Titip Pesan Buat Anak, Sepasang Suami Istri Bunuh Diri Dengan Gantung Diri Dan Minum Racun

Titip Pesan Buat Anak, Sepasang Suami Istri Bunuh Diri Dengan Gantung Diri Dan Minum Racun

INIKECE - Kaget! Sepasang suami istri nekat bunuh diri hingga meninggalkan anaknya. JW (42) dan YI (38), sepasang suami istri asal Desa Petung Sewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam penyelidikan kepolisian, JW diduga tewas dengan cara menggantung diri. Sedangkan sang istri YI meminum racun lantaran ada buih di mulutnya.

"Diduga istrinya (YI) meminum racun. Sedangkan suaminya gantung diri," ungkap Danramil 0818/08 Wagir Kapten Inf Sunyoto.

Dugaan sementara aksi bunuh diri itu dilakukan karena hubungan keduanya tak harmonis.

Kapolsek Wagir AKP Sri Widya Ningsih mengatakan, saat ditemukan tak ada tanda kekerasan di tubuh keduanya.

Saat ditemukan, YI dan JW dalam kondisi terlentang di atas lantai. Mulut YI mengeluarkan buih.

"Memang saat itu ada buih di mulut YI tapi kondisi di dalam rumah sudah bersih. Kami cari tempat sampah enggak temukan benda mencurigakan," kata dia.


Pasangan suami istri tersebut rupanya menitipkan uang dan sepucuk surat untuk anak-anaknya. Dalam surat tersebut, sang ayah menulis permintaan maaf.


"Yoga Nok dompet e bapak ono duit kanggo kepentingan dini iki sepurane. Sepurane le yo titip jogo adike. Tolong jogo apik-apik yo le," tulis JW dalam surat itu.

(Yoga, di dompet bapak ada uang untuk kepentingan hari ini. Maaf. Maaf ya Nak, jaga adikmu. Tolong jaga baik-baik ya Nak).

Dalam surat itu, JW juga meminta anaknya menjaga orangtua JW.

"Agus, tolong jaga mak yah," tulis dia.

Sang ayah juga menulis agar jenazah keduanya tikda diotopsi dan langsung dikubur.

"Ojo oleh diotopsi ibu iklas bapak iklas anak2 ku seng pinter, Feri, Yoga, Vega Kabeh Sak Darah Daging seng rukun. nek golek salah siji digoleki ojo tukaran," tulis dia.

(Jangan boleh diotopsi, ibu ikhlas, bapak ikhlas, anak-anakku yang pinter, Feri, Yoga, Vega semua sak darah daging yang rukun. Kalau mencari, salah satu dicari, jangan berantem).
Reactions:

0 comments:

Post a Comment