Masa Kepemimpinannya Atas Tibet Singkat! Dalai Lama Yang Pernah Melarikan Diri Tahun 1959

Masa Kepemimpinannya Atas Tibet Singkat! Dalai Lama Yang Pernah Melarikan Diri Tahun 1959

INIKECE - 17 Maret 1959, Biksu terpenting dari alirsan Gelung, aliran terbaru dari Buddhisme Tibet, yang secara resmi dipimpin oleh Ganden Tripas ( Dalai Lama). 

Dalai Lama ke-14 (yang sekarang memimpin) lahir pada 6 Juli 1935 dari keluarga petani Tibet. Dia diberi nama Lhamo Thondup, yang secara harfiah berarti 'Dewa Yang Memenuhi Keinginan'. Tepat 61 tahun yang lalu, Dalai lama melarikan diri dari Tibet dan memulai perjalanan 14 hari menuju India.

Masa kepemimpinannya atas Tibet terhitung singkat. Ia dinobatkan sebagai Dalai Lama pada 22 Februari 1940, namun akhirnya menjalankan tugas-tugas politik penuh mulai 7 November 1950, pada usia 15 tahun, setelah pemerintah Tiongkok mengusung kekuasaan atas Tibet.


Hubungan Tibet dan Tiongkok memang tidak harmonis. Sejak awal 1950-an, Tiongkok perlahan mulai menginvasi Tibet dengan kekuatan militernya. Pada 1954, terjadi ratifikasi Perjanjian Tujuh Belas Poin untuk Pembebasan Damai Tibet antara Tiongkok dan delegasi dari Tibet.


Namun hal ini tidak disetujui oleh Dalai Lama karena ia tidak memberikan otoritas delegasi tersebut untuk pergi ke Tiongkok.

Pada awal pemberontakan Tibet tahun 1959, Dalai Lama dan rombongannya menyelamatkan nyawanya dengan melarikan diri dari Tibet, dengan bantuan Divisi Kegiatan Khusus CIA.

Pada 31 Maret 1959, mereka akhirnya berhasil menyeberang ke kota Tezpur, yang terletak di pegunungan Himalaya, bagian teritori India. Tidak lama kemudian, ia mendirikan Pemerintahan Tibet di Pengasingan di Dharamshala, India, yang sering disebut sebagai "Lhasa Kecil". Setelah itu, ia juga membuat kembali komunitas berjumlah sekitar 80.000 pengungsi Tibet yang mengikutinya ke pengasingan.

Dalai Lama adalah sseorang yang memperjuangkan hak asasi kemanusiaan serta mempromosikan perdamaian dunia tanpa senjata nuklir. Di umurnya yang telah menginjak 84 tahun, ia tetap berkeliling dunia untuk berbicara tentang gaya hidup dan kesejahteraan orang-orang Tibet, hak-hak perempuan, antikekerasan, dialog antargama, fisika, astronomi, Buddhisme dan sains, dan juga topik Mahayan dan Ajaran Buddha Vajrayana.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment