Gadis! Cerita Pendek

INIKECE - Andai saja aku jadi dia! Aku Anneke, seorang gadis yang tak suka berdandan dan tak punya sesuatu pun yang bisa ditampilkan. Maksudku aku tak memoles bedak, perona pipi, dan benda-benda sejenis lainnya di wajah.

Suratan Takdir, Cerpen!

INIKECE - Alkisah ada seorang wanita dan satunya lagi seorang lelaki. Keduanya saling mencintai amat dalam. Tatapan antara keduanya adalah tatapan paling indah dan tulus yang tak bisa ditandingi.

Analisi CHIME, Bumi Telah 16 Hari Berulang Terus Mendapat Sinyal Aneh Dari Luar Angkasa

INIKECE - Fast Radio Burst (FRB) adalah serangkaian sinyal radio yang berlangsung dalam hitungan milidetik. FRB pertama kali ditmeukan pada 2007 oleh ahli astrofisika Duncan Lorimer dan muridnya David Narkevic.

Bikin Tambah Geger Dengan Kehadiran Ribuan Burung Gagak Dilangit Wuhan, Negara Yang Dilandar Virus Corona Pertama Kali

INIKECE - Wabah virus corona yang menyerang Wuhan, hingga sekarang belum membaik, hingga sampai saat ini kasus virus corona telah membuat banyak warga meninggal dunia. Sebelum sampai disitu juga, sekarang telah dibuat heboh dengan kehadiran burung Gagak hitam di langit Wuhan, Pertanda apakah? .

Akibat Memakai Lotion Body Abal, Tubuh Wanita Ini Jadi Rusak Parah, Mengandung Steroid Didalamnya

INIKECE - Rusaknya kulit penggunaan losion abal-abal yang mengandung steroid terlihat begitu mengerikan. Unggahan dr. Listya Paramita, SP. KK di akun @drmita.spkk memperlihatkan bagaimana munculnya lapisan kulit yang sobek efek samping steroid.

Gadis! Cerita Pendek

Gadis! Cerita Pendek

INIKECE - Andai saja aku jadi dia! Aku Anneke, seorang gadis yang tak suka berdandan dan tak punya sesuatu pun yang bisa ditampilkan. Maksudku aku tak memoles bedak, perona pipi, dan benda-benda sejenis lainnya di wajah.

Ya, untuk apa pula? Untuk menarik hati lawan jenis, c'mon aku tak akan suka dengan pria yang hanya melihat seseorang dari wajah atau bodi seksi. Kupikir, tak semua pria juga seperti itu. Dan aku menemukan seorang gadis yang mendapat pria yang kuimpikan.

Sudah beberapa minggu ini aku memperhatikan gadis lain, bukan karena menyukainya, hanya ada rasa di dalam diriku yang selalu membandingannya dengan aku sendiri. Aku tak tahu namanya, jadi kupanggil saja Gadis. Sering kulihat bersama kekasih dan teman-temannya.

Kuperhatikan stylenya yang tak terlalu berbeda dengan mahasiswi lainnya. Kadang dia menggunakan kemeja dan rok panjang dipadukan dengan sepatu flat yang tak terlalu mencolok.

Well, semuanya terlihat sangat biasa saja. Jadi, mungkin saja, seandainya aku lebih dulu bertemu dengan kekasih Gadis, sekali lagi mungkin saja, dia akan tertarik padaku. Itu mungkin hanya dalam imajinasiku saja, bukankah selera orang berbeda-beda. Dan mungkin Gadis punya daya tarik sendiri. Tapi, apa?

Semakin hari, Gadis terlihat semakin berbeda. Seperti kutemukan keistimewaan dalam dirinya. Aku mencuri-curi pandang saat dia melewati kelasku bersama kekasihnya. Dia terlihat cantik saat tertawa, bercanda, memukul pelan bahu pria di sampingnya. Dia wanita humoris, kupikir.

Saat kelas kami digabung dan kelompoknya yang mempresentasikan tugas kelompoknya, dia terlihat anggun berbicara di depan kelas. Sangat berwibawa. Mampu membawa suasana. Dan kupikir orang-orang pasti menyukainya yang pintar.

Saat berada di depan ruang dosen, kudengar dia dan sahabatnya yang sedang berbincang tampak tertawa lepas saat mantan dari kekasihnya melewati mereka. Dia menganggapinya dengan santai, tanpa memperlihatkan cemburu yang luar biasa seperti orang lain yang mungkin menaruh dendam.

Meski begitu, dia berpura-pura marah mengancam kekasihnya untuk tidak berpaling darinya. Tidak mengekang, pria itu pasti beruntung telah mendapatkannya.

Kusimpulkan, dia gadis cantik, pintar, penuh wibawa, yang mampu menciptakan suasana nyaman bagi orang di sekitarnya dan aku mungkin sekarang merasa sangat iri dengannya. Ahhh, pasti banyak sekali orang yang memperhatikannya, kuharap bisa menjadi dirinya.


***

Aku Tasya dan mengikuti kelas profesor yang menjadi pembibingku. Kelasku hari ini digabung bersama kelas lain, jadi sedikit sesak di dalam kelas yang berisi lebih dari kapasitas yang seharusnya.

Meski sedikit kesal dengan teman kelompokku yang tak menunjukkan partisipasinya, aku harus tetap mempresentasikan materi ini dengan baik. Tak ada masalah, aku sudah membaca mengenai topik ini beberapa kali. Setelahnya aku bergabung kembali dengan teman kelompokku.

Perhatianku lalu teralih pada gadis yang sedang berbicara dari kelompok lain, bukan teman sekelasku. Dia mengomel tidak jelas, tapi disambut tawa oleh teman lain yang duduk melingkar di sekitarnya. Kupastikan teman kelompoknya memaksanya untuk menjadi perwakilan mereka.

Berikutnya dia maju ke depan kelas dengan langkah gontai, tapi saat mulai berbicara suaranya berubah tegas, kupkir dia seorang yang sangat istimewa.

Esok harinya, aku akan pacarku sedang menunggu di depan ruang dosen. Kudapati gadis yang kemarin di kelas gabungan juga sedang menunggu sendiri. Dia terlihat santai dan tak mencoba menarik perhatian, tapi sejak tadi aku memperhatikannya. Pandangan kami bahkan sempat bertemu, dia mencoba tersenyum, kutarik sudut bibirku.

Dia terlihat ramah, aku seharusnya lebih dulu tersenyum padanya, tapi aku terlalu cemburu saat mengingat dia adalah gadis, yang dulu pernah kudapati, diperhatikan oleh pacarku saat berbincang sepak bola bersama teman prianya yang lain.

Ada banyak hal darinya yang jika pria tahu akan membuat mereka satu per satu menyukai gadis itu. Dan mungkin, kalau saja pacarku lebih dulu mengetahui gadis itu, dia akan menyukainya. Aku mungkin sangat cemburu saa torang yang kusayangi lebih menyukainya.

Kuharap aku bisa mengerti lebih banyak tentang hal-hal yang disukai orang lain, seperti dirinya.

Suratan Takdir, Cerpen!

Suratan Takdir, Cerpen!

INIKECE - Alkisah ada seorang wanita dan satunya lagi seorang lelaki. Keduanya saling mencintai amat dalam. Tatapan antara keduanya adalah tatapan paling indah dan tulus yang tak bisa ditandingi.

Orang bilang ketika dua insan sedang jatuh hati, dunia akan serasa milik mereka, semua nasihat dan tutur kata orang lain pun tak digubris. Dengan sangat menyesal, aku adalah orang yang harus "mengambil" ketulusan rasa cinta kedua insan ini.

Apalah daya, memang hidup tidak seindah bayangan dua orang yang sudah terlanjur suka. Hidup seperti serangkaian ketidaksengajaan yang terkadang membuahkan tawa, namun terkadang juga menjatuhkan tangis.

Hari itu. Si wanita yang harus aku "ambil" keluar dari apartemennya sehabis mengucapkan I Love You pada si lelaki di telepon genggamnya. Si wanita tersenyum-senyum sendiri seperti normalnya orang yang dilanda jatuh cinta.

Si wanita kemudian mulai berjalan menyusuri lorong apartemen. Tiba-tiba ada seorang wanita tua dan wanita lainnya yang lebih muda (sepertinya adalah anak perempuan wanita tua), keluar dari kamar apartemennya. Si wanita tua terduduk di atas kursi roda dengan raut wajah lelah dan penat.

