Episode 1! Sinopsis Film Itaewon Class, Flashback Ke Masa Lalu

Episode 1! Sinopsis Film Itaewon Class, Flashback Ke Masa Lalu

INIKECE - Di sebuah ruangan, seorang terapis menanyakan pada seorang wanita muda tentang apa yang ia pikirkan sebelum tidur. Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum bahwa ia ingin dunia berakhir. Wanita muda itu kemudian bercerita bahwa boss-nya (Park Sae Ro-Yi) mengatakan bahwa jika ia merasa semuanya membosankan, maka sebaiknya mati saja.

Wanita muda itu adalah Jo Yi Seo (Kim Da Mi). Ia lalu menarasikan tentang Itaewon area yang berada di Yongsan, Seoul.

15 tahun yang lalu ...


Tiga orang murid laki-laki terlihat dihukum duduk di lantai sambil membawa ember berisi air di atas kepalanya. Guru yang menghukum kemudian berceramah di depan para murid.

Salah seorang murid yang dihukum adalah Park Sae Ro-Yi. Ia tiba-tiba menyiramkan air di dalam ember tersebut ke dirinya sendiri. Sang guru semakin marah melihatnya.

Seorang murid wanita rupanya memperhatikan Park Sae Ro-Yi. Ia menyebutkan jika Sae Ro-Yi tidak memiliki teman, namun tidak terlihat kesepian. Ia kemudian sadar bahwa ia menyukainya, tapi Sae Ro-Yi akan segera pindah sekolah.


Tak mau kehilangan kesempatan, murid wanita itu kemudian memberanikan diri dengan memberikan surat dan sekotak cekolat langsung pada Park Sae Ro-Yi. Sayangnya, Sae Ro-Yi tak merespon dan meninggalkannya.


Sae Ro-Yi pergi naik bus ke kota Pajin, ia lalu berlari mengejar kereta api. Di depannya, seorang pengemis terjatuh karena terdorong seorang gadis berseragam sekolah yang tak mau memberinya uang.

Sae Ro-Yi menolong pengemis tersebut dan menegur gadis tadi. Namun gadis itu, Oh Soo Ah (Kwon Na Ra), tak mau meminta maaf.

Sae Ro-Yi kemudian mengikuti tes fisik untuk ujian masuk ke sekolah kepolisian. Meskipun kakinya cedera, namun ia tetap berlari dengan penuh semangat walau tertinggal di belakang. Para juri terlihat kagum dengan semangatnya.


Di markas Jang Ga, manajer Park Sung Yeol (Son Hyun Joo) berbincang dengan Kang Min Jung (Kim Hye Eun). Mereka mengobrol tentang anak sang manajer, yaitu Sae Ro-Yi, yang pindah ke sekolah baru di kota itu.

SMA tersebut rupanya juga tempat sekolah dari anak presiden perusahaan. Kang Min Jung juga menjelaskan bahwa perusahaan menghentikan bantuan untuk panti asuhan. Manajer Park terkejut dan kecewa mendengarnya.

Sae Ro-Yi dan ayahnya, manajer Park Sung Yeol, pergi ke panti asuhan untuk membagikan makanan ke anak-anak. Manajer Park menyapa kenalannya, seorang gadis muda bernama Soo Ah. Gadis itu yang sebelumnya bertemu dengan Sae Ro-Yi di stasiun kereta.


Soo Ah mencoba membantu Sae Ro-Yi menjemur pakaian dan mengatakan bahwa mereka akan satu sekolah. Ia bercerita bahwa sudah mengenal ayah Sae Ro-Yi selama 5 tahun. Namun Sae Ro-Yi menanggapinya dengan dingin dan menghentakkan jemuran basah ke arah Soo Ah. Soo Ah kemudian marah dan meninggalkannya.


Pagi hari, Sae Ro-Yi masuk ke sekolah barunya. Ia ternyata satu kelas dengan Soo Ah dan harus duduk di sampingnya. Tiba-tiba ada seorang murid berkacamata yang didorong sampai jatuh, murid berambut pirang kemudian mengucurkan susu ke murid berkacamata itu. Ia membully temannya dan bahkan menjambak rambutnya.

Sae Ro-Yi tak tahan melihatnya, ia ingin menolong anak tersebut. Soo Ah memperingatkannya agar tak ikut campur karena murid yang membully tersebut adalah Jang Geun Won (Ahn Bo Hyun), anak presiden perusahaan tempat ayah Sae Ro-Yi bekerja.


Sae Ro-Yi mencoba memperingatkan Jang Geun Won. Saat guru datang, rupanya ia malah tak peduli ada pembullyan tersebut dikelasnya. Merasa tak tahan Sae Ro-Yi kemudian memukul keras wajah Jang Geun Won.

Di kantor, Sae Ro-Yi mendapat hukuman, bokongnya dipukul keras dengan kayu berkali-kali. Ayah jang Geun Won, Presiden jang Dae Hee (Yoo Jae Myung) yang merupakan CEO Jang Ga masuk ke dalam ruangan bersama dengan bawahannya termasuk Manajer Park. Ia mengatakan tak ingin melibatkan polisi. Ia bisa memaafkannya dan membuatnya tidak dikeluarkan namun syaratnya Sae Ro-Yi harus meminta maaf pada anaknya.


Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia memang pantas dihukum karena memukul, namun ia merasa tidak bersalah karena saat itu Geun Won membully murid lain. Jadi ia tak mau meminta maaf dan tak masalah jika harus keluar sekolah.

Mendengar itu, Manajer Park kemudian mengatakan bahwa anaknya masih kekanakan dan belum mengerti tentang bagaimana dunia bekerja. Ia kemudian memutuskan akan berhenti bekerja di perusahaan.


Malam harinya, Sae Ro-Yi dan ayahnya pergi bersama ke sebuah rumah makan. Sae Ro-Yi menangis dan meminta maaf. Sang ayah menyakinkan Sae Ro-Yi bahwa mereka akan baik-baik saja. Ayahnya punya cukup uang untuk membangun restoran. Ayahnya juga mengungkapkan kebanggaannya bahwa Sae Ro-Yi bisa mempertahankan kebenaran yang ia percayai.


Di sekolah, Jang Geun Won memaerkan mobil barunya pada Soo Ah. Ia menawarkan untuk mengantarkannya, namun Soo Ah terlihat tak suka. Geun Won mengatakan bahwa ia akan meminta ayahnya berubah pikiran soal bantuan yang dihentikan namun Soo Ah mengatakan bahwa anak-anak pasti asuhan tidak akan kelaparan hanya karena itu.

Malam harinya, Soo Ah bekerja di sebuah toko. Ayah Sae Ro-Yi datang dan mereka berbincang. Ia mendorong Soo Ah agar bisa melanjutkan sekolah dengan kuliah di universitas.

Pagi hari, Soo Ah lupa membawa kartu tes dan ID card. Ia turun dari bus dan berlari kencang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Sae Ro-Yi yang lari untuk berolahraga. Soo Ah terus berlari agar ia tak terlambat untuk ikut interview. Sae Ro-Yi lalu terus menemaninya berlari dan mendorongnya sampai ke tempat tujuan.


Selesai interview, rupanya Sae Ro-Yi masih menunggunya di luar. Soo Ah bertanya mengapa ia menunggunya. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia ingin berteman dengan Soo Ah. Mereka berdua kemudian duduk bersama di dekat sungai dan mengobrol. Saat itu matahari sudah mulai turun.


Soo Ah memuji Sae Ro-Yi yang berani memukul Geun Won. Sebelumnya tak ada yang berani melawannya, bahkan guru sekalipun. Sae Ro-Yi terseipu mendengarnya. Ia kemudian meminta nomor telepn Soo Ah.

Sae Ro-Yi bertanya mengapa ia tak boleh menyukai Soo Ah. Soo Ah menjawab bahwa pria keras kepala sepertinya akan menyusahkan. Ia meminta Sae Ro-Yi unyuk menghapus nomor teleponnya namun malah ditinggal berlari pergi.


Sae Ro-Yi bersama ayahnya menyiapkan tempat untuk diajdikan restoran. Mereka berdua terlihat bahagia menyiapkan itu semua.

Suatu malam, sang ayah naik sepeda motor setelah membeli barang-barang yang dibutuhkan. Tiba-tiba dari belakang ada yang menabrakanya. Sepeda motornya jatuh terguling dan sang ayah terluka parak. Sayangnya nyawanya tak terselamatkan, ia tewas di tempat kejadian.


Di tempat pemakaman, Sae Ro-Yi duduk meratapi kepergian sang ayah. Ia ingat saat dikeluarkan dari sekolah, ia meminta maaf sambil menangis pada ayahnya. Namun saat itu ayah sama sekali tak menyalahkannya.

Soo Ah datang membawakan makanan untuk Sae Ro-Yi, membujuknya untuk mau makan. Dua orang polisi kemudian datang menemui Sae Ro-Yi. Polisi tersebut mengatakan seorang pria yang merupakan tersangka penabrak ayahnya menyerahkan diri dan ingin berdamai.


Sae Ro-Yi tak percaya ada yang ingin mengganti nyawa ayahnya dengan uang. Ia kemudian jatuh terduduk di lantai. Soo Ah mengatakan pada polisi jika Sae Ro-Yi belum makan dua hari dan meminta mereka datang lain kali.

Soo Ah lalu mengumpulkan bukti-bukti kecelakaan yang berserakan di lantai. Ia melihat sebuah mobil yang ia kenal di foto tempat kejadian. Mobil itu merupakan mobil milik Jang Geun Won yang bernomor polisi 7777. Soo Ah memberitahukan hal tersebut pada Sae Ro-Yi.


Mengetahui mobil Geun Won berada di tempat kejadian, Sae Ro-Yi kemudian langsung berjalan pergi, Soo Ah mencoba menahannya namun tak dihiraukan. Malam itu ia pergi ke sekolah, mencari Jang Geun tapi tak ada.

Hujna turun, Sae Ro-Yi berjalan terus di tengah malam. Ia menemukan sosok Jang Geun Won di sebuah area rumah sakit. Tangannya tampak diperban, ia ketahukan melihat Sae Ro-Yi.


Sae Ro-Yi kemudian memukulnya, Geun Won memintanya untuk tenang. Ia mencoba meminta maaf, namun Sae Ro-Yi tetap memukulnya. Sae Ro-Yi terus memukul Geun Won dan ingin Geun Won pergi meminta maaf pada ayahnya yang sudah mati.

Geun Won sudah terlihat tak berdaya dan tak bergerak setelah dipukul berkali-kali namun Sae Ro-Yi terlihat belum puas. Ia malah mengambil batu yang tergeletak di pinggir. Berteriak sambil akan melemparkan batu ke arah Geun Won. Ia berteriak ingin Geun Won mati saja.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment