Kualat Tol Cipularang, Wanita Yang Meninggal Tak Wajar (Part 4)

Kualat Tol Cipularang, Wanita Yang Meninggal Tak Wajar (Part 4)

INIKECE - "Asep... Asep... Asep..." seseorang memanggilku. Aku sangat kenal dengan suara itu, dia tentangga kosku, Mbak Tika.

Katanya dia itu indigo, bisa melihat hantu. Aku sebenarnya tidak percaya kalau dia benar-benar indigo. Kadang memang ada saja orang yang mengaku-ngaku bisa melihat hantu agar mendapat perhatian dari orang lain.

Aku membukakan pintu kos, "Ada apa ya, Mbak?" tanyaku heran, tidak biasanya dia mengetuk pintu kosku malam-malam begini.

"Oh, ini aku punya oleh-oleh dari Malang buat kamu," dia menyerahkan sekantung plastik makanan khas Malang.

"Wah, terima kasih ya, Mbak."

Ia tersenyum sambil mengangguk. Namun, seketika raut wajahnya berkerut dan berusaha melongok ke dalam kosanku.

"Kamu abis dari mana, Sep?" Dia bertanya sambil ketakutan.

"Maksud, Mbak?"

"Oalah, Sep, itu di kamar kosmu ada anak kecil lagi lari-larian, lihat mukanya berdarah gitu," Mbak Tika semakin ketakutan dan langsung pamit.



***

Semenjak kejadian malam itu, Mbak Tika sering menceritakan kalau di kamar kosku ada anak perempuan yang umurnya kira-kira tujuh tahunan. Ada luka parah dikepalanya yang membuat darah membasahi seluruh bagian wajah. Katanya, perempuan itu membawa sebuah boneka beruang yang sudah usang. Ia bermain di dalam kamar kosku.

Beberapa hari kemudian, aku menyaksikan kejadian yang sangat diluar nalar. Malam itu, aku terbangun dari tidur. Kudengar suara pintu terkuak, itu dari pintu kosnya Mbak Tika. Kuintip dari kaca dan kulihat Mbak Tika keluar dari kamar kos dengan tatapan kosong, ia naik ke atas balkon dan menjatuhkan diri begitu saja.

Kamar kosku ada di lantai empat, dari ketinggian itu Mbak Tika tewas. Ganjil! Kenapa hal ini terjadi, apakah ini masih ada kaitannya dengan Tol Cipularang? Tapi kenapa Mbak Tika yang jadi korban?

Setelah kematian Mbak Tika yang tak wajar, aku makin sering terbangun di tengah malam. Entahlah, seperti ada yang menggelitiki telapak kakiku. Bukan hanya itu saja, aku juga sering mendengar suara langkah kaki yang berlarian ke sana kemarin di dalam kamar kosku.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment