Musim Panas 2019!

Musim Panas 2019!

INIKECE - Aku tidak tahu bagaimana aku harus membalas pesanmu ketika kamu memberitahuku bahwa kamu akan berangkat ke Paris dalam 20 hari untuk melanjutkan kuliahmu. Aku tidak tahu bagaimana aku harus bereaksi, apakah aku harus senang atau sedih.

Tapi, satu hal yang aku tahu pasti bahwa aku tidak menyesal menghabiskan waktu liburan musim panasku di Indonesia bersamamu.

Sejujurnya, aku awalnya tidak ingin menghabiskan liburan musim panasku di Indonesia. Aku hanya ingin tetap di Amerika dan menikmatinya bersama teman-temanku, tapi apa boleh buat. Papa mama ingin aku pulang.

Sesaat aku tiba di Indonesia, aku hanya memikirkan bagaimana cara mengajakmu untuk ikut dalam komunitasku di mana biasanya teman-temanku dan aku bertemu satu minggu sekali dan kita bersenang-senang bersama.

Saat kamu menerima ajakanku untuk ikut pergi ke komunitasku, aku sangat senang dan aku masih ingat betul bagaimana perasaanku saat itu sampai hari ini. Tapi, waktu berlalu dan sangat tidak terasa sudah lebih dua bulan berlalu. Saat ini aku baru percaya dengan hukum relativitas waktu Albert Einstein yang berkata ketika kamu menghabiskan waktu dengan pacarmu selama sejam maka hanya terasa seperti beberapa detik.

Aku tahu kamu memang bukan pacarku, tapi aku menyukaimu karena sikapmu yang ceria dan apa adanya. Saat ini yang aku pikirkan hanya hadiah perpisahan apa yang bisa kuberikan kepadamu. Aku sudah memandangi laptopku lebih dari 2 jam untuk menulis surat ini untukmu, karena sangat banyak sekali sekali yang ingin kukatakan tapi tidak tahu bagaimana mengungkapkannya.

Aku tahu kalian semua penasaran bagaimana aku bertemu dengannya, bukan? Aku bertemu dia pertama kali ketika melihatnya menari di sebuah acara. Saat itu aku belum berangkat ke Amerika untuk kuliah. Dan, di otakku hanya WAWW!! Saat itu juga, aku tidak peduli apa pun, aku hanya ingin berkenalan. Titik, itu saja.


Sejujurnya, aku sedih karena tidak tahu apakah aku akan bisa mengantarmu ke bandara karena di hari yang sama aku harus datang ke acara keluarga. Aku juga tidak tahu apakah surat ini bisa menjadi hadiah yang coock untuk perpisahan ini, tapi aku pikir surat ini bisa setidaknya bisa menjadi kenangan yang indah.

Teruntuk kamu,

Rasanya ingin kutuliskan semua 1001 harapanku untukmu, tapi aku akan kehabisan waktu dan jika aku punya cukup waktu untuk menuliskannya semua ini maka aku akan kehabisan kata-kata. Yang pasti aku ingin kamu tahu bahwa aku berharap bisa mengenalmu lebih lama dan mengetahui siapa dirimu lebih dalam.

Aku bangga denganmu karena kamu seorang yang hebat. Aku ingin kamu melanjutkan hidupmu yang luar biasa, gunakan kesempatan biasiswamu sebaik mungkin dan bikin bangga Indonesia. Aku yakin suatu saat aku akan melihatmu menjadi orang yang sangat sukses dan aku cukup bahagia menjadi bagian cerita suksesmu.

Aku tidak tahu apakah aku bisa bertemu denganmu lagi karena jujur aku tidak tahu apa kita akan bertemu lagi di musim panas tahun depan. Jika memang bertemu, aku tidak tahu akan bagaimana perasaanku kepadamu karena banyak hal bisa terjadi dalam 12 bulan. Aku tidak tahu denganmu, tapi aku sangat berterima kasih kamu sudah membuat liburanku terasa begitu cepat dan aku sangat senang bisa menikmatinya denganmu.

Lakukanlah hal-hal yang paling kamu suka, tidak penting apa kata orang karena bahagiamu itu hakmu. Aku suka melihatmu menari karena senyumanmu paling manis saat kamu menari, jadi aku berharap kamu tidak akan pernah berhenti menari meskipun mungkin itu ke depannya bukan menjadi profesimu.

Aku mungkin bukan teman terdekatmu atau apa pun itu, tapi mengenalmu selama 2 bulan cukup membuatku mengerti bahwa bahagia itu pilihan dan menjadi apa adanya adalah hal yang keren. Aku suka ketika aku bisa melihatmu tertawa akan hal-hal yang kecil yang mungkin orang lain tidak bisa mensyukurinya sepertimu. Aku suka dengan aura positifmu yang bisa membuat orang lain terbawa emosi gembiramu sehingga seakan-akan kita seperti habis memenangkan lomba yang paling bergengsi. Aku bersyukur bisa mengenalmu karena di pikiranmu pertemanan itu semua tentang berbagai sukacita, tawa, dan canda.

Jika aku bisa, aku cuma ingin menghabiskan hari-hariku denganmu meskipun aku tahu itu adalah hal yang mustahil. Aku sampaikan ini karena aku hanya ingin kamu tahu, bahwa kamu seorang yang luar biasa yang bisa menyihir 24 jam bersamamu serasa 24 detik. Teruslah menjadi penyihir yang hebat sehingga setiap orang yang ada di dekatmu selalu bisa merasakan kehangantan yang sekarang aku rasakan.

Aku berharap suatu hari nanti bisa bertemu denganmu dan akan aku ceritakan semua cerita-ceritaku dan kamu ceritakan semua cerita-cerita hebatmu.

Dari - G
Reactions:

0 comments:

Post a Comment