Episode 7! Sinopsis Film Itaewon Class, Rencana Sae Ro-Yi

Episode 7! Sinopsis Film Itaewon Class, Rencana Sae Ro-Yi

INIKECE - Jang Dae Hee, Geun Won, dan Soo Ah akhirnya duduk di meja pelanggan. Yi Seo mendatangi mereka lalu menanyakan pesanan mereka. Jang Dae Hee memesan makanan andalan di sana serta soju.

Di dalam, Sae Ro-Yi memberi para pekerjanya arahan dan meminta agar tak melakukan kesalahan apa pun hari ini.

Geun Soo lalu membawakan masakan untuk para tamu. Ayahnya mengatakan bahwa restoran ini bukan tempatnya. Ia lalu bertanya balik, di mana seharusnya tempatnya, apakah di Jangga? Jang Dae Hee mengatakan ia ke sana ingin makan, jadi akan membahasnya nanti.


Sae Ro-Yi membawakan masakan, dan Jang Dae Hee lalu bertanya padanya soal pembelian saham perusahaannya saat harga saham Jangga terpuruk. Ia menyebut uang sahamnya cukup besar, dan bertanya mengapa Sae Ro-Yi melakukannya.

Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia percaya pada Jang Dae Hee. Walaupun saat ini nama Jangga tercoreng, namun ia percaya membeli saham Jangga akan menguntungkan dalam jangka panjang.

Jang Dae Hee lalu bertanya mengapa ia kembali berinvestasi di Jangga pagi ini. Jumlahnya juga besar, yaitu 600 juta won. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa alasannya sama seperti dahulu. Jang Dae Hee menyebut dia berbohong. Sae Ro-Yi memilih pergi dan memberikan mereka menikmati makanannya.


Presdir Jang makan dengan lahap. Sae Ro-Yi kembali datang membawakan minuman. Presdir Jang kemudian mengatakan bahwa ekspektasinya besar, namun setelah mencicipi masakan di kedai itu sendiri, ia tak menganggapnya sebagai musuh. Ia meminta Sae Ro-Yi menyerah dan hidup biasa saja.

Mendengar itu, Sae Ro-Yi menjawab itu tak mungkin. Dirinya adalah orang yang keras kepala dan sembrono, dan lambat laun ia akan melampaui Presdir Jang. Saat Geun Won menyelanya, ia membalas dengan suara yang lebih keras. Geun Won pun terdiam. Presdir Jang, Geun Won, dan Soo Ah akhirnya pergi setelah berdebat dengan Sae Ro-Yi.


Di sebuah tempat, seorang pria berkacamata baru saja memberi pesan pada Sae Ro-Yi. Dulu ia merupakan teman sekolah Sae Ro-Yi yang pernah dibela saat di-bully oleh Geun Won. Ia juga sempat berkunjung saat Sae Ro-Yi dipenjara.

Saat berkunjung ke penjara, ia mengatakan bahwa bisa masuk ke jurusan Manajemen Universitas Hanguk karena bisa menahan diri. Ia berharap Sae Ro-Yi bisa melupakan masa lalu dan hidup lebih baik. Ia juga mengatakan impiannya ingin menjadi manajer investasi.


Sae Ro-Yi kemudian mengatakan bahwa impiannya adalah membuka kedai an menjatuhkan Jangga. Temannya itu mengatakan bahwa itu tak mudah. Namun mungkin bisa, jika ada manajer dana yang handal. Sae Ro-Yi menanyakan siapa nama temannya itu, ia menjawab namanya adalah Lee Ho Jin. Ia mengatakan ingin menjadi temannya.


Kembali ke masa sekarang, Sae Ro-Yi menemui Lee Ho Jin di tempatnya. Ho Jin mengatakan bahwa 1,9 miliar won di Jangga sedikit gegabah. Dulu Sae Ro-Yi tak mengerti tentang saham, tapi ia mengenal brand Jangga, jadi ia berinvestasi dengan uang duka ayahnya dengan bantuan Ho Jin.

Sae Ro-Yi menyebut Ho Jin sebagai orang yang kuat dan gigih. Ho Jin kemudian menyinggung soal Direktur Kang Min Jung.


Mereka pernah bertemu dengan Direktur Kang yang pernah dekat dengan ayah Sae Ro-Yi. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia ingin mendukungnya. Jika ada rapat pemilik saham suatu saat nanti, ia bisa mendukungnya. Ho Jin sendiri sudah bekerja sama dengan Direktur Kang selama beberapa bulan.

Namun Direktur Kang mengatakan bahwa ia tak bisa bekerja sama dengannya. Meskipun bisnisnya bernilai ratusan juta, namun restoran Sae Ro-Yi masih kalah jauh dari Jangga. Lalu Sae Ro-Yi menanyakan bagaimana jika ia bisa mendapatkan 1 persen saham Jangga yang bernilai sekitar 2 miliar won. Direktur Kang tak percaya ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu.

Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia ingin Direktur Kang yang memimpin Jangga kelak. Ia tak ingin Geun Won yang menjadi pewarisnya. Direktur Kang masih belum yakin dengan Sae Ro-Yi, namun karena ia anak manajer Park, maka ia masih ingin berharap. Misi pertamanya yaitu membuat Presdir Jang makan di kedainya.

Misi pertama itu akhirnya berhasil terwujud. Sae Ro-Yi dan Ho Jin kembali bertemu dengan Direktur Kang. Ia akhirnya mengatakan mau bekerja sama dengan Sae Ro-Yi untuk menjatuhkan Presdir Jang dan Geun Won.


Di kediamannya, Presdir Jang bermain catur tradisional dengan Direktur Kang. Presdir Jang mengatakan ia khawatir dengan perusahaan dan tak percaya pada Geun Won. Direktur Kang menyebut jika sekarang ada tren menyerahkan pada manajemen profesional. Ia juga tak ingin perusahaan diwariskan pada Geun Won. Presdir Jang kemudian memuji Direktur Kang dan mengatakan ia titip perusahaan ke depannya.

Setelah Direktur Kang pergi, seorang bawahan masuk. Ia memberikan foto-foto yang memperlihatkan pertemuan Direktur Kang dengan Sae Ro-Yi dan Ho Jin.

Di tempat Ho Jun, Sae Ro-Yi memperhatikan berkas rasio kepemilikan saham. Ho Jin menyebut bahwa pendukung Direktur Kang masih kalah 12 persen dari pendukung Presdir Jang.

Di kantor Jangga, Presdir Jang memarahi Geun Won soal program kompetisi di televisi. Ia marah karena Geun Won menyingkirkan Danbam dari kompetisi itu seakan kedai Jangga tak lebih baik.


Tiba-tiba muncul sosok Geun Soo. Ia mengatakan dipanggil oleh Presdir Jang. Geun Won tampak tak suka lalu memukulnya. Geun Soo mengatakan akhirnya ia paham kenapa sering dipukul kakaknya. Itu karena Geun Won khawatir pada posisinya.

Geun Soo masuk ke ruangan ayahnya. Presdir Jang kemudian memberikan brosur untuk kuliah ke luar negeri. Ia memintanya bersekolah ke luar negeri sambil mengunjungi ibunya. Geun Soo lalu bertanya apa hubungan ayahnya dengan Sae Ro-Yi. Presdir Jang mengatakan tak usah khawatir karena dia bukan pihak yang jahat.

Ia mengatakan meski Geun Soo anak haram, ia tak akan membiarkannya menjadi ikan kecil. Geun Soo marah mendengarnya. Ia juga menyebut Sae Ro-Yi lebih kuat dari yang ayahnya bayangkan.


Soo Ah menaiki mobilnya. Ia kemudian berhenti dan ingin menghubungi Sae Ro-Yi, namun temannya itu berjalan di depannya Mereka lalu berjalan bersama dan mengobrol.

Soo Ah menyebut bingung harus membela siapa. Ia merasa aneh karena seperti bermuka dua. Sae Ro-Yi kemudian bercerita mengapa ia menyukai Soo Ah. Ia menyebut Soo Ah sebagai orang yang mandiri dan bisa mengurus dirinya sendiri.

Di dekat sungai, Geun Soo bertanya pada Yi Seo apakah ia menyukai Sae Ro-Yi. Yi Seo mengatakan bahwa Geun Soo menyukai dirinya dan ia tahu bahwa Geun Soo anak orang kaya, namun Geun Soo hanya seorang pecundang.


Yi Seo mengakui ia menyukai bos-nya, tapi ia mengatakan pada Geun Soo agar tidak putus asa karena perasaannya pada Sae Ro-Yi dangkal dan bisa berubah. Geun Soo masih punya kesempatan untuk mendapatkannya kalau ia berhasil menjadi pewaris Jangga. Geun Soo tertegun mendengarnya, namun Yi Seo akhirnya mengatakan bahwa ia bercanda.


Di Kedai Danbam, Sae Ro-Yi dan pekerja lainnya baru tahu bahwa Kim Tony tak bisa berbahasa Inggris. Ia hanya bisa berbahasa Prancis. Sae Ro-Yi menyuruhnya agar belajar bahasa Inggris. Sae Ro-Yi lalu pergi, dan Yi Seo juga ikut pergi mengejarnya.

Yi Seo penasaran dengan apa yang dilakukan Sae Ro-Yi. Ia ingin mendukungnya sekalipun itu hal pribadi. Sae Ro-Yi akhirnya mau mengajaknya.


Mereka berdua lalu menaiki bus menuju ke Pajin. Di dalam bus, Sae Ro-Yi bercerita tentang kehidupan masa lalunya, ayahnya, masalah dengan Presdir Jang, dan rencananya dengan Ho Jin. Yi Seo hanya terdiam mendengarkannya.

Sampai di Pajin, Sae Ro-Yi dan Yi Seo pergi ke sebuah rumah. Rumah itu milik seorang mantan detektif, Oh Byung Heon. Anak perempuannya menyambutnya, namun Oh Byung Heon tampak kurang suka melihat kedatangan mereka. Di dalam rumah mereka makan bersama.


Sae Ro-Yi kemudian mencoba berbicara dengannya. Mereka bertemu pertama kali saat mantan detektif itu menangani kasus ayahnya. Namun Detektif Oh saat itu tak bisa membelanya dan kasusnya tak terselesaikan.

Pria itu lalu berlutut untuk meminta maaf dan memohon agar Sae Ro-Yi tak datang lagi ke rumahnya. Ia juga menyebut akan membayar kompensasi meskipun jumlahnya hanya ratusan juta won. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa yang bisa ia lakukan untuknya adalah mengungkap kebenaran. Ia seharusnya menjadi ayah yang terhormat untuk anaknya.

Malam hari, cuaca sedang hujan. Yi Seo tampak sudah tertidur dan Sae Ro-Yi membawakannya selimut. Yi Seo rupanya terbangun, ia lalu membicarakan soal kasus Sae Ro-Yi dengan Geun Won dan Jangga.


Yi Seo mendekatkan kepalanya ke kaki Sae Ro-Yi. Yi Seo kemudian menyadari ada bekas luka di tangan bos-nya. Sae Ro-Yi menyebut ia mendapatkannya saat bekerja di laut. Yi Seo malah menangis karena memikirkan Sae Ro-Yi. Ia terus memegangi tangannya itu. Dalam hati, Yi Seo mengatakan bahwa ia mencintainya.

Malam itu mereka akhirnya naik bus untuk kembali pulang. Yi Seo tertidur di dalam bus. Sae Ro-Yi meletakkan kepala gadis itu di pundaknya.

Keesokan harinya, Yi Seo berangkat kerja. Ia berjalan di dekat Kedai Jangga. Ia lalu bertemu dengan Soo Ah. Soo AH menyebut akan ikut Danbam karena ingin meminta es. Yi Seo menyebutnya sebagai wanita yang tak tahu malu, namun Soo Ah tetap mengikutinya dan meminta es di Danbam.


Di dalam Kedai Danbam, Sae Ro-Yi mengungkapkan bahwa pemilik bangunan menyebut harus keluar dari sana setelah kontrak selesai. Soo Ah kemudian melihat berkas kontrak mereka dna memeriksa apa ada yang salah. Ia menyebut ada hukum perlindungan penyewa. Namun menurutnya tak baik berselisih dengan sesama pebisnis.

Sae Ro-Yi kemudian menghubungi pemilik gedung baru. Rupanya yang membali bangunan kedainya adalah Presdir Jang Dae Hee.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment