Melakukan Tes Virus Corona Di MS Westerdam Yang Sebelumnya Telah Diturunkan Di Kamboja Sihanoukville, Berikut Fakta-Fakta WNI Yang Menjalani Tes

Melakukan Tes Virus Corona Di MS Westerdam Yang Sebelumnya Telah Diturunkan Di Kamboja Sihanoukville, Berikut Fakta-Fakta WNI Yang Menjalani Tes

INIKECE - Dalam pemberitaan sebelumnya, ada lebih dari 300 warga Indonesia di kapal pesiar MS Westerdam yang sandar di Sihanoukville, Kamboja. Kapal pesiar tersebut sebelumnya terpapar virus corona karena satu penumpang positif virus mematikan itu.

Para WNI yang bekerja sebagai kru dan awak kapal pesiar itu juga harus menjalan tes virus corona. Berikut fakta-fkta WNI yang ada di dalam kapal tersebut.

KBRI Tawarkan Evakuasi, Ratusan WNI Pilih Tetap Di Kapal


Para WNI di MS Westerdam memutuskan untuk tetap tinggal setelah diberi opsi evakuasi.

Opsi evakuasi ini sempat ditawarkan oleh staf dari KBRI di Kamboja saat mengunjungi mereka pekan lalu. Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng, mengatakan, dari 362 ABK WNI, hanya 28 yang pilih pulang ke tanah air.

"Yang sudah pulang hanya 28 orang. Dua di antaranya habis kontrak, sisanya ada yang takut (tertular), ada juga yang ingin bekerja di kapal lain," kata Sudirman kepada kumparan dan Phnom Penh, Selasa (18/2).

Para ABK WNI adalah yang terbanyak dari seluruh 747 kru kapal MS Westerdam, disusul oleh awak asal Filipina. Menurut Sudirman, mereka menempati berbagai posisi di kapal pesiar mewah tersebut, mulai dari manajemen, personalia, hingga di dek, bagian dapur dan mesin kapal.


Sebanyak 334 WNI yang memilih bertahan masih terikat kontrak dengan pihak kapal MS Westerdam. Selain itu, mereka bertahan karena perusahaan kapal memberikan kompensasi, termasuk jaminan kesehatan. Hingga saat ini, mereka masih bekerja melayani 233 penumpang di kapal tersebut.

"Mereka masih loyal dengan kapal, masih mau bekerja karena benefirnya lebih besar dari pada putus kontrak. Kesehatan ditanggung perusahaan, dari pada pulang lalu sakit dan ditanggung sendiri." kata Sudirman.

Ketakutan Awak WNI Di Kapal MS Westerdam


Kapal pesiar MS Westerdam sempat terkatung-katung di lautan karena ditolak berlabuh oleh lima negara lantaran takut virus corona. Akhirnya, Kamboja menerima kapal tersebut. Sebelum bisa sandar, para kru WNI di kapal itu mengaku ketakutan kapal itu akan meluat selamanya, seperti legenda Flying Dutchman.

Setidaknya dua minggu sudah, kapal tersebut berlayar tak tentu arah. MS Westerdam telah ditolak berlabuh di Jepang, Taiwan, Guam, Filipina, dan Thailand. Negara-negara itu khawatir MS Westerdam membawa virus corona karena sempat singgah di Hong Kong.

Kepada staf KBRI yang menjenguk mereka di dalam kapal, para kru WNI mengaku sempat ketakutan karena kapal tak kunjung lempar sauh. Lantas beredar seloroh di antara mereka, bahwa MS Westerdam bisa jadi Flying Dutchman.

"Mereka takut jadi Flying Dutchman, ini kan kapal Belanda," kata Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng, kepada kumparan, Selasa (18/2).

Dalam legendanya, Flying Dutchman atau De Vliegende Hollander dikasihkan sebagai kapal hantu yang tidak pernah bisa berlabuh, dikutuk abadi mengarungi lautan. Para pelaut di abad ke-17 menganggap bertemu Flying Dutchman di laut adalah awal dari bencana.


DPR Dorong Kemenkes Terapkan Protap Cegah Virus Corona ke WNI ABK MS Westerdam


Dari 362 WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Kapal MS Westerdam, sudah ada 28 orang yang dipulangkan ke Indonesia. Kapal yang berlabuh di Pelabuhan Sihanoukville tersebut sempat ditolak oleh lima negara karena khawatir tertular virus corona.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IX DPR RI Intan Fauzi mempercayakan proses pemulangan tersebut kepada pemerintah. Namun, ia mendorong agar Kemenkes mempunyai prosedur tetap (protap) yang jelas untuk menanggulangi wabah virus corona.

"Karena mereka memiliki ditjen khusus P2P, tentu harus punya protap yang jelas. Sehingga, jangan sampai, ada wabah di luar, kemudian di sini tidak siap," kata Intan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2).


Meski demikian, Intan mengaku tetap berprasangka baik jika 28 WNI yang dipulangkan tersebut sudah melalui proses sreening dan dinyatakan sehat. Ia juga berharap Menkes Terawan bekerja keras mencegah penyebaran virus corona hingga ke Indonesia.

"Kami juga sudah menyampaikan kepada Menkes, pertanggungjawaban Menkes bicara bahwa sampai hari ini tidak ada yang terpapar dan tidak ada yang terinfeksi virus corona, itu benar adanya, dan mudah-mudahan wabah ini tidak terjadi, artinya di negara lain selesai," tutupnya.

28 WNI dari MS Westerdam Sudah Jalani Tes Virus Corona Di Tiga Negara

Sebanyak 28 warga negara Indonesia kru kapal MS Westerdam memutuskan pulang ke Tanah Air dari Kamboja. Hingga sampai di Indonesia, mereka telah menjalani tiga kali pemeriksaan virus corona, semua hasilnya negatif.

Hal ini dismapaikan oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng, kepada kumparan, Selasa (18/2). Sudirman mengatakan, total ada 362 ABK WNI di kapal MS Westerdam, 28 di antaranya memilih untuk pulang.

"Yang sudah pulang hanya 28 orang. Dua diantaranya habis kontrak, sisanya ada yang takut (tertular), ada juga yang ingin bekerja di kapal lain," kata Sudirman dari Phnom Penh, Selasa (18/2).

Ratusan WNI di MS Westerdam Akan kembali Jalani Tes Virus Corona


Masih ada lebih dari 300 kru asal Indonesia di kapal pesiar MS Westerdarm yang sandar di pelabuhan Sihanoukville, Kamboja. Pada Selasa (18/2) mereka akan kembali menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan tidak tertular virus corona atau COVID-19.

Duta Besar RI untuk Kamboja Sudirman Haseng, mengatakan ABK WNI menempati prosi terbanyak dikapal tersebut. Dari 747 kru kapal, 334 di antaranya adalah WNI.

Sebelumnya pada Senin (17/2) pengujian kembali virus corona telah dilakukan terhadap 233 penumpang yang masih ada di kapal. Hari ini, pengujian akan dilakukan kepada seluruh kru kapal.

"Hari ini, 18 Februari 2020 giliran 747 Kru (334 Kru WNI) yang akan dites oleh otoritas Kamboja. Mereka saat ini lagi standby di kapal untuk mengikuti tes kesehatan tersebut." kata Sudirman kepada kumparan dari Phnom Penh.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment