Terjadi Kembali! Telah Dinyatakan Positif Virus Corona Pasutri Di Bogor Berjalan Mengelilingi Kawasan Perumahan

INIKECE - Perumahan di Bogor Kemang Residence (BKR) di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, cemas. Kecemasan itu melanda mereka karena ada pasangan suami-istri (pasutri) diperumahan dinyatakan positif Covid-19.

Berdurasi 2 Menit 42 Detik, Wanita Yang Viral Karena Keluyuran Di Tebet Ternyata Positif Virus Corona

INIKECE - Tidak suka ditegur oleh petugas, padahal telah dinyatakan positif Virus Corona. Wanita ini menjadi viral karena terus keyuluran dengan kondisinya saat ini. Wanita ini terus berjalan di daerah Kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Penemuan Langka! Petai Raksasa Ditemukan Warga Di Banjarnegara

INIKECE - Beredar di sosial media, dan menjadi ramaian dibuat oleh para netizen. Penemuan petai yang berukuran raksasa di Kabupaten Banjarnegara ini membuat semua orang heboh karena biasanya petai hanya berukuran standar saja.

Trending Topic! Perkataan Dari Presiden Ghana Tentang Lockdown Karena Corona Tuai Pujian

INIKECE - Mendadak menjadi trending dan viral di Indonesia, ucapakan Presiden Ghana yang banyak menuai pujian saat ia mengumumkan status lockdown di negaranya, karena perkataannya tentang virus Corona tersebut. .

Kisah Panglima Cantik Yang Katanya Dapat Membuat Orang Kaya, Fakta Atau Mitos Nyi Blorong?

INIKECE - Diyakini dapat membuat seseorang menjadi kaya raya. Sosok Nyi Blorong dan jauh berbeda dengan Nyi Roro Kidul yang diyakini sama-sama menguasai Laut Pantai Selatan. Meski demikian, banyak yang menyakini kalau derajat Nyi Roro Kidul berada di atas Nyi Blorong.

Baru 3 Jam Dilahirkan Dan Pergi! Ibunya Trauma Sampai Sekarang

Baru 3 Jam Dilahirkan Dan Pergi! Ibunya Trauma Sampai Sekarang

INIKECE - Duka membekas di hati seorang ibu. Sebelum ia terlahir di dunia ini 3 jam dan pergi. Cerita sedih sepasang suami istri ini berawal dari saat ia (Endy) dan istrinya (Israni Silvia) mengalami musibah dimana mereka tertimpa cabang pohon Sonokeling di sekitar daerah Wates, Sleman, Yogyakarta.

Pada saat kejadian itu terjadi, sang istri telah mengandung anak 8 bulan. Hal ini lah yang membuat Endy Yogananta dan Istrinya Israni Silvia harus dilarikan ke rumah sakit.


Israni Silvia pun harus dirawat secara intensif di rumah sakit di Yogyakarta. Kata dokter, Israni Silvia belum bisa berdiri dan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk terapi penyembuhan.


"Rabu, 5 Februari 2020 anakku meninggal setelah sempat berada di dunia selama tiga jam usai dilahirkan melalui operasi cesar. Sungguh berat cobaan ini," ungkap Endy Yogananta.


Endy berusaha selalu berada di samping sang istri. "Aku hanya jauh dari sisinya ketika kemarin memakamkan putraku. Tak tega rasanya, melihat dia terbangun di tengah malam dan menangis karena mimpi tertimpa pohon. Dia masih sulit melupakan musibah hari itu, masih berat menyerahkan semua pada Yang Maha Kuasa," kata Endy.


Beban keluarga Endy begitu berat, kehilangan anak dan kondisi sang istri yang masih mengalami trauma dan harus menjalani perawatan dan pengobatan. Belum lagi biaya pengobatan sang istri tak sedikit.

Dokter yang merawat istri Endy mengatakan bahwa untuk operasi dibutuhkan biaya ratusan juta. Belum lagi untuk menyembuhkan trauma karena kehilangan anak.

Endy bimbang karena tak memiliki cukup uang untuk membiayai pengobatan lanjutan istrinya. Endy sudah menguras tabungannya untuk membayar biaya pengobatan sang istri. Itu pun masih dibantu oleh keluarga besarnya.

Endy berharap Israni Silvia bisa sembuh dan kembali sehat. "Aku tak mau kehilangan istriku. Apabila dia sudah sehat, aku ingin mengajaknya berserah diri kepada Tuhan dengan ziarah ke tanah suci. Tentu ini semua bisa dilakukan setelah dia dioperasi setelah diterapi oleh dokter. Aku mohon doa dan bantuan semua," ungkap Endy.

Endy dan istri membutuhkan uluran tangan dari kita semua. Kita dapat ringankan cobaan yang dialami keluarga Endy dengan klik donasi melalui BenihBaik.com dan bagikan cerita ini kepada teman lainnya.

Musim Panas 2019!

Musim Panas 2019!

INIKECE - Aku tidak tahu bagaimana aku harus membalas pesanmu ketika kamu memberitahuku bahwa kamu akan berangkat ke Paris dalam 20 hari untuk melanjutkan kuliahmu. Aku tidak tahu bagaimana aku harus bereaksi, apakah aku harus senang atau sedih.

Tapi, satu hal yang aku tahu pasti bahwa aku tidak menyesal menghabiskan waktu liburan musim panasku di Indonesia bersamamu.

Sejujurnya, aku awalnya tidak ingin menghabiskan liburan musim panasku di Indonesia. Aku hanya ingin tetap di Amerika dan menikmatinya bersama teman-temanku, tapi apa boleh buat. Papa mama ingin aku pulang.

Sesaat aku tiba di Indonesia, aku hanya memikirkan bagaimana cara mengajakmu untuk ikut dalam komunitasku di mana biasanya teman-temanku dan aku bertemu satu minggu sekali dan kita bersenang-senang bersama.

Saat kamu menerima ajakanku untuk ikut pergi ke komunitasku, aku sangat senang dan aku masih ingat betul bagaimana perasaanku saat itu sampai hari ini. Tapi, waktu berlalu dan sangat tidak terasa sudah lebih dua bulan berlalu. Saat ini aku baru percaya dengan hukum relativitas waktu Albert Einstein yang berkata ketika kamu menghabiskan waktu dengan pacarmu selama sejam maka hanya terasa seperti beberapa detik.

Aku tahu kamu memang bukan pacarku, tapi aku menyukaimu karena sikapmu yang ceria dan apa adanya. Saat ini yang aku pikirkan hanya hadiah perpisahan apa yang bisa kuberikan kepadamu. Aku sudah memandangi laptopku lebih dari 2 jam untuk menulis surat ini untukmu, karena sangat banyak sekali sekali yang ingin kukatakan tapi tidak tahu bagaimana mengungkapkannya.

Aku tahu kalian semua penasaran bagaimana aku bertemu dengannya, bukan? Aku bertemu dia pertama kali ketika melihatnya menari di sebuah acara. Saat itu aku belum berangkat ke Amerika untuk kuliah. Dan, di otakku hanya WAWW!! Saat itu juga, aku tidak peduli apa pun, aku hanya ingin berkenalan. Titik, itu saja.


Sejujurnya, aku sedih karena tidak tahu apakah aku akan bisa mengantarmu ke bandara karena di hari yang sama aku harus datang ke acara keluarga. Aku juga tidak tahu apakah surat ini bisa menjadi hadiah yang coock untuk perpisahan ini, tapi aku pikir surat ini bisa setidaknya bisa menjadi kenangan yang indah.

Teruntuk kamu,

Rasanya ingin kutuliskan semua 1001 harapanku untukmu, tapi aku akan kehabisan waktu dan jika aku punya cukup waktu untuk menuliskannya semua ini maka aku akan kehabisan kata-kata. Yang pasti aku ingin kamu tahu bahwa aku berharap bisa mengenalmu lebih lama dan mengetahui siapa dirimu lebih dalam.

Aku bangga denganmu karena kamu seorang yang hebat. Aku ingin kamu melanjutkan hidupmu yang luar biasa, gunakan kesempatan biasiswamu sebaik mungkin dan bikin bangga Indonesia. Aku yakin suatu saat aku akan melihatmu menjadi orang yang sangat sukses dan aku cukup bahagia menjadi bagian cerita suksesmu.

Aku tidak tahu apakah aku bisa bertemu denganmu lagi karena jujur aku tidak tahu apa kita akan bertemu lagi di musim panas tahun depan. Jika memang bertemu, aku tidak tahu akan bagaimana perasaanku kepadamu karena banyak hal bisa terjadi dalam 12 bulan. Aku tidak tahu denganmu, tapi aku sangat berterima kasih kamu sudah membuat liburanku terasa begitu cepat dan aku sangat senang bisa menikmatinya denganmu.

Lakukanlah hal-hal yang paling kamu suka, tidak penting apa kata orang karena bahagiamu itu hakmu. Aku suka melihatmu menari karena senyumanmu paling manis saat kamu menari, jadi aku berharap kamu tidak akan pernah berhenti menari meskipun mungkin itu ke depannya bukan menjadi profesimu.

Aku mungkin bukan teman terdekatmu atau apa pun itu, tapi mengenalmu selama 2 bulan cukup membuatku mengerti bahwa bahagia itu pilihan dan menjadi apa adanya adalah hal yang keren. Aku suka ketika aku bisa melihatmu tertawa akan hal-hal yang kecil yang mungkin orang lain tidak bisa mensyukurinya sepertimu. Aku suka dengan aura positifmu yang bisa membuat orang lain terbawa emosi gembiramu sehingga seakan-akan kita seperti habis memenangkan lomba yang paling bergengsi. Aku bersyukur bisa mengenalmu karena di pikiranmu pertemanan itu semua tentang berbagai sukacita, tawa, dan canda.

Jika aku bisa, aku cuma ingin menghabiskan hari-hariku denganmu meskipun aku tahu itu adalah hal yang mustahil. Aku sampaikan ini karena aku hanya ingin kamu tahu, bahwa kamu seorang yang luar biasa yang bisa menyihir 24 jam bersamamu serasa 24 detik. Teruslah menjadi penyihir yang hebat sehingga setiap orang yang ada di dekatmu selalu bisa merasakan kehangantan yang sekarang aku rasakan.

Aku berharap suatu hari nanti bisa bertemu denganmu dan akan aku ceritakan semua cerita-ceritaku dan kamu ceritakan semua cerita-cerita hebatmu.

Dari - G

Episode 8! Sinopsis Film Itaewon Class, Bagaimana Nasib Danbam?

Episode 8! Sinopsis Film Itaewon Class, Bagaimana Nasib Danbam?

INIKECE - Sae Ro-Yi akhirnya mengetahui bahwa pemilik gedung baru dari Kedai Danbam adalah Presdir Jang Dae Hee. Ia menganggap bahwa itu invetasi yang menarik. Presdir Jang lalu meminta Sae Ro-Yi untuk pergi ke Jangga besok.

Mengetahui bahwa Jangga membeli tempat itu, Yi Seo marah. Di menanyakan mengapa Soo Ah bisa bermuka tebal meminta es di sana. Dia juga tak mengerti mengapa Geun Soo juga bekerja di sana. Sae Ro-Yi kemudian berteriak memarahinya agar diam.

Yi Seo lalu mengambil es yang diminta Soo Ah dan membuangnya di luar. Ia terlihat sangat kesal, lalu memilih pergi. Soo Ah menyebut abhwa ternyata Sae Ro-Yi dan Yi Seo punya ikatan emosional yang kuat.


Di Kedai Jangga, Geun Won menemui Soo Ah. Ia mengajaknya untuk menonton acara musikal. Soo Ah menanyakan apakah Geun Won menyukainya. Geun Won mengiyakan, namun Soo Ah menjawab bahwa ia membencinya. Soo Ah menjelaskan bahwa ia membencinya karena Pak Park yang telah tewas karean ditabrak. Ia menyebut Pak Park sudah seperti seorang ayah baginya.

Sae Ro-Yi akhirnya datang ke kantor Jangga. Ia menemui Presdir Jang Dae Hee. Mereka lalu berdebat soal sewa gedung. Presdir Jang kemudian menanyakan mengapa anaknya Geun Soo bekerja di tempatnya. Dia meminta agar anaknya tak diperkerjakan lagi. Sae Ro-Yi membalas bahwa itu semua keinginan Geun Soo sendiri.


Presdir Jang mengancamnya. Jika Sae Ro-Yi tetap membuka kedainya lagi, maka ia akan membeli semua gedung yang ia gunakan. Sae Ro-Yi bertnaya apa yang ia inginkan. Presdir Jang mengatakan bahwa Sae Ro-Yi harus berlutut dan meminta maaf. Sae Ro-Yi rupanya tak takut dengan ancaman itu karena yang seharusnya meminta maaf adalah Presdir Jang.

Sae Ro-Yi kemudian keluar ruangan dan bertemu dengan Soo Ah. Ia mengatakan bahwa kedainya harus pindah.

Ho Jin bertemu dengan Direktur Kang dan membicarakan soal gedung yang dibeli Presdir Jang. Direktur Kang menyarankan agar mereka fokus pada bisnis dengannya saja.


