Kualat Tol Cipularang, Meri Berteman Dengan Kuntilanak (Part 8)

Kualat Tol Cipularang, Meri Berteman Dengan Kuntilanak (Part 8)

INIKECE - "Keserupan?" Tanyaku sambil meringis memegang kepala yang masih terasa pusing.

"Iya, nama kamu siapa, Nak?"

"Meri, Mak."

"Kamu kok bisa ada di daerah sini semalam?"

"Aku dibawa seseorang, Mak."

"Temanmu?"

"Bukan, dia kekasihku dalam mimpi. Tapi entah kenapa semalam kepalanya putus," lanjutku.

"Wah itu sih setan, Nak. Sekitaran sini banyak setannya harus hati-hati," ujarnya sambil membuang sisa sirih yang ia kunyah.

Aku mencoba untuk bangun, dia membantuku, "Hati-hati, Nak."

"Terima kasih udah selamatin saya ya, Mak."

"Iya, sama-sama, Nak."

Dia meraih segelas air. Bibirnya komat-kamit seperti sedang membaca mantra, lalu meniup air itu dan menyerahkannya padaku.

"Ini diminum. Biar dia nggak ngikutin kamu lago. Kayaknya kamu kena pelet setan Cipularang. Ada setan yang suka sama kamu."

Aku tercengang mendegar penjelasannya. Segera kuhabiskan air itu, aku tidak menyangka bisa sampai seperti ini. Setan suka padaku? Sangat mengerikan!


Setelah kejadian itu, aku memang tidak pernah lagi memimpikan Agung. Tetapi, semua belum berakhir di situ. Aku mengalami kejadian aneh lainnya, setiap tengah malam ada seorang wanita yang membangunkanku. Ia mengajakku bermain ayunan di halaman rumah.

Dia baik dan suka memainkan rambutku dengan jemarinya. Tubuhnya tinggi, mungkin dua kali lipat dari tinggi tubuhku. Cuma memang agak bau busuk, tapi entah kenapa aku nyaman-nyaman saja didekatnya.

Semakin lama dia semakin akrab denganku, kami menjadi sahabat sejati. Sekarang dia tidak hanya membangunkanku di tengah malam, bahkan dia suka mengikutiku ke kamar mandi, kantor, dan cafe.

Dia suka duduk di kursi mobilku baris ketiga. Untuk itu, aku tidak pernah menginzinkan siapa pun untuk menduduki kursi itu. Dia selalu disana. Duduk manis. Sesekali tersenyum. Ya, dia itu kuntilanak.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment