Batal Minta Cerai Setelah Mendengar Kata Suaminya!


Perkenalkan nama saya Sulistio Biasa di panggil Tio. Saya pria kantoran dengan pendapatan pas-pasan. Tapi saya juga bukan merupakan orang yang suka berfoya-foya, Jadi ya gaji saya dan pengeluaran saya masih seimbang dan saya masih bisa lha menabung untuk masa depan.

Cerita ini bermula dari sejak saya masih duduk di SMA(Sekolah Menengah Atas). Saya bisa di bilang salah satu murid standart, Dengan nilai Standart, Penampilan Standart dan smuanya standart. Tapi Jalur alur hidupku tak se standart itu.

Saat duduk di kelas XI SMA, Saya mulai menjalin asmara dengan PUTRI(nama samaran) yang merupakan adik kelas di sekolah yang sama. Singkat cerita aku dan putri saling menyukai dan mulai menjalin asmara secara diam-diam.

Putri merupakan salah 1 anak yang lumayan exis di sekolah kami. Dengan sifat nya yang mudah bergaul dan baik membuatnya memiliki banyak teman.

Singkat cerita lagi, Setelah tamat sekolah saya bekerja di salah 1 produsen minyak makan di indonesia. Gaji yang saya dapatkan juga lumayan cukup untuk menabung demi masa depan. Selang 3 tahun saya dan Putri pun memutuskan untuk menikah dan akhir nya di setujui oleh keluarga kami masing-masing.

Tahun Pertama menikah kami sangat bahagia, Dengan gaji saya yang pas-paskan kami memutuskan untuk mengontrak rumah di perkotaan yang dekat dengan kantor saya. Sedangkan Putri Sendiri membantu dengan jualan online tas-tas untuk wanita.

Tapi Semua tak berlansung lama,Momongan yang kami impi-impikan tak kunjung diberikan.Segala cara sudah kami coba untuk mempercepat dapatnya momongan. Putri yang biasanya selalu ceria pun sekarang bagaikan tertutup kabut hitam,mukanya selalu gelap dan jarang tersenyum.Dan sifatnya pun makin berubah tidak lagi seperti Putri yang dulu.

Sekedar info, Hasil yang kami dapatkan setelah berkonsultasi degan dokter adalah kami berdua normal dan tidak ada masalah pada keduanya. Itu lha yang membuat kami binggung apa yang harus kami lakukan sampai akhir nya smua ini terjadi.

Pada hari yang penat setelah pulang dari seharian bekerja, Saya tiba di rumah Sedikit telat dan melihat putri yang sedang duduk menonton tv tanpa menyapa saya walaupun tau saya sudah pulang. Saya pun menyapanya "put,mas pulang ni". Putri dengan cetus nya menjawab "mas dari mana saja? kenapa baru pulang sekarang? biasa nya gak pernah pulang telat, selalu on time. Apa sudah ada simpanan di luar sekarang?" Saya yang kaget mendengar itu pun langsung emosi "Ada Mesin yang rusak dan baru selesai di perbaiki jadi mas baru bisa pulang, dan apa maksud nya dengan simpanan?!" Si putri pun dengan cetus menjawab "Ya mana tau karna putri gak bisa kasih anak abang cari simpanan di luar" Dan karna saya terlalu capek saya pun diam dan tidak mengubris pernyataannya lagi.

Kesokan harinya saya pulang tepat pada waktunya tapi masih di suguhkan dengan muka asem putri. Karna tidak mau memperpanjang masalah akhirnya sayapun keluar untuk mencari angin. Kejadian ini terus berulang, Si putri selalu memberikan musa asam dan saya pun akhir nya keluar setiap malam ngopi di warung dengan teman lainnya.

Satu bulan berlangsung tanpa ada komunikasi berlebihan dari kami, akhir nya si putri tidak tahan dan meminta bercerai dengan saya.Saya yang sudah tidak kaget pun menanyakan alasan kenapa dia bisa memutuskan hal tersebut.

Putri : Mas gak usah takut, saya gak akan ganggu hubungan mas dengan calon mas yang baru.
Saya : Maksud kamu mas punya simpanan di luar? jadi kamu minta cerai begitu?
Putri : Ya kalau bukan ada simpanan apa lagi, mas setiap hari pulang kerja langsung keluar dan malam baru pulang, kemana lagi kalau bukan ke rumah simpanan.. Putri capek mas, lebih baik kita cerai saja.. putri tau putri gak bisa kasih mas momongan makanya mas pergi cari simpanan.
Saya : Oke saya hanya akan bertana beberapa pertanyaan, setelah kamu jawab dan kamu masih ingin cerai mas bakal tanda tanganin surat cerainya.
Saya : Kita menikah sudah berapa lama?
Putri : 2 Tahun!
Saya : Dalam 2 taun kamu tidak bisa memberikan saya momongan, pernahkah saya memarahi kamu? atau pernahkah saya menyalakanmu?
Putri : Mas memang tidak pernah marah tapi mas juga tidak lagi sayang sama saya! apa bedanya!
Saya : Dalam 1 bulan terakhir, apakah kamu pernah menyambut saya pulang? apakah kamu pernah bertanya saya sudah makan? apakah kamu pernah memberikan senyuman kepada saya?
Putri : terdiam*
Saya : Dalam hubungan rumah tangga bukan terdiri dari suami saja atau istri saja. Saya bekerja setiap hari dan pulang hanya untuk mendapatkan muka asem dan tidak enak dari kamu.. Apakah salah jika saya lebih memilih keluar karena merasa tidak nyaman di rumah? Saya tidak pernah mempermasalahkan momongan, tanpa momongan pun saya akan tetap mempertahankan kamu. Tapi sifat mu yang berubah yang membuat saya tidak nyaman berada di rumah. Saya laki-laki,saya lahir dari seorang perempuan dan saya tahu cara menghormati perempuan. Walau bagaimanapun perlakuanmu terhadapku tak pernah sedikitpun tersiat di benak untuk mencari simpanan di luar. Walaupun setiap hari kamu selalu menuduhku keluar untuk menemui simpanan. Apakah pantas seorang istri selalu menuduh suami nya tanpa ada bukti?
Putri : (Masih terdiam tak berani melihat saya)
Saya : Baiklah saya sudah katakan yang saya ingin katakan, besok kita ke pengadilan untuk mengurus surat cerai.
Putri : (mulai menagis dan bersujud) Putri salah mas putri minta maaf. Mulai sekarang putri gak akan seperti itu lagi mas.. maafin putri ya mas.

Setelah kejadian tersebut hubungan kami pun mulai membaik, Putri kembali ceria dan hubungan kami pun kembali romantis lagi. Dan akhirnya 6 bulan kemudian putri pun hamil anak pertama kami :D

Moral Cerita : Perceraiyan bukan terjadi hanya karna lelaki yang bersalah. Dan perceraiyan bukan lha hal anak kecil, jadi berpikir panjang lha sebelum memutuskan bercerai. Banyak wanita selalu menyalahkan suami yang selalu tidak di rumah, tanpa pernah berfikir apakah dia sudah membuat suami nya nyaman saat di rumah? apakah dia sudah memberikan senyuman pada suami nya hari ini?
Reactions:

0 comments:

Post a Comment