Di Kedai Jangga, Yi Seo akhirnya kembali setelah kemarin pergi. Sae Ro-Yi kemudian mengajak mereka makan bersama. Malam itu mereka makan malam bersama. Seung Kwon kemudian meminta agar mereka pergi ke club setelah makan. Sae Ro-Yi lalu bertanya apakah pergi ke club adalah sesuatu yang menyenangkan karena ia belum pernah pergi ke club sebelumnya.


Mereka semua pergi menuju ke club. Namun Sae Ro-Yi mengajak Geun Soo bicara empat mata terlebih dahulu karena ia terlihat lesu. Geun Soo mengatakan ia telah mendengar apa yang keluarganya lakukan pada Sae Ro-Yi. Namun kata Sae Ro-Yi itu tak ada hubungannya dengan Geun Soo. Geun Soo lalu membungkuk meminta maaf atas perlakukan keluarganya.


Sesampainya di club, rupanya penjaga tak membiarkan Tony masuk. Ia mengatakan bahwa orang Afrika dan Timur Tengah tak boleh masuk ke club tersebut. Yi Seo akhirnya meminta teman-temannya pergi ke club lain saja, namun Tony tak terima karena ia merasa bahwa dirinya adalah orang Korea dan ayahnya juga orang Korea.


Yi Seo mengatakan bahwa ia tak terlihat seperti orang Korea karena kulitnya hitam. Mendengar itu Tony tersinggung dan pergi. Sae Ro-Yi datang dan memarahi Yi Seo, namun pekerja lainnya mencoba meredam pertengkaran mereka.

Keesokan harinya, Sae Ro-Yi menemui Ho Jin. Ho Jin lalu menyarankan Sae Ro-Yi agar berinvestasi saja daripada membuka kedai lagi. Sae Ro-Yi mengatakan ada satu cara lagi dan ia ingin bertemu dengan Direktur Kang.

Di Danbam, Geun Soo mengajak Yi Seo berbicara di atap. Dia menyebutkan bahwa lebih baik Danbam tetap membuka kedai di gedung yang mereka tempati sekarang. Ia berkata akan ia berhenti bekerja di Danbam dan meminta ayahnya agar tak mengganggu Sae Ro-Yi. Yi Seo rupanya senang dan rencana tersebut. Ia akan sangat berterima kasih jika Geun Soo melakukannya.


Di suatu tempat, Sae Ro-Yi bertemu dengan Direktur Kang. Ia memberitahukan rencananya, yaitu menarik saham Jangga senilai 1 miliar won yang ia punya. Sae Ro-Yi menjelaskan bahwa kedai itu juga menyangkut orang-orang yang bekerja di sana.

Malam harinya di Danbam, Geun Soo pada Sae Ro-Yi. Ia mengungkapkan bahwa ingin berhenti bekerja di sana, namun Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia menyukainya dan menganggapnya sebagai saudara sendiri. Yi Seo menjelaskan bahwa Geun Soo nantinya akan meminta pada ayahnya agar tak mengganggu mereka berjualan.


Mendengar perkataan Yi Seo, Sae Ro-Yi pun marah. Ia mencopot emblem manajer dari dada Yi Seo. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa Yi Seo tak berhak menjadi manajer di sana.

Yi Seo lalu berteriak mengatakan sampai kapan Sae Ro-Yi memutuskan segala sesuatu atas dasar simpati, sampai kapan ia rugi ratusan juta. Sae Ro-Yi kembali marah mendengarnya.

Yi Seo lalu mengatakan ia mempertaruhkan hidupnya untuk Sae Ro-Yi dan ia masih manajer Danbam. Ia meminta solusi realistis dari masalah ini. Sae Ro-Yi kemudian menjawab bahwa ia ingin membeli gedung sebagai solusinya.


Soo Ah lalu mengajak Yi Seo untuk berbicara. Ia mengatakan ingin membantunya soal Sae Ro-Yi. Soo Ah tahu Yi Seo bekerja di sana karena menyukai bos-nya. Ia mengatakan Sae Ro-Yi tak akan berubah, jadi jangan menyuruhnya untuk berubah.

Yi Seo harus berada di sampingnya dan memahaminya. Soo Ah mengatakan itu karena ia sendiri tak bisa berada di pihak Sae Ro-Yi.

Yi Seo menanyakan mengapa Soo Ah memberi tahu semua itu padanya. Soo Ah mengatakan bahwa ia belum menyerah dan Sae Ro-Yi menyukainya. Ia lalu menyemangati Yi Seo.


Yi Seo lalu pergi menemui Geun Soo dan meminta maaf padanya. Geun Soo mengatakan bahwa ia tak marah karena sudah tahu dari dulu Yi Seo kejam dan egois. Geun Soo mengatakan ia menyukai Yi Seo yang seperti itu. Yi Seo kembali menegaskan bahwa ia sangat mencintai Sae Ro-Yi, jadi Geun Soo tak boleh mengganggu.


Kembali ke Kedai Danbam, Tony akhirnya datang. Ia protes pada Yi Seo yang menuliskan soal rasisme di media sosial namun tetap menyebutnya orang Afrika. Tony kembali mengatakan bahwa ia adalah orang Korea. Yi Seo akhirnya ingin membantu Tony agar bisa bertemu dengan ayahnya yang katanya orang Korea. Setelah itu Sae Ro-Yi kemudian memasangkan kembali emblem manajer di dada Yi Seo.


Kedai Danbam akhirnya pindah ke gedung baru yang telah dibeli oleh Sae Ro-Yi. Para pekerja sibuk melakukan dekorasi dan promosi. Seorang nenek yang berjalan ke dekat sana kemudian bertanya pada Sae Ro-Yi mengapa membuka bisnis di sana, karena usaha di lokasi itu selalu gagal.

Sae Ro-Yi kembali bertemu dengan Direktur Kang. Direktur Kang membicarakan soal balas dendam pada Presdir Jang dan Jang Geun Won. Sae Ro-Yi lalu mengatakan bahwa yang ia inginkan adalah kebebasan. Ia ingin tak ada yang berani mengganggu dirinya dan orang-orangnya. Direktur Kang lalu menyebutnya sebagai seorang idealis, namun ia juga ingin mendapatkan kebebasan itu bersamanya.

Soo Ah lalu bertemu dengan Sae Ro-Yi. Ia mengatakan iri karena Sae Ro-Yi sangat menyayangi pekerjanya. Ia juga menyinggung soal Yi Seo yang dibutuhkan oleh Sae Ro-Yi.


Di kantor Jangga, Presdir Jang menyambut seorang tamu yang datang. Geun Won tampak terkejut melihatnya. Ternyata Yi Seo datang menemui mereka.

Episode 7! Sinopsis Film Itaewon Class, Rencana Sae Ro-Yi

Episode 7! Sinopsis Film Itaewon Class, Rencana Sae Ro-Yi

INIKECE - Jang Dae Hee, Geun Won, dan Soo Ah akhirnya duduk di meja pelanggan. Yi Seo mendatangi mereka lalu menanyakan pesanan mereka. Jang Dae Hee memesan makanan andalan di sana serta soju.

Di dalam, Sae Ro-Yi memberi para pekerjanya arahan dan meminta agar tak melakukan kesalahan apa pun hari ini.

Geun Soo lalu membawakan masakan untuk para tamu. Ayahnya mengatakan bahwa restoran ini bukan tempatnya. Ia lalu bertanya balik, di mana seharusnya tempatnya, apakah di Jangga? Jang Dae Hee mengatakan ia ke sana ingin makan, jadi akan membahasnya nanti.


Sae Ro-Yi membawakan masakan, dan Jang Dae Hee lalu bertanya padanya soal pembelian saham perusahaannya saat harga saham Jangga terpuruk. Ia menyebut uang sahamnya cukup besar, dan bertanya mengapa Sae Ro-Yi melakukannya.

Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia percaya pada Jang Dae Hee. Walaupun saat ini nama Jangga tercoreng, namun ia percaya membeli saham Jangga akan menguntungkan dalam jangka panjang.

Jang Dae Hee lalu bertanya mengapa ia kembali berinvestasi di Jangga pagi ini. Jumlahnya juga besar, yaitu 600 juta won. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa alasannya sama seperti dahulu. Jang Dae Hee menyebut dia berbohong. Sae Ro-Yi memilih pergi dan memberikan mereka menikmati makanannya.


Presdir Jang makan dengan lahap. Sae Ro-Yi kembali datang membawakan minuman. Presdir Jang kemudian mengatakan bahwa ekspektasinya besar, namun setelah mencicipi masakan di kedai itu sendiri, ia tak menganggapnya sebagai musuh. Ia meminta Sae Ro-Yi menyerah dan hidup biasa saja.

Mendengar itu, Sae Ro-Yi menjawab itu tak mungkin. Dirinya adalah orang yang keras kepala dan sembrono, dan lambat laun ia akan melampaui Presdir Jang. Saat Geun Won menyelanya, ia membalas dengan suara yang lebih keras. Geun Won pun terdiam. Presdir Jang, Geun Won, dan Soo Ah akhirnya pergi setelah berdebat dengan Sae Ro-Yi.


Di sebuah tempat, seorang pria berkacamata baru saja memberi pesan pada Sae Ro-Yi. Dulu ia merupakan teman sekolah Sae Ro-Yi yang pernah dibela saat di-bully oleh Geun Won. Ia juga sempat berkunjung saat Sae Ro-Yi dipenjara.

Saat berkunjung ke penjara, ia mengatakan bahwa bisa masuk ke jurusan Manajemen Universitas Hanguk karena bisa menahan diri. Ia berharap Sae Ro-Yi bisa melupakan masa lalu dan hidup lebih baik. Ia juga mengatakan impiannya ingin menjadi manajer investasi.


Sae Ro-Yi kemudian mengatakan bahwa impiannya adalah membuka kedai an menjatuhkan Jangga. Temannya itu mengatakan bahwa itu tak mudah. Namun mungkin bisa, jika ada manajer dana yang handal. Sae Ro-Yi menanyakan siapa nama temannya itu, ia menjawab namanya adalah Lee Ho Jin. Ia mengatakan ingin menjadi temannya.


Kembali ke masa sekarang, Sae Ro-Yi menemui Lee Ho Jin di tempatnya. Ho Jin mengatakan bahwa 1,9 miliar won di Jangga sedikit gegabah. Dulu Sae Ro-Yi tak mengerti tentang saham, tapi ia mengenal brand Jangga, jadi ia berinvestasi dengan uang duka ayahnya dengan bantuan Ho Jin.

Sae Ro-Yi menyebut Ho Jin sebagai orang yang kuat dan gigih. Ho Jin kemudian menyinggung soal Direktur Kang Min Jung.


Mereka pernah bertemu dengan Direktur Kang yang pernah dekat dengan ayah Sae Ro-Yi. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia ingin mendukungnya. Jika ada rapat pemilik saham suatu saat nanti, ia bisa mendukungnya. Ho Jin sendiri sudah bekerja sama dengan Direktur Kang selama beberapa bulan.

Namun Direktur Kang mengatakan bahwa ia tak bisa bekerja sama dengannya. Meskipun bisnisnya bernilai ratusan juta, namun restoran Sae Ro-Yi masih kalah jauh dari Jangga. Lalu Sae Ro-Yi menanyakan bagaimana jika ia bisa mendapatkan 1 persen saham Jangga yang bernilai sekitar 2 miliar won. Direktur Kang tak percaya ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu.

Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia ingin Direktur Kang yang memimpin Jangga kelak. Ia tak ingin Geun Won yang menjadi pewarisnya. Direktur Kang masih belum yakin dengan Sae Ro-Yi, namun karena ia anak manajer Park, maka ia masih ingin berharap. Misi pertamanya yaitu membuat Presdir Jang makan di kedainya.

Misi pertama itu akhirnya berhasil terwujud. Sae Ro-Yi dan Ho Jin kembali bertemu dengan Direktur Kang. Ia akhirnya mengatakan mau bekerja sama dengan Sae Ro-Yi untuk menjatuhkan Presdir Jang dan Geun Won.


Di kediamannya, Presdir Jang bermain catur tradisional dengan Direktur Kang. Presdir Jang mengatakan ia khawatir dengan perusahaan dan tak percaya pada Geun Won. Direktur Kang menyebut jika sekarang ada tren menyerahkan pada manajemen profesional. Ia juga tak ingin perusahaan diwariskan pada Geun Won. Presdir Jang kemudian memuji Direktur Kang dan mengatakan ia titip perusahaan ke depannya.

Setelah Direktur Kang pergi, seorang bawahan masuk. Ia memberikan foto-foto yang memperlihatkan pertemuan Direktur Kang dengan Sae Ro-Yi dan Ho Jin.

Di tempat Ho Jun, Sae Ro-Yi memperhatikan berkas rasio kepemilikan saham. Ho Jin menyebut bahwa pendukung Direktur Kang masih kalah 12 persen dari pendukung Presdir Jang.

Di kantor Jangga, Presdir Jang memarahi Geun Won soal program kompetisi di televisi. Ia marah karena Geun Won menyingkirkan Danbam dari kompetisi itu seakan kedai Jangga tak lebih baik.


Tiba-tiba muncul sosok Geun Soo. Ia mengatakan dipanggil oleh Presdir Jang. Geun Won tampak tak suka lalu memukulnya. Geun Soo mengatakan akhirnya ia paham kenapa sering dipukul kakaknya. Itu karena Geun Won khawatir pada posisinya.

Geun Soo masuk ke ruangan ayahnya. Presdir Jang kemudian memberikan brosur untuk kuliah ke luar negeri. Ia memintanya bersekolah ke luar negeri sambil mengunjungi ibunya. Geun Soo lalu bertanya apa hubungan ayahnya dengan Sae Ro-Yi. Presdir Jang mengatakan tak usah khawatir karena dia bukan pihak yang jahat.

Ia mengatakan meski Geun Soo anak haram, ia tak akan membiarkannya menjadi ikan kecil. Geun Soo marah mendengarnya. Ia juga menyebut Sae Ro-Yi lebih kuat dari yang ayahnya bayangkan.


Soo Ah menaiki mobilnya. Ia kemudian berhenti dan ingin menghubungi Sae Ro-Yi, namun temannya itu berjalan di depannya Mereka lalu berjalan bersama dan mengobrol.

Soo Ah menyebut bingung harus membela siapa. Ia merasa aneh karena seperti bermuka dua. Sae Ro-Yi kemudian bercerita mengapa ia menyukai Soo Ah. Ia menyebut Soo Ah sebagai orang yang mandiri dan bisa mengurus dirinya sendiri.

Di dekat sungai, Geun Soo bertanya pada Yi Seo apakah ia menyukai Sae Ro-Yi. Yi Seo mengatakan bahwa Geun Soo menyukai dirinya dan ia tahu bahwa Geun Soo anak orang kaya, namun Geun Soo hanya seorang pecundang.


Yi Seo mengakui ia menyukai bos-nya, tapi ia mengatakan pada Geun Soo agar tidak putus asa karena perasaannya pada Sae Ro-Yi dangkal dan bisa berubah. Geun Soo masih punya kesempatan untuk mendapatkannya kalau ia berhasil menjadi pewaris Jangga. Geun Soo tertegun mendengarnya, namun Yi Seo akhirnya mengatakan bahwa ia bercanda.


Di Kedai Danbam, Sae Ro-Yi dan pekerja lainnya baru tahu bahwa Kim Tony tak bisa berbahasa Inggris. Ia hanya bisa berbahasa Prancis. Sae Ro-Yi menyuruhnya agar belajar bahasa Inggris. Sae Ro-Yi lalu pergi, dan Yi Seo juga ikut pergi mengejarnya.

Yi Seo penasaran dengan apa yang dilakukan Sae Ro-Yi. Ia ingin mendukungnya sekalipun itu hal pribadi. Sae Ro-Yi akhirnya mau mengajaknya.


Mereka berdua lalu menaiki bus menuju ke Pajin. Di dalam bus, Sae Ro-Yi bercerita tentang kehidupan masa lalunya, ayahnya, masalah dengan Presdir Jang, dan rencananya dengan Ho Jin. Yi Seo hanya terdiam mendengarkannya.

Sampai di Pajin, Sae Ro-Yi dan Yi Seo pergi ke sebuah rumah. Rumah itu milik seorang mantan detektif, Oh Byung Heon. Anak perempuannya menyambutnya, namun Oh Byung Heon tampak kurang suka melihat kedatangan mereka. Di dalam rumah mereka makan bersama.


Sae Ro-Yi kemudian mencoba berbicara dengannya. Mereka bertemu pertama kali saat mantan detektif itu menangani kasus ayahnya. Namun Detektif Oh saat itu tak bisa membelanya dan kasusnya tak terselesaikan.

Pria itu lalu berlutut untuk meminta maaf dan memohon agar Sae Ro-Yi tak datang lagi ke rumahnya. Ia juga menyebut akan membayar kompensasi meskipun jumlahnya hanya ratusan juta won. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa yang bisa ia lakukan untuknya adalah mengungkap kebenaran. Ia seharusnya menjadi ayah yang terhormat untuk anaknya.

Malam hari, cuaca sedang hujan. Yi Seo tampak sudah tertidur dan Sae Ro-Yi membawakannya selimut. Yi Seo rupanya terbangun, ia lalu membicarakan soal kasus Sae Ro-Yi dengan Geun Won dan Jangga.


Yi Seo mendekatkan kepalanya ke kaki Sae Ro-Yi. Yi Seo kemudian menyadari ada bekas luka di tangan bos-nya. Sae Ro-Yi menyebut ia mendapatkannya saat bekerja di laut. Yi Seo malah menangis karena memikirkan Sae Ro-Yi. Ia terus memegangi tangannya itu. Dalam hati, Yi Seo mengatakan bahwa ia mencintainya.

Malam itu mereka akhirnya naik bus untuk kembali pulang. Yi Seo tertidur di dalam bus. Sae Ro-Yi meletakkan kepala gadis itu di pundaknya.

Keesokan harinya, Yi Seo berangkat kerja. Ia berjalan di dekat Kedai Jangga. Ia lalu bertemu dengan Soo Ah. Soo AH menyebut akan ikut Danbam karena ingin meminta es. Yi Seo menyebutnya sebagai wanita yang tak tahu malu, namun Soo Ah tetap mengikutinya dan meminta es di Danbam.


Di dalam Kedai Danbam, Sae Ro-Yi mengungkapkan bahwa pemilik bangunan menyebut harus keluar dari sana setelah kontrak selesai. Soo Ah kemudian melihat berkas kontrak mereka dna memeriksa apa ada yang salah. Ia menyebut ada hukum perlindungan penyewa. Namun menurutnya tak baik berselisih dengan sesama pebisnis.

Sae Ro-Yi kemudian menghubungi pemilik gedung baru. Rupanya yang membali bangunan kedainya adalah Presdir Jang Dae Hee.

Episode 6! Sinopsis Film Itaewon Class, Dilema Hati, Dilema Karir

Episode 6! Sinopsis Film Itaewon Class, Dilema Hati, Dilema Karir

INIKECE - Saat Soo Ah masih kecil, ia ditinggalkan oleh ibunya di panti asuhan. Teman-temannya di sekolah kemudian mengetahuinya dan membicarakannya. Mereka kasihan melihat Soo Ah tinggal di panti asuhan dan diabaikan orang tuanya.

Soo Ah tampaknya tak suka mendengarkan teman-temannya itu membicarakan dirinya. Salah seorang teman sekolah Soo Ah lalu memberikan roti dan susu padanya. Soo Ah berpura-pura menerimanya dengan senang hati. Namun tak lama kemudian, ia membuang peralatan sekolah temannya itu ke dalam toilet.


Seoran guru memanggil Soo Ah dan menanyakan mengapa ia berbuat seperti itu padahal temannya itu terbuat baik padanya. Soo Ah tetap tak mengakui dan tak menyesali perbuatannya. Gurunya itu memperingatkan Soo Ah bahwa ia kehilangan kesempatan untuk merenungkan kesalahannya.

Kembali ke masa sekarang, Sae Ro-Yi tetap memaklumi Soo Ah. Soo Ah kemudian tampak ingin mencium Sae Ro-Yi. Yi Seo menghalangi ciuman mereka. Ia mengatakan bahwa ciuman tanpa persetujuan merupakan kekerasan.

Yi Seo kemudian ingin memanggilkan Soo Ah taksi. Namun Soo Ah mengatakan ia ingin ikut makan malam bersama dengan Sae Ro-Yi dan timnya. Yi Seo tak percaya mendengarnya karena itu makan malam untuk tim mereka. Sae Ro-Yi tampak bingung namun ia akhirnya membiarkan Soo Ah ikut makan bersama mereka.


Di sebuah tempat makan, mereka berkumpul bersama para pekerja lainnya. Soo Ah menjelaskan bahwa ia bekerja di Jangga. Ia mengatakan Geun Soo tampak familiar, seperti pernah bertemu sebelumnya.

Mereka lalu membicarakan soal reputasi rumah makan. Yi Seo menyebut Kedai Danbam mendapatkan tiga bintang. Di Itaewon sendiri ada rumah makan yang mendapatkan 5 bintang, yaitu Kedai Jangga. Yi Seo menjelaskan bahwa Jangga sangat sempurna dari berbagai aspek, namun yang terbaik adalah soal rasa. Ia mendengar pemimpinya yang membuat resepnya sendiri.

Sae Ro-Yi menyebut masakan Hyun-Yi juga enak. Yi Seo menyebut bahwa tujuan dari Danbam berbeda dari Jangga yang merupakan perusaahan franchise makanan besar. Namun Sae Ro-Yi menjawab bahwa, tujuan dia sama yaitu franchise Danbam. Meskipun sulit tapi ia percaya karena ada bantuan dari mereka semua.


Di kamar kecil, Yi Seo berbicara dengan Soo Ah. Ia mengaku bahwa dirinya sangat menyukai bos-nya yaitu Sae Ro-Yi. Selain itu Yi Seo juga bercerita bahwa ia pernah mengikuti konseling dan menyebut bahwa kemungkinan ia adalah seorang sosiopath. Soo Ah kembali mengingatkan bahwa Sae Ro-Yi menyukainya balik.

Di tempat makan mewah, Geun Won menemui putri Jea Food yang dikenalkan padanya. Ia terlihat canggung berhadapan dengan gadis itu. Seorang pelayan, membawakan makan berupa ayam panggang. Geun Won tiba-tiba teringat akan ayam hidup yang ia bunuh saat masih remaja atas perintah ayahnya. Ia lalu mengatakan tak begitu menyukai ayam.


Di kantor perusahaan Jangga, Soo Ah melihat foto keluarga dari Presdir Jang Dae Hee. Ia terlihat bersama dengan dua orang anak laki-laki. Soo Ah sadar bahwa pria muda di foto itu adalah Geun Soo, salah seorang pekerja di Danbam. Ia kemudian memberitahukan hal itu pada Jang Dae Hee. Presdir Jangga itu terkejut mengetahui bahwa anak keduanya bekerja di Danbam.


Geun Won kemudian datang, ia masuk ke dalam ruangan. Soo Ah lalu menjelaskan tentang sosok Jo Yi Seo yang membuat Kedai Danbam milik Sae Ro-Yi menjadi laris seperti saat ini. Jang Dae Hee tertarik mendengar sosok Yi Seo.

Soo Ah juga menjelaskan bahwa tujuan dari Sae Ro-Yi adalah membuat franchise Danbam. Geun Won menertawakan hal tersebut, namun Jang Dae Hee sendiri meminta Soo Ah agar tetap mengawasi Kedai Danbam.


Yi Seo pulang ke rumah setelah bekerja, rupanya sang ibu menunggunya. Sebuah koper sudah disiapkan untuknya. Ibunya marah-marah karena Yi Seo memilih bekerja di kedai bukan masuk ke universtias. Yi Seo mencoba bersikap tenang. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak hidup untuk mimpi orang lain. Ia percaya mendapatkan cinta sekaligus kesuksesan.

Di dekat jembatan, Sae Ro-Yi yang sedang jogging malam hari bertemu dengan Yi Seo. Yi Seo menceritakan soal ibunya. Sae Ro-Yi lalu menyebut jika ibunya ingin Yi Seo bekerja di perusahaan besar, makan Danbam mungkin bisa menjadi besar juga. Yi Seo tampak senang mendengar ucapan Sae Ro-Yi, ia tak menyangka mimpinya sebesar itu.


Keesokan harinya, Sae Ro-Yi dan Yi Seo mewawancarai para pelamar yang ingin bekerja di Danbam. Tiba-tiba muncul seorang wanita muda cantik. Sae Ro-Yi mengenalnya, ia pernah bekerja di Seok Cheon pub. Ia berhenti bekerja karena tidak bisa bekerja penuh dan ingin mencari kerja paruh waktu.

Yi Seo kemudian memintanya untuk menunggu hasilnya lewat pesan teks. Setelah gadis itu pergi, Yi Seo menyebut tak akan mempekerjakannya. Seung Kwon tak terima karena menurutnya gadis itu cantik.

Seorang pria berkulit hitam kemudian datang untuk melamar pekerjaan. Nama pria tersebut adalah Kim Tony, ayahnya adalah orang Korea. Yi Seo kemudian menyebut akan mempekerjakannya. Ia ingin ada orang asing di sana yang pintar berbahasa Inggris sekaligus Korea.

Di sebuah gedung apartemen, Yi Seo baru mengangkat barang untuk pindahan dibantu dengan Geun Soo. Ia mendapatkan telepon dari stasiun televisi bahwa Kedai Danbam bisa masuk ke acara televisi.


Sae Ro-Yi yang sedang bersama Soo Ah kemudian menceritakan bahwa mereka akan tampil di televisi. Soo Ah mengatakan pada Sae Ro-Yi bahwa ia akan tetap melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Ia berterima kasih pada Sae Ro-Yi atas semua yang telah ia lakukan. Tak jauh dari sana, Geun Won melihat mereka berdua dari mobil.

Geun Won kemudian makan bersama dengan ayahnya. Mereka lalu membicarakan tentang Sae Ro-Yi. Jang Dae Hee menjelaskan jika Geun Won bisa bersama dengan Soo Ah maka ia tak perlu dijodohkan.


Sae Ro-Yi datang ke stasiun televisi. Rupanya di sana juga ada Jang Geun Won, kedai Jangga ternyata akan tampil di acara itu juga. Geun Won kemudian berbicara pada Sae Ro-Yi tentang Soo Ah.


Ia menyebut Soo Ah pasti akan lebih memilih pria seperti dirinya daripada Sae Ro-Yi. Geun Won juga bilang bahwa Soo Ah mendapat masalah di tempat kerja gara-gara dekat dengan Sae Ro-Yi.

Di Kedai Danbam, Yi Seo memberitahukan bahwa acara televisi dibatalkan. Sae Ro-Yi lalu merenung tentang perkataan Geun Won tentang Soo Ah sambil minum di atas atap. Ia meminta maaf pada Yi Seo karena sudah bekerja keras untuk proyek acara televisi itu tapi dibatalkan.


Saat Sae Ro-Yi berjalan bersama dengan Yi Seo, mereka bertemu dengan Soo Ah. Sae Ro-Yi menyebutkan pada Soo Ah tak masalah cara TV-nya dibatalkan. Ia memilih segera berlalu dan berjalan dengan Yi Seo. Setelah berdua, Yi Seo baru bercerita bahwa yang melaporkan ke polisi saat itu bukanlah Soo Ah. Mendengar itu Sae Ro-Yi terkejut dan berlari ingin menemui Soo Ah.

Di halte bus, Sae Ro-Yi menemui Soo Ah. Ia bertnaya mengapa Soo Ah berbohong soal melaporkannya ke polisi saat itu. Sae Ro-Yi memegang tangan Soo Ah dan meminta maaf. Soo Ah mengatakan Sae Ro-Yi seharusnya memang tidak menyukainya. Sae Ro-Yi menyebut bahwa ia tak peguli yang dilakukan Soo Ah padanya dan jangan mengkhawatirkannya. Di dalam bus Soo Ah menangis. Ia menyebut bahwa Sae Ro-Yi bodoh.

Sae Ro-Yi lalu menelpon seseorang. Ia menanyakan tentag uang yang ia investasikan. Semua uang itu ingin ia investasikan ke perusahaan Jangga.


Di perusahaan Jangga, Jang Dae Hee yang datang bersama dengan Soo Ah dan Geun Won mendapatkan informasi penting. Salah satu investor mereka ternyata adalah Park Sae Ro-Yi. Delapan tahun yang lalu saat saham perusahaan anjlok, Sae Ro-Yi membeli saham tersebut.

Saat ini total investasinya bahkan mencapai 1,9 miliar won. Mendengar itu, Presdir Jang Dae Hee tertawa dengan keras.

Predir Jang Dae Hee, Soo Ah, dan Geun Won datang ke Kedai Danbam. Seung Kwon tak mengenal mereka dan mengira ia hanya ayah dari Geun Soo.


Jang Dae Hee kemudian berjalan ke arah Sae Ro-Yi yang juga berjalan ke arahnya. Sae Ro-Yi membungkuk dan mengucapkan selamat datang di Kedai Danbam. Presdir Jang Dae Hee menyebutkan ia ingin menemui Sae Ro-Yi. Sae Ro-Yi menjawab bahwa ia juga ingin menemuinya.

Episode 5! Sinopsis Film Itaewon Class, Penyesalan Masa Lalu

Episode 5! Sinopsis Film Itaewon Class, Penyesalan Masa Lalu

INIKECE - Jo Yi Seo menemui Sae Ro-Yi di Kedai Danbam. Ia ingin agar bisa bekerja bersamanya. Namun Sae Ro-Yi menyebut bahwa ia sudah menemukan orang lain sebagai pekerja.

Tiba-tiba muncul sosok Jang Geun Soo yang keluar dari kedai. Yi Seo kaget melihat temannya itu di sana, begitu juga Geun Soo. Sae Ro-Yi kemudian menjelaskan bahwa Geun Soo akan bekerja di sana.


11 tahun yang lalu...

Jang Geun Woon yang berseragam SMA tampak terluka karena ada yang memukulnya di sekolah. Namun di rumah ia melampiaskan kekesalannya pada adiknya, Jang Geun Soo. Geun Soo pun terluka dan berdarah di bibirnya.

Jang Dae Hee, ayah mereka kemudian melihat Geun Soo yang terluka. Pegawinya mengatakan bahwa ia berkelahi dengan Geun Won. Mendengar hal itu Jang Dae Hee memilih untuk berlalu.

Jang Geun Soo lahir akibat kecelakaan, ia merasa tak ada yang mencintainya. Sang ibu juga sibuk dengan berbelanja untuk dirinya sendiri. Setelah berusia 17 tahun, Geun Soo meminta izin untuk pergi dari rumah. Geun Soo merasa bebas karena akhirnya pergi dari rumahnya. Ia juga melakukan pekerjaan paruh waktu.

Setelah bertemu Sae Ro-Yi, Geun Soo merasa kagum padanya. Ia kemudian melamar untuk bekerja di kedainya. Sae Ro-Yi kemudian mererimanya sebagai pekerja.

Kembali ke masa sekarang, Seung Kwon dan Hyun Yi baru datang ke kedai. Mereka kaget melihat kedua orang yang telah membuat masalah di sana. Sae Ro-Yi menjelaskan bahwa. Geun Soo akan bekerja bersama mereka. Yi Seo kemudian mengatakan bahwa ia akan menjadi manajer di sana.


Di dalam kedai, Sae Ro-Yi menjelaskan bahwa kedainya tidak besar sehingga tak membutuhkan manajer. Yi Seo kemudian menunjukkan kemampuannya. Ia menjelaskan tentang bagaimana memegang masakan untuk disajikan pada tamu. Ia juga mengkritik tentang dekorasi di kedai tersebut, serta makanan di sana.

Sae Ro-Yi kembali mengatakan bahwa ia tak bisa mempekerjakannya karena akan menambah pengeluaran. Setelah Yi Seo menjelaskan mengapa ia ingin berada disana, Sae Ro-Yi akhirnya menyetujui bahwa Yi Seo menjadi manajer Danbam.

Di perusahaan Jangga, Jang Da Hee mendapatkan informasi bahwa saham dari Direktur Kang Min Jung meningkat pesat.

Kembali ke kedai Danbam. Yi Seo dan pekerja lainnya mencoba untuk memperbaiki dekorasi kedai agar terlihat lebih menarik. Yi Seo kemudian menemui Sae Ro-Yi di atap kedai. Ia terlihat sedang mendekor tempat itu. Yi Seo lalu membantunya.


Di kantor perusahaan Jangga.