Sumpah serapah dan makian nyelekit keluar dari si anak perempuan membuat si wanita tua terlihat semakin tidak berdaya. Si anak perempuan terus mengoceh penuh kedengkian pada wanita tua di kursi roda seraya mendorong kursi rodanya dengan kasar, yang akhirnya membuat si wanita yang kebetulan juga lewat di lorong tersebut tertabrak.

Setelah mengucapkan permintaan maaf yang cuek, wanita muda dan wanita di kursi roda pun menyeleweng pergi begitu saja. Namun apa boleh buat, hati si wanita sudah terlanjur dipenuhi bunga dan kupu yang bermekaran.

Si wanita pun tetap berjalan dengan wajah yang dipenuhi cinta. Si wanita memencet tombol lift dan memasuki lift. Ketika lift sudah mau ditutup rupanya ada seorang laki-laki paruh baya dengan jas yang sedikit kebesaran berteriak dari kejauhan menyuruh si wanita menahan pintu lift. Si wanita pun melakukannya. Si pria paruh baya pun masuk dengan tergopoh-gopoh.


"Maaf, tiba-tiba bos menyuruhkan datang satu jam lebih awal. Terima kasih sudah menahan pintu liftnya."

"Tidak apa-apa pak, saya tidak keberatan."

Begitu saja percakapan antara keduanya selesai di dalam lift dari lantai sepuluh itu karena rupanya ada yang memencet tombol lift lantai delapan.

Lift terbuka dan masuklah keluarga kecil (Ayah, Ibu, dan anaknya yang membawa tas ransel bermotif Toy Story) yang sepertinya hendak pergi liburan. Ibunya membawa tas jinjing besar untuk baju sekeluarga dan ayahnya membawa peralatan foto canggih.

Akhirnya lift pun terbuka pada lantai satu. Si wanita, pria paruh baya, dan keluarga yang hendak pergi liburan pun pergi berhamburan dari lift. Menyisakan jejek interaksi tipis yang pernah terjadi di antara orang-orang tersebut.

Lagi-lagi, dengan wajahnya yang sedang mabuk cinta si wanita mengeluarkan telepon genggamnya dan menelepon si lelaki. Suara si lelaki yang sepertinya sehabis menggombal dari telepon membuat si wanita tambah melayang. Si wanita pun kemudian menutup telepon dan keluar dari gedung apartemennya.

Mencari-cari, akhirnya si wanita mendapati si lelaki di seberang jalan. Keduanya hanya dipisahkan jalan raya yang ramai dan penuh sesak. Dilihatnya si lelaki membawa satu buket bunga tulip-bunga kesukaannya, di tangannya.

Si lelaki melambai sepenuh tenaga agar si wanita melihatnya. Ketika sepasang mata dari keduanya akhirnya bertemu, mereka saling melambaikan tangan sambil tersenyum-senyum seperti orang yang sudah hilang kewarasannya.

Waktu lampu merah untuk mobil dan lampu hijau untuk orang berjalan kaki menyala. Si wanita dan si lelaki pun langsung berjalan di atas aspal bergaris putih, tak sabar untuk bertemu dan memeluk satu sama lain. Sayangnya pak sopir pengangkut bahan bangunan yang sedang mengendarai truk besar pada jalan raya itu sedang menerima telepon dari istrinya yang katanya lagi keguguran.

Maka tak pikir panjang kaki pak sopir terus saja menginjak gas tanpa memedulikan tuas rem di sebelahnya. Kebetulan si wanita sedang berjalan tepat di depan truk pengangkut bahan bangunan tersebut.

Tak lama setelah itu, aku pun harus menjalankan tugasku. "Mengambil" wanita itu bukanlah hal yang kuinginkan, namun apa daya ini sudah tugasku. Mengapa kisah cinta indah harus terpaksa diakhiri dengan sesuatu yang keji seperti ini? Aku melihat si lelaki tercengang tak jauh dari tempat si wanita yang sudah tergeletak bersimbah darah di jalan raya. Bunga tulip segar sudah terjatuh terinjak-injak oleh masa yang melewati jalan raya itu.

Seakan kisah cinta yang indah tidak bagus bila dibiarkan memiliki akhir yang bahagia. Aneh bukan, bagaimana di antara berjuta kemungkinan dan berjuta orang yang ada di jalan raya itu, si wanita lah yang harus mengeluarkan isi kepala dan mematahkan punggung.

Apa mungkin bisa si wanita tidak dapat memasuki lift lebih cepat. Bila si wanita memasuki lift lebih cepat, si wanita tidak bertemu dengan pria paruh baya dengan jas kebesaran.

Bila si wanita tidak bertemu dengan pria paruh baya dengan jas kebesaran yang menyuruhnya menahan lift, ia tidak akan bertemu dengan keluarga yang hendak berlibur. Bila si wanita tidak bertemu dengan keluarga yang hendak berlibur, lift tidak perlu berhenti di lantai delapan. 

Bila lift tidak berhenti di lantai delapan, si wanita akan keluar dari gedung apartemen lebih cepat. Bila si wanita keluar dari gedung apartemen lebih cepat, maka ia tidak akan berdiri di depan truk yang dikendarai pak sopir yang baru saja menerima telepon bahwa istrinya keguguran.

Bila si wanita tidak berdiri di depan truk, si wanita mungkin saja masih membuka mata dan menerima pelukan serta bunga tulip favorit dari lelaki kesayangnnya. Bila si wanita akhirnya dapat memiliki akhir yang bahagia, maka aku tidak perlu di sini untuk "mengambil" dia.

Well, mungkin saja Yang di Atas tidak merestui. Apa pun itu, yang jelas takdir mengatakan berbeda. Apa boleh buat, aku telah di sini menyaksikan berbagai kebetulan yang tidak disengaja, membuahkan hasil yang miris dari sebuah kisah cinta yang romantis yang berakhir sangat naas.

Analisi CHIME, Bumi Telah 16 Hari Berulang Terus Mendapat Sinyal Aneh Dari Luar Angkasa

Analisi CHIME, Bumi Telah 16 Hari Berulang Terus Mendapat Sinyal Aneh Dari Luar Angkasa

INIKECE - Fast Radio Burst (FRB) adalah serangkaian sinyal radio yang berlangsung dalam hitungan milidetik. FRB pertama kali ditmeukan pada 2007 oleh ahli astrofisika Duncan Lorimer dan muridnya David Narkevic.

Semenjak penemuan tersebut, semakin banyak FRB dari luar angkasa yang ditemukan. Beberapa waktu lalu, sekelompok ilmuwan di Kanada menemukan FRB yang berulang setiap 16 hari. Hal ini kontras dengan FRB pada umumnya, yang bersifat sporadis dan tidak berulang dalam jangka waktu tertentu.

Mengutip Universe Today, Kamis (13/2/2020), penemuan ini telah dirilis dalam jurnal berjudul "Periodic activity from a fast radio burst source". Data FRB yang mereka dapatkan merupakan hasil analisi dari CHIME (Canadian Hiydrogen Intensity Mapping Experiment).

CHIME merupakan teleskop penangkap sinyal radio, namun memiliki karakteristik yang membedakannya dengan teleskop lain. CHIME merupakan stasiun teleskop dan tidak memiliki bagian yang bergerak.

CHIME terdiri dari empat setengah silinder besar. Tiap setengah silinder merupakan gabungan dari 256 receiver. Dengan total 2048 receiver, CHIME merupakan teleskop penangkap sinyal radio tercepat saat ini.

FRB yang berulang tiap 16 hari ini disebut FRB 180916. J0158+65. Oleh karena FRB pada umumnya tidak berulang, para ilmuwan tengah melakukan observasi lebih lanjut terkait fenomena ini.

Selain FRB 180916. J0158+65, ada 10 FRB tidak dikenal lainnya yang juga berulang namun tidak secara reguler.

Berulang tiap 16,35 hari.

Pada fenomena ini, para peneliti menganalisis data dari CHIME. Begitu mereka menemukan FRB terbaru, mereka melihat data lama dan menemukan 400 observasi FRB baru.

Mereka menyimpulkan bahwa tiap FRB berselang 16.35 hari. Sinyal tersebut datang satu kali dalam setiap jam selama empat hari, kemudian berhenti. Setelah 12 hari, sinyal tersebut kembali datang.

Meski belum jelas lokasi pastinya, para astronom telah memperkirakan asal muasal FRB berulang ini. Sinyal tersebut berasal dari gabungan bintang-bintang di galaksi spiral dekat Bima Sakti, dengan jarak sekitar 500 juta tahun cahaya.

Ahli astrofisika belum bisa memecahkan misteri siapa yang mengirimkan sinyal-sinyal ini. Selain berasal dari galaksi tetangga, FRB lainnya berasal dari sumber yang berbeda,

Bikin Tambah Geger Dengan Kehadiran Ribuan Burung Gagak Dilangit Wuhan, Negara Yang Dilandar Virus Corona Pertama Kali

Bikin Tambah Geger Dengan Kehadiran Ribuan Burung Gagak Dilangit Wuhan, Negara Yang Dilandar Virus Corona Pertama Kali

INIKECE - Wabah virus corona yang menyerang Wuhan, hingga sekarang belum membaik, hingga sampai saat ini kasus virus corona telah membuat banyak warga meninggal dunia. Sebelum sampai disitu juga, sekarang telah dibuat heboh dengan kehadiran burung Gagak hitam di langit Wuhan, Pertanda apakah?

Burung Gagak, mencapai ribuan menyerbu Wuhan, banyak orang berpendapat bahwa hal tersebut adalah "pencarian mayat" atau sebagai simbol negatif.

Dalam budaya China, Burung Gagak hitam sering melamgbangkan nasib buruk atau kematian sehingga remakan yang beredar cukup mengundang narasi ketakutan masyarakat. 

Burung gagak yang terlihat terbang di atas Wuhan memicu kekhawatiran, bahwa burung-burung tersebut sedang melakukan "pesta di atas mayat orang mati".


Ribuan hewan itu tampak berkeliaran di Jalan Wusi, Distrik Chengxi, Wuhan sebelum beristirahat di jalan dan mematuk sesuatu di bawah mereka.

Dikutip dari Wikipedia bersumber pada buku berjudul "Crows : The International Wildlife Encyclopedia", burung gagak dikaitkan dengan berbagai simbol di banyak tempat atau negara.

Di beberapa kebudayaan dan mitologi, burung gagak kerap dikaitkan dengan sesuatu yang buruk. Di Eropa, gagak dipercaya sebagai burung peliharaan penyihir.

Di Indonesia, gagak di hutan dianggap dapat menjadi pertanda kesulitan yang bakal timbul. Ada pula kepercayaan yang mengaitkan sate gagak untuk memanggil makhluk halus genderuwo serta sebagai pertanda akan adanya kematian di tempat tersebut.


Memiliki warna gelap dengan suara serak yang memekakkan telinga, hewan ini sering dikaitkan sebagai simbol dalam kebudayaan tertentu.

Bagi bangsa Babilonia, gagak adalah nama bulan ke-13 di kalender dan ia memiliki nilai sangat negatif.

Orang Yunani menganggap burung gagak sebagai hewan kutukan serta dianggap "terlalu gosip". Dalam mitologi Yunani, burung gagak dikutuk karena tidak bisa menyelesaikan misi yang diberikan oleh Dewa Apollo.


Tak selamanya negatif, suku kuno Celtic menganggap burung gagak sebagai hewan suci karena memakan bangkai pahlawan yang mati dalam pertempuran.


Bagi suku Indian Tlingit (Barat Laut Pasifik), burung gagak termasuk salah satu hewan utusan Dewa Tertinggi yang mengatur dunia dan memberi peradabn serta budaya.

Suku kuno di Afrika menganggap burung gagak sebagai pemandu dan pembawa pesan dari para dewa.

Keberadaan hewan ini dianggap sebagai pembawa pesan mengenai sebuah bahaya yang akan mengancam mereka sehingga sering disebut "roh pelindung".

Dari sudut pandang ilmuwan, burung gagak merupakan salah satu hewan tercerdas di dunia. Mereka bisa mengenali manusia yang telah membunuh teman mereka dan bahkan bisa melakukan ritual "pemakaman" bagi teman mereka yang telah mati.

Akibat Memakai Lotion Body Abal, Tubuh Wanita Ini Jadi Rusak Parah, Mengandung Steroid Didalamnya

Akibat Memakai Lotion Body Abal, Tubuh Wanita Ini Jadi Rusak Parah, Mengandung Steroid Didalamnya

INIKECE - Rusaknya kulit penggunaan losion abal-abal yang mengandung steroid terlihat begitu mengerikan. Unggahan dr. Listya Paramita, SP. KK di akun @drmita.spkk memperlihatkan bagaimana munculnya lapisan kulit yang sobek efek samping steroid.

Dampak selanjutnya adalah munculnya garis-garis hitam seperti stretch mark. Belum lagi, stretch mark tersebut ada di kaki, mulai dari pangkal paha hingga betis bagian bawah, juga pada bagian tangan sampai ketiak.

"Itu bagian-bagian yang diolesi lotion," ujar dokter yang karib disapa Mita itu kepada Kompas.com saat dihubungi, Rabu (12/2/2019).

Mita menambahkan, efek krim kulit yang mengandung steroid ini memang tak langsung muncul pada penggunaan pertama. Hal itu pula yang terjadi pada pasien dari dokter Mita.

"Dia pakai sekitar 3-4 bulan. Sebenarnya memang sudah lama munculnya, awalnya sedikit," kata Mita.

Sayangnya, pasien tersebut tak menyadari bahwa garis-garis yang ada adalah efek dari kulit yang koyak karena steroid.


Ia mengira hal itu wajar terjadi karena reaksi dari krim untuk memutihkan kulit.

"Lama-lama semakin banyak dan ternyata tidak ada perbaikan, baru ke saya," kata Mita lagi.

Terkait hal ini, Mita menyebut, tak ada efek langsung yang dirasakan pasien saat menggunakan lotion dengan steroid.

"Merah-merah itu bukan reaksi alergi, enggak ada gatal, enggak ada perih," ujar dia.

Untuk itu, Mita mengimbau agar masyarakat lebih cermat memilih kosmetik.

Mita menyarankan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah suatu produk sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), atau belum.

"Yang enggak ada BPOM nya itu enggak aman. Mau dia bilang pakai bahan organik ya sudah dibuktikan saja dengan BPOM."

"Yang ngomong itu bukan saya, tapi aturan. Semua yang beredar harus sudah BPOM." kata Mita lagi.

Teknologi Yang Canggih, Mempertemukan Orang Yang Telah Tiada! Kisah Haru Seorang Ibu Bertemu Anaknya Kembali

Teknologi Yang Canggih, Mempertemukan Orang Yang Telah Tiada! Kisah Haru Seorang Ibu Bertemu Anaknya Kembali

INIKECE - Kehilangan orang yang sangat dicintai untuk selama-lamanya tentu merupakan hal yang sangat menyedihkan. Tidak terkecuali bagi para ibu yang kehilangan buah hatinya.

Sayangnya, mau tak mau kepedihan yang teramat sangat itu harus dirasakan oleh Jang Ji-sung. Perempuan tersebut terpaksa merelakan kepergian sang putri, Nayeon, yang masih berusia 7 tahun lantaran mengidap haemochromatosis, yakni kondisi medis yang mana seseorang menyerap terlalu banyak zat besi.

Zat besi tersebut lalu menumpuk di organ hati, jantung, pankreas, dan sendi. Dengan demikian, pupus sudah harapan Ji-sung untuk melihat putrinya tumbuh dewasa. Penyakit yang merenggut nyawa sang anak itu membuatnya tak bisa lagi bertemu dengan buah hatinya.

Akan tetapi, hal tersebut kemudian terpatahkan melalui pesatnya perkembangan teknologi. Dalam sebuah film dokumenter bertajuk I Met You, Ji-sung diberi kesempatan untuk 'bereuni' kembali dengan mendiang Nayeon melalui teknologi Virtual Reality (VR).



Pengembangan teknologi VR yang membuat Ji-sung dapat 'bertemu' dengan sang anak itu dilakukan lebih dari delapan bulan. Tim produksi menggunakan teknologi motion capture untuk merekam gerakan dan mereproduksi suara aktor cilik yang nantinya bisa mereka gunakan sebagai model dalam virtual reality.


Dalam sebuah potongan adegan pada film dokumenter tersebut, tampak Nayeon virtual muncul dari balik setumpuk kayu. Bocah tersebut lalu berlari ke arah Ji-sung dengan penuh semangat.

"Dari mana saja kamu bu? Apakah kamu memikirkanku?," tanya Nayeon virtual kepada Ji-sung.

"(iya) aku selalu memikirkanmu," jawab Ji-sung kemudian.

Perlahan, pertemuannya dengan Nayeon virtual itu pun membuat Ji-sung tak kuasa menahan emosinya. Ada rasa bahagia sekaligus haru ketika Ji-sung dapat kembali berjumpa dan bercakap-cakap dengan sang anak meski hanya melalui virtual reality.

Hari Special Dengan Kejutan Special! Pria Ini Memberikan Hadiah Valentine Rp 66 Juta Kepada Kekasihnya

Hari Special Dengan Kejutan Special! Pria Ini Memberikan Hadiah Valentine Rp 66 Juta Kepada Kekasihnya

INIKECE - Bagi sebagian orang, terkhusus mereka yang memiliki pasangan, hari Valentine merupakan momen yang spesial. Saking Spesialnya, pada hari tersebut mereka akan menggelar sebuah perayaan atau minimal memberikan hadiah kepada sang pasangan tercinta.

Seperti yang dilakukan seorang pria asal Malaysia yang satu ini. Tak tanggung-tanggung, dirinya bahkan rela melakukan perjalanan jauh dari Johor ke Kuala Lumpur demi menemukan florist yang dapat merangkai sebuket bunga yang terbuat dari lembaran uang. Jumlah uang yang dijadikan buket itu tak sedikit.


Seorang florist bernama Zheng Aini mengatakan, lelaki tersebut membawa uang pecahan 100 ringgit dan 10 ringgit sejumlah 22.000 ringgit atau sekitar Rp 66 juta.

Zheng mengaku, selama menjadi perangkai bunga, jumlah uang tersebut adalah nominal terbesar yang pernah ia terima. Lembaran-lembaran uang tersebut lalu ia buat menjadi mawar sebanyak 99 tankai.


Setiap tangkai diperkirakan akan memiliki daun yang tersusun dari dua lembar pecahan 100 ringgit. Sementara itu, kelopaknya terbuat dari selembar pecahan 10 ringgit.

Untuk menyelesaikan semua itu, Zheng mengaku membutuhkan waktu setidaknya tiga hari. Rangkaian bunga itu nanti akan berukuran sebesar ban mobil.

Anak Dibawah Umur Dijadikan PSK Oleh Sepasang Suami Istri!

Anak Dibawah Umur Dijadikan PSK Oleh Sepasang Suami Istri!

INIKECE - Setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya tempat penampungan pekerja seks komersial (PSK), Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara menangkap sepasang suami-stri yang diduga sebagai pengendali kasus prostitusi anak di bawah umur.

Pasangan itu bernama Michael (35), dan SR (33) yang berlokasi di Apartemen Gading Nias Residence, Kelapa Gading.

"Total lima tersangka, tiga orang lainnya yakni RT (30), dan ND (21)," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Budhi Herdi.

Usai penangkapan dilakukan, terdapat sembilan anak yang dipekerjakan sebagai pemandu karaoke sekaligus PSK. Ada pula empat orang dewasa yang juga dipekerjakan sebagai PSK.

Berdasarkan penyampaian dari kepolisian, pasangan itu bertugas mencari wanita di luar Jakarta yang dijadikan sebagai PSK. Adapun tiga tersangka lainnya yang juga diduga sebagai tersangka yang bertugas mengawal para PSK anak di bawah umur.

Para tersangka dijerat pasal 76F junto pasal 83 junto pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka juga dijerat pasal 2 Ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," tegas Kapolres.

Ritual Tradisi Yang Tidak Masuk Akal Yang Pernah Ada Hingga Sekarang! Setrika Payudara Salah Satunya

Ritual Tradisi Yang Tidak Masuk Akal Yang Pernah Ada Hingga Sekarang! Setrika Payudara Salah Satunya

INIKECE - Di dunia ini memiliki kota atau daerah yang selalu memiliki tradisi yang berbeda-beda. Tapi apa jadinya jika suatu daerah memiliki tradisi ritual yang sangat aneh diluar nalar kita? Ritual yang dijalani oleh setiap perempuan yang masih mempercayai trandisi ritual ini.

Dilakukan oleh perempuan baik secara terpaksa maupun tidak untuk memenuhi tujuan tertentu. Misalnya, oleh perempuan di berbagai belahan dunia yang terpaksa melalui ritual aneh, unik dan seringkali menyakitkan untuk mencapai standar kecantikan dalam masyarakat.

Beberapa contohnya meliputi ritual sepatu kecil yang sempat ada ci China, demi mendapatkan 'Lotus Feet' yang pernah dianggap menawan.

Ada juga ritual cincin leher yang digunakan oleh perempuan dari Suku Kayan, Thailand. Ritual Chapadi di Nepal yang mengasingkan perempuan setiap menstruasi, juga ada ritual makan paksa di Mauritania, Afrika, agar perempuan memiliki tubuh yang lebih gemuk.

Tak jarang, ritual-ritual ini menyebabkan luka fisik maupun rasa sakit pada para perempuan. Namun, beberapa ritual tetap dilakukan karena sudah dianggap sebagai tradisi dalam masyarakat yang bersangkutan.

1. Lotus Feet - China


Ratusan tahun lalu, pernah ada ritual yang harus dilakukan oleh para perempuan di China. Para perempuan dipaksa memakai sepatu yang berukuran sangat kecil dan berujung lancip, demi mendapatkan bentuk kaki yang diinginkan atau 'Lotus Feet'.

Dulu, jenis kaki seperti ini dianggap sebagai standar kecantikan yang didambakan di China. Ritual ini kemudian dilarang oleh Mao Zedong, pemimpin komunis China sekaligus pendiri Republik Rakyat China pada 1950, karena dirasa tidak sesuai dengan kehidupan modern di China.

Namun, beberapa perempuan yang terpaksa menjalani ritual kecantikan tersebut masih hidup dengan Lotus Feet hingga saat ini.

2. Ikipalin - Papua Barat


Para perempuan dari Suku Dani, Papua Barat, Indonesia, memiliki ritual bernama Ikipalin. Mengikuti ritual ini, mereka akan memotong bagian atas jari setiap ada orang terdekat yang meninggal. Hal ini dilakukan untuk mengusir arwah orang yang sudah meninggal, sekaligus untuk menunjukkan rasa duka karena berkabung.

Ritual bernama Ikipalin ini telah dilarang oleh pemerintah beberapa tahun yang lalu. Namun, sebagian orang diduga masih melakukan praktik tersebut hingga kini.

3. Chaupadi - Nepal


Sementara, di Nepal, ada suatu ritual yang dilakukan saat perempuan sedang mengalami menstruasi. Menurut National Geographic, perempuan dari beberapa bagian di pedalaman Nepal akan diasingkan dari rumahnya, setiap siklus menstruasi tiba.

Sebab, mereka dianggap tidak bersih, tidak boleh dipegang, bahkan bisa membawa bencana. Sebagai akibatnya, para perempuan ini pun akan tinggal di gubuk atau di tempat terpencil.

Tak jarang, perempuan menderita karena pengasingan tersebut. Misalnya, karena mengalami cuaca yang terlalu panas, keracunan asap saat musim dingin, bahkan diperkosa ketika dalam pengasingan.

4. Menyetrika Payudara - Afrika Barat


Ada satu ritual yang dilakukan oleh perempuan di Afrika Barat, yaitu 'menyentrika payudara' atau breast ironing. Menurut The Guarding, hal ini dilakukan oleh para ibu kepada anaknya, sebagai upaya untuk melindungi anak mereka dari perhatian yang tidak dinginkan, pelecehan seksual, bahkan pemerkosaan.

Menurut Quartz Africa, praktik ini dilakukan dengan menggunakan alat tertentu, untuk memijat, mengetuk, bahkan menekan dada hingga rata.

Namun, ritual ini mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Ahli kesehatan dan korban menyebutkan, ritual tersebut adalah penyiksaan terhadap anak-anak yang bisa menyebabkan luka fisik maupun psikologis. Di antaranya, dengan menyebabkan infeksi, kerusakan pada payudara, bahkan kanker payudara.


5. Cincin Leher - Thailand



Anda mungkin cukup familiar dengan ritual yang satu ini. Para perempuan Suku Kayan yang tinggal di daerah Mae Hong Son, Thailand, dikenal dengan ritual cincin leher yang mereka gunakan sejak usia dini.

Menurut laporan The Sun, para perempuan ini mulai menggunakan cincin dari bahan logam itu sejak usia lima tahun. Mereka tidak dilarang melepas cincin tersebut, namun hal ini dianggap sebagai lambang kecantikan di daerah tersebut, yaitu memiliki leher yang ramping dan panjang.

6. Piring Bibir - Ethiopia



Dalam laporan Huffpost, disebutkan bahwa para perempuan dari suku Mursi dan Surma di Ethiopia akan memasang piring kayu atau tanah liat di bibirnya. Hal ini dilakukan untuk menujukkan kecantikan dan status mereka.

Biasanya, piring ini pertama kali dipasang pada bibir perempuan setelah mereka mengalami pubertas. Caranya adalah dengan melubangi bagian dari bibir, disertai dengan pencopotan beberapa gigi bagian bawah.

Seiring dengan waktu, piring yang dimasukkan ke dalam bibir akan berukuran semakin besar, bahkan hingga lebih dari 12cm. Konon, semakin besar piringnya, semakin besar pula mahar yang didapatkan oleh perempuan pada pernikahan mereka.

7. Makan Paksa - Mauritania


Sementara itu, di Mauritania, Afrika Utara, ada ritual bernama leblouh atau gavage yang memaksa para perempuan muda untuk makan. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian para pria, karena obesitas pada perempuan dianggap menarik di daerah yang kerap dilanda kekeringan tersebut.

Berdasarkan laporan yang ada, para perempuan, bahkan yang baru berusia enam tahun akan dipaksa meminum hingga 20 liter susu, dua cangkir mentega, juga setidaknya dua kg millet (sejenis sereal) setiap liburan sekolah.

Ini dilakukan agar mereka bisa mencapai kuota 16.000 kalori per hari. Mereka akan dipaksa menghabiskan seluruh makanan dan akan mendapatkan hukuman bila gagal melakukannya.

Lagi Melakukan Hubungan Seks! Suami Mengakhiri Hidup Sang Istri, Hanya Karena Ini

Lagi Melakukan Hubungan Seks! Suami Mengakhiri Hidup Sang Istri, Hanya Karena Ini

INIKECE - Seorang wanita di Brasil dilaporkan dibunuh si suami saat berhubungan seks setelah terlihat cekcok saat melakukan hubungan seks tersebut. Diketahui dalam cekcok tersebut sang istri meminta kebada sang suami untuk dapat memiliki.

Anak kembali, ia ingin hamil anak ketiga. Kepada polisi, Marcelo Araujo mengaku sudah membunuh sang istri, Francine dos Santos, setelah mereka terlibat pertengkaran.

Dilansir Daily Mirror Rabu (5/2/2020), sumber kericuhan itu adalah tatkala wanita berusia 22 tahun itu ingin hamil anak ketiga.

Araujo mengungkapkan, sebenarnya dia sudah keberatan dengan dua anak yang dipunyai, masing-masing berusia empat dan dua tahun.

Polisi di Varzea Paulista, wilayah Sao Paulo mengatakan, Francine dibunuh dengan pisau silet saat berhubungan seks dengan Araujo.


Saat datang ke lokasi kejadian, penegak hukum melihat dia sudah dalam kesakitan setelah melukai leher dan pergelangan tangan.

Penyidik menyatakan nampaknya suami 21 tahun itu berusaha bunuh diri setelah membunuh Francine, dengan pengakuan tersebut datang enam bulan interogasi.

Kepada media Brasil G1, polisi sempat menuturkan bahwa Araujo memberikan versi yang berbeda-beda sebelum akhirnya mengaku.

Dalam keterangan detektif, awalnya pasangan itu merencanakan untuk makan malam di momen Natal pada 22 Desember lalu.

Namun, suasana kembali tegang ketika Francine memberi tahu bahwa dia ingin mempunyai anak lagi. Keduanya lalu disebut sudah berdamai.

Namun saat di kamar dan berhubungan seks, Francine yang berprofesi sebagai penata rias ditikam dengan lehernya dilukai.

Rindu Peri Tanpa Sayap, Cerita Pendek

Rindu Peri Tanpa Sayap, Cerita Pendek

INIKECE - Mataku terfokus di depan gedung bioskop yang memajang poster film terbaru berjudul Angel of Peace. Terdapat gambar peri wanita dengan mahkota di kepalanya. Rambutnya pirang terurai seperti rambuku.

Baju putih panjang snagat indah, dan ia mempunyai sayap putih di punggungnya. Sayap itu seperti penyempurna keindahannya.

"Bidadari itu cantik sekali," ucap seorang anak kecil yang tiba-tiba berargumen di sampingku.

Bidadari itu mengingatkanku pada masa laluku. Entah masa lalu yang indah atau tidak, yang pasti aku harus belajar beryukur dengan kehidupanku yang sekarang.

***

Pagi itu aku memandang jendela kamarku dengan tatapan sayu. Awan putih tebal yang ada di luar jendela bergulung-gulung diterpa angin. Birunya langit pagi membungkus awan-awan itu seperti permen kapas dalam mangkuk. Jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan, tak lagi kuhiraukan. Aku masih mengantuk dan tak bersemangat untuk bangun.

"Clara, sarapanmu sudah siap!" Suara ibu yang memanggilku dari ruang makan membuatku terpaksa untuk bangun dan bersiap-siap untuk pergi bekerja.

Setelah menyantap roti bakar dengan selai stroberi kesukaanku, aku berangkat kerja dengan berjalan kaki. Angin tidak begitu kencang pagi itu. Sepoi-sepoi meniup daun yang bergelantungan di pohon. Banyak peri bersayap hijau yang memenuhi jalan. Entah ada urusan apa, mereka sangat berisik sekali.

Rambut pirang panjangku diikat ke belakang, serupa dengan seragam cokelatku dan kontras dengan sayapku yang berwarna putih. Ya, masa laluku adalah seorang pergi. Di dunia peri dulu, aku bekerja sebagai penjaga kedamaian di kota Serte, kota peri.

Jangan berpikir bahwa aku sangat berotot untuk menjadi seorang penjaga kedamaian adalah takdirku. Bagiku, pekerjaan sebagai penjaga kedamaian di Serte adalah pekerjaan yang memakan gaji buta. Untuk apa aku dan beberapa peri bersayap putih lain menjaga kota yang sudah damai ini? 

Pernah aku berkunjung ke ujung kota, di mana terdapat tembok besar mengelilingi perbatasan kota itu. Aku terbang ke puncak tembok itu untuk melihat apa yang membuat tembok besar ini dibangun. Yang kulihat hanyalah hamparan awan kosong dan beberapa burung bangau merah muda yang tengah bertransmigrasi.

Serte tidak begitu besar, karena kami berada di atas awan yang diliputi mantra sihir. Pesawat-pesawat manusia tak bisa melihat atau menabrak kota kami karena perlindungan mantra sihir itu. Meski kota ini kota kecil, Serte adalah kota yang sangat padat. Bangunan-bangunan menjulang tinggi untuk memantau tugas para peri di dunia manusia.

Hal yang uni di Serte adalah, pekerjaan ditentukan oleh warna sayap. Mungkin yang diketahui manusia, sayap peri hanya berwarna putih dan cokelat. Tapi percayalah, sayap peri sangat berwarna-warni. Itu akan sangat membosankan mengetahui sayap seorang peri yang akan tumbuh pada usia tujuh tahun, dan di situ kita langsung tahu pekerjaan di masa depan.

Untuk yang menyukai pekerjaannya di masa depan, tentu akan bersemangat sekali menjalani hidupnya. Tapi jika menyukai pekerjaannya, seperti aku, akan berusaha bersemangat untuk menjalani hidup daripada mati karena terlalu stres.

Aku ingat sekali saat aku berusia lima tahun, aku sangat tidak sabar untuk melihat apa warna sayapku nanti. Kala itu aku sangat ingin memiliki sayap merah muda seperti ibuku, dan bisa menjadi model terkenal, karena mayoritas peri bersayap merah muda adalah peri yang cantik atau tampan.

Aku terus berdoa kepada Tuhan agar aku diberi sayap merah muda. Hingga suatu pagi di usiaku yang ketujuh tahun, aku benar-benar ingin mengecat sayapku. Beberapa helai bulu putih cerah tumbuh di punggungku. Ayah, ibu, serta kakaku sangat senang sekali kala itu, karena mereka merasa punya pelindung di keluarga.


Tapi aku menangis setiap malam karena aku sungguh tidak menginginkan sayap putih. Mungkin bagi sebagian peri berpikir, aku seharusnya bangga dengan sayap putih karena identik dengan kesucian dan tugas yang sangat amanah. Tapi bagiku tidak. Bagiku, putih adalah kekosongan.

Hingga pada suatu sore, aku benar-benar melakukan hal yang menurutku berarti dalam hidupku. Di kota Serte terdapat gedung yang sangat tinggi bernama Gedung Mertalis. Tingginya mencapai seratus lantai. Gedung ini adalah pusat dari kota Serte.

Kantor perairan, pabrik makanan, pabrik pakaian, kantor keuangan, dan semua hal tentang Serte ada di gedung ini. Dan di puncak gedung ini, lantai seratus dari Mertalis merupakan portal ajaib yang bisa membawa peri ke dunia manusia.

Peri terkadang juga berurusan dengan manusia dalam hal tertentu yang sangat rahasia. Aku bahkan tak tertarik dengan urusan itu. Yang membuatku tertarik adalah, aku ingin pergi ke dunia manusia selamanya.

Kata ayahku, yang merupakan anggota pemerintahan, jika peri datang ke dunia manusia, peri akan kehilangan sayapnya. Pikirku, itu akan bagus sekali jika aku harus merelakan sayapku pergi dan bekerja di dunia manusia tanpa pandang bulu.

Hingga akhirnya aku pergi ke puncak gedung itu tanpa sepengetahuan keluargaku. Aku menekan tombol yang akan membuka portal pembatas dunia pergi dan manusia. Saat portal itu terbuka, yang harus aku lakukan hanyalah menahan napas dan melompat dari puncak gedung itu.

Ketika portal berukuran besar itu telah terbuka di depan mataku, aku merasa gugup. Tak ada yang aneh dengan portal itu. Seperti jendela berisi gambaran bagian luar gedung ini. Aku hanya takut untuk melompat. Dan akhirnya aku menahan napas dan, hap.

Aku melompat dengan kepala dibawah. Sayapku tak bisa digerakkan untuk memperlamat gerakanku. Dan hal menarik yang pernah kusaksikan adalah, satu persatu buluku mulai rontok seperti terkikis angin. Dan semakin dekat aku dengan daratan, buluku sudah mulai habis, dan aku mendarat pelan di kota manusia dengan posisi kakiku di bawah. Aku menjadi peri tanpa sayap, atau lebih kerennya, aku sekarang adalah manusia.

Aku memakai pakaian yang sama seperti pakaian yang terakhir kali kukenakan di dunia peri tadi. Matahari sore sudah menunjukkan warna jingganya di langit New York. Aku tahu bahwa portal itu hanya mengarah ke New York. Dan di New York ada beberapa portal lagi yang bisa mengarah ke negara lain atau kembali ke Serte. Tapi aku tidak ingin kembali ke Serte.

Aku yang membawa sekantong uang Serte, atau di dunia manusia disebut dengan emas, langsung saja aku menuju ke bank terdekat kota itu dan menurkan emas itu dengan Dollar untuk menyewa apartemen.

Ternyata uang Serte laku sangat mahal di sini. Lima uang Serte yang kutukarkan bisa untuk membeli satu blok apartemen untuk tinggal di New York. Hingga akhirnya aku menabung semua uang Serte yang telah menjadi Dollar. Aku tak perlu bekerja untuk bisa hidup di kota besar ini.

Tapi setiap aku jalan-jalan di sore hari mengelilingi komplek apartemen, aku selalu menemui ornag-orang yang tubuhnya tidak sempurna. Ada yang tidak memiliki kaki, tidak memiliki lengen, ada yang berjalan memakai tongkat karena ia tak bisa melihat. Dan banyak lagi ketidaksempurnaan itu.

Aku sangat tidak tahu jika manusia ada yang tidak sempurna. Aku kira manusia sama seperti peri hanya saja tanpa sayap. Tapi ternyata mereka memiliki kekurangan-kekurangan yang tak dipunyai peri. Aku jadi merasa malu dengan diriku sendiri. Aku yang sempurna dengan sayap putih, masih merasa hidupku adalah hidup paling tak sempurna. Kini, setelah tahu kehidupan manusia dengan segala kekurangannya, aku menjadi menyesal karena tidak bersyukur. Harusnya aku berpikir panjang.

Hingga akhirnya aku berhenti di depan gedung bioskop yang memajang poster film terbaru berjudul Angel of Peace. Terdapat gambar peri wanita dengan mahkota di kepalanya. Rambutnya pirang terurai seperti rambuku. Bajunya putih panjang sangat indah, dan ia mempunyai sayap putih, seperti sayapku dulu.

Aku rindu dengan sayapku. Aku bahkan rindu dengan pekerjaan yang kusia-siakan dulu. New York tidak seaman Serte. Banyak kejahatan di sini. Yang bisa kulakukan adalah, aku tidak boleh menjadi pengecut dan harus belajar untuk bersyukur.

Tentang Penulis
Annisa Nurul Aini, gadis kelahiran Nganjuk, 4 November 1996 ini tengah menggeluti hobi menulisnya. Pernah secara tidak sengaja mendapat penghargaan dari Nickelodeon Singapura karena menulis esai mengenai Global Warming pada 2009. Selain menulis cerpen dan esai, Annisa juga suka menulis surat untuk sahabat-sahabat penanya di berbagai berlahan dunia. 

Wajib Tonton Film Terbaru! Mantan Kekasih Joker, Harley Quinn Seru Habis

Wajib Tonton Film Terbaru! Mantan Kekasih Joker, Harley Quinn Seru Habis

INIKECE - Siapa si yang tidak mengenal sosok karakter yang jahat, kejam, mulut yang terkoyak lebar? Ya, JOKER! Diketahui bahwa Joker dulu memiliki istri dan ia ditinggalkan begitu saja. Setelah itu Joker menemukan wanita lain dan menjadi kekasihnya.

Tak bertahan lama, mereka berdua sepakat untuk berpisah. Siapakah itu? Ya, Harley Quinn! Wanita yang pernah menjadi kekasih Joker dan kini menjadi sosok wanita yang jahat juga.

Masuk pada bulan Februari, Film dengan judul panjang "Birds of Prey: And the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn" ini telah diserbu bioskop Indonesia tanggal 5 Februari kemarin.

Birds of Prey jadi film pertama dalam DC Cinematic (side note: film Joker bukan bagian dari DC Cinematic) yang dapetin rating dewasa di Amerika Serikat dan Indonesia, yang pastinya bikin ekspektasi buat membawa film DC Cinematic ke arah serius dan edgy yang lebih pas dibanding Batman V. Superman.

So, apakah Birds of Prey bisa menuhin ekspektasi ini? Well, mirip kepribadian Harley Quinn sendiri, it's complicated and messy.

Complicated and Messy - Like Breakups!

Mirip serial DC Harley Quinn, Birds of Prey dimulai dengan putusnya Harley Quinn (Margot Robbie) dengan Joker (versi Jared Leto, bukan yang Joaquin Phoenis, ya!).

Walaupun kita nggak dikasih kesempatan buat melihat Mistah J secara langsung, kita bisa melihat gimana berakhirnya hubungan duo badut kriminal ini mempengaruhi emosi dan pikiran Harley Quinn.


Hingga akhirnya Harley Quinn mutusin enough is enough, dan meledakkan pabrik Ace Chemicals.


Aksi Quinn buat ngasih tahu seisi Gotham kalau dia udah move on dari Joker mirip dengan kalian yang bikin stories titik-titik buat nyeritain semua kejelekan mantan. Boro-boro solusional, yang ada malah narik perhatian yang nggak diinginkan.

Meledaknya Ace Chemicals bikin semua polisi dan kriminal di Gotham tahu bahwa Harley Quinn udah putus dari Joker. Dengan begitu aja, hilanglah semua keamanan yang selama ini Quinn punya sebagai pacar dari salah satu kriminal paling gila dan berbahaya di Gotham.

Dan sama dengan kacaunya kondisi mereka yang baru putus cinta, awal narasi dari Birds of Prey juga sama ngga keruannya. Alur cerita yang maju mundur dengan cepat buat ngenalin para karakter merusak momentum film ini berkali-kali dan bikin filmnya terkesan bertele-tele.

In Quinn's defense, kekacauan ini bisa aja dikatikan dengan karakternya yang, well, gila. Walaupun begitu, kekacauan awal narasi Birds of Prey masih cukup menghibur berkat narasi Harley Quinn yang penuh humor dan sarkasme.

Who Run The World? Girls!


Girl power jadi salah satu tema utama dari Birds of Prey. Huntress (Mary Elizabeth Winstead), Black Canary (Jurnee Smollett-Bell), Detektif Renee Montoya (Rosie Perez) dan tukang copet Cassandra Cain (Ella Jay Basco) adalah para wanita yang kisahnya saling terikat dengan emansipasi Harley Quinn.

Karakter-karakter ini juga melalui proses emansipasi masing-masing buat terbebas dari dunia yang selama ini didominasi oleh pria.

Tapi hal ini nggak lantas berarti karakter pria dalam film ini one-dimensional. Duo tokoh antagonis Roman Sionis / Black Mask (Ewn McGregor) dan Victor Zsasz (Chris Messina) yang berambisi menguasai Gotham punya kompleksitas tersendiri di balik sikap sadis dan jahat mereka.


Hal yang sama juga berlaku buat sisi produksi. Birds of Prey jadi film blockbuster pertama sutradara Cathy Yen yang sebelumnya hanya punya pengalaman menyutradarai film-film pendek. Buat hardcore fans DC Cinematics, ketidakambiusan Birds of Prey jadi salah satu kelemahan terbesar film ini.

Hail to The Quinn, Baby

Buat fans DC Cinematic yang sebelumnya dikecewain Suicide Squad, jangan khawatir. Birds of Prey sukses membuktikan bahwa Harley Quinn adalah karakter yang seru kalau dapat sokongan cerita dan penyutradaan yang bagus.


Birds of Prey juga berhasil menghindar dari kesalahan-kesalahan Suicide Squad. Spotlight buat para karakter utama dibagi seimbang, dengan Harley Quinn sebagai pusat cerita dan bintang utama. Balance ini dipadukan dengan koreagrafi dan editing action sequence yang layak dapat acungan dua jempol buat para stuntman dan stuntwoman yang terlibat.

Tiap karakter utama punya gaya berantem mereka sendiri, dan tiap pukulan dan tendangan terasa nyata sakitnya sampai ke tulang-tulang.

Birds of Prey: and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn meneruskan momentum yang dibangun Shazam! setelah hengkangnya Zack Snyder sebagai otak DC Cinematics lewat keseruan dari awal sampai akhir dan feel dewasa-nya, untuk ukuran film superhero. Dan mungkin selama ini yang dibutuhkan DC Cinematics adalah mengubah The Clown Princess of Crime menjadi seorang ratu yang memimpin film-film dewasa DC Cinematics.

Part 15! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Ika

Part 15! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Ika

INIKECE - Keringat mengucur dari kening Kim. Ia tidak pernah merasa sesakit ini. Paku yang dicabut paksa oleh Wisnu seperti mencerabut semua urat-urat nadinya, sangat perih dan sangat sakit.

Wisny mengikat betis Kim dengan perban. Sesekali Kim meringis kesakitan. Namun, kali ini ia menangis. Wisny mengangkat tubuh Kim. dengan tertatih-tatih, Kim memaksakan kakinya untuk melangkah.

Sementara di belakang mereka, Jumadi semakin dekat. Ia membawa obor. Wisnu terus menyemangati Kim agar terus berjalan. Dari kejauhan, sudah terliaht caya obor Jumadi semakin dekat. Lelaki itu berteriak, mengancam akan membunuh mereka.

Kim menghentikan langkahnya. "Lu lari duluan! Gua mau mengalihkan perhatiannya biar lu bisa kabur," kata Kim. Ia menyeka air matanya.

"Lu ngomong apa sih? Enggak bisa, Kim. Kita harus ke luar dari hutan ini bareng-bareng."

Kim merogoh smartphone-nya. "Gua udah enggak punya siapa-siapa lago, Nu. Ibu sama bapak gua udah meninggal. Ini pegang hp gua. Password-nya 008, ada nomor Ardiansyah. itu cowok gua. Kalau lu udah keluar dari hutan ini, tolong bilang ke dia kalau gua kangen banget. Gua pengin nyusul orang tua gua di surga."

"Nggak, Kim! Ayo cepat lari!"

"Iya, Mbak. Jangan lakuin itu!" ucap Safirah, parau.

Kim malah berbalik arah. Ia berjalan tertatih mendekati sumber cahaya obor Jumadi. Wisnu berdecak kesal sambil berteriak memanggil Kim yang terus menjauh darinya.

Dengan berat hati Wisny melangkahkan kakinya. Air matanya jatuh perlahan membasahi pipi. Ia terus mempercepat langkahnya. Semakin lama ia menggendong Safirah malah tersa semakin berat saja. Sesekali Safirah menengok ke belakang, memastikan kalau Jumadi belum muncul.


Tiba-tiba sebuah anak panah melesat dari arah belakang. Nyaris saja mengenai kepala Safirah. Anak panah itu menancap di atas tanah, disusul lima anak panah sekaligus dari belakang mereka. Empat diantaranya meleset, namun satunya lagi tepat menancap punggung Safirah. Darah mengucur dari punggungnya. Napasnya tersengal-sengal, ia sekarat.

Wisnu membaringkan wanita itu. Segera ia memeriksa denyut nadinya dari pergelangan tangan. Ia menangis. Safirah sudah tidak lagi bernyawa.

Sementara Wisny masih menangis, sebuah anak panah melsat kembali. Anak panah itu menancap di sebatang pohong. Buru-buru Wisny lari terbirit-birit. Ia tidak mungkin bisa melawan Jumadi tanpa senjata apa pun.

Sementara itu, Jumadi terlihat berlari dari belakangnya. Salah satu tangannya sambil menjinjing kepala Kim, sementara busur panah ia selempangkan.

Jumadi berhenti. Ia tancapkan obornya ke tanah dan meletakkan kepala Kim. Lelaki itu kemudian meraih busur panahnya, membidik Wisnu dari kejauhan. Dengan satu anak panah saja, Wisnu tumbang.

Anak panah itu mengenai paha kiri Wisnu. Ia kemudian merangkak sekuat tenaga utnuk terus melarikan diri. Jumadi tertawa lepas saat melihat mangsanya tumbang. Ia kembali meraih obornya lalu berlari mendekati Wisnu.

Setelah berhasil mendekati buruannya, Jumadi mengeluarkan sebilah parang yang ia ikat di pinggangnya. Wajah Wisnu berkeringat dingin. Ia ketakutan. Jumadi langsung menyebetkan parang itu ke data Wisnu. Darah mengucur hingga tubuhnya mulai melemah. Wajahnya dan bibirnya terlihat sangat pucat.

Sebuah smartphone jatuh dari dalam tas Wisnu. Smartphone itu menangkap sinyal. Pesan singkat mulai masuk bertubi-tubi. Hampir semua pesan itu dari Ika : Wanita yang tengah dekat dengannya. Tepat jam dua belas lewat satu menit, sebuah pesan baru masuk.

"Hai, Wisnu! Selamat Tahun Baru. Aku tahu kayaknya di hutan enggak ada sinyal. Tapi, aku tetap mau kirim pesan ini buat kamu. Cepat pulang ya! Aku mau ajak kamu makan Mie Ramen.

Ika'

Smartphone itu tergeletak begitu saja di atas semak-semak yang basah oleh darah. Jumadi menyeret tubuh Wisnu yang sudah tak bernyawa. Ia pulang sambil menyanyikan sebuah lagu favoritnya.

"Naik-baik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara," suaranya parau dan mengerikan.

SELESAI.

Part 14! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Lari!

Part 14! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Lari!

INIKECE - "Dia lepas! kita harus pergi sekarang!" Wisnu mulai panik.
Dengan cekatan mereka mengemas tasnya. Dua koper dan barang-barang yang tidak terlalu penting mereka tinggalkan. Sambil terus memapah Safirah, mereka berusaha berjalan sejauh mungkin dari rumah itu. Mereka mencari jalan setapak.

Cahaya senter yang mereka gunakan berayun-ayun menyinari semak-semak yang basah. Berkali-kali Kim menyorotkan cahaya senternya ke bekalang untuk memastikan kalau Jumadi tidak mengikuti mereka.

Jalan yang mereka lewati becek dan licin. Wisnu beberapa kali menahan tubuh Safirah yang sempat terpeleset. Ia benar-benar tidak menyangka kalau wanita ini masih hidup. Keadaannya sangat memprihatinkan. Tubuhnya kurus-kering, pakaiannya lusuh dan kotor, juga tubuhnya sangat lemah.

Wisnu sebenarnya penasaran dengan apa yang dia alami selama di dalam ruang bawah tanah itu. Tapi, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu. Mereka harus segera menyelamatkan diri dari teror Jumadi. Sesekali Kim melirik jam tangannya. Sebentar lagi malam tahun baru. Ia ingin segera ke luar dari hutan ini dan menemui Ika, wanita yang selama ini ia rindukan.


Selang beberapa saat, mereka akhirnya menemukan jalan setapak.

"Ke kiri atau kanan?" tanya Kim.

"Kiri, Kim," jawab Wisnu.

Dengan susah payah mereka berjalan kembali sambil terus menyorotkan sinar senter. Suara burung  hantu berkukuk dari dahan-dahan pohon, menyadari kalau ada orang asing melintas.

Mereka semakin kehabisan tenaga. Ingin rasanya beristirajat sejenak, tapi mereka takut Jumadi mengejar. Tiba-tiba langkah Safirah terhenti. Napasnya terengah-engah. Ia sudah benar-benar kehabisan tenaga untuk lari.

"Aku udah enggak sanggup jalan lagi," kata Safirah, kemudian berlutut. Napasnya turun-naik.

"Naik sini!" Wisnu membungkukkan badannya. Ia mengisyaratkan hendak menggendong wanita itu.

Perlahan Wisnu mengangkat tubuh Safirah yang terasa ringan. Ia lalu kembali melanjutkan langkahnya. Kali ini hanya Kim yang menyorotkan cahaya senter. Hutan sangat gelap, tidak ada cahaya bulan yang menyinari. Langit sempurna hitam tersaput awan mendung. Mereka takut kalau hujan turun lagi. Itu pasti akan membuat perjalanan mereka semakin berat.

Dari arah belakang suara Jumadi memanggil-manggil nama Karmila. Teriakan itu terdengar seperti amarah yang meledak-ledak. Wisnu dan Kim mempercepat langkahnya. Tapi, Kim tiba-tiba terpeleset karena menginjak akar pohon yang berlumut. Wisnu mengulurkan tangannya, membantu Kim untuk bangun.

"Kakiku," ucap Kim dengan getir.

Wisnu memeriksa kaki kanan Kim. Sebuah Paku dudur menancap di betis Kim. Itu pasti ranjau yang sengaja dibuat Jumadi di sepanjang jalan setapak. Wisnu menurunkan Safirah dari punggungnya. Ia lalu merogoh sebotol alkohol di tasnya.

Paku itu berkarat. Kim berisiko terkena infeksi dan tetanus. Dengan bergetar, Wisny menuangkan alkohol pada betis kanan Kim. Seketika Kim berteriak. Perlahan Wisnu mencabut paku itu. Kim meringis lalu menjerit kesakitan.

Part 13! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Apakah Itu Safirah

Part 13! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Apakah Itu Safirah

INIKECE - Mereka menuruni tangga itu satu per satu dengan hati-hati karena anak tangganya licin dan sudah berlumut. Sesampainya di ruangan bawah tanah, mereka terkagum-kagum dengan isi ruanganya yang lekap seperti ruang kerja.

Terdengar suara seorang wanita meminta tolong. Wisny mencari sumber suara itu, perlahan dibelakang sebuah meja terlihat seorang wanita bertubuh kurus menatap Wisnu dengan penuh harap sambil menangis tersedu-sedu.

"Safirah?" desis Wisnu.

Wanita itu mengangguk. Wisnu dan Kim tidak menyangka kalau wanita yang ia cari masih hidup.

Buru-buru Wisny menghampirinya, ia melihat kaki Safirah dirantai. Wisny berpikir sejenak, kemudian bangkit mencari sesuatu untuk menghancurkan rantai itu. Ia menggeledah penjuru ruangan dan untungnya menemukan sebuah kapak yang tergeletak di pojokkan.

"Kim, bantu Safirah bangun."

Dengan terpatah-patah Safirah bangkit dibantu oleh Kim. Wisny meminta agar kaki Safirah ditarik sampai rantai terulur semua. Lalu, Wisny mengayunkan kapaknya dengan perlahan, tiga kali ia menyentuhkan mata kapak itu ke rantai dengan perlahan agar saat dihantamkan bisa tepat sasaran. Dan, dengan sekali hantaman saja, rantai itu putus.


"Ayo kita pergi dari sini," ajak Wisnu sambil menggenggam lengan Safirah.

Tapi, saat Safirah mencoba untuk berjalan, ia seketika roboh. Kedua kakinya terlalu ringkih untuk berjalan karena sudah lama tidak digerakkan membuat Kim dan Wisnu harus memapahnya. Mereka mendongak ke atas tangga, Wisnu tidak yakin kalau Safirah mampu untuk menaiki tangga itu.

"Lu pegangin tangan Safirah, gua dari belakang nahan tubuhnya," Kim mengusulkan saran.

"Oke, pelan-pelan, ya."

Perlahan Safirah dituntun menaiki tangga, Kim terlihat sangat hati-hati menahan tubuh wanita itu. Setelah beberapa menit menaiki tangga, mereka berhasil mengeluarkan Safirah. Kim langsung meraih sebotol air dari dalam tenda dan memberikanya pada Safirah. Wanita itu minum dengan terburu-buru karena ia sangat haus.

"Jumadi?" desis Safirah dengan wajah ketakutan.

"Jumadi?" Wisnu mengerutkan kening.

"Maksud kamu penjahat itu?" Wisnu mempertajam pertanyaannya.

Safirah mengangguk dengan wajah ketakutan.

Wisnu dan Kim tersenyum, mereka menuntun Safirah ke halaman belakang rumah untuk menunjukkan kalau Jumadi sudah diikat dengan kuat.

"Kamu jangan khawatir, kami sudah mengi..."

Saat senternya diarahkan ke batang pohon pinus, Wisny terkejut bukan main melihat kenyataan kalau Jumadi lepas dari ikatannya.

Part 12! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Suara Perempuan

Part 12! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Suara Perempuan

INIKECE - Kim, seorang perempuan yang feminim juga penyuka drama Korea, tidak menyangka akan terlibat dalam kejadian yang tidak pernah terpikirkan dalam hidupnya. Begitu pun dengan Wisny, seorang fresh graduate yang ingin segera mendapat pekerjaan, malah terjerumus dalam kasus yang rumit seperti ini. Rasanya mereka ingin segera pulang dan melupakan semua kejadian hari ini.

Setelah beres mengikat Jumadi, mereka kembali ke tenda. Kim memasak mi instan menggunakan kompor portable yang ia bawa. Mereka makan di dalam tenda dengan lahap karena seharian belum makan apa pun.

"Kim thanks banget atas kerja samanya."

"Gua yang harus terima kasih sama lu. Kalau bukan karena ide lu, mungkin gua juga udah mati." Kim kembali memakan sulur-sulur minya.

"Abis ini kita resign aja Kim."

"Iya, bener. Mendingan gua cari kerja yang lain daripada kayak gini."

"Oya, lu jangan khawatir. Nanti gua yang bikin keterangan di polisi tentang apa yang kita alami di hutan."

"Oh, ya. Thanks, Wisnu."


Kim mengembuskan napas berat. Ia menaruh mangkuk minya, "Kok gua tiba-tiba kangen banget sama cowok gua, ya?"

"Oya, lu udah punya cewek?" tanya Kim.

"Gebetan, tapi gua nyaman banget sama dia," Wisny menaruh mangkuk minya.

"Kayaknya gua bakal nikah sama dia abis pulang dari sini. Orangnya baik banget, Kim."

"Wih, jangan lupa undang gue yak. Temen sependeritaan elu," Kim tersenyum.

Ia mengangkat kembali mangkuk minya, "Hebat banget lu berani lamar cewek walaupun baru gebetan. Nggak kayak cowok gua, ngajakin pacaran mulu udah hampir lima tahun, nih," Kim malah curhat.

"Emangnya elu siap diajak nikah?" tanya Wisnu.

"Ya, siap nggak siap sih. Tapi, kan gua cinta sama dia."

Di tengah obrolan, tiba-tiba mereka mendengar sayup-sayup suara seorang wanita. Buru-buru mereka berhambur ke luar tenda. Kim sudah siap dengan sebuah pisau di tangan kirinya, sedangkan Wisnu meraih cangkul. Mereka berdua terdiam, mendengarkan baik-baik suara wanita itu sambil tetap waspada.

"Dari arah kamar mandi," kata Kim.

Ia mengeluarkan senternya dan berjalan perlahan di belakang Wisnu. Sesekali ia berjalan mundur untuk memastikan tidak ada serangan mendadak dari belakang.

Setelah berada di kamar mandi, Wisnu menyisir seluruh ruangan dan tiba-tiba saja kakinya menginjak sebuah papan. Ia mulai curiga lantas membuka papan itu. Benar saja, ternyata ada sebuah lubang bawah tanah dengan tangga yang menjulur ke dalam.