumah," ujar Yurianto sehari sebelumnya.


Yuri mengimbau masyarakat untuk tetap produktif selama tinggal di rumah, tak lupa untuk menerapkan physical distancing dan mengonsumsi makanan bergizi.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah saat ini tengah mengkaji aturan mengenai larang mudik. Eskalasi kasus corona berpotensi naik berkali-kali lipat jika terjadi pergerakan warga besar-besaran melalui mudik.

"Pemerintah sekarang sedang menyiapkan juga satu rencana kebijakan agar orang tidak mudik dulu," kata Mahfud saat melakukan video conference dengan awak media, Jumat (27/3).

Dia memahami dalam Undang-undang Dasar warga pulang ke kampung masing-masing atau mudi adalah hak setiap orang. Ini juga merupaka hak konstitusional yang tidak bisa dilangar oleh negara secara sembarangan.

"Tetapi di dalam hukum itu ada dlil keselamatan rakyatlah yang menjadi hukum tertinggi," kata dia.

Adakah Yang Menarik Dari Burj Khalifa, Gedung Pencakar Langit Tertinggi Di Dunia?

Adakah Yang Menarik Dari Burj Khalifa, Gedung Pencakar Langit Tertinggi Di Dunia?

INIKECE - Dikenal dengan gedung pencakar langit. Burj Khalifa adalah gedung tertinggi di dunia, yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab ini menjadi salah satu tempat incaran wisatawan untuk melihat sekeliling dari atas gedung tersebut.

Gedung Burj Khalifa, memilki beragam fasilitas mewah yang menjadikan gedung ini sebagai salah satu ikon terpopuler di kota Dubai.

Enggak hanya jadi ikon kota Dubai, Burj Khalifa ternyata menyimpan sederet fakta menarik, berikut fakta-faktanya!

1. Gedung Tertinggi Di Dunia Yang Pernah Dibuat Dalam Sejarah Manusia


Gedung Burj Khalifa, memiliki ketinggian 828 meter yang menjadikannya sebagai gedung pencakar langit tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Burj Khalifa berhasil mengalahkan Shanghai Tower yang hanya memiliki ketinggian sekitar 632 meter.

Burj Khalifa juga memegang rekor sebagai talles free-standing structure in the world atau struktur bangunan berdiri bebas tertinggi di dunia.

Bahkan, saking tingginya bangunan ini sudah bisa dilihat dari jarak 95 kilometer jauhnya saat cuaca sedang cerah.

2. Pembangunan Burj Khalifa Menelan Waktu 5 Tahun


Gedung ini memiliki proses yang cukup lama, yaitu 5 tahun untuk membuat gedung pencakar langit tersebut. Bangunan ini pertama kali dibangun pada tanggal 6 Januari 2004 dan baru selesai pada 1 Oktober 2009.

Meski begitu, Burj Khalifa baru diresmikan pada tahun 2010. Untuk bisa membuat bangunan tinggi dan mewah ini, pemerintah Uni Emirat Arab harus mempekerjakan lebih dari 12 ribu orang dengan total 22 juta jam kerja.

3. Bisa Menampung Hingga 35 Ribu Orang


Bukan hanya memiliki ketinggian yang dimana gedung Burj Khalifa memiliki 160 lantai yang di dalamnya terdapat sekitar 1.000 apartemen.

Selain apartemen yang bisa menampung banyak orang, bangunan ini juga terdiri dari hotel, night club di lantai 143 dan juga perpustakaan tertinggi di dunia yang berada di lantai 123.


Meski terdapat banyak kepentingan di sini, kamu tidak perlu merasa khawatir akan merasa sesak jika masuk ke sini. Sebab, meski jadi hunian bagi banyak orang, bangunan ini juga sangat luas. Saking luasnya hingg amampu menampung 35.000 orang sekaligus.

4. Punya Segudang Fasilitas Mewah


Burj Khalifa memiliki berbagai fasilitas yang membuatnya seperti kota dalam bentuk vertikal. Di dalam bangunan ini terdapat berbagai jenis bangunan seperti perumahan, restoran, kantor, kolam renang, hingga lapangan tenis.

Setiap harinya, rata-rata ada 6 ribu orang yang menempatinya. Bahkan, di Burj Khalifa juga terdapat sebuah dek observasi bernama 'At the Top Sky' yang berada di lantai 148. Kamu bisa menyaksikan pemandangan kota Dubai yang memukau dari ketinggian.

5. Butuh 3 Bulan Untuk Membersihkan Seluruh Jendela Burj Khalifa


Burj Khalifa memiliki jendela yang sangat banyak. Total ada sekitar 24 ribu jendela yang dimiliki Burj Khalida.

Karena jumlah tersebut, tidak heran jika membutuhkan banyak petugas kebersihan hanya untuk memastikan setiap jendela di bangunan ini tetap bersih.

Selain jumlah petugas yang banyak, waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan jendela-jendela ini juga sangat lama. Tidak tanggung-tanggung, butuh sekitar 3 bulan bagi petugas untuk membersihkan 24.000 jendela ini.