Jang Dae Hee memberikan informasi seorang gadis pada Geun Won. Usianya saat ini sudah 30 tahun, jadi sang ayah mengenalkannya dengan putri pemilik Jea Foods. Geun Won mengatakan ia ingin bertemu dengan gadis secara alami.

Dae Hee memperingatkan anaknya bahwa ia tak otomatis bisa menjadi penerusnya jadi penting untuk menikah dengan putri dari Jea Foods.

Setelah Geun Won pergi, pegawai kemudian menyebutkan bahwa mungkin Geun Won menyukai Oh Soo Ah. Jang Dae Hee tampak sedikit terkejut.


Di Kedai Danbam.

Yi Seo mulia mengeluarkan kemampuannya sebagai seorang blogger dan bintang media sosial. Ia membuat postingan tentang pembukaan Kedai Danbam di blog dan media sosial. Berkat Yi Seo, kedai itu menjadi ramai dengan pengunjung. Soo Ah yang melihat dari luar tampak kaget karena kedai itu menjadi ramai.

Di Kedai Jangga, Itaewon, Jang Dae Hee makan di sana. Soo Ah juga berada di sana. Jang Dae Hee kemudian mengajak Soo Ah untuk keluar dan berbicara. Ia mengatakan mengenalkan Geun Won pada seorang gadis namun sepertinya Geun Won menyukai Soo Ah. Ia menyebut jika Soo Ah juga menyukai Geun Won maka ia tak akan menghalangi.


Saat berhenti di depan Kedai Danbam, rupanya banyak orang menunggu di sana. Jang Da Hee sadar bahwa kedai tersebut rupanya berjalan dengan baik meskipun sempat ditutup selama dua bulan.

Malam hari, Yi Seo berjalan bersama Sae Ro-Yi. Di tengah jalan mereka bertemu dengan Soo Ah. Sae Ro-Yi menanyakan mengapa sulit untuk menghubungi Soo Ah. Soo Ah kemudian memintanya untuk tidak menghubunginya.

Selesai bekerja, Geun Soo dan Yi Seo ingin pergi ke club. Rupanya Seung Kwon penasaran dan ingin pergi ke sana juga. Yi Seo kemudian menjelaskan tentang bagaimana menarik wanit di club. Yi Seo mempraktikkannya dengan Geun Soo.


Mereka bertiga akhirnya pergi ke sebuah club. Saat minum-minum, Seung Kwon kaget dengan harga minumannya. Seung Kwon lalu mencoba pergi ke lantai dansa. Ia mencoba mendekati seorang gadis berambut panjang dan menari di belakang gadis itu seperti yang di contohkan Yi Seo. Gadis itu lalu menoleh.

Rupanya gadis itu mengenal Seung Kwon. Ia mendekati Seng Kwon. Seung Kwon menyadari bahwa itu adalah teman kerjanya di Danbam, Hyun Yi, Hyun Yi lalu menjelaskan pada mereka bahwa ia adalah seorang transgender. Mereka kaget mendengarnya.

Di Kedai Danbam, para pelanggan mengeluh dengan adanya rambut di makanan mereka. Ada juga yang mengeluh soal rasa makanan. Yi Seo kemudian memarahi Hyun Yi.

Yi Seo kemudian mengeluh soal Hyun Yi yang kurang bisa memasak pada Sae Ro-Yi. Ia ingin agar Hyun Yi dipecat saja. Selain itu Yi Seo juga menyinggung soal status transgender dari Hyun Yi.


Sae Ro-Yi kemudian memanggil Hyun Yi. Ia mengeluarkan sebuah amplop, memberikannya pada Hyun Yi sebagai gajinya bulan ini. Ia menyebut jumlahnya dua kali lipat. Sae Ro-Yi menyebut jika Hyun Yi senang bekerja di sana maka ia harus bekerja dua kali lipat. Pekerja yang lainnya kaget melihatnya, rupanya Sae Ro-Yi bukannya memecatnya tapi menyuruhnya bekerja lebih keras.


Di tengah jalan, Yi Seo bertemu dengan teman-teman sekolahnya dulu. Geun Soo kemudian datang. Namun gadis itu tetap menarik lengan Yi Seo. Ia adalah gadis yang dulu melakukan perundungan dan menjadi viral karena Yi Seo merekamnya. Ia mengatakan bahwa ia yang menelpon polisi saat Yi Seo pergi ke kedai minum padahal masih di bawah umur.


Yi Seo kaget mendengarnya. Ia lalu menampak gadis itu dan seorang temannya yang ikut membela. Saat akan melawan, Yi Seo kembali menampar gadis itu berkali-kali. Rupanya dulu saat Soo Ah akan menelpon untuk melaporkan ke polisi, ia tak jadi melakukannya. Namun gadis ini yang melihat Yi Seo, lalu melaporkannya.

Di kedai Danbam, Sae Ro-Yi meminta Yi Seo untuk memberikan panduan pada Hyun Yi. Yi Seo tak mengerti soal memasak namun ia mencoba mencicipi masakan Hyun Yi dan menilainya. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya Yi Seo mengatakan masakannya enak. Hyun Yi senang mendengarnya.

Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia mempercayai Hyun Yi. Ia juga mempercayai Yi Seo. Yi Seo tampak tersipu saat dipuji dan dielus rambutnya oleh Sae Ro-Yi.

Malam itu, Soo Ah berjalan dengan mabuk. Ia mengingat tentang Sae Ro-Yi dan pilihan hidupnya. Sae Ro-Yi kemudian datang memegang lengannya.


Soo Ah mengatakan bahwa Sae Ro-Yi merupakan orang yang membuatnya terganggu. Ia menyebut bahwa Sae Ro-Yi pasti menganggapnya menjijikan dan ia kecewa pada. Sae Ro-Yi kemudian menyuruh pekerja lainnya untuk pulang. Yi Seo memilih untuk tinggal.

Soo Ah yang masih masuk kemudian menanyakan mengapa kedai Sae Ro-Yi akhirnya berjalan baik. Sae Ro-Yi menjelaskan bahwa ia sekarang memiliki manajer yang bagus. Soo Ah menyebutkan bahwa dirinya hanya peduli pada dirinya sendiri. Ia tak suka saat merasa seperti sampah di depan Sae Ro-Yi. Sae Ro-Yi menyebut bahwa Soo Ah tak melakukan kesalahan karena itu caranya bertahan hidup.


Soo Ah lalu mendekati Sae Ro-Yi. Ia terlihat ingin menciumnya. Saat bibirnya semakin mendekat, tiba-tiba ada Yi Seo yang menghalangi dengan tangannya. Yi Seo mengatakan ciuman tanpa persetujuan adalah kekerasan.