Episode 3! Sinopsis Film Itaewon Class, Idealisme VS Realita

Episode 3! Sinopsis Film Itaewon Class, Idealisme VS Realita

INIKECE - Park Sae Ro-Yi membuka sebuah kedai makanan bernama Danbam. Ia baru memiliki dua orang pekerja, Choi Seung Kwon dna Ma Hyun Yi. Saat kedai tersebut akan dibuka, mereka bertiga melakukan ritual senam terlebih dahulu.

Di SMA Yongguk, seorang siswi melakukan perundungan pada siswi lainnya. Ia mendorong siswi tersebut sampai terjatuh lalu ingin menulis hal buruk di dahinya. Sorang siswi lain bernama Jo Yi Seo kemudian merekamnya. Ia lalu mengunggahnya di media sosial dan akhirnya menjadi viral.


Jo Yi Seo bukan siswi biasa, ia adalah bintang media sosial yang memiliki 760.000 pengikut. Ia siswi pindahan dari New York. Selain terkenal, ia juga jago olahraga dan pintar dalam hal pelajaran.

Ibu dari siswi yang melakukan perundungan kemudian datang menghampiri Jo Yi Seo. Ia marah-marah dan menamparnya karena video anaknya menjadi viral. Rupanya aksi tersebut direkam oleh rekannya, Jang Geun Soo.


Jo Yi Seo tak mau kalah ia merasa sama sekali tak bersalah. Ibu yang merupakan istri dari kepala distrik itu menyebutnya kurang ajar. Jo Yi Seo lalu mengatakan ia akan menyebarkan video itu saat anaknya kuliah, bekerja, menikah, bahkan sampai punya anak.

Ibu itu kembali ingin menampar Jo Yi Seo, namun tiba-tiba datang Park Sar Ro-Yi yang memegangi tangannya. Ia mengatakan tak tahu masalahnya, namun memintanya agar tenang. Namun tiba-tiba Jo Yi Seo memanfaatkan keadaan itu, ia lalu memukul pipi ibu tersenut.


Park Sae Ro-Yi mengejar Jo Yi Seo, tak percaya mengapa ia memukul orang tua. Jo Yi Seo mengatakan Sae Ro-Yi tak tahu masalahnya, lalu menjawab bahwa ibu tadi menyebabkan ayahnya meninggal.

Park Sae Ro-Yi mendengarnya dan melepaskan tangannya. Di dalam taksi, Jo Yi Seo membuka jendela, ia lalu mengatakan, "Itu bohong!" sambil tersenyum mengejek. Sampai di kedai, Park Sae Ro-Yi masih kesal karena bertemu dengan gadis yang membohonginya. Ia masih tak percaya ada gadis seperti itu.


Di perusahaan Jangga, Jang Geun Won mempresentasikan konsep baru untuk Kedai Jangga yang ada di Itaewon yaitu membuatnya menjadi tempat mencari pasangan. Saat diminta pendapat oleh Presdir Jang Dae Hee, Soo Ah mengatakan tak setuju karena bisa merusak nama baik kedai yang terkenal karena rasanya.

Soo Ah menyebut konsep itu tak coock dengan Itaewon. Direktur Kang Min Jung juga sependapat dengan Soo Ah. Jang Dae Hee juga setuju, ia tak menyukai konsep tersebut bahkan merobek-robek kertas presentasi. Ia lalu meminta agar Soo Ah yang mengelola cabang Itaewon.


Jang Geun Won mencoba berbicara dengan ayahnya, namun ia malah ditampar dengan keras. Jang Dae Hee menyebut bahwa anaknya merugi selama tiga bulan di cabang unggulan, dan ia tak berguna. Para pejabat perusahaan lainnya terlihat tak nyaman melihat hal tersebut.

Di luar ruangan, Jang Geun Won mendekati Soo Ah. Ia menyebut agar Soo Ah harusnya mendekat padanya sebagai seorang penerus Jangga. Namun Soo Ah bertanya apakah Geun Won yakin bahwa ia yang akan jadi penerus perusahaan itu.


Jang Geun Soo menaiki motor dan menemui Jo Yi Seo di sebuah jembatan. Jo Yi Seo menyebut bahwa ia hidup itu melelahkan. Ditanya apakah ia mau mati namun Yi Seo menjawab tidak. jang Geun Soo mengatakan bahwa ia akan pergi untuk bertemu dengan temannya di sebuah kelab di Itaewon. Jo Yi Seo lalu meminta untuk ikut.


Di daerah Itaewon, motor Jang Geun Soo melaju di tengah jalan kecil. Tiba-tiba ada seorang anak kecil mengejar bolanya di tengah jalan. Jang Geun Soo mengerem mendadak, membuat Jo Yi Seo terpental dari motor.


Rupanya di dekatnya ada Park Sae Ro-Yi yang sedang mengenakan kostum untuk membagikan selebaran promosi. Ia lalu berusaha menolong Jo Yi Seo, dan mereka berdua pun terjatuh.


Jang Dae Hee meminum teh bersama dengan Soo Ah. Ia lalu menyinggung soal kejadian di masa lalu saat anaknya melakukan tabrak lari sampai Manajer Park tewas. Ia juga menyebut soal Park Sae Ro-Yi yang saat ini membuka kedai Danbam di Itaewon.

Soo Ah menyebut bahwa kedai kecil itu merugi sehingga tak pergu dihiraukan. Jang Dae Hee lalu bertanya jika mereka kembali ke masa lalu, siapakah yang akan dipilih Soo Ah. Soo Ah menjawab bahwa ia akan selalu setia pada Jangga.


Di sebuah rumah sakit. Park Sae Ro-Yi baru bangun dari pingsan. Jang Geun Soo mengatakan bahwa kostumnya rusak dan ia membuangnya. Ia meminta maaf dan berjanji akan memberikan ganti rugi.

Jo Yi Seo menyinggung bahwa saat ini tak ada lagi yang promosi dengan kostum seperti itu. Jang Geun Soo meminta maaf dan menyebut temannya itu memang sulit bersosialisasi. Jo Yi Seo kemudian memberi saran untuk berpromosi di media sosial saja. Park Sae Ro-Yi menyebut bahwa ia baru buka jadi kurang paham. Ia lalu memberikan selebaran pada Jang Geun Soo dan memintanya untuk bisa datang ke kedainya.


*Sepuluh tahun sebelumnya...*

Jo Yi Seo mengikuti lomba lari di sekolahnya. Ia sempat mendorong temannya saat berlari dan berhasil memenangkan perlombaan. Namun orang-orang menyebut bahwa ia berperilaku buruk karena mendorong temannya.

Sang ibu kemudian diberitahu bahwa anaknya sangat terobsesi menang dan menunjukkan gejala sosiopat. Ia disarankan untuk membawanya konseling ke psikolog. Sang ibu kemudian berbicara pada Jo Yi Seo, ia tak ingin memarahinya. Ia menyebut tak mau Jo Yi Seo hidup biasa seperti sang ibu.


Di sebuah club malam, Jo Yi Seo menari-nari mengikuti iringan musik. Ia memikirkan ibunya yang menyayanginya. Ia mengerti maksud perkataan ibunya bahwa ia orang biasa namun terlahir pintar dan cantik. Ia tahu ia bisa sukses dan berusaha keras mendapat yang ia mau. Namun ia juga berpikir mengapa bumi tidak meledak saja dan semuanya berakhir.

Teman Jang Geun So, Seong Hyeon rupanya tertarik padanya. Ia kemudian berusaha untuk mendekatinya, namun dihalangi. Jang Geun Soo menyebut bahwa ia juga menyukai Jo Yi Seo.

Seong Hyeon kemudian mengajak mereka ke sebuah kedai, itu ternyata Kedai Jangga. Mereka masuk dengan menggunakan identitas palsu, Soo Ah yang berada di sana menyadarinya lalu menyuruh mereka keluar dan kembali setelah lulus.


Jo Yi Seo kemudian mengajak mereka untuk pergi ke Danham saja. Di Kedai Danbam, mereka bertiga memesan makanan. Saat diminta tanda pengenal, Jo Yi Seo kembali menggunakan identitas palsu. Pekerja menyadarinya namun ia membiarkannya karena dari tadi belum ada tamu sama sekali di Danbam.


Sae Ro-Yi lalu memilih untuk pergi mengecek keadaan kedai lain yang ada di sekitarnya. Ternyata kedai lain banyak pengunjungnya, hanya kedainya saja yang sepi. Ia lalu bertemu Soo Ah di tengah jalan. Sae Ro-Yi kemudian bercerita soal kedainya yang terus merugi. Ia menjelaskan bahwa pengeluarannya sudah tepat, hanya uang sewa yang porsinya lebih tinggi karena penjualan yang kurang.


Soo Ah lalu melihat Jo Yi Seo dan teman-temannya di Kedai Danbam, namun ia tak memberitahu Sae Ro-Yi mereka menggunakan identitas palsu. Sae Ro-Yi mengajaknya untuk bertemu lagi setelah selesai bekerja nanti.

Di dalam Kedai Danbam, Seong Hyeon yang masuk meminta untuk diambilkan soju. Ia memanggil Sung Kwon dengan sebutan yang kurang sopan. Sae Ro-Yi menegurnya, namun ia kembali berbicara kurang sopan. Sae Ro-Yi dan Seong Kwon kemudian bertengkar. Sae Ro-Yi mengajaknya dibawah CCTV jika ingin memukulnya. Sae Ro-Yi kemudian terdorong jatuh.


Seung Kwon yang marah kemudian memukulnya, ia bahkan menyiram kaki Seong Hyeon dengan kuah panas. Saat akan kembali memukulnya dengan sebuah botol, pekerja lainnya, Hyun Yi berteriak. Ia menyebut Seong Kwon seorang preman dan belum berubah. Seung Kwon tersadar lalu meminta maaf.

Polisi tiba-tiba masuk ke Kedai Danbam. Soo Ah dari kejauhan menyaksikan itu, mengatakan bahwa tak bisa kencan kali ini.

Para polisi kemudian menyebut ada laporan bahwa ada tamu di bawah umur di kedai tersebut. Sae Ro-Yi tidak mengerti karena baru ada satu meja yang terisi. Polisi lalu meminta untuk ditunjukkan tanda pengenal.

Sementara itu Jang Geun Won mendapatkan telepon bahwa sang adik berada di kepolisian. Ia diminta ayahnya untuk mengurusnya. Jang Geun Won lalu bertanya dengan bercanda apakah ia memang memiliki seorang adik.


Di kantor kepolisian, Sae Ro-Yi memarahi pekerjanya. Jang Geun Soo ingin membela kedai Sae Ro-Yi namun ia diminta untuk menunggu wali datang.

Jang Geun Won tiba-tiba datang, ia kaget bertemu dengan Park Sae Ro-Yi. Ia kemudian tertawa melihatnya. Ia mengatakan bahwa Jang Geun Soo adalah keluarganya. Ia juga menyebut bahwa Sae Ro-Yi dulu teman sekolahnya. Geun Woo ingin agar masalah ini diselesaikan saja karena tak enak Sae Ro-Yi adalah temannya.


Sae Ro-Yi tersinggung dan menutup layar laptop polisi. Ia mengatakan bahwa dulu cita-cita adalah menjadi polisi. Ia bercerita pernah menjadi narapidana karena tak bisa menahan emosi dan melupakan mimpinya. Menurutnya polisi harus bersih dan menaati hukum. Ia tak mengerti mengapa polisi harus menurut pada Jang Geun Won. Sae Ro-Yi lalu pergi dari kantor polisi.

Jo Yi Seo mengejar Sae Ro-Yi, ia mengatakan dia tak akan bisa berjualan jiak bersikap seperti itu. Jika dibantu maka ia bisa bebas dari hukuman. Ia menyebut bahwa pebisnis harus tahu menunduk pada orang lain. Ia meminta agar Sae Ro-Yi membiarkannya sekali ini saja.

Sae Ro-Yi tetap bersikeras bahwa ia tak bisa membiarkan hal tersebut. Jika kedai tutup maka ia bisa buka nanti.


Jang Geun Won bertepuk tangan mendengarnya menyebutnya tak berubah, amatir yang tak tahu dunia. Ia mengingatkan Sae Ro-Yi bahwa ia tidak lulus karena dirinya, masuk penjara karena dia, dan ayahnya meninggal karenanya. Geun Won tertawa mengejek.

Sementara Sae Ro-Yi berusaha sabar. Geun Won bertanya apakah ia akan memukulnya lagi seperti dulu. Sae Ro-Yi memegangi tangan Geun Won dengat kuat, mengatakan ia sudah punya rencana untuk 15 tahun, waktu kasus itu kedaluwarsa.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment