Penemuan Langka! Petai Raksasa Ditemukan Warga Di Banjarnegara

Penemuan Langka! Petai Raksasa Ditemukan Warga Di Banjarnegara

INIKECE - Beredar di sosial media, dan menjadi ramaian dibuat oleh para netizen. Penemuan petai yang berukuran raksasa di Kabupaten Banjarnegara ini membuat semua orang heboh karena biasanya petai hanya berukuran standar saja.

Salah satu seorang pengguna Twitter @JokoSus46520969 mengunggah dua foto yang menampilkan warga tengah menenteng beberapa petai, tetapi petai yang ditenteng tidak terlihat seperti biasanya. Dari ukurannya terlihat petai tersebut berukuran sangat besar dan disebut sebagai petai raksasa.

"Ada yang mau masak pete? @depaimin," tulis akun @JokoSus46520969 dalam twitnya. Lantas, twi tersebut direspons oleh banyak pengguna Twitter lainnya, bahkan beberapa warganet mempertanyakan apakah petai tersebut bisa dikonsumsi atau tidak.

Diketahui bahwa petai tersebut tidak sengaja ditemukan

Selain itu, seorang warga Banjarnegara sekaligus orang yang menemukan buah tersebut, Agus Soewarto mengisahkan bahwa penemuan petai tersebut diketahui secara tidak sengaja ketika organisasi pemuda hendak melakukan kegiatan reboisasi di hutan.

"Tidak sengaja (ditemukan). Ketika organisasi pemuda sedang melakukan kegiatan reboisasi penanaman pohon di hutan, akhirnya sampai diketemukan buah itu," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Atas kejadian tersebut, Agus pun mengunggah foto dirinya dengan buah raksas tersebut di akun Facebook bernama Martien Bay.

Namun, ia mengungkapkan bahwa penemuan petai berukuran raksasa itu terjadi pada Senin (16/3/2020).

"PEMIRSA..!! Barang ora umum usah di umumna.. (PEMIRSA..!! Benda yang tidak biasa jangan dibesar-besarkan)," tulis Agus sekaligus pemilik akun Martien Bay.


Menanggapi adanya kejadian tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Darmanto mengungkapkan, buah menyerupai "petai" berukuran raksasa tersebut bernama Gandu (Entada rheedi Spreng).

"Dari hasil pengamatan dan identifikasi tumbuhan yang mirip dengan petai raksasa tersebut merupakan tanaman merambat atau liana, jenis polong-polongan, masuk dalam familinya Fabaceae dan Genus Entada, dengan rasa buah pahit," ujar Darmanto saat dihubungi Kompas.com

Ia mengungkapkan, penemuan buah tersebut berlokasi di sekitar kawasan Cagar Alam Pringombo II. Adapun buah raksasa itu ditemukan oleh warga asal Desa Panawaren, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.

Tidak Untuk Dikonsumsi

Terkait beberapa pertanyaan warganet mengenai apakah buah petai raksasa tersebut dapat dikonsumsi, Darmanto menjelaskan, buah tersebut tidak untuk dikonsumsi.

"Masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah tersebut dan ikut menjaga dan melestarikan tanaman tersebut karena tidak semua kawan hutan ada dan berada di dalam kawasan Cagar Alam Pringombo," imbuhnya.

Sementara itu, pihak BKSDA melakukan penelusuran dari beberapa sumber dan diketahui tumbuhan ini sudah dikenal lama oleh masyarakat sekitar.

Umumnya warga menyebut tanaman tersebut bernama Gandu (Entada rheedii Spreng). Gandu merupakan liana, tumbuhan pemanjat berkayu yang besar dan tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis.

Namun, petai raksas ini bukan jenis petai yang bisa dimakan.

"Berdasarkan beberapa penelitian, jenis Entada lebih banyak digunakan untuk obat herbal. Entada rheedi Spreng bijinya digunakan untuk pengobatan tradisional di Mesir sebagai anti-rematik, anti-inflamasi, dan makanan suplemen," kata Darmanto lagi.

Tak hanya itu, ada jenis tanaman Entada lainnya, yakni Entada phaseoloides (L). Merr yang sudah lama dimanfaatkan sebagai herbal yang efektif untuk pengobatan diabetes melitus oleh masyarakat Dai, etnis China minoritas.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment