Episode 6! Sinopsis Film Itaewon Class, Dilema Hati, Dilema Karir

Episode 6! Sinopsis Film Itaewon Class, Dilema Hati, Dilema Karir

INIKECE - Saat Soo Ah masih kecil, ia ditinggalkan oleh ibunya di panti asuhan. Teman-temannya di sekolah kemudian mengetahuinya dan membicarakannya. Mereka kasihan melihat Soo Ah tinggal di panti asuhan dan diabaikan orang tuanya.

Soo Ah tampaknya tak suka mendengarkan teman-temannya itu membicarakan dirinya. Salah seorang teman sekolah Soo Ah lalu memberikan roti dan susu padanya. Soo Ah berpura-pura menerimanya dengan senang hati. Namun tak lama kemudian, ia membuang peralatan sekolah temannya itu ke dalam toilet.


Seoran guru memanggil Soo Ah dan menanyakan mengapa ia berbuat seperti itu padahal temannya itu terbuat baik padanya. Soo Ah tetap tak mengakui dan tak menyesali perbuatannya. Gurunya itu memperingatkan Soo Ah bahwa ia kehilangan kesempatan untuk merenungkan kesalahannya.

Kembali ke masa sekarang, Sae Ro-Yi tetap memaklumi Soo Ah. Soo Ah kemudian tampak ingin mencium Sae Ro-Yi. Yi Seo menghalangi ciuman mereka. Ia mengatakan bahwa ciuman tanpa persetujuan merupakan kekerasan.

Yi Seo kemudian ingin memanggilkan Soo Ah taksi. Namun Soo Ah mengatakan ia ingin ikut makan malam bersama dengan Sae Ro-Yi dan timnya. Yi Seo tak percaya mendengarnya karena itu makan malam untuk tim mereka. Sae Ro-Yi tampak bingung namun ia akhirnya membiarkan Soo Ah ikut makan bersama mereka.


Di sebuah tempat makan, mereka berkumpul bersama para pekerja lainnya. Soo Ah menjelaskan bahwa ia bekerja di Jangga. Ia mengatakan Geun Soo tampak familiar, seperti pernah bertemu sebelumnya.

Mereka lalu membicarakan soal reputasi rumah makan. Yi Seo menyebut Kedai Danbam mendapatkan tiga bintang. Di Itaewon sendiri ada rumah makan yang mendapatkan 5 bintang, yaitu Kedai Jangga. Yi Seo menjelaskan bahwa Jangga sangat sempurna dari berbagai aspek, namun yang terbaik adalah soal rasa. Ia mendengar pemimpinya yang membuat resepnya sendiri.

Sae Ro-Yi menyebut masakan Hyun-Yi juga enak. Yi Seo menyebut bahwa tujuan dari Danbam berbeda dari Jangga yang merupakan perusaahan franchise makanan besar. Namun Sae Ro-Yi menjawab bahwa, tujuan dia sama yaitu franchise Danbam. Meskipun sulit tapi ia percaya karena ada bantuan dari mereka semua.


Di kamar kecil, Yi Seo berbicara dengan Soo Ah. Ia mengaku bahwa dirinya sangat menyukai bos-nya yaitu Sae Ro-Yi. Selain itu Yi Seo juga bercerita bahwa ia pernah mengikuti konseling dan menyebut bahwa kemungkinan ia adalah seorang sosiopath. Soo Ah kembali mengingatkan bahwa Sae Ro-Yi menyukainya balik.

Di tempat makan mewah, Geun Won menemui putri Jea Food yang dikenalkan padanya. Ia terlihat canggung berhadapan dengan gadis itu. Seorang pelayan, membawakan makan berupa ayam panggang. Geun Won tiba-tiba teringat akan ayam hidup yang ia bunuh saat masih remaja atas perintah ayahnya. Ia lalu mengatakan tak begitu menyukai ayam.


Di kantor perusahaan Jangga, Soo Ah melihat foto keluarga dari Presdir Jang Dae Hee. Ia terlihat bersama dengan dua orang anak laki-laki. Soo Ah sadar bahwa pria muda di foto itu adalah Geun Soo, salah seorang pekerja di Danbam. Ia kemudian memberitahukan hal itu pada Jang Dae Hee. Presdir Jangga itu terkejut mengetahui bahwa anak keduanya bekerja di Danbam.


Geun Won kemudian datang, ia masuk ke dalam ruangan. Soo Ah lalu menjelaskan tentang sosok Jo Yi Seo yang membuat Kedai Danbam milik Sae Ro-Yi menjadi laris seperti saat ini. Jang Dae Hee tertarik mendengar sosok Yi Seo.

Soo Ah juga menjelaskan bahwa tujuan dari Sae Ro-Yi adalah membuat franchise Danbam. Geun Won menertawakan hal tersebut, namun Jang Dae Hee sendiri meminta Soo Ah agar tetap mengawasi Kedai Danbam.


Yi Seo pulang ke rumah setelah bekerja, rupanya sang ibu menunggunya. Sebuah koper sudah disiapkan untuknya. Ibunya marah-marah karena Yi Seo memilih bekerja di kedai bukan masuk ke universtias. Yi Seo mencoba bersikap tenang. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak hidup untuk mimpi orang lain. Ia percaya mendapatkan cinta sekaligus kesuksesan.

Di dekat jembatan, Sae Ro-Yi yang sedang jogging malam hari bertemu dengan Yi Seo. Yi Seo menceritakan soal ibunya. Sae Ro-Yi lalu menyebut jika ibunya ingin Yi Seo bekerja di perusahaan besar, makan Danbam mungkin bisa menjadi besar juga. Yi Seo tampak senang mendengar ucapan Sae Ro-Yi, ia tak menyangka mimpinya sebesar itu.


Keesokan harinya, Sae Ro-Yi dan Yi Seo mewawancarai para pelamar yang ingin bekerja di Danbam. Tiba-tiba muncul seorang wanita muda cantik. Sae Ro-Yi mengenalnya, ia pernah bekerja di Seok Cheon pub. Ia berhenti bekerja karena tidak bisa bekerja penuh dan ingin mencari kerja paruh waktu.

Yi Seo kemudian memintanya untuk menunggu hasilnya lewat pesan teks. Setelah gadis itu pergi, Yi Seo menyebut tak akan mempekerjakannya. Seung Kwon tak terima karena menurutnya gadis itu cantik.

Seorang pria berkulit hitam kemudian datang untuk melamar pekerjaan. Nama pria tersebut adalah Kim Tony, ayahnya adalah orang Korea. Yi Seo kemudian menyebut akan mempekerjakannya. Ia ingin ada orang asing di sana yang pintar berbahasa Inggris sekaligus Korea.

Di sebuah gedung apartemen, Yi Seo baru mengangkat barang untuk pindahan dibantu dengan Geun Soo. Ia mendapatkan telepon dari stasiun televisi bahwa Kedai Danbam bisa masuk ke acara televisi.


Sae Ro-Yi yang sedang bersama Soo Ah kemudian menceritakan bahwa mereka akan tampil di televisi. Soo Ah mengatakan pada Sae Ro-Yi bahwa ia akan tetap melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Ia berterima kasih pada Sae Ro-Yi atas semua yang telah ia lakukan. Tak jauh dari sana, Geun Won melihat mereka berdua dari mobil.

Geun Won kemudian makan bersama dengan ayahnya. Mereka lalu membicarakan tentang Sae Ro-Yi. Jang Dae Hee menjelaskan jika Geun Won bisa bersama dengan Soo Ah maka ia tak perlu dijodohkan.


Sae Ro-Yi datang ke stasiun televisi. Rupanya di sana juga ada Jang Geun Won, kedai Jangga ternyata akan tampil di acara itu juga. Geun Won kemudian berbicara pada Sae Ro-Yi tentang Soo Ah.


Ia menyebut Soo Ah pasti akan lebih memilih pria seperti dirinya daripada Sae Ro-Yi. Geun Won juga bilang bahwa Soo Ah mendapat masalah di tempat kerja gara-gara dekat dengan Sae Ro-Yi.

Di Kedai Danbam, Yi Seo memberitahukan bahwa acara televisi dibatalkan. Sae Ro-Yi lalu merenung tentang perkataan Geun Won tentang Soo Ah sambil minum di atas atap. Ia meminta maaf pada Yi Seo karena sudah bekerja keras untuk proyek acara televisi itu tapi dibatalkan.


Saat Sae Ro-Yi berjalan bersama dengan Yi Seo, mereka bertemu dengan Soo Ah. Sae Ro-Yi menyebutkan pada Soo Ah tak masalah cara TV-nya dibatalkan. Ia memilih segera berlalu dan berjalan dengan Yi Seo. Setelah berdua, Yi Seo baru bercerita bahwa yang melaporkan ke polisi saat itu bukanlah Soo Ah. Mendengar itu Sae Ro-Yi terkejut dan berlari ingin menemui Soo Ah.

Di halte bus, Sae Ro-Yi menemui Soo Ah. Ia bertnaya mengapa Soo Ah berbohong soal melaporkannya ke polisi saat itu. Sae Ro-Yi memegang tangan Soo Ah dan meminta maaf. Soo Ah mengatakan Sae Ro-Yi seharusnya memang tidak menyukainya. Sae Ro-Yi menyebut bahwa ia tak peguli yang dilakukan Soo Ah padanya dan jangan mengkhawatirkannya. Di dalam bus Soo Ah menangis. Ia menyebut bahwa Sae Ro-Yi bodoh.

Sae Ro-Yi lalu menelpon seseorang. Ia menanyakan tentag uang yang ia investasikan. Semua uang itu ingin ia investasikan ke perusahaan Jangga.


Di perusahaan Jangga, Jang Dae Hee yang datang bersama dengan Soo Ah dan Geun Won mendapatkan informasi penting. Salah satu investor mereka ternyata adalah Park Sae Ro-Yi. Delapan tahun yang lalu saat saham perusahaan anjlok, Sae Ro-Yi membeli saham tersebut.

Saat ini total investasinya bahkan mencapai 1,9 miliar won. Mendengar itu, Presdir Jang Dae Hee tertawa dengan keras.

Predir Jang Dae Hee, Soo Ah, dan Geun Won datang ke Kedai Danbam. Seung Kwon tak mengenal mereka dan mengira ia hanya ayah dari Geun Soo.


Jang Dae Hee kemudian berjalan ke arah Sae Ro-Yi yang juga berjalan ke arahnya. Sae Ro-Yi membungkuk dan mengucapkan selamat datang di Kedai Danbam. Presdir Jang Dae Hee menyebutkan ia ingin menemui Sae Ro-Yi. Sae Ro-Yi menjawab bahwa ia juga ingin menemuinya.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment