WWF Menggelar Earth Hour Untuk Matikan Lampu Dan Selamatkan Dunia

WWF Menggelar Earth Hour Untuk Matikan Lampu Dan Selamatkan Dunia

INIKECE - Tepatnya 28 Maret 2020 akan diadakan Earth Hour (Satu Jam) untuk mematikan lampu untuk menyelamatkan bumi. Gerakan sedunia ini diselenggarakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF).

Earth Hour dilakukan agar dapat mendorong masyarkat internasional untuk mematikan lampu listrik yang tidak digunakan, selama satu jam. Setiap tahun pada hari tertentu menjelang akhir bulan Maret, acara ini digelar di ratusan negara di seluruh penjuru dunia.

Pada hari ini Sabtu (28/3), akan kembali digelar Earth Hour pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat. Gerakan ini akan digelar di 180 negara di seluruh dunia yang akan ikut mematikan lampunya pada waktu setempat masing-masing.

Biasanya, orang-orang berkumpul di pusat kota untuk merayakan Earth Hour dan melihat kota menjadi gelap gulita setelah lampu pada gedung-gedung dimatikan. Tetapi, di masa yang menandang ini, Earth Hour mengajak dunia untuk berpartisipasi dari kenyamanan rumah masing-masing.
Kalain juga dapat melihat perayaan Earth Hour di kota-kota lain melalui live streaming atau halaman Facebook, Twitter, dan Instagram @EarthHour.
Untuk menyebarluaskan gerakan ini, WWF mengajak masyarakat untuk membagikan momennya merayakan Earth Hour sambil di rumah melalui media sosial dengan menggunakan tagar #EarthHour dan me-mention @EarthHour. kamu bisa men-tweet, mengunggah ke Instagram story, atau di halaman Facebook bagaimana situasi gelap gulita rumah atau cara unik lain merayakan Earth Hour tahun ini. Di dalam kegelapan kalian bisa sambil makan, nonton film, camping di ruang keluarga, atau bahkan berdisko di rumah masing-masin.
Gerakan Earth Hour dimulai pada tahun 2007 di kota Sydney, Australia. Pada saat itu, WWF mendorong masyarakat dunia internasional untuk mematikan lampu mereka untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu pemanasan global.
Kini, Earth Hour tidak hanya bertujuan untuk mengatasi perubahan iklim, tetapi juga mempromosikan kesehatan manusia, kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberlanjutan.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment