Viral Dan Fenomena! Kelahiran Bayi Babi Hitam Yang Berwujud Aneh, Tak Seperti Babi Biasanya

Viral Dan Fenomena! Kelahiran Bayi Babi Hitam Yang Berwujud Aneh, Tak Seperti Babi Biasanya

INIKECE - Warha Kobelete, Kelurahan Soe, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, dihebohkan dengan bentuk fisik anak babi kembar siam yang baru dilahirkan induknya.

Anak babi milik Nimrod Liunokas itu lahir dengan kondisi berbeda dengan lainnya, karena memiliki satu kepala, dua badan dan enam kaki.

Informasi itu menyebar ke warga lainnya, yang kemudian berbondong-bondong datang untuk melihat keanehan dan fenomena tersebut.

"Induk babi ini melahirkan lima ekor anak, pada Selasa 7 April 2020 sekitar pukul 05.00 WITA kemarin pagi. Empat ekor anak babi yang lain normal. Sedangkan satunya kembar siam," ungkap Nimrod, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/4/2020) sore.

Peristiwa tersebut, lanjut Nimrod, bermula saat dirinya hendak memberi makan induk babi pada Selasa subuh. Waktu sampai di kandang, Nimrod mendapati induk babi telah melahirkan.

Dia kemudian mengecek satu persatu dan menghitung jumlah anak babi, Nimrod sempat kaget saat melihat seekor babi berbentuk aneh. Dia pun lalu memanggil istri dan anak-anaknya untuk menyaksikan kejadian itu.


"Anak babi kembar siam ini sempat hidup kurang lebih lima sampai 10 menit dan akhirnya mati," ungkap Nimrod.

Nimrod lalu memberitahukan hal tersebut kepada tetangga dan juga iparnya Sody Nabunome yang adalah seorang pendeta.

"Atasa saran Bapa Pendeta Sody Nabunome, maka babi kembar siam ini diawetkan dalam wadah toples dan di simpan di dalam rumah," kata Nimrod.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Pendeta Sody Nobunome membenarkan kejadian itu. Sody mengaku, sempat mengunggah anak bayi itu di media sosial dan mendapat tanggapan beragam dari masyarakat.

"Saya bagikan informasi ini di media sosial FB dan dapat banyak tanggapan. Warga sekitar juga ramai-ramai ke rumah Bapa Nimrod untuk menyaksikan kejadian langka tersebut," kata Sody.

Menurut Sody, awalnya Nimrod hendak menguburkan bangkai babi itu. Namun dirinya menganjurkan agar diawetkan dalam toples menggunakan alhokol.

"Saya minta agar diawetkan, dengan pertimbangan mungkin bisa untuk kepentingan penelitian dari Dinas Peternakan. Kemudian alasan saya lainnya, kapan lagi lihat kejadian langka begini," sebut Sody.

Bagi Sody, hal tersebut merupakan kejadian di luar jangkauan pikiran manusia.
"Tuhan punya kuasalah. Hanya manusia juga diberi otak dan ilmu pengetahuan sudah maju, maka kalau ada niat riset dari ahli-ahli peternakan barang kali sebagai pemilik babi bersyukur, karena punya kontribusi berupa babi sebagai objek penelitian," tutur dia.

Dengan adanya penelitian nanti, Sody berharap akan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para peternak di Kabupaten TTS.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment