Part 12! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Suara Perempuan

Part 12! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Suara Perempuan

INIKECE - Kim, seorang perempuan yang feminim juga penyuka drama Korea, tidak menyangka akan terlibat dalam kejadian yang tidak pernah terpikirkan dalam hidupnya. Begitu pun dengan Wisny, seorang fresh graduate yang ingin segera mendapat pekerjaan, malah terjerumus dalam kasus yang rumit seperti ini. Rasanya mereka ingin segera pulang dan melupakan semua kejadian hari ini.

Setelah beres mengikat Jumadi, mereka kembali ke tenda. Kim memasak mi instan menggunakan kompor portable yang ia bawa. Mereka makan di dalam tenda dengan lahap karena seharian belum makan apa pun.

"Kim thanks banget atas kerja samanya."

"Gua yang harus terima kasih sama lu. Kalau bukan karena ide lu, mungkin gua juga udah mati." Kim kembali memakan sulur-sulur minya.

"Abis ini kita resign aja Kim."

"Iya, bener. Mendingan gua cari kerja yang lain daripada kayak gini."

"Oya, lu jangan khawatir. Nanti gua yang bikin keterangan di polisi tentang apa yang kita alami di hutan."

"Oh, ya. Thanks, Wisnu."


Kim mengembuskan napas berat. Ia menaruh mangkuk minya, "Kok gua tiba-tiba kangen banget sama cowok gua, ya?"

"Oya, lu udah punya cewek?" tanya Kim.

"Gebetan, tapi gua nyaman banget sama dia," Wisny menaruh mangkuk minya.

"Kayaknya gua bakal nikah sama dia abis pulang dari sini. Orangnya baik banget, Kim."

"Wih, jangan lupa undang gue yak. Temen sependeritaan elu," Kim tersenyum.

Ia mengangkat kembali mangkuk minya, "Hebat banget lu berani lamar cewek walaupun baru gebetan. Nggak kayak cowok gua, ngajakin pacaran mulu udah hampir lima tahun, nih," Kim malah curhat.

"Emangnya elu siap diajak nikah?" tanya Wisnu.

"Ya, siap nggak siap sih. Tapi, kan gua cinta sama dia."

Di tengah obrolan, tiba-tiba mereka mendengar sayup-sayup suara seorang wanita. Buru-buru mereka berhambur ke luar tenda. Kim sudah siap dengan sebuah pisau di tangan kirinya, sedangkan Wisnu meraih cangkul. Mereka berdua terdiam, mendengarkan baik-baik suara wanita itu sambil tetap waspada.

"Dari arah kamar mandi," kata Kim.

Ia mengeluarkan senternya dan berjalan perlahan di belakang Wisnu. Sesekali ia berjalan mundur untuk memastikan tidak ada serangan mendadak dari belakang.

Setelah berada di kamar mandi, Wisnu menyisir seluruh ruangan dan tiba-tiba saja kakinya menginjak sebuah papan. Ia mulai curiga lantas membuka papan itu. Benar saja, ternyata ada sebuah lubang bawah tanah dengan tangga yang menjulur ke dalam.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment