Part 6! Tahu Baru Di Hutan Terlarang, Keberangkatan

Part 6! Tahu Baru Di Hutan Terlarang, Keberangkatan

INIKECE - Wisnu mengemas kopernya. Hari ini adalah jadwal keberangkatannya ke kampung Ciliman. Dia mengecek tanggal, sudah mendekati tahun baru. Ia yakin akan merayakan tahun baru di tengah hutan.

Ia sangat bersemangat lantaran ini adalah tugas pertamanya sebagai detektif. Ia menuruni tangga kamarnya sambil menyeret sebuah koper. Di ruang tamu, Iak sudah duduk manis menunggunya. Ika tersenyum, hubungan mereka semakin dekat saja.

"Kamu bisa ngasih aku alamat tempat kamu tugas?" tanya Ika sambil berdiri. Ia ingin memastikan kalau terjadi apa-apa bisa mengirim bantuan ke sana.

"Ini," WIsny mengeluarkan secarik kertas.

Ika memotretnya dengan kamera smartphone.

"Udah siap, Nak?" dari ruang keluarga muncul Ibu dan bapaknya yang akan mengantarkan Wisnu ke meeting point.

"Sudah, pah."

Ika ikut mengantar Wisnu. Ia duduk di kursi baris kedua bersebelahan dengan Wisnu. Mobil yang mereka kendarai melaju dengan kecepatan stabil. Jalan lengang tidak ada kemacetan.

"Kalian cocok deh,' celetuk ibunya Wisny sambil melirik spion depan.

Mereka berdua malah tersenyum malu.

"Menikah saja ya," tambah bapaknya Wisny. Membuat anaknya terkejut bukan main. 

"Gajian juga belum, Pah. Udah nikah aja."


Pernyataan Wisnu membuat kedua orang tuanya tertawa, sedangkan Ika hanya tersenyum malu.

Selang beberapa menit, akhirnya mobil mereka sampai di meeting point. Wisnu kembali melanjutkan perjalanan dengan mobil travel menuju kampung Ciliman. Sebelum berpisah Ika memberikan sebuah gelang rajut kepada Wisnu. Katanya itu adalah gelang keberuntungan yang selalu ia gunakan. Sekarang, keberuntungan itu ia serahkan kepada Wisny, lelaki yang membuatnya merasa nyaman.

"Kalian sudah paham tugas kalian masing-masing."

"Siap, Pak. Paham!" jawab Wisnu tegas.

"Kim?" ge menoleh ke kursi belakang.

Kim malah tertidur pulas sambil bersandar ke bahu Wisny. Segera Wisnu menggoyangkan bahunya, menyuruh Kim untuk bangun.

"Kim!"

"Iya, pak!" jawab Kim sambil memicingkan matanya, masih terlihat mengantuk.

"Jangan tidur, kita harus siap siaga!" ucap Ge tegas membuat Kim langsung siap siaga walau terkesan dipaksakan.

"Kayaknya kita udah sampe nih," Bri membuka kaca jendela mobil dan menunjuk sebuah gapura bertulisan 'selamat datang di kampung Ciliman'

"Kami turun di sini saja ya Pak," pinta Heru kepada sopir.

Mereka bergegas turun dari mobil. Mengeluarkan koper dari bagasi dan perlahan melangkah masuk ke perkampungan Ciliman. Warga mulai memperhatikan gerak-gerik mereka. Heru pemimpin regu sesekali menganggukkan kepala pada warga yang tidak sengaja berpapasan. Hal pertama yang akan mereka lakukan adalah mencari seseorang yang mau memandu mereka masuk ke dalam hutan.